Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Doppler

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI WANITA PASANGAN USIA SUBUR MENJADI AKSEPTOR KB Afiah; Syafriani; Fitria Meiriza
Jurnal Doppler Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Doppler
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jd.v6i1.3964

Abstract

Situasi dan kondisi Indonesia dalam bidang kependudukan, kualitasnya saat ini masih sangat memprihatinkan. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2014 dan 2015, jumlah penduduk Indonesia mencapai 254,9 juta jiwa dan akan terjadi ledakan penduduk hampir di seluruh wilayah Indonesia yang diperkirakan pada periode 2020-2030. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi wanita pasangan usia subur menjadi akseptor KB di Desa langgini Wilayah kerja Puskesmas Bangkinang Kota. Desain penelitian adalah Deskriptif Analitik dengan rancangan Crossesctional. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah seluruh wanita pasangan usia subur di Desa langgini Wilayah kerja Puskesmas Bangkinang Kota berjumlah 1100 wus. Pengambilan sampel dilakukan dengan Random Sampling yaitu sebanyak 92 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Data ini dianalisa dengan Analisa Univariat dan Analisa Bivariat. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi Square diperoleh hasil ada hubungan antara pengetahuan dengan partisipasi KB p value = 0,000 < 0,05, ada hubungan antara pendidikan dengan partisipasi KB p value = 0,004 < 0,05, ada hubungan antara paritas dengan partisipasi KB p value = 0,000 < 0,05, ada hubungan antara dukungan suami dengan partisipasi KB p value = 0,000 < 0,05. Hasil penelitian ini diharapkan pada semua wanita usia subur mau menjadi akseptor KB agar terciptanya keluarga yang sederhana dan harmonis dengan program KB dua anak lebih baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU AKSEPTOR KB TERHADAP PEMILIHAN MKJP DI WILATAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG TAHUN 2018 Milda Hastuty; Afiah Afiah
Jurnal Doppler Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.161 KB)

Abstract

 Untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas, pemerintah menetapkan kebijakan KB melalui penyelenggaraan Program KB. Salah satu upaya yang dilaksanakan dalam program KB adalah melalui penggunaan alat kontrasepsi. Hasil SDKI 2012 menunjukan bahwa angka putus pakai KB yang tertinggi yaitu pada pengguna kontrasepsi pil (40.7%) yang diikuti oleh kontrasepsi jenis suntik (24.7%). Kedua kondisi tersebut akan berdampak pada fertilisasi yang akan mendorong jumlah persalinan dan akan berdampak laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan kependudukan tersebut maka akseptor KB diarahkan untuk menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku akseptor KB terhadap pemilihan Kontrasepsi MKJP di wilayah kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Adapun desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Akseptor KB yang datang berkunjung ke fasilitas kesehatan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tambang tahun 2017 yaitu 269 orang, dengan jumlah sampel 161 Akseptor KB menggunakan Teknik Accidental Sampling. Analisis yang dilakukan dengan komputerisasi menggunakan uji statistik Chi-Square. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Bengkalis pada tanggal 07 Mei  – 14 Juni 2018. Hasil yang didapat bahwasannya terdapat hubungan antara Umur dengan perilaku responden (p value = 0,001), Pendidikan dengan perilaku responden (p value = 0,001), Pengetahuan dengan perilaku responden (p value = 0,027), sedangkan Dukungan Suami dengan perilaku responden tidak terdapat hubungan (p value = 1,000). Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai alat kontrasepsi dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan memberikan konseling kepada Pasangan Usia Subur (PUS) tentang MKJP
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA PUTRI Afiah Afiah; Syafriani Syafriani; Erlinawati Erlinawati
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The highest cases of early marriage in Kampar Regency are in Kuok sub-district, amounting to 128 cases of early marriage from 234 marriages or around 54.70%. Marriage can be influenced by several factors including knowledge, adolescent environment, adolescent education, family income, parental education, and parental occupation. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge, adolescent environment, adolescent education, family income, parental education and parental occupation with the incidence of early marriage in Kuok Village in 2021. The design of this study was analytic with a Cross Sectional design. The sampling technique in this research is Simple Random Sampling. This research was conducted on 16 – 22 June 2021 in Kuok Village with a sample of 77 marriages. Analysis of the data used is univariate and bivariate. The results of the bivariate analysis based on the Chi Square test showed that the p value of knowledge with a value of 0.039
HUBUNGAN LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA Syafriani Syafriani; Afiah Afiah; Nia Aprilla
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea is one of the main public health problems in Indonesia which is one of the second largest causes of death in infants and children. In Indonesia, around 162 thousand toddlers and children die every year or about 460 toddlers and children per day. Outbreaks of diarrhea often hit the people of Indonesia, because Indonesia is an endemic area of diarrhea caused by climate change and poor environmental health. The purpose of this study was to determine the relationship between the home environment and the incidence of diarrhea in children under five. The research design used a cross-sectional research design with a sample of 60 houses whose mothers could be used as respondents. The results of the study on 60 mothers concluded that there were 32 houses in an unhealthy environment (53.3%), a healthy environment in 28 houses (46.7%). For the incidence of diarrhea as many as 20 people (33.3%) and who did not experience diarrhea as many as 40 people (66.7%). Chi Square statistical test to see the relationship between the environment and the incidence of diarrhea proved statistically significant with p value = 0.001. Families are expected to actively seek information from the nearest health service and various media as well as the need for high awareness in preventing diarrheal disease.