Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN FOTOSTABILITAS PIGMEN BETA KAROTEN DENGAN PEMBUATAN MIKROEMULSI Ika Agustina; Mega Efrilia
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2022): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.109 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v7i1.823

Abstract

Sepanjang tahun 2018 BPOM menemukan berbagai macam kosmetik illegal yang mengandung bahan dilarang/bahan berbahaya. Salah satu bahan berbahaya yang ditemukan adalah pewarna tekstil Merah K3 pada lipstick. Solusi yang diperlukan adalah dengan membuat pewarna alami yang memiliki kestabilan yang baik terhadap cahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kestabilan pigmen beta karotenoid terhadap cahaya dengan membuat sediaan mikroemulsi. Sumber senyawa beta karoten berasal dari Daucus carota L. Teknik ekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut etanol:heksana (4:3). Untuk mendapatkan formulasi mikroemulsi terbaik dibuat variasi konsentrasi PEG 40 HCO:gliserol:ekstrak. Formulasi mikroemulsi terbaik adalah kode FW3 dengan komposisi 2:2:1 (PEG 40 HCO:gliserol:ekstrak). Kemudian ekstrak Daucus carota L dan mikroemulsi FW3 diuji fotostabilitas. Hasil pengujian fotostabilitas menunjukkan penurunan kadar ekstrak Daucus carota L. sebesar 2.84%, sedangkan mikroemulsi Daucus carota L mengalami penurunan kadar sebanyak 1.33%. Kedua sediaan tetap dikategorikan sebagai substansi yang fotosensitif.
EVALUASI KRIM DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK BIJI LADA HITAM (Piper nigrum L.) Senny Listy Kartika Falestin; Pra Panca Bayu Chandra; Nia Lisnawati; Mega Efrilia; Pricillya Maria Loimalitna; Indah Nur El Hasanah; Yulius Evan Christian
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v11i2.950

Abstract

Black pepper (Piper nigrum L.) is a medicinal plant that contains active compounds such as piperine, flavonoids, and essential oils, which are known to exhibit anti-inflammatory, antioxidant, and antimicrobial properties. This study aims to evaluate the physical quality of cream formulations containing varying concentrations of 96% ethanol extract of black pepper seeds. A descriptive experimental method was employed, focusing on the assessment of organoleptic properties, homogeneity, pH, spreadability, adhesion, and viscosity over a four-week storage period. Four formulations were tested: F0 as a control without extract, F1 with 1% extract, F2 with 2%, and F3 with 3%. The evaluation results showed that all formulations met the required physical quality standards. The creams retained stable color and odor, demonstrated uniform ingredient distribution, and had pH values within the safe range for topical application (4.5–6.5). The spreadability and adhesion properties were within ideal criteria, and viscosity levels ranged between 2000 and 5000 cP, indicating suitable consistency. Among the tested formulations, F2 exhibited the most optimal performance in terms of physical stability and user comfort. Based on these findings, it can be concluded that black pepper seed extract is suitable for formulation into a topical cream preparation, with the 2% concentration showing promising potential for development as a natural-based, safe, and effective topical product.
ANALISIS HIDROKUINON DALAM KOSMETIK SEDIAAN KRIM YANG BEREDAR DI PASAR PULO GADUNG JAKARTA TIMUR SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Mega Efrilia; Tria Prayoga; Tanti Yulianti; Pra Panca Bayu Chandra; Eka Fadhila Permatasari
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 1 APRIL TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

yang cepat atau instan, hal ini menyebabkan munculnya banyak kecurangan dan pelanggaran di bidang kosmetik dengan mengedarkan produk kosmetik yang tidak memenuhi syarat dan mengandung bahan berbahaya atau dilarang. Hidrokuinon sering disalah gunakan untuk efek memutihkan wajah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan hidrokuinon pada sampel kosmetik sediaan krim yang beredar di pasar Pulo Gadung Jakarta Timur secara spektrofotometri UV-Vis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat sampel yang tidak mendapat nomor notifikasi BPOM serta dari hasil pengujian mengandung bahan yang dilarang yaitu hidrokuinon. 13 jenis sampel krim kosmetik yang diperoleh dari Pasar Pulo Gadung Jakarta Timur menunjukkan hasil positif pada uji kualitatif hidroquionon menggunakan pereaksi Ferri klorida dan Benedict. Konfirmasi pengujian menggunakan spektrofotometer UV-VIS menunjukkan kadar kandungan hidrokuionon dalam masing-maisng sampel berada pada rentang 0,123% - 0,132% (b/b).