Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penyajian Materi Secara Sederhana dan Menggembirakan Mendorong Minat Mahasiswa Asing dalam Belajar Bahasa Indonesia Rosalia Kurni Setyawati; Maria Francisca Lies Ambarwati
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1 No 1: JANUARI 2020
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/zf08by94

Abstract

Belajar bahasa Indonesia bagi orang asing merupakan usaha yang tidak mudah jika harus mencapai tingkat terampil. Namun, lagu dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang ringan dan menimbulkan suasana riang. Pengajaran bahasa Indonesia dengan media lagu ini dilaksanakan dalam pertukaran dosen antara STIKS Tarakanita dengan Polytechnic University Of The Philippines. Dalam kesempatan tersebut bahasa Indonesia merupakan salah satu materi kuliah yang disampaikan. Lagu dipilih sebagai media karena sederhana, menyenangkan dan mudah dipahami. Pengajaran ini memiliki sasaran agar mahasiswa di Phillipine dapat memahami beberapa kosakata bahasa Indonesia, berkomunikasi secara sederhana dan mengenal budaya di beberapa tempat yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, selain lagu sebagai media, budaya juga diangkat karena merupakan khasanah yang dapat menarik perhatian serta menambah wawasan mahasiswa tentang negara Indonesia. Di dalamnya terdapat lagu, tarian, dan tata cara khas yang dapat diangkat sebagai media yang menarik sehingga menimbulkan antusiasme bagi mahasiswa karena merupakan hal baru baginya. Suasana yang menyenangkan dan penyajian materi secara ringan memudahkan mahasiswa dalam menerima materi pembelajaran.
Pelatihan Daring Optimalisasi Pemanfaatan E-Learning dalam Mendukung Pembuatan Soal Ujian Daring bagi Dosen Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Hydriana Ananta Win; Cresensiana Widi Astuti; Evvy Silalahi; Rosalia Kurni Setyawati
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1 No 2: JULI 2020
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/wnmgb327

Abstract

Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita (STARKI) menerapkan kuliah daring selama pandemi (penyebaran) Covid-19 ini, mulai dari proses pembelajaran hingga pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Genap 2019/2020. Untuk pembuatan soal ujian dapat menggunakan aplikasi e-learning STARKI sehingga pelaksanaan UAS daring dapat berjalan lancar sesuai harapan. Tetapi tidak semua dosen memahami penggunaan dan manfaatnya. Padahal dalam e-learning STARKI sudah lengkap beberapa tipe soal ujian yang dapat dibuat, mulai dari soal pilihan ganda hingga soal esai. Untuk itu dilakukan pelatihan daring dengan metode eksperimen di mana para peserta langsung melakukan latihan pembuatan soal ujian menggunakan akun e-learning yang sudah dibuatkan sebelumnya. Media komunikasi yang digunakan adalah aplikasi Zoom Meeting. Dari hasil evaluasi formulir pre-test dan post-test yang sudah diisi oleh para peserta, dapat diketahui adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan e-learning STARKI. Demi memaksimalkan pemahaman dan keterampilan pemanfaatan e-learning STARKI maka dapat dilakukan dengan peserta dibuat berdasarkan rumpun bidang matakuliah yang diampunya.
Pelatihan Etiket dan Penampilan Profesional Demi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Staf Kelurahan Pondok Kelapa Rosalia Kurni Setyawati; Maria Francisca Lies Ambarwati
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1 No 2: JULI 2020
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/cechab20

Abstract

Melayani masyarakat membutuhkan keterampilan dalam berkomunikasi dan etiket yang memadai. Guna meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kelurahan Pondok Kelapa, para Kader PKK mendapatkan pelatihan etiket dan public speaking. Peserta pelatihan berjumlah 29 orang ibu-ibu Kader PKK. Kegiatan pelatihan ini dilakukan selama satu hari bertempat di kampus STIKS Tarakanita yang masih berada di wilayah Kelurahan Pondok Kelapa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan para ibu Kader PKK dalam berkomunikasi secara efektif dan memiliki sikap yang baik dalam menyampaikan pesan. Materi yang disampaikan adalah bagaimana berkomunikasi dan berpenampilan serta bersikap yang santun. Teknik penyajian yang digunakan adalah pemberian materi berupa ceramah dan diskusi disertai dengan simulasi atau memeragakan secara langsung materi yang telah dipaparkan. Peserta juga diberi kesempatan praktik dengan menggunakan kasus dalam kegiatan PKK, baik di kelurahan, RW maupun RT. Hasil pelatihan secara keseluruhan menunjukkan bahwa peserta memahami etiket dan cara berkomunikasi yang baik, namun masih mengalami beberapa kendala dalam mempraktikkannya antara lain gugup dan kurang percaya diri. Kegiatan pelatihan etiket dan public speaking menumbuhkan semangat baru bagi peserta pelatihanuntuk memberi pelayanan yang lebih baik.
Ketahanan Pangan melalui Gerakan Cinta Tanaman Rosalia Kurni Setyawati; Agustinus Rustanta
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 2: JULI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/pt513a37

Abstract

Setiap orang butuh pangan untuk bertahan hidup. Untuk kehidupan yang berkelanjutan, maka siapa saja dapat terlibat dalam menjaga ketahanan pangan walaupun dalam skala mikro atau rumah tangga baik yang memiliki lahan yang luas maupun yang memiliki lahan yang sangat sempit. Terlebih, saat ini masa pandemi terus berlangsung dimana hampir semua orang berada di rumah dan bekerja dari rumah. Dengan demikian tingkat konsumsi makanan meningkat. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran masyarakat dalam menggalakkan ketahanan pangan melalui cinta tanaman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan. Kemudian, para peserta penyuluhan melakukan penanaman secara mendiri dirumah masing-masing dengan cara mengamati, meniru dan memodifikasi sendiri-sendiri sesuai lahan dan sumber daya yang ada. Dengan metode tersebut, masyarakat makin menyadari banyak peluang untuk ambil bagian dalam meningkatkan ketahanan pangan dari rumah mereka masing-masing melalui menanam tanaman produktif seperti bunga dan sayur-sayuran melalui sistem hidroponik maupun aquaponik. Masa pandemi menjadi momen bagi warga untuk mengisi waktu luang secara produktif. Hasil dari kegiatan ini, warga diuntungkan karena selain dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri juga lebih irit dalam pengeluaran karena sebagian pangan sudah dapat dipenuhi sendiri.
Berbagi dengan Sesama dalam Masa Pandemi Covid-19 di Bekasi Selatan Rosalia Kurni Setyawati; Agustinus Rustanta
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 1: JANUARI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/v2xj5722

Abstract

Membantu orang lain tidak harus menunggu kaya atau berkecukupan secara ekonomi. Membantu orang lain tidak harus nilainya besar. Sebagai manusia kita perlu saling membantu dalam bentuk apapun dan kapanpun karena kita pun juga suatu ketika akan membutuhkan uluran tangan orang lain. Kegiatan penggalangan dana ini merupakan inisiatif warga yang peduli pada saudara yang menderita yang terdampak oleh pembatasan sosial berskala besar yang mengakibatkan sebagian masyarakat tidak dapat bekerja atau bahkan tidak lagi memiliki pekerjaan karena terkena PHK. Inisiatif ini ternyata mendapat sambutan positif dari warga lain sehingga bantuan kepada yang membutuhkan benar-benar dapat dilakukan secara swadaya, dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk sembako namun juga diberikan dalam bentuk uang untuk mereka berobat. Metode yang dilakukan untuk menentukan apakah mereka berhak menerima atau tidak dengan melakukan survey atau bertanya langsung dengan cara mendatangi rumahnya. Dengan demikian, data yang terkumpul merupakan data yang akurat sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran. Kesimpulannya adalah bahwa setiap anggota masyarakat dapat secara swadaya dan sesuai kebutuhan berupaya untuk meringankan beban saudara kita dengan berbagai cara.