Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SOSIALISASI PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA BAGOT Juliana Juliana; Sandra Maleachi; Rosianna Sianipar; Nove Bernedeta Sitorus; Rudy Pramono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15985

Abstract

Desa Wisata Bagot merupakan salah satu desa wisata yang berada di Pulau Samosir, yang berada di Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan. Desa ini dibentuk oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), diresmikan oleh Bupati Kabupaten Samosir dan kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara pada hari Jumat, 11 September 2022. Desa Wisata Bagot sudah tergolong desa wisata maju. Sesuai dengan namanya, desa wisata ini menawarkan aktivitas unik yaitu menikmati produk olahan nira yang disebut bagot. Sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, saat ini yang diperlukan adalah sosialisasi tentang pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Bagot. Hal ini akan berguna bagi masyarakat dan pengelola sehingga dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata di Desa Bagot dapat memberikan dampak yang berlanjut di bidang ekonomi, lingkungan dan sosial budaya. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan di Desa Wisata Bagot. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pemateri adalah Dosen yang memahami tentang pariwisata berkelanjutan di Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi konsep pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Bagot dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Sosialisasi ini dilakukan secara on-site di Desa Wisata Bagot. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini, akan dilakukan metode pre tes dan pos tes. Pelaksanaan PKM ini akan dilakukan secara on-site di Desa Wisata Bagot dengan materi dan metode sebagai berikut: definisi Pariwisata Berkelanjutan, menjelaskan konsep pariwisata berkelanjutan yang meliputi aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Prinsip-prinsip Pariwisata Berkelanjutan: menguraikan prinsip-prinsip yang harus diterapkan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, seperti konservasi alam, pengembangan masyarakat lokal, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Seluruh data menunjukkan adanya perubahan positif dalam pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait pariwisata berkelanjutan. Hal ini menandakan keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat dalam mencapai tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Bagot.
PELATIHAN HYGIENE DAN SANITASI BAGI PELAKU USAHA KULINER DI DESA WISATA HUTA SIALLAGAN SAMOSIR Rosianna Sianipar; Juliana Juliana; Sandra Maleachi; Nova Bernedeta Sitorus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16081

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan dibagi menjadi dua sesi yaitu bagaimana menjaga kebersihan/hygiene bagi pelaku usaha makanan dan minuman serta bagaimana menjaga sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiata pengabdian masyarakat, saat ini yang diperlukan adalah sosialisasi dan pelatihan tentang hygiene dan sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Hal ini diperlukan sebagai peningkatan mutu pelayanan terhadap pengunjung dalam hal kebersihan makanan dan minuman. Berdasarkan analisis situasi dapat teridentifikasi bahwa hal-hal yang dihadapi terkait dengan kebersihan dan sanitasi adalah sebagai berikut: Belum ada standar operasional yang tetap dalam hal kebersihan bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Belum ada standar operasional yang tetap dalam hal sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Perlu adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai hygiene dan sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Agar dapat mengukur keberhasilan kegiatan PKM ini,tim PKM  menerapkan metode pre tes dan pos tes yang akan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai peningkatan pengetahuan dan pemahaman para peserta terkait hygiene dan sanitasi. Rata-rata persentase peningkatan pemahaman peserta pada pos tes berkisar antara 70% hingga 97%, menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kebersihan, sanitasi, dan praktik yang aman dalam lingkungan kerja. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada beberapa pertanyaan terdapat penurunan pemahaman peserta setelah pelatihan, seperti pada penggunaan pestisida yang aman. Hal ini menunjukkan pentingnya evaluasi dan pengembangan strategi yang lebih efektif dalam menyampaikan materi tersebut.
PELATIHAN PEMBUATAN TOWEL ART DAN MAKING BED KEPADA IBU PKK DARI DESA CURUG WETAN Rosianna Sianipar; Juliana Juliana; Ira Brunchilda Hubner; Amelda Pramezwary; Sabrina Oktaria Sihombing; Reza Adjah; Theresia Chandra; Evelyn Wijaya; Jeremy Setiawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16091

Abstract

Salah satu pendapatan yang tertinggi bagi hotel adalah dari hasil penjualan kamar kepada tamu. Oleh karena itu bagaimana menata kamar dengan baik menjadi hal yang sangat penting. Dalam penataan kamar, merapikan tempat tidur dan membuat seni melipat handuk akan menjadi daya tarik utama  di kamar hotel dan hal yang sangat penting untuk dipelajari dan diketahui. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan dari Ibu-Ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)  di Curug Wetan dalam merapikan tempat tidur dan melipat handuk di rumah masing-masing agar terlihat menarik. Pelatihan ini berupaya untuk meningkatkan keterampilan para Ibu-Ibu PKK dan dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen dari Fakultas Pariwisata Prodi Pengelolaan Perhotelan. Pola ajar dilakukan dengan workshop pembuatan towel art dan making bed bagi ibu-ibu PKK di desa curug wetan. Tim Pengbadian kepada Masyarakat akan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK di  Desa  Curug  Wetan  dengan  kurang  lebih 20 peserta. Tim  Pengabdian  kepada Masyarakat  sangat  mengharapkan  kelancaran  rencana-rencana  yang  akan  dikembangkan  oleh pihak  desa  Curug  Wetan  di  kemudian  hari  demi  kemajuan  desa  tersebut. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini, akan dilakukan metode pre-test dan post-test. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan upaya yang baik dalam menyusun acara yang terstruktur, menyediakan materi yang relevan, dan melibatkan peserta secara aktif. Evaluasi positif ini dapat dijadikan dasar untuk memperbaiki kualitas pada masa mendatang.
Food Quality, Price Fairness And Physical Environment On Customer Satisfaction In Korean Restaurants In Jakarta Chelsea Laurent Kurniawan; Frenick Halim; Broto Mudjianto; Juliana juliana; Rosianna Sianipar; Arifin Djakasaputra
Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/humaniora.v8i1.4790

Abstract

The growth of the Korean restaurant industry in Jakarta has attracted significant attention, but little research has investigated the factors affecting customer satisfaction in this neighborhood. The aim of this study was to find out the impact of food quality, physical environment, and price fairness on customer satisfaction at a Korean restaurant in Jakarta. The research was carried out due to the low number of people visiting Korean restaurants and low consumer satisfaction. The research was carried out using quantitative methods with an approach to testing causal hypotheses. The respondents were 113 consumers of Korean restaurants in Jakarta. The analytical tool used is SPSS. The research finds the importance of food quality, fair price, and physical environment in creating customer satisfaction at a Korean restaurant in Jakarta. Governments can provide regulations on service standards and standards of restaurant management as well as provide education to restaurant entrepreneurs so that restaurant managers have adequate quality standards. Restaurant management needs to pay attention to these aspects to improve customer experience and maintain customer loyalty in an increasingly competitive market.