Rahmat Supriyanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SELISIH SEBAGAI PENGENDALI BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN PETIS IKAN UD. PANTAI MAS DI KEC. PANARUKAN KAB. SITUBONDO Karnadi Karnadi; Lusiana Tulhusnah; Rahmat Supriyanto
Growth Vol 14 No 1 (2016): JEBG Mei 2016
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2817.836 KB)

Abstract

Salah satu faktor yang dapat diperhatikan untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan adalah pengendalian biaya. Sehubungan dengan efisiensi pada pelaksanaan proses produksi, maka pengendalian biaya pada produksi merupakan kegiatan yang harus dilakukan, Sehingga perusahaan berkewajiban untuk menentukan standar terhadap biaya –biaya untuk memudahkan pengendalian. Permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut . “Apakah ada penyimpangan antara biaya standart dan biaya produksi yang sesungguhnya?” Metode pengumpulan data dilakukan dengan interview, observasi dan studi kepustakaan. Teknik analisa data yang digunakan perhitungan biaya produksi sesungguhnya dengan biaya standart, meliputi biaya pokok standart biaya produksi sesungguhnya. Analisa selisih meliputi perhitungan biaya bahan baku, perhitungan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis selisih harga bahan baku dan selisih pemakaian bahan baku tidak mengalami penyimpangan namun meski tidak menyimpang, selisih ini perlu diperhatikan. Hal ini dapat terja dikarena harga bahan baku sewaktu – waktu dapat mengalami kenaikan dan penurunan harga
Inovasi Ramah Lingkungan: Mengubah Limbah Sabut Kelapa Menjadi Solusi yang Berkelanjutan Rizal Nufal Candra; Andri Kusuma; Diah Indah Priyani; Ilma Wiwit Rahina Wati; Charisma Wulan Widananda; Mifta Kurnia Ikhsani; Muhamad Fajar Sidik; Fradilah Rustam; Abdul Mutalib Khilian; Satrian Suhendar; Hafizah Rahma Saputri; Thomas Didimus Hane; Rahmat Supriyanto; Syarief Fajaruddin; Dwi Susanto; Ari Setiawan; Abdul Rahim; Rizal Nufal Candra; Andri Kusuma; Diah Indah Priyani; Ilma Wiwit Rahina Wati; Charisma Wulan Widananda; Mifta Kurnia Ikhsani; Muhamad Fajar Sidik; Fradilah Rustam; Abdul Mutalib Khilian; Satrian Suhendar; Hafizah Rahma Saputri; Thomas Didimus Hane; Rahmat Supriyanto; Syarief Fajaruddin; Dwi Susanto; Ari Setiawan; Abdul Rahim; Anastasia Datam Dendo
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v4i12024p11-21

Abstract

Abstract: This activity aims to increase the community's understanding of coconut fiber processing into useful products. The program adopts a method that focuses on understanding problems, situations, complexities, and different points of view. Activities included counseling, product training, marketing, and exhibition of coir processing products. The coir waste processing program successfully educated the community, created economic value, and supported environmental conservation. With positive support from the community and village government, the program has proven effective in creating jobs and reducing negative impacts on the environment around coconut plantations. Through the utilization of waste as a source of income, support for sustainable design, training in converting waste into coconut powder, and a multi-platform approach to marketing, the program managed to reach a wide audience, present a unique product, and maintain a focus on environmental preservation and sustainable economic value creation. Abstrak: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengolahan sabut kelapa agar menjadi produk bermanfaat. Program ini mengadopsi metode yang memusatkan perhatian pada pemahaman masalah, situasi, kerumitan, dan sudut pandang yang berbeda. Kegiatannya meliputi penyuluhan, pelatihan produk, pemasaran, dan pameran produk hasil pengolahan sabut kelapa. Program pengolahan limbah sabut kelapa berhasil mendidik masyarakat, menciptakan nilai ekonomi, dan mendukung pelestarian lingkungan. Dengan dukungan positif dari masyarakat dan pemerintah desa, program ini terbukti efektif dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi dampak negatif pada lingkungan sekitar perkebunan kelapa. Melalui pemanfaatan limbah sebagai sumber pendapatan, dukungan terhadap desain berkelanjutan, pelatihan mengubah limbah menjadi serbuk kelapa, serta pendekatan multi-platform dalam pemasaran, program ini berhasil menjangkau audiens luas, menyajikan keunikan produk, dan menjaga fokus pada pelestarian lingkungan serta penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan.