Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MENANAMKAN MORAL SEJAK DINI MELALUI BUKU BERGAMBAR PILAR KARAKTER SOPAN SANTUN PADA ANAK USIA DINI DI DESA GERBANG SARI, KECAMATAN TAPUNG HILIR KABUPATEN KAMPAR Minarni Purba; Syahrial Syahrial; Moh Fauziddin
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 1 (2020): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.959 KB) | DOI: 10.31004/jote.v2i1.1140

Abstract

Tujuan penelitian secara umum adalah mendeskripsikan penanaman moral anak usia dini di KB Kartini Beringin Lestari. Metode penelitian adalah menggunakan PTK yang dilakukan dua siklus. Subjek penelitian adalah anak KB Kartini Beringin Lestari berjumlah 20 anak didik. Alat pengumpulan data yaitu dengan menggunakan lembar observasi kegiatan anak dan guru. Tekhnik analisa data yaitu tekhnik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: nilai karaktek sopan santun dapat meningkatkan melalui metode bercerita dengan media buku bergambar pilar karakter sopan santun. Hasil penelitian tindakan kelas yang semula pada pra siklus persentase anak dengan kriteria sangat baik 31,87% meningkat menjadi 58,43% setelah di adakan penelitian tindakan kelas pada siklus 1. Lalu penelitian melakukan penelitian kembali pada pertemuan I sampai III untuk siklus II, kemampuan moral untuk karaktek sopan santun anak meningkat signifikan menjadi 88,75%. Kesimpulannya adalah dengan buku bergambar pilar karakter sopan santun, kemampuan moral anak KB Kartini meningkat dengan baik.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENCETAK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PELEPAH PISANG PADA ANAK KELOMPOK B TK DARUL YAQIN DESA KOTO RANAH Delvi Yanti; Citra Ayu; Syahrial Syahrial
Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 1 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Terintegrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mencetak menggunakan media pelepah pisang pada anak kelompok B TK Darul Yaqin. Jenis penelitian ini terdiri dari dua siklus san setiap siklusnya dilaksanakan dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 12 orang diantaranya 5 orang anak laki-laki dan 7 orang anak perempuan. Objek penelitian adalah kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan mencetak menggunakan pelepah pisang. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi dan dokumentasi. Hasil Observasi pada pra tindakan menunjukkan bahwa anak yang berkriteria berkembang sesuai harapan pada pra tindakan ada 2 orang atau 16 %, pada siklus I ada 4 orang atau 3,33% dan pada siklus II meningkat menjadi 8 orang atau 66,67 %. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan mencetak menggunakan media pelepah pisang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus, pada anak kelompok B TK Darl Yaqin Desa koto Ranah Kata Kunci : Kemampuan Motorik Halus, Mencetak Dengan Media Pelepah Pisang
PENGARUH KREASI SINGKONG SEBAGAI PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI DAN ZAT GIZI ANAK SEKOLAH DASAR SEKABUPATEN KAMPAR TAHUN 2019 RIANI RIANI; SYAFRIANI SYAFRIANI; SYAHRIAL SYAHRIAL
Jurnal Ners Vol. 3 No. 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.477 KB) | DOI: 10.31004/jn.v3i1.397

Abstract

Panganan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) berperan penting dalam memenuhi kecukupan energi dan zat gizi anak sekolah khususnya protein. Apabila PJAS yang dijual dilingkungan sekolah sudah cukup baik mutu gizinya, anak-anak akan mendapatkan manfaat tambahan energi dan zat gizi, sehingga mampu memenuhi kecukupan energi dan zat gizi dalam tubuh. Kontribusi PJAS masih belum memenuhi Angka Kecukupan Gizi Jajanan yang dianjurkan, sedangkan pangan jajanan berperan penting bagi anak sekolah untuk memenuhi kecukupan energi dan zat gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh perbedaan kreasi PJAS berbahan dasar singkong terhadap energi dan zat gizi pada anak sekolah dasar khususnya di SD Negeri Komplek tersebut. Jenis penelitan ini quasi eksperimen dengan uji T tets. Populasi dan sampel ditujukan pada seluruh siswa siswi SD Negeri Komplek dengan jumlah sampel yaitu 28 orang. perbedaan pada perbandingan Kreasi Singkong Sebagai Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Energi Dan Zat Gizi Anak Sekolah Dasar. Hal ini terbukti dengan p value = 0,00 < α = 0,05, sehingga Ha diterima pada derajat kemaknaan 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya konsumsi singkong yang mengandung kaya manfaat baik itu sebagai sumber energi, juga dapat bermnafaat sebagai memperlancar sistem pencernaan, dan juga dapat digunakan sebagai makanan diet rendah lemak, mengatasi anemia, meningkatakn nafsu makan karena umumnya anak-anak dengan tahap perkembangan sekolah dasar masih sering memiliki pola makan yang tidak teratur bahkan cenderung kurang nafsu makan, mereka lebih sering makan jajanan diluar rumah, olahan singkong ini menjadi menu alternatif untuk pemenuhan kebutuhan zat gizi mereka.
DAMPAK COVID-19 TERHADAP TENAGA KERJA DI INDONESIA SYAHRIAL SYAHRIAL
Jurnal Ners Vol. 4 No. 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v4i2.1022

Abstract

Ketenagakerjaan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan setelah selesai masa hubungan kerja, baik pada pekerjaan yang menghasilkan barang maupun pekerjaan berupa. Dari aspek hukum ketenagakerjaan merupakan bidang hukum privat yang memiliki aspek publik, karena meskipun hubungan kerja dibuat berdasarkan kebebasan para pihak, namun terdapat sejumlah ketentuan yang WAJIB tunduk pada ketentuan pemerintah dalam artian hukum publik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, Pandemi juga dapat memiliki dampak ekonomi yang tidak proporsional pada segmen tertentu dari populasi, yang dapat memperburuk ketimpangan yang mempengaruhi sebagian besar kelompok pekerja, seperti : Pekerja yang sudah memiliki masalah dengan kondisi kesehatan, Kaum muda yang sudah menghadapi tingkat pengangguran dan setengah pengangguran yang lebih tinggi, Pekerja yang lebih tua yang mungkin menghadapi risiko lebih tinggi terkena masalah kesehatan yang serius dan kemungkinan menderita kerentanan ekonomi, Perempuan yang terlalu banyak mewakili pekerjaan-pekerjaan yang berada di garis depan dalam menangani pandemi dan yang akan menanggung beban yang tidak proporsional dalam tanggung jawab perawatan terkait dengan penutupan sekolah atau sistem keperawatan, Pekerja yang tidak terlindungi, termasuk pekerja mandiri, pekerja kasual dan pekerja musiman (gig workers) yang tidak memunyai akses terhadap mekanisme cuti dibayar atau sakit dan Pekerja migran yang mungkin tidak dapat mengakses tempat kerja mereka di Negara tujuan ataupun kembali pulang kepada keluarga mereka. Ketidak menentuan dan kesulitan hidup menjadikan kelompok rentan ini memerlukan jaring pengaman sosial, seperti jaminan kesehatan dan jaminan sosial. Melalui penyediaan jaminan kesehatan dan jaminan sosial, maka kehidupan masyarakat yang paling rentan menjadi terlindungi, baik pada saat tidak ada krisis maupun pada saat krisis. Dengan adanya perlindungan sosial ini, pekerja rentan dapat tetap hidup dalam kondisi sehat dan tetap mampu bekerja untuk memenuhi kehidupan mereka dan keluarganya pada hari depan. Tanpa jaminan kesehatan dan jaminan sosial, maka krisis akibat pandemi Covid-19 ini akan merenggut harapan dan kehidupan kelompok rentan.
PENGARUH KONSUMSI KREASI SINGKONG SEBAGAI PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI DAN ZAT GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BANGKINANG KOTA TAHUN 2019 RIANI RIANI; SYAFRIANI SYAFRIANI; SYAHRIAL SYAHRIAL
Jurnal Ners Vol. 4 No. 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v4i1.1149

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak Sekolah Dasar (SD) sangat membutuhkan gizi yang cukup agar tidak terjadi penyimpangan pada pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga mengganggu daya konsentrasi belajar, kecukupan kebutuhan gizi salah satunya dipegarui oleh asupan konsumsi sarapan yang mana sarapan tersebut lebih sering digantikan dengan sarapan jajanan disekolah yang nilai nilai gizinya terabaikan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk meneliti tentang nilai energi dan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak dan zat besi) PJAS berbahan dasar singkong yang dikreasikan pada berbagai aneka toping dengan desai quasi ekperimen. Populasi dan Sampel merupakan ank sekolah dasar Negeri dikecamatan Bangkinang Kota dengan menggunakan tehnik sampling purposive sampling yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan uji T-Test dengan hasil bahwa ada pengaruh konsums kreasi singkong terhadap pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi anak sekolah dasar Di Kecamatan Bangkinang Kota p value = 0,00 < α = 0,05. Diharapkan pada pihak orang tua lebih memperhatikan kebutuhan sarapan anak menjelang pergi kesekolah dan membuat kreasi makanan yang menunjang kebutuhan energy dan zat gizi anak.
PELAKSANAAN PERJANJIAN PRANIKAH DIHUBUNGKAN DENGAN PEMBAGIAN HARTA BERSAMA PASCA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA PEKANBARU SYAHRIAL HUKUM
Jurnal Pahlawan Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL PAHLAWAN
Publisher : Pahlawan Tuanku Tambusai University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.66 KB) | DOI: 10.31004/jp.v4i1.2007

Abstract

Abstract Prenuptial agreement is an agreement made before the marriage. This agreement contains the problem of the division of property between the two brides so that it can be separated in case of divorce or death. A prenuptial agreement that has been ratified by a marriage registrar is binding and applies as a law for prospective spouses and third parties, if the prenuptial agreement that has been made by the husband and wife has not been implemented or there is a violation of the agreement that has been made, then it automatically gives the right to the wife to ask for marriage termination or as a reason for divorce. Therefore, legal protection for joint property after divorce in a prenuptial agreement is that if during the marriage the husband violates the contents of the prenuptial agreement, the wife can file for divorce in the Religious Court (Article 51 Compilation of Islamic Law) while other legal protections in the prenuptial agreement may regarding “taklik talak”, Article 46 Compilation of Islamic Law, namely the husband's promise to divorce his wife in certain circumstances such as the husband leaves his wife or does not obey his obligations. A wife has the right to file a divorce claim based on the violation of “taklik talak” while the joint property is the property obtained during the marriage. Whereas those who entered into a prenuptial agreement in 2016 were 3 couples and the most frequent obstacles in a prenuptial agreement include husband and wife in bad faith in the case of debts owed to third parties, prospective husband or wife violating the contents of the marriage agreement, during the marriage of the husband or the wife violates the contents of the marriage agreement and there is a civil dispute regarding the contents of the marriage agreement. Keywords : Agreement, Premarital, Shared Wealth
TINJAUAN NORMATIF TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA OLEH KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI Rian Prayudi Saputra; Fakhry Firmanto; Syahrial Syahrial
Jurnal Pahlawan Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL PAHLAWAN
Publisher : Pahlawan Tuanku Tambusai University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.247 KB) | DOI: 10.31004/jp.v4i1.2172

Abstract

Tujuan dari kajian ini adalah ingin menjelaskan dan menganalisis bagaimana pertanggungjawaban korporasi dalam hal tindak pidana korupsi dan mencari bentuk sanksi yang ideal untuk korporasi sebagai pelaku tindak pidana dengan memperhatikan ciri dan karakteristik korporasi sebagai subyek hukum pidana. Keberadaan korporasi sebagai salah satu subjek hukum memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara. Sehingga korporasi berpotensi melakukan perbuatan yang menyimpang dan berujung pada tindak pidana. Pemidanaan terhadap korporasi berbeda dengan pemidanaan terhadap orang, oleh karena korporasi mempunyai karakter yang berbeda secara prinsipil dengan subjek hukum pidana orang. Ada bentuk-bentuk pidana yang bisa diterapkan kepada orang tetapi tidak bisa diterapkan kepada korporasi. Misalnya Pidana penjara dan pidana mati. Oleh karena itu, maka diperlukan bentuk pidana (sanksi) yang cocok untuk bisa diterapkan kepada korporasi sehingga tujuan dari pemidanaan dapat tercapai. Bentuk-bentuk sanksi yang dijatuhkan kepada korporasi harus melihat kepada manfaat pemidanaan korporasi yang tidak hanya melihat kepada kepentingan korporasi itu sendiri tetapi lebih jauh harus melihat kepada kepentingan masyarakat luas. Berdasarkan hal tersebut, maka ada beberapa bentuk sanksi yang bisa diterapkan kepada korporasi yang melakukan tindak pidana, yaitu sanksi percobaan (Probation), denda equitas (Equity Fine), pengalihan menjadi sanksi individu, sanksi tambahan, sanksi pelayanan masyarakat (community service.
ANALISIS YURIDIS PENYELESAIAN TINDAK PIDANA RINGAN MELALUI MEDIASI PENAL DI INDONESIA Rian Prayudi Saputra; Syahrial
Jurnal Pahlawan Vol. 4 No. 2 (2021): JURNAL PAHLAWAN
Publisher : Pahlawan Tuanku Tambusai University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.609 KB) | DOI: 10.31004/jp.v4i2.3486

Abstract

Indonesia merupakan Negara hukum yang berkandaskan pancasila dan Undang-Undang dasar Negara Dasar 1945, dimana setiap tingkah laku warga negaranya di atur oleh hokum. Setiap perbuatan dan perkembangan teknologi mendari timbulnya dampak positif dan negative yang di lakukan oleh masyarakat. Salah satu dampak positif yang dapat dilhat di kehidupan masyarakat adalah setiap berbagai penyelesaian tidak harus di selesaikan secara hokum dan peradilan. Penyelesaian tersebut dapat di dilakukan diluar pengadilan, salah satunya mediasi.Mediasi yang merupakan salah satu bentuk penyelesaian dalam perkara perdata mempunyai keefektifan dan kegunaan lebih untuk diterapkan dalam penyelesaian perkara di bidang pidana. Perkara pidana yang di selesaikan melalui mediasi disebut juga sebagai mediasi penal. Mediasi penal memiliki pengertian sebagai penyelesaian perkara pidana lewat dipertemukannya pihak korban dengan pelaku tindak pidana untuk menyelesaikan masalahnya dengan cara membuat kesepakatan diantara para pihak ( win-win solution). Untuk menjawab dan menyelesaikan serta memperbaharui sistem peradilan pidana ini untuk mencapai ius constituendum yaitu keadilan sebesar-besarnya terhadap masyarakat dan negara, maka mediasi penal dapat menjadi jawaban untuk menyelesaikan perkara pidana. Kata kunci: Tindak Pidana Ringan, Mediasi Penal
PKM BUAH NAGA DI KABUPATEN KAMPAR syafriani syafriani; Afiah Afiah; Syahrial Syahrial
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2897

Abstract

Buah naga merupakan buah yang kaya akan manfaat bagi tubuh selain sebagai sumber protein, buah naga  ternyata juga bisa jadi sumber vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh dalam pengembangannya buah naga ini dapat diolah menjadi  produk  yang  bervariasi  dan bernilai  tinggi.Tujuan kegiatan ini adalah membantu para petani buah naga  bisa mengembangkan usahanya. Metode pengabdian: penyuluhan, Desain kemasan produk, Pelatihan, Uji coba. Hasil: petani tidak lagi menjual hasil panennya kepengepul pasar dengan begitu saja akan tetapi terdapat berbagaima olahan produk yang dilakukannya sampai kepada  strategi pemasaran. Produk-produk yang kaya dengan gizi dan sehat seperti olahan kerupuk, selai, mie dari buah naga. Kesimpulan: 1. Keutungan penjualan hasil olahan untuk kerupuk buah naga RP.10.000 perbungkus setelah dihitung pembuatan kerupuk buah naga RP8.000, selanjutnya mie buah naga dinjual dengan harga RP. 15 .000 perkg setelah dihitung pembuatan mie RP.10.000 dan selai buah naga dijual dengan harga RP.10.000 setelah dihitung kembali pembuatan RP.6.000 2. Strategi pemasaran dilakukan dengan pengemasan dengan semenarik mungkin karena orang yang memproduksinya hanya sedikit dan dikembangkan melalui sosial media, ditoko-toko
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Permainan Ular Tangga Edukasi di Kelompok A Khairun Nisa; Melvi Lesmana Alim; Syahrial Syahrial
Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 3 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnyanya kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun dikelompok A TK Tunas Harapan Tambang. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melalui media Permainan Ular Tangga Edukasi. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Kemampuan Motorik Kasar Anak serta untuk mengetahui Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 tahun melalui Permainan Ular Tangga Edukasi dikelompok A TK Tunas Harapan Tambang. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Waktu penelitian ini dilaksanakan dari mei sampai juni 2021. Subjek penelitian anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi, observasi, dan penilaian. Hasil penelitian sebelum tindakan menunjukkan bahwa kemampuan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 tahun total penilaian hanya mencapai 37% dari keseluruhan anak. Perolehan hasil tersebut dikatakan belum berhasil karena belum mencapai skor 80%. Pada siklus I terjadi peningkatan penilaian 74% dari keseluruhan anak. Pada siklus II, total penilaian mencapai 86% dari keseluruhan anak. Dengan perolehan tersebut dikatakan berhasil karena sudah mencapai skor yang diinginkan yakni 80% dalam Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 tahun Pada TK Tunas Harapan tambang dapat ditingkatkan dengan menggunakan media Permainan Ular Tangga Edukasi.