Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PROGRAM IMTAQ DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA Iwan Fitriani; Abdulloh Saumi
El Midad Vol. 10 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v10i2.774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) wujud nilai karakter yangdiinternalisasikan melalui program imtaq dalam membentuk kepribadian siswa (2) strategi pendidikan karakter melalui program imtaq dan (3) implikasi internalisasi pendidikan karaktermelalui program imtaq dalam membentuk kepribadian siswa. Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif. Subjek penelitian siswa MI Nurul Qur’an Pagutan Kota Mataram. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknikanalisis data yang digunakan mencakup data reduction (reduksi data), data display (penyajian data),conclution drawing/verification (penarikan kesimpulan). Adapun pengecekan keabsahan datadilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi yakni triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan (1) wujud nilai karakter yang diinternalisasikan melaluiprogram imtaq dalam membentuk kepribadian siswa berupa nilai religius, toleransi, disiplin, cintatanah air, mandiri, peduli lingkungan, tanggung jawab, rasa ingin tahu, dan cinta damai, (2)strategi yang digunakan melalui program imtaq adalah strategi keteladanan, teguran atau pengarahan, pengkondisian lingkungan, dan pembiasaan atau kegiatan rutin, (3) implikasiprogram imtaq terlihat dari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh siswa seperti : dzikiran,shalat dhuha, pembacaan surat yasin, dan hafalan Al-Qur’an (dari segi agama), menjuaraibeberapa mata lomba (dari segi prestasi), datang tepat waktu (segi disiplin) serta dari segi akhlak yaitu bersikap sopan dalam berintraksi baik itu dengan guru maupun dengan teman sebayanya.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN BANTUAN MEDIA LINGKUNGAN SEKITAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA Silpiana Silpiana; Iwan Fitriani
El Midad Vol. 11 No. 2 (2019): El Midad: Jurnal PGMI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v11i2.1899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran student teams achievement division (STAD) dengan bantuan media lingkungan sekitar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V MI Miftahul Ishlah Tembelok tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis eksperimen semu (quasi eksperimental design) dan menggunakan desain posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V MI Miftahul Ishlah Tembelok yang terdiri dari 2 (dua) kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan rumus t-test polled varians. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran student teams achievement division (STAD) dengan bantuan media lingkungan sekitar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V MI Miftahul Ishlah Tembelok tahun pelajaran 2018/2019. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 3,2251, sedangkan nilai t-tabel pada taraf signifikasi 5% adalah 2,0275, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima.
The Role of the Police in Managing Social Conflict Between Communities: An Approach Based on Islamic Values and Socio-Cultural Wisdom Jolmadi Jolmadi; Masnun Masnun; Suprapto Suprapto; Iwan Fitriani
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 3 (2026): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i3.1390

Abstract

Social conflicts between communities in Mataram City often escalate due to poor emotional control and strong group solidarity, requiring a more humane, context-sensitive approach to resolution. This study aims to analyze the role of the police in managing social conflicts by integrating Islamic values and socio-cultural wisdom, and to propose an integrated model of conflict management. This study employs a qualitative case study approach, with data collection techniques including direct observation at the incident site, in-depth interviews with police officers, government officials, and community leaders, and documentation of social conflicts. Informants were selected through snowball sampling, and data analysis used the Miles and Huberman interactive model, encompassing data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that conflicts that initially have an individual nature can escalate into communal conflicts. The role of the police is not merely that of law enforcers, but also as social facilitators employing an approach grounded in Islamic values such as ukhuwah (brotherhood), tasamuh (tolerance), and islah (reconciliation), as well as local wisdom such as musyawarah (deliberation) and gotong royong (cooperation). This study contributes by offering an integrated model that combines religious values and socio-cultural wisdom as a strategic framework for sustainable conflict management. This approach has proven effective in mitigating conflicts and fostering long-term reconciliation among communities.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menginternalisasikan Nilai-Nilai Qur’ani Husnul Yamil; Iwan Fitriani; Lubna
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.32374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menginternalisasikan nilai-nilai Qur’ani kepada santri di MA Plus Pondok Pesantren Abu Hurairah Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologis, melibatkan guru PAI, santri, pimpinan pesantren, dan musyrif asrama sebagai informan. Data dihimpun melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI meliputi keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan, pendekatan kontekstual, motivasi spiritual, serta pendampingan personal. Strategi ini diimplementasikan melalui kegiatan pembelajaran, pembinaan karakter, program tahfizh, dan pengawasan kehidupan asrama. Faktor pendukung meliputi kultur pesantren yang religius, struktur kurikulum yang berbasis Al-Qur’an, serta kedekatan emosional guru–santri. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan intelektual santri, latar belakang pendidikan, serta dinamika lingkungan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa peran strategis guru PAI sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter Qur’ani santri.