Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MORPHOLOGY AND DISCOURSE ANALYSIS Hamka Hamka
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v5i2.1179

Abstract

Selalu ada perspektif ilmiah tentang kejadian nyata di dunia. Sudah ada isu panas di Indonesia tentang keragaman dan persatuan sekarang. Dengan menggabungkan dengan diverse + -ity berarti itu mengacu pada berbagai jenis hal atau orang. Dengan menggabungkan unit + -ity berarti itu mengacu pada sekelompok orang. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pendekatan linguistik fungsional sistemik mengambil bagian dalam kasus konteks situasi. Jika itu tentang konteks budaya dan ideologi. Hal ini diteliti secara dinamis, terbukti dan diungkap oleh penelitian lebih lanjut mengenai pengguna bahasa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menyelidiki budaya dan ideologi keragaman dan kesatuan di Indonesia yang terkait dengan hasil analisis morfologi dan wacana.
SENSES ON HOT ISSUES Hamka Hamka
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 01 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i01.1283

Abstract

Pemahaman makna atau pengalaman di dunia ini secara alami sangatlah penting dimiliki oleh setiap orang. Setiap orang mempunyai media sensor makna atau pengalaman secara alami, yakni dengan sense. Sense juga disebut sebagai media pemahaman termasuk penglihatan, pendengaran, perasa, pencium dan peraba. Proses sense secara umum dimulai dari issu hangat dan dilanjutkan dengan pemberian kode pada otak. Setelah berada di otak, pastilah dia merupakan sebuah makna atau pengalaman. Pertama, makna atau pengalaman akan depersepsikan sebagai persepsi pribadi, ini tergantung pada pengetahuan dasar orangnya yang disebut pemahaman pribadi. Kedua, akan ada tanggapan terhadap issu yang dipahami. Tanggapan itu secara otomatis berada kekal dengan orang lain. Beberapa orang menanggapi sejalan dengan issu dan yang lainnya menanggapi secara berbeda. Tentunya kedua tanggapan itu harus ada. Tetapi, jika tidak ada tanggapan dari sebuah issu, itu berarti orang tersebut belum atau tidak berproses dengan issu. Ketiga, dengan memberikan tanggapan, akan dilanjutkan dengan tindak lanjut. Ini berarti setiap orang yang sudah memahami akan secara alami menanggapi dan memberikan tindak lanjut atas apa yang dia pahami khususnya jika itu berkaitan dengan kehidupannya. Kehidupan maksudnya disini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengannya.
STUDENTS’ MASTERY IN IDENTIFYING ADVERBS AT GRADE VIII SMP N 2 BATANG TORUTAPANULI SELATAN Ranisa Ranisa; Erawadi Erawadi; Hamka Hamka
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v6i2.1271

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penguasaan siswa dalam mengidentifikasi adverb di kelas VIII SMP N 2 Batang Toru Tapanuli Selatan yaitu adverb of place, adverb of time, adverb of manner dan adverb of degree. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti tahu bahwa ada banyak faktor yang berkaitan dengan penguasaan siswa dalam mengidentifikasi adverb. Namun, di sini, peneliti hanya berfokus untuk mengetahui penguasaan siswa dalam mengidentifikasi adverb berdasarkan tes. Oleh karena itu, peneliti merumuskan masalah pada pertanyaan spesifik sebagai berikut: “Bagaimana penguasaan siswa dalam mengidentifikasi adverb di kelas VIII SMP N 2 Batang Toru Tapanuli Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi penguasaan siswa dalam mengidentifikasi adverb. Metode penelitian dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes, jenis tesnya adalah tes pilihan ganda A, B, C, dan D. Siswa diperintahkan untuk memilih jawaban terbaik dari pilihan ganda. Maka sampel penelitian ini adalah 25 siswa, yaitu 4 kelas, kelas VIII-1, VIII-2, VIII-3, dan VIII-4. Untuk menganalisis data, peneliti menilai rata-rata untuk mengetahui kategori penguasaan siswa dan  Z test adalah untuk menemukan pengujian hipotesis untuk mengetahui apakah hipotesis diterima atau tidak. Setelah menghitung data ditemukan bahwa penguasaan siswa dalam mengidentifikasi adverb pada siswa kelas VIII SMP N 2 Batang Toru Tapanuli Selatan adalah skor 32,98 masuk dalam kategori rendah, karena nilai skor rata-rata adalah 21% - 40%. Itu dapat dikategorikan ke dalam kategori rendah. Kemudian, hipotesis yang ditemukan adalah “penguasaan siswa dalam mengidentifikasi kata keterangan di kelas VIII SMP N 2 Batang Toru Tapanuli Selatan sampai dengan kategori rendah”. Dari hasil pengujian hipotesis, peneliti menemukan bahwa hipotesis diterima. Hal ini dapat dibuktikan dari Zcount = -77,77 Ztable = 0,05 dengan tingkat signifikan 0,05 atau 5%. Jadi, dari hasil di atas, peneliti menyimpulkan bahwa hipotesis diterima. Oleh karena itu, penguasaan siswa dalam mengidentifikasi kata keterangan di kelas VIII SMP N 2 Batang Toru Tapanuli Selatan adalah kategori rendah.
IDENTIFYING SENSES ON PROSTITUTION ISSUE AT JALAN BARU PADANGSIDIMPUAN Hamka Hamka
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 02 (2015)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i02.1204

Abstract

Mengidentifikasi sense dalam keberagaman sangatlah penting untuk mensahkan ide, aksi dan membuat keputusan. Sense adalah sensor makna atau pengalaman sosial alami. Umumnya, makna atau pengalaman sosial  berada pada fenomena yang kabur. Ini juga disebut issu atau wacana. Issu dari penelitian ini adalah prostitusi di Jalan Baru Padangsidimpuan. Berdasarkan pengetahuan dasar masyarakat, sense adalah kekal dengan keberagaman. Jadi, sebuah penelitian sangatlah dibutuhkan untuk memperjelas sebuah issu atau wacana. Secara teori, penelitian ini adalah tentang issu dengan menganalisis konteks sosial. Analisisnya menggunakan Metafungsi bahasa. Sense dikategorikan sebagai proses mental dalam mewujudkan pengalaman. Pengalaman itu kemudian dihubungkan dengan fungsi logis bahasa. Dengan menggambarkan proses sense (pemahaman sebagai proses mental, tanggapan dan tindak lanjut sebagai fungsi logis bahasa), penelitian ini menemukan bahwa subjek penelitian telah mengetahui dengan baik (87,50%) Jalan Baru Padangsidimpuan dengan bepergian ke sana sebagai tempat yang kurang bermoral. Ini seperti tempat maksiat, kurang bermoral, penuh dosa. Mereka menanggapi (73,06%) dengan mengunjunginya pada pagi, siang, sore hari, malam, tengah malam dan bisa sampai pagi dini hari menikmati tempat itu. Untuk tindak lanjut (57,13%), subjek dominan hanya ingin menikmati tempat itu untuk kesenangan sendiri tanpa meminta orang lain datang. Maksunya, tempat tempat di Jalan Baru Padangsidimpuan adalah terbuka untuk siapapun. Tidak ada undangan secara sah mengunjunginya dan semuanya bermaksud mendapatkan kesenangan secara peribadi. Ini sangat membantu untuk memperjelas kondisi tempat itu untuk diinvestigasi oleh polisi, pemerintah dan masyarakat untuk membuat aksi atau tindak lanjut dari penelitian ini.
DEIXIS IN NOVEL “THE LAST STAR” BY RICK YANCEY Try Mahendra; Zainuddin Zainuddin; Hamka Hamka
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v6i2.1262

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kasus deixis dalam ujaran linguistik. Dalam sastra, terutama novel mengandung banyak ekspresi pemikiran manusia, ide, pendapat, dan pesan karakter dalam berbagai situasi. Deixis berkenaan dengan pengkodean banyak aspek berbeda dari keadaan di sekitar ujaran dan dalam ujaran itu sendiri. Novel berjudul "The Last Star" oleh Rick Yancey adalah literatur yang tepat untuk menganalisis deiksis karena alur ceritanya terdapat kemiripan dengan ucapan-ucapan dalam kehidupan nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menganalisis temuan data dengan analisis isi. Data awalnya diambil dari novel "The Last Star" oleh Rick Yancey "yang dikategorikan sebagai analisis dokumen. Untuk menganalisis data, peneliti melakukan beberapa langkah: merancang, menyatukan, mempresentasikan, mengkode, menggambar kesimpulan, dan membuat kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah lima jenis deiksis dalam novel "The Last Star" oleh Rick Yancey. Mereka adalah 77, 2% person deixis, 7% place deixis, 4% time deixis, 9.4% discourse deixis, dan 2.4% social deixis. Ekspresi deiktik untuk person deiksis; " I, me, mine, you, your, yours, yourself, we, our, ours, ourselves, they, them, their, themselves, he, him, his, himself, she, her, herself, it ". Kemudian place deixis; “there, here, inside, around go, come, take, bring ". Yang ketiga time deixis; “now, tomorrow, last week and others . Yang keempat discourse deixis; “this, that, well, so, and others”. Yang terakhir adalah social deixis; “mother, father, sergeant, boss, and others”. Semua jenis ini digunakan untuk menunjuk ke referensi berdasarkan konteks berbicara. Jadi, pelajar bahasa Inggris harus memperkaya diri mereka sendiri dengan memahami jenis deiksis, fungsi deiksis, dan bagaimana deiksis digunakan dalam konteks berbicara.
PHONETICS AND PHONOLOGY IN TEACHING ENGLISH AS THE THEORY OF LANGUAGE PRODUCTION Hamka Hamka
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 4, No 02 (2016)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v4i02.1293

Abstract

Tulisan ini bertujuan memberikan ide untuk pengajaran bahasa inggris saat ini. Bahasa itu unik merujuk pada teks dan konteks. Keduanya tidak dapat dipisahkan untuk memahami dan memproduksi makna. Tidak ada satu bahasa lebih bak dengan yang lainnya. Setiap bahasa lebih baik dan terbaik serta unik merujuk pada penerapannya dalam teks dan konteks sebagai produksi manusia. Pengajaran bahasa inggris saat ini umumnya adalah sebagai produksi bahasa secara internasional. Produksi bahasa adalah proses penyampaian makna atau pengalaman dlam bahasa lisan atau tulisan. Proses produksi bahasa dalam kajian ini fokus pada produksi bahasa lisan. Seorang anak dan keluarga terdekat butuh waktu, sifat kesabaran dan optmis selalu. Karena itulah kita perlu teori dari produksi bahasa yakni fonetik dan fonologi. Fonetik adalah kajian bunyi dan simbol. Fonologi adalah kajian bunyi dan makna berbentuk bahasa. Dalam pengajarannya saat ini, bahasa inggris telah dibagi menjadi tiga lingkaran, (1) lingkran inner-bahasa ibu, (2) lingkaran outer-pengguna kedua, dan (3) lingkaran  exanding-pengguna asing. Ketiganya harus distandarisasi untuk pengajaran dengan simbol fonetik internasional (IPA) dan pengucpan yang diterima (RP).
STUDENTS’ ANALYSIS IN SYLLABIFYING WORD AT THE SIXTH SEMESTER OF TADRIS BAHASA INGGRIS IAIN PADANGSIDIMPUAN Wirda Hasanah; Zainuddin Zainuddin; Hamka Hamka
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v6i2.1264

Abstract

Penelitian ini adalah analisis siswa pada kata syllabifying pada semester enam Tadris Bahasa Inggris IAIN Padangsidimpuan. Para siswa masih mengalami kesulitan dalam suku kata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis siswa dalam suku kata  pada semester enam Tadris Bahasa Inggris IAIN Padangsidimpuan, untuk menemukan kesulitan siswa dalam suku kata pada semester enam Tadris Bahasa Inggris IAIN Padangsidimpuan, dan untuk menjelaskan kesulitan siswa dalam suku kata pada semester keenam Tadris Bahasa Inggris di IAIN Padangsidimpuan. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian kualitatif. Sumber data untuk penelitian ini adalah siswa pada semester enam Tadris Bahasa Inggris IAIN Padangsidimpuan sebagai sumber primer dan dokumen dosen sebagai sumber sekunder. Ada dua instrumen dalam mengumpulkan data, yaitu dokumen dan wawancara. Data diolah dan dianalisis dengan proses kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan analisis siswa dalam kata-kata suku kata pada semester enam Tadris Bahasa Inggris IAIN Padangsidimpuan dominan dalam transkripsi. Kesulitan siswa dalam transkripsi adalah 12 siswa, jumlah suku kata adalah 8 siswa dan struktur suku kata (onset, nukleus dan coda) adalah 7 siswa. Alasan masalah siswa dalam pembuatan suku kata pada semester enam Tadris Bahasa Inggris IAIN Padangsidimpuan adalah siswa memiliki masalah dominan dalam transkripsi karena kurangnya latihan siswa, siswa tidak mengerti tentang bunyi simbol dan siswa sulit untuk membedakan dipthong dan tripthong. Jadi, siswa harus meninjau pelajaran tentang bunyi simbol terutama vokal dan konsonan berdasarkan standar bahasa Inggris, sehingga mereka tidak bingung.
SENSES ON HOT ISSUES Hamka Hamka
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 01 (2015)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i01.1283

Abstract

Pemahaman makna atau pengalaman di dunia ini secara alami sangatlah penting dimiliki oleh setiap orang. Setiap orang mempunyai media sensor makna atau pengalaman secara alami, yakni dengan sense. Sense juga disebut sebagai media pemahaman termasuk penglihatan, pendengaran, perasa, pencium dan peraba. Proses sense secara umum dimulai dari issu hangat dan dilanjutkan dengan pemberian kode pada otak. Setelah berada di otak, pastilah dia merupakan sebuah makna atau pengalaman. Pertama, makna atau pengalaman akan depersepsikan sebagai persepsi pribadi, ini tergantung pada pengetahuan dasar orangnya yang disebut pemahaman pribadi. Kedua, akan ada tanggapan terhadap issu yang dipahami. Tanggapan itu secara otomatis berada kekal dengan orang lain. Beberapa orang menanggapi sejalan dengan issu dan yang lainnya menanggapi secara berbeda. Tentunya kedua tanggapan itu harus ada. Tetapi, jika tidak ada tanggapan dari sebuah issu, itu berarti orang tersebut belum atau tidak berproses dengan issu. Ketiga, dengan memberikan tanggapan, akan dilanjutkan dengan tindak lanjut. Ini berarti setiap orang yang sudah memahami akan secara alami menanggapi dan memberikan tindak lanjut atas apa yang dia pahami khususnya jika itu berkaitan dengan kehidupannya. Kehidupan maksudnya disini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengannya.
MORPHOLOGY AND DISCOURSE ANALYSIS Hamka Hamka
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v5i2.1179

Abstract

Selalu ada perspektif ilmiah tentang kejadian nyata di dunia. Sudah ada isu panas di Indonesia tentang keragaman dan persatuan sekarang. Dengan menggabungkan dengan diverse + -ity berarti itu mengacu pada berbagai jenis hal atau orang. Dengan menggabungkan unit + -ity berarti itu mengacu pada sekelompok orang. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pendekatan linguistik fungsional sistemik mengambil bagian dalam kasus konteks situasi. Jika itu tentang konteks budaya dan ideologi. Hal ini diteliti secara dinamis, terbukti dan diungkap oleh penelitian lebih lanjut mengenai pengguna bahasa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menyelidiki budaya dan ideologi keragaman dan kesatuan di Indonesia yang terkait dengan hasil analisis morfologi dan wacana.