Harry Patmadjaja
Dosen Program Studi Teknik Sipil, Universitas Kristen Petra

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK AGREGAT KASAR PULAU JAWA DENGAN AGREGAT LUAR PULAU JAWA DITINJAU DARI KEKUATAN CAMPURAN PERKERASAN LENTUR Setyawan, Michael Kevindie; Wulandari, Paravita Sri; Patmadjaja, Harry
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi agregat kasar Luar Pulau Jawa untuk dijadikan material pembangunan infrastruktur di daerahnya. Agregat kasar Pulau Jawa dijadikan pembanding karena sudah diakui mutunya untuk pembangunan infrastruktur Pulau Jawa. Setiap daerah memiliki sumber daya yang sangat kaya untuk pembangunan infrastruktur, namun setiap daerah memiliki karakteristik material yang berbeda-beda. Agregat kasar yang digunakan sebagai pembanding dari Pulau Jawa adalah dari Pandaan dan Pacitan. Sedangkan untuk agregat kasar dari Luar Pulau Jawa memakai agregat dari Bali dan Kalimantan. Penelitian ini menggunakan spesifikasi Laston WC dan agregat kasar berdasarkan SNI 8198:2015. Hasil penelitian adalah agregat kasar dari Bali tidak memenuhi spesifikasi berat jenis dan penyerapan. Agregat kasar dari Kalimantan tidak memenuhi spesifikasi kepipihan dari BS 812 part 105:1990. Agregat kasar Pandaan dijadikan sebagai acuan sedangkan agregat kasar Pacitan tidak dikarenakan kekekalan agregat tidak memenuhi spesifikasi. Kadar aspal dari agregat kasar Pandaan yang memenuhi persyaratan Laston WC adalah 5%. Agregat kasar Bali dan Kalimantan dengan hot mix design Laston WC 5% didapati tidak memenuhi dalam spesifikasi MQ, pelelehan, VIM dan VFA. Kesimpulan dari penelitian ini, agregat kasar Bali dan Kalimantan tidak bisa langsung dipakai untuk Laston WC. Namun pencampuran agregat kasar Bali dan Kalimantan bisa dijadikan anternatif solusi.
PENGARUH SERBUK BAN BEKAS SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN FILLER FLY ASH TIPE-C UNTUK GRADASI DGEM DAN OGEM Kristanto, Indra; Lodi, Aldo; Wulandari, Paravita Sri; Patmadjaja, Harry
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.448 KB)

Abstract

Studi tentang Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) pada campuran tipe OGEM masih jarang dilakukan sehingga pengembangannya cukup lamban, walau penggunaan aspal OGEM dapat memanfaatkan agregat lokal sehingga tidak menguras agregat suatu daerah tertentu. Studi ini meneliti performa CAED dengan serbuk ban bekas atau Crumb Rubber (CR) sebagai pengganti agregat. Tipe gradasi agregat yang digunakan pada penelitian ini adalah Open Graded Emulsion Mix (OGEM) dan Dense Graded Emulsion Mix (DGEM) Campuran aspal yang digunakan menggunakan fly ash sebagai filler sebanyak 2% dengan tujuan untuk membantu pengikatan campuran aspal dengan agregat dan serbuk ban bekas. Ukuran Serbuk ban bekas yang digunakan dalam campuran adalah mesh 20 dengan alasan ekonomis sebagai pertimbangan. Perbandingan akan dilakukan terhadap besar kadar dari Serbuk ban bekas sebagai pengganti agregat halus yang lolos ayakan No. 8 (2,36mm) sebesar 0%, 25%, dan 50%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak dari subtitusi agregat halus dengan Serbuk ban bekas membuat campuran aspal menjadi lebih elastis dengan pertambahan Void in Mixture (VIM) yang meningkat seiring dengan penambahan serbuk ban bekas. Pertambahan dari VIM pada penelitian ini ditemukan bahwa masih memenuhi batas standar spesifikasi
PENGARUH KADAR SERBUK BAN BEKAS SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN FILLER FLYASH TIPE-C Thesman, Arianto; Kertorahardjo, Ken; Wulandari, Paravita Sri; Patmadjaja, Harry
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.906 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena semakin tingginya angka kerusakan jalan sehingga diperlukan perbaikan yang ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED), agregat bergradasi rapat tipe IV yang berasal dari Banyuwangi, fly ash yang berfungsi sebagai filler, dan serbuk ban bekas ukuran mesh #40 yang lolos ayakan no. 8. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian agregat halus dengan serbuk ban bekas dengan kadar 25%, 50%, 75%, 100%, dan fly ash sebagai filler terhadap stabilitas CAED. Tipe CAED yang digunakan pada penelitian ini adalah tipe CSS-1h sebesar 8% dan fly ash yang digunakan sebesar 2% dari berat total agregat halus. Hasil pengujian pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai stabilitas akan semakin turun dengan semakin tingginya kadar serbuk ban bekas. Penurunan nilai stabilitas ini diakibatkan nilai VIM yang besar. Kadar serbuk ban bekas optimum pada penelitian ini adalah sebesar 25% karena memenuhi spesifikasi nilai VIM dan spesifikasi stabilitas
PENGARUH UKURAN SERBUK BAN BEKAS SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN FILLER FLY ASH TIPE-C Wuisan, Yoel; Gotama, Kevin Ronaldo; Wulandari, Paravita Sri; Patmadjaja, Harry
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.9 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena semakin pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia sehingga dibutuhkan campuran aspal yang ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED), agregat bergradasi rapat tipe IV, fly ash sebagai Filler dan serbuk ban bekas sebagai pengganti agregat halus lolos ayakan no 8. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran serbuk ban bekas terhadap karakteristik campuran aspal emulsi dingin dengan filler fly ash. Penelitian ini menggunakan kadar aspal 8% dan fly ash sebesar 2% dari berat agregat dengan variasi ukuran ban bekas mesh 20, 40, dan 60 dari berat agregat halus lolos ayakan no 8. Dari hasil pengujian ini didapatkan ukuran serbuk ban bekas berpengaruh terhadap parameter marshall, ukuran serbuk ban bekas dengan ukuran yang paling halus yaitu mesh 60 menunjukkan nilai stabilitas dan nilai kadar rongga yang paling baik.