Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal PGSD

PENGGUNAAN METODE BRAINSTROMING BERBANTUAN MEDIA BENDA KONKRET DALAM MATA PELAJARAN IPA MATERI GAYA MEMPENGARUHI GERAK BENDA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Mimin Darmini
Jurnal PGSD Vol 4 No 01 (2018): Januari-Juni
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v4i01.585

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan yang muncul pada diri siswa yang masih kurang maksimal dalam hasil belajar dan aktivitas belajar. Kurangnya hasil belajar dan aktifitas belajar siswa ini diakibatkan pembelajaran yang masih bersifat konvensional, pembelajaran belum menggunakan bantuan media akibatnya, siswa merasa cepat bosan, jenuh, sehingga hasil belajar dan aktivitas siswa kurang maksimal. Maka dari itu perlu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa. Salah satu alternatifnya yaitu dengan menggunakan metode pembelajaranbrainstroming, lewat metode brainstroming berbantuan media benda konkret, diharapakan hasil belajar dan aktivitas siswa lebih baik dibanding cara konvensional. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA materi gaya mempengaruhi gerak benda di kelas IV sekolah dasar. Jadi, dengan adanya masalah tersebut, peneliti mencoba meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa yang masih kurang maksimal, dengan melakukan penelitian tindakan kelas. Berdasarkan latar belakang masalah yang dihadapai anak, peneliti mencoba meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan metode brainstroming berbantuan media benda Konkret, dengan desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart model spiral refleksi diri, yang dimulai dengan Planing, action, observing, reflecting, dan perencanaan kembali, dan memakai instrumen pembelajaran meliputi, observasi aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Metode Brainstroming, Media benda Konkret, Hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MENINGKATKAN NILAI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Arief Hidayat Afendi; Mimin Darmini; Aliet Noorhayati Sutisno; Nizam Abdul Aziz
Jurnal PGSD Vol 8 No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v8i1.2956

Abstract

ABSTRACT The learning model can also be interpreted as a whole series of material presentation which includes all aspects before, during and after the learning carried out by the teacher as well as all related facilities that are used directly or indirectly in the teaching and learning process. A learning will be more meaningful if it applies and uses a learning model that is in accordance with learning, it aims to make students active in the process of learning activities.The formulation and research objectives of this study are how are the characteristics of the inquiry learning model in increasing the value of learning independence in elementary school students, how is the increase in the value of learning independence for elementary school students through the application of the inquiry learning model. Research Objectives From the formulation of the problem, the research objectives are to: Determine the characteristics of the inquiry learning model in science subjects in increasing the value of learning independence of elementary school students. The method used in this research is descriptive qualitative, namely research on data collected and expressed in the form of words and pictures, the words are arranged in sentences. Data analysis in qualitative research takes place continuously on the data collected, namely observation sheets and student learning outcomes. it can be interpreted that by applying inquiry learning there are 2 students who get very good learning outcomes (scores between 81-100) with a percentage of 7%, as many as 12 students with good learning outcomes (61-80) with a percentage of 40%, 13 with results quite good (scores between 41-60) with a percentage of 43%, and only 3 students who got a bad score (21-40) with a percentage of 10%. This shows that students understand the learning material that is delivered quite well. Keywords: Inquiry Model, Value Of Independence ABSTRAK Model pembelajaran bisa juga diartikan sebagai seluruh rangkaian penyajian materi yang meliputi segala aspek sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar. Sebuah pembelajaran akan lebih bermakna jika menerapkan dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran, hal ini bertujuan agar siswa aktif dalam proses kegiatan pembelajran. Rumusan dan tujuan penelitian dari penelitian ini adalah Bagaimanakah karakteristik model pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan nilai kemandirian belajar pada siswa sekolah dasar, Bagaimanakah peningkatan nilai kemndirian belajar siswa sekolah dasar melalui penerapan model pembelajaran inkuiri. Tujuan Penelitian Dari rumusan masalah, maka tujuan penelitiannya untuk: Mengetahui karakteristik model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran IPA dalam meningkatkan nilai kemandirian belajar siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan gambar, kata-kata disusun dalam kalimat. Analisis data dalam penelitian kualititatif berlansung secara terus menerus terhadap data yang dikumpulkan yaitu lembar observasi dan hasil belajar siswa. dapat di interprestasikan bahwa dengan menerapkannya pembelajaran inkuiri terdapat 2 siswa yang mendapatkan hasil belajar sangat baik (nilai antara 81-100) dengan persentase 7%, sebanyak 12 siswa hasil belajar dengan kategori baik (61-80) dengan persentase 40%, 13 dengan hasil cukup baik (nilai antara 41-60) dengan persentase 43%, dan hanya 3 siswa yang mendapatkan nilai kurang baik (21-40) dengan persentase 10%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memahami materi pembelajan yang disampaikan dengan cukup baik. Kata kunci: Model inkuiri, Nilai kemandirian