Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The Impact of Special Autonomy Fiscal Policy on Papua's Economic Development Agustina Sanggrangbano; Agustina Ester Antoh; Stephanny Inagamma Timisela
International Journal of Accounting and Finance in Asia Pasific (IJAFAP) Vol 7, No 1 (2024): February 2024
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijafap.v7i1.2878

Abstract

Economic development needs to be viewed as a process that is interrelated, and interconnected and mutually influences the factors that produce development itself. The movement of economic development in a region is indicated by regional economic growth in that region. It is believed that Papua's economic growth can be stimulated by the special autonomy fiscal policy implemented by the Papua government. This research aims to analyze the impact of fiscal policy through education spending from special autonomy funding sources together with other economic variables on Papua's economic growth by applying the Neoclassical Solow growth model and the growth model from Mankiw. This research was conducted using secondary data from nine districts/cities in Papua Province in the 2013-2021 period which used panel data regression and for analysis using the Feasible Generalized Least Square (FGLS) approach with either the Panel Corrected Standard Error (PCSE) model or the Seemingly Unrelated Regression (SUR) model. The research results show that education spending variables and other economic variables have a significant impact on spurring Papua's economic growth. This shows that the special autonomy fiscal policy can drive Papua's economic development.
KAJIAN IMPLEMENTASI OTONOMI KHUSUS DI PROVINSI PAPUA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI KELEMBAGAAN BARU (NEW INSTITUTIONAL ECONOMICS) Agustina Sanggrangbano
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v1i1.2038

Abstract

Decentralisation specially in autonomy type is an example of institution changing occurs particularly in Indonesia. In the New Institutional Economics (NIE) perspective, institution role of the game in society is formal and informal which is used as a boundary in interaction between particular people. The existence of decentralisation is an effort to make a democratic governance system. In the New Institutional Economics perspective, the democratic governance system is not released from principal-agent relationship problem. The problem appears because the asymetric information existence, the non exsistence of checking and balancing mechanism, and the non exsistence of transparency between principal and agent. So the institution has a very important role in decentralizing governance system to make a successful development in a country. Keywords : New Institutional Economics, Institution, Principal-Agent, Special Autonomy
Analisis Potensi Retribusi Objek Wisata Pantai Base-G Di Kota Jayapura Damaris M. Youwe; Mesak Ick; Agustina Sanggrangbano
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v1i2.2041

Abstract

Papua memiliki potensi yang cukup besar dari sektor pariwisata untuk menyumbangkan PAD kepada pemerintah daerah. Potensi ini merupakan sumber pendapatan bagi Papua, khususnya bagi daerah-daerah yang memiliki objek wisata. Salah satu dari daerah tersebut ialah Jayapura sebagai ibukota provinsi. Objek wisata yang terdapat di Kota Jayapura salah satunya ialah objek wisata Pantai Pantai Base-G. Tujuan dari Penelitian ini yaitu mengetahui seberapa besar potensi retribusi yang dapat di hasilkan dari objek wisata Pantai Base-G Kota Jayapura serta Mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai faktor yang mempengaruhi pungutan retribusi di Pantai Base-G Kota Jayapura. Penelitian ini di analisis dengan pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Dimana retribusi per tahun dihitung dengan cara: jumlah pengunjung x dengan tarif retribusi x dengan 365 hari dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kurang optimalnya pungutan Retribusi dalam pengelolaan objek wisata Pantai Base-G, peneliti menggunakan alat analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Dalam setahun pendapatan yang bisa di hasilkan dari loket masuk Objek  wisata Pantai Base-G saat ini yaitu Rp.96.000.000. Sedangkan perhitungan setelah adanya retribusi total pendapatan yang di hasilkan per tahun dari Objek wisata Pantai Base-G yaitu mencapai Rp.2.470.000.000. Masih kurangnya tingkat koordinasi antara pemerintah daerah setempat dan instansi pemerintahan yang terkait. Kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang. Tarif yang masih beragam sesuai dengan keinginan pemilik tempat objek wisata.Kata Kunci : Potensi Retribusi, Wisata Pantai, Pantai Base-G Jayapura
Analisis Peranan Desentralisasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Dini Rahmatika Hidayanti; Transna Putra Urip; Agustina Sanggrangbano
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v1i2.2042

Abstract

Pengalihan BPHTB menjadi pajak daerah diharapkan memiliki pengaruh terhadap penerimaan daerah dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Manokwari, pengalihan ini akan menjadi salah satu sumber penerimaan daerah yang cukup potensial bagi Kabupaten Manokwari jika dikelola dengan maksimal. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah laporan penerimaan daerah Kabupaten Manokwari dari tahun 2006 - 2013. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, didapatkan bahwa desentralisasi BPHTB memberikan kontribusi penerimaan di Kabupaten Manokwari. Walaupun kontribusi yang diberikan masih kurang. Kontribusi yang masih kurang ini dikarenakan masih ada kendala dalam proses pemungutan.Kata Kunci: Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, Desentralisasi, Kontribusi, Pendapatan Asli Daerah.
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Program Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) Di Kabupaten Keerom Yohanes Yanuarius Baru; Mesak Ick; Agustina Sanggrangbano
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v1i2.2045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap program Bantuan Keungan Kepada Kampung (BK3) di Kabupaten Keerom pada bidang infrastruktur lingkungan kampung, bidang pendidikan, bidang kesehatan, dan bidang ekonomi produktif. Penelitian ini di laksanakan di Kabupaten Keerom, yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah 7 Distrik dan 61 Kampung yang berada di Kabupaten Keerom, selanjutnya untuk menentukan sampel pada masyarakat, peneliti menggunakan teknik Eksidental Sampling. Untuk mengetahui persepsi masyarakat kampung terhadap program Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) di Kabupaten Keerom digunakan analisa data Skala Likert. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini bahwa pada umumnya persepsi masyarakat terhadap program Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) di Kabupaten Keerom yang dialokasikan pada bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur Lingkungan Kampung telah terlaksana dan bermanfaat bagi masyarakat, kecuali pada bidang Ekonomi Produktif yang secara keseluruhan belum terlaksana dan bermanfaat secara merata bagi masyarakat, Kurangnya tenaga-tenaga pendamping program Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) yang benar-benar mampu dapat mendamping dan membantu masyarakat di setiap kampung dalam mengelola anggaran keuangan Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) sebesar Rp. 1 Miliar tersebut, dan Kinerja Pemerintah Aparatur kampung dalam mengelolah anggaran keuangan Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) di dalam kampung belum dilakukan dengan baik dan benar, sehingga manfaat dari dana BK3 itu sendiri belum dinikmati / dirasakan oleh seluruh masyarakat di dalam kampung.Kata Kunci : Persepsi Masyarakat, Program Bantuan Keuangan Kepada Kampung
Kajian Kinerja Keuangan Daerah Pemerintah Kota Jayapura Tahun 2010-2014 Balthazar Kreuta; Yundi Hafizrianda; Agustina Sanggrangbano
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v3i1.2073

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan, diantaranya untuk (1) Mengetahui perkembangan pendapatan dan belanja Pemerintah Kota Jayapura; (2) Mengukur dan menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kota Jayapura; (3) Mengukur kemampuan keuangan Pemerintah Kota Jayapura; dan (4) Mengukur efisiensi dan efektifitas pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Jayapura; (5) Merumuskan Kebijakan apa yang tepat dalam meningkatkan kinerja keuangan Pemerintah Kota Jayapura. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, yaitu dengan melakukan pengambilan data secara langsung pada bagian Akuntansi Dinas Pengolaan Keuangan dan Aset Kota Jayapura yaitu berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2010-2014. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa hal diantaranya, (a) Sumber PAD terbesar Kota Jayapura adalah pajak daerah, terutama yang berasal dari pajak hotel dan restoran; (b) Belanja daerah Kota Jayapura selama tahun 2010-2014 cenderung mengalami peningkatan yang berfluktuatif, dengan daya serapnya yang cukup tinggi; (c) Tingkat ketergantungan fiskal di Kota Jayapura selama ini masih sangat tinggi, sehingga kemandirian fiskalnya menjadi rendah; (d) Kota Jayapura memiliki kemampuan pengembalian pinjaman yang cukup baik; (e) Secara keseluruhan tingkat efisiensi belanja Pemerintah Kota Jayapura dapat dikatakan rendah.Kata Kunci: PAD, belanja daerah, efisiensi dan efektivitas, kinerja keuangan.
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor Di Kota Jayapura Abika Cahyan Rumbouw; Transna Putra Urip; Agustina Sanggrangbano
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v6i1.2128

Abstract

Sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui persepsi masyarakat terhadap pengenaan pajak kendaraan bermotor dalam pelayanan proses pembayaran pajak kendaraan bermotor dan persepsi masyarakat dengan adanya peraturan tarif baru pajak kendaraan bermotor di Kantor SAMSAT Kota Jayapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi masyarakat terhadap pengurusan pajak di Kantor SAMSAT Kota Jayapura yang terdiri dari kemudahan pelayanan, kesesuaian persyaratan, kejelasan pelayanan, kedisiplinan pegawai, tanggung jawab pegawai, kesiapan pegawai, keadilan dalam memberikan pelayanan dan kesopanan serta keramahan secara keseluruhan diperoleh nilai rata-rata sebesar 76,87% dan termasuk pada kategori kurang baik. Persepsi masyarakat terhadap peraturan tarif kendaraan bermotor yang terdiri dari tarif yang ditetapkan, tingkat kewajaran tarif dan tarif denda pajak tergolong masih sesuai dengan kemampuan dan kondisi masyarakat khususnya di Kota Jayapura diperoleh nilai rata-rata sebesar 82,22% dan termasuk pada kategori baik.Kata Kunci : Persepsi Masyarakat, Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor
Analisis Pengelolaan Dana Desa Di Kampung Yoka Agustina Sanggrangbano; Vivi Maniagasi; Mesak Iek
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v6i2.2129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Dana Desa khususnya dalam tahap perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan di Kampung Yoka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan studi lapangan. Populasi yang digunakan adalah seluruh masyarakat Kampung Yoka yaitu 325 KK dan Sampel sebanyak 20 responden, dimana teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive Sampling yaitu dengan cara sengaja yang telah sesuai dan meliputi, sifat, karakteristik, ciri dan kriteria. Selanjutnya hasil penelitian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dimana menggambarkan bagaimana pengelolaan dana desa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dengan subjek penelitian yang terdiri dari Pemerintah Desa dan masyarakat Kampung Yoka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan Dana Desa di Kampung Yoka, dimana ada 2 tahap yaitu perencanaan penganggaran dan pelaksanaan. Berdasarkan hasil penelitian, tahapan perencanaan, dilihat dari musrembang yang diadakan oleh pemerintah desa masih kurang efektif, dimana dalam kegiatan musrembang partisipasi masyarakat masih sangat kurang, dikarenakan kurangnya informasi yang disampaikan oleh pemerintah desa. Tahapan pelaksanaan berdasarkan hasil penelitian kurang efektif, dimana penggunaan anggaran dapat terselesaikan dengan baik namun dikarenakan kurangnya informasi terkait pelaksanaan perencanaan kegiatan oleh pemerintah desa kepada masyarakat.Kata Kunci : Pengelolaan, Dana Desa, Perencanaan Penganggaran, Pelaksanaan.
Analisis Pengaruh Investasi dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Ketimpangan Pendapatan di Kota Jayapura Agustina Sanggrangbano; Tessalonika Florenchia Larawo
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v12i1.5483

Abstract

The influence of investment and government spending on income inequality in Jayapura City from 2016 to 2023. The research method used was multiple linear regression. The analysis results showed that investment actually has a significant negative impact on income inequality. This finding indicates that the benefits of investment are felt more by high-income groups, thus widening the gap between the rich and the poor. Meanwhile, low-income groups experience a wider gap due to the inequity in the allocation of investment benefits. On the other hand, government spending has been shown to make a significant positive contribution to increasing the income of low- and middle-income groups. Through social programs and appropriate budget allocation, government spending helps improve the standard of living of these groups and thus can reduce income inequality. These findings suggest that inclusive and welfare-oriented government policies can be an effective tool in addressing inequality issues. This study highlights the importance of the government's role in formulating policies that not only encourage investment but also ensure that the benefits of such investment are felt by all levels of society. Therefore, increasing budget allocations for social programs and equitable infrastructure development is essential to create a better balance in income inequality. Keywords: Investment, Government Spending, and Income Inequality
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kemiskinan melalui Kualitas Pembangunan Manusia sebagai Variabel Intervening di Kabupaten Nabire Irwan Dwi Saputra; Agustina Sanggrangbano
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v12i3.5524

Abstract

This study aims to analyze the effect of economic growth on poverty in Nabire Regency with the quality of human development measured by the Human Development Index (HDI) as an intervening variable. Using a quantitative approach with secondary data from the Central Bureau of Statistics (BPS) for the period 2010 to 2023, the analytical methods employed are multiple regression analysis, path analysis, and the Sobel test to examine the significance of HDI's mediating role. The results show that GRP has a positive and significant effect on HDI (0.967), GRP has a negative and significant direct effect on poverty (-0.853), and HDI has a negative and significant effect on poverty (-0.783). The Sobel test proves that HDI acts as a significant intervening variable with a test statistic value of -4.133 and a p-value of 0.000. The indirect effect of GRP on poverty through HDI reaches -0.757, making the total effect of GRP on poverty -1.610. This means that nearly half (approximately 47 percent) of the total effect of economic growth on poverty reduction is channeled through improvements in the quality of human development. Keywords: Economic Growth, Poverty, Quality of Human Development, Path Analysis