Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH EFFLEURAGE MASSAGE TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Nelly Karlinah; Cecen Suci Hakameri
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v5i2.3501

Abstract

Labor pain is something that is commonly felt by pregnant women just before the birth process. But if it is not treated with proper pain management, it will cause problems, one of which is the emergence of anxiety, stress, and feelings of worry. For this reason, it is necessary to have labor pain management, one of which is with Effleurage Massage. The study aimed to determine the effect of Effleurage Massage on Labor Pain during the Active Phase I in the Independent Midwife Practice (PMB) in Hasna Dewi, Pekanbaru City. This type of research is pre-experimental with two group pretest and posttest designs. The time of research was carried out in August-November 2022. The sample in this study was 10 respondents using a total sampling technique. The research instrument used a Numerical Rating Scale (NRS) questionnaire. Univariate and bivariate data analysis. Univariate results showed pain before being given effleurage massage moderate pain with a percentage of 90.0%. pain after being given effleurage massage pain decreased to mild pain with a percentage of 90.0%. The results of the Wilcoxon Rank Test showed that there was an effect of effleurage massage on pain in the active phase of the first stage of labor with a P value of 0.002 <0.05. The conclusion is that there is an effect of effleurage massage on pain in the first active phase of labor. It is recommended for health workers to be able to use effleurage massage to reduce pain in the active phase of labor during the first stage.
DAMPAK PEMBERIAN KURMA SEGAR (PHOENIX DACTYLIFERA) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU NIFAS Berliana Irianti; Nur Israyati; Nelly Karlinah
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v6i1.3964

Abstract

The maternal Death Rate is one marker to see the outcome of maternal well-being endeavors. Bleeding is a factor in maternal mortality. Anemia in pregnant women can result in bleeding during childbirth. Anemia during pregnancy and blood loss during childbirth influence iron deficiency anemia during the puerperium. The study's objective was to ascertain whether giving birth to mothers who had recently given birth increased their levels of hemoglobin (Hb). Pre-experimental research employs pretest and posttest designs for a single group. The review was conducted between June and July 2022. Purposive sampling was used to select 17 respondents for this study's sample. An observation sheet for the hemoglobin level was used in the research instrument. Analysis of data with and without bivariates According to the univariate results, up to 13 participants had generally low hemoglobin levels before the administration of date juice, i.e., 76.5%. A p-value of 0.002 was reported for bivariate results using the Wilcoxon rank sum test. This suggests that date juice for women after childbirth increases hemoglobin (Hb) levels. It is believed that in the future, after childbirth, women can eat dates to increase the level of hemoglobin (hemoglobin).
Analisis Pencegahan Anemia Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Di Sma Negeri 5 Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau Nelly Karlinah; Berliana Irianti; Sandy Setiawati; Rahmad Kurnia Hasibuan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2353

Abstract

Pendahuluan: Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal. Hemoglobin merupakan salah satu komponen dalam sel darah merah/eritrosit yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan menghantarkannya ke seluruh sel jaringan tubuh. Tujuan: penelitian untuk mengetahui Analisis Pencegahan Anemia Saat Menstruasi Pada Remaja Putri. Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah remaja puteri kelas XI di SMA Negeri 5 Tapung sebanyak 34 orang dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square. Hasil: penelitian dengan uji chi-square menunjukkan ada hubungan pengetahuan dan dukungan teman sebaya terhadap pencegahan anemia saat menstruasi pada remaja putri. Tidak ada hubungan sikap terhadap pencegahan anemia saat menstruasi pada remaja putri. Kesimpulan : ada hubungan pengetahuan, teman sebaya dan tidak ada hubungan sikap terhadap pencegahan anemia saat menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 5 Tapung.
Pemeriksaan Haemoglobin (Hb) dengan Metode Point of Care Testing (POCT) Sebagai Deteksi Dini Anemia pada Kehamilan di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Winarni, SST Berliana Irianti; Nelly Karlinah; Cecen Suci Hakameri; Nur Israyati; Riza Febrianti; Nur Kamsiah; Della Savitri
Jurnal Medika: Medika Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pajfx270

Abstract

Kasus defisiensi besi pada ibu hamil merupakan masalah didunia dengan angka kejadian hampir 75 % terjadi pada semua jenis anemia kehamilan. Anemia kehamilan disebut “potential danger to mather and child” (potensial membahayakan ibu dan anak), karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari pihak yang terkait dalam pelayanan Kesehatan. Anemia dapat berdampak buruk terhadap mortalitas dan morbiditas ibu maupun janin. Hasil dari kehamilan dengan anemia di antaranya intra uterine growth retardation (IUGR), lahir prematur, berat bayi lahir rendah (BBLR), dan peningkatan risiko kematian neonates, meningkatkan risiko pendarahan saat persalinan, preeklamsia, sepsis dan atonia uteri. Deteksi dini melalui diagnosis anemia dapat dilakukan dengan mengukur kadar hemoglobin (Hb) dengan peralatan POCT (Point of Care Testing). Hasil kegiatan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil didapatkan hasil kadar hb pada ibu hamil dengan menggunakan sampel darah. Dari 10 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan Hb didapatkan 6 ibu hamil yang mendapatkan hb dibawah 10 %gr/dl. Ibu hamil disarankan untuk meningkatkan konsumsi makanan bergizi yakni makanan yang banyak mengandung zat besi dan sumber vitamin dan mineral.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Antenatal Care Sebagai Upaya Deteksi Dini Tanda-Tanda Bahaya Pada Kehamilan di Praktek Mandiri Bidan Winarni, SST Nelly Karlinah; Berliana Irianti; Cecen Suci Hakameri; Nur Israyati; Riza Febrianti; Amanda Putri Zulianty; Nur Padilla
Jurnal Medika: Medika Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/669pch13

Abstract

Kurangnya deteksi dini mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan dan faktor-faktor resiko pada kehamilan dapat mengakibatkan kurangnya antisipasi yang cepat pada saat kehamilan sampai proses persalinan sehingga sangat beresiko besar terjadinya kematian ibu. Untuk itu dengan adanya penyuluhan mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan. Penyuluhan tanda-tanda bahaya kehamilan ini dilaksanakan di praktek mandiri bidan (PMB) Winarni, SST Kota Pekanbaru, yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2022. Hasil dari penyuluhan ini didapatkan meningkatnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan
Menstimulasi Tumbuh Kembang Anak Melalui Pelatihan Pijat Bayi Bagi Ibu dan Kader Posyandu Nelly Karlinah; Berliana Irianti; Diandra Dwitavianty; Windy Wdya Asmita
Jurnal Medika: Medika Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hx2bbp83

Abstract

Bayi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik apabila kebutuhan dasarnya terpenuhi, yaitu asah, asih dan asuh. Kebutuhan asah diklaim dengan kebutuhan stimulasi. Pemberian stimulasi perlu diberikan secara dini buat merangsang dan membuat sedini mungkin kemampuan sensorik, emosional bahkan kognitif bayi/anak yaitu menggunakan melakukan pijat bayi. Melalui pemijatan aliran darah akan lancar mengalir keseluruh tubuh, termasuk ke otaknya. Salah satu zat krusial yg dibawa yaitu oksigen. Terpenuhinya oksigen diotak secara relatif menciptakan konsentrasi dan kesiagaan bayi semakin baik. Salah satu manfaat dari pemijatan bayi yaitu merangsang nafsu makan bayi. Dengan dilakukan pemijatan bayi merangsang aktivitas nervus vagus, di mana saraf ini (saraf otak ke-10) yang akan menyebabkan peningkatan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin, sehingga penyerapan makanan akan lebih baik serta meningkatkan persitaltik usus dan pengosongan lambung meningkat yang dapat merangsang nafsu makan bayi. Tujuan dari PkM ini adalah untuk menstimulasi tumbuh kembang anak melalui pelatihan pijat bayi bagi ibu dan kader posyandu di desa karya indah, Metode pelaksanaan PkM ini ada 3 tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. PkM ini telah dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2023 di Posyandu desa karya indah. Pelaksanaan PkM ini bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dan kader posyandu khususnya tentang pijat bayi
Penyuluhan dan Pemeriksaan Triple Elimination Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Menular Pada Ibu Hamil Berliana Irianti; Nelly Karlinah
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/h3hevf39

Abstract

Ibu hamil merupakan salah satu dari populasi yang berisiko tertular penyakit Human immunodeficiency virus (HIV), Sifilis, dan Hepatitis B pada anak lebih dari 90% tertular dari ibunya. Ketiga infeksi dan penyakit ini dapat menyebabkan morbiditas, disabilitas dan kematian bagi ibu dan bisa menurunkan kualitas hidup anak yang terdampak. Salah satu langkah untuk menanggulangi masalah tersebut, pemerintah menerapkan program triple elimination. Deteksi dini HIV, Sifilis, dan Hepatitis B saat ini sudah bisa dilakukan di Puskesmas dan dilakukan dengan tes cepat (rapid diagnostic test) menggunakan sampel darah ibu hamil. Apabila di awal deteksi ini ditemukan hasil yang positif, maka ibu hamil akan diterapi sesegera mungkin dengan tujuan untuk menurunkan risiko penularan kepada bayinya. Pada ibu hamil yang memiliki hasil sifilis yang positif juga akan dilakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala untuk melihat dan memantau perjalanan penyakit dari sifilis ini. Anak yang lahir dari ibu dengan HIV atau sifilis atau hepatitis B yang positif akan mendapat pelayanan dalam bentuk skrining awal untuk deteksi penyakitnya dan pengobatan apabila ditemukan hasil yang positif pada anak. Upaya untuk penurunan dan eliminasi ketiga penyakit ini sangat penting dan harus dilakukan terintegrasi, baik dari masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah.