Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN TERAPI REBUSAN DAUN SIRIH UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI PMB DINCE SAFRINA KOTA PEKANBARU TAHUN 2022 Putri Aprita; Een Husanah
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1034

Abstract

Luka perineum adalah perlukaan yang terjadi pada saat persalinan normal di bagian perineum. Perawatan perineum meliputi perawatan yang terjadi akibat proses persalinan dikarenakan rupture dan episiotomi. Perawatan luka perineum  pada ibu setelah melahirkan berguna untuk mencegah terjadinya infeksi,  mengurangi rasa ketidaknyamanan, menjaga kebersihan dan mempercepat penyembuhan. Sekarang masih banyak ibu bersalin yang mengalami robekan perineum. Di dapatkan data ibu bersalin di PMB Dince Safrina tahun 2021 dari bulan  Januari – November  adalah 194 orang dan setiap bulannya ada sekitar 10-15 orang, ibu bersalin yang tidak mengalami robekan luka perineum sekitar 5 orang dan yang mengalami robekan luka perineum sekitar 10 orang. Jadi salah satu penyembuhan luka dengan cara terapi non farmakologi yaitu rebusan daun sirih.  Tujuan dari studi kasus ini yaitu asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan terapi rebusan daun sirih untuk penyembuhan luka perineum. Metode laporan  ini adalah studi kasus, subjek  penelitian yaitu Ny. Y umur 22 tahun P1A0H1. Asuhan ini dilakukan di PMB Dince Safrina dan melakukan kunjungan ke rumah pasien. Pengambilan kasus ini dilaksanakan pada tanggal 23-30 Maret 2022. Hasil yang di dapat setelah dilakukan asuhan selama 7 hari dengan terapi rebusan daun sirih asuhan yang diberikan yaitu terapi rebusan daun sirih untuk cebok pada luka jahitan perineum yaitu  penyembuhan luka terjadi pada hari ke 4 pospartum keadaan luka bagus,nyeri pada luka jahitan berkurang, tidak ada tanda-tanda infeksi, luka mulai mengerinng dan tidak ada pembengkakan pada luka jahitan. Kesimpulan dari asuhan ini adalah penyembuhan luka perineum menjadi lebih cepat 3-4 hari setelah diberi terapi rebusan daun sirih. Saran untuk petugas kesehatan agar kunjungan postnatal care dilakukan dengan sesuai standar yang dijadikan asuhan rutin bagi setiap ibu nifas.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Degan Kejadian Disminore Pada Remaja Putri Disma Negeri 4 Pekanbaru Tahun 2025 Novita Novita; Een Husanah; Ika Putri Damayanti; Eka Maya Saputri; Yulrina Ardhiyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2327

Abstract

Dismenore merupakan keluhan nyeri menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar serta kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 4 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah siswi kelas X dan XI yang berjumlah 85 orang yang diambil secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner google from dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia menarche (p=0,003), lama menstruasi (p=0,004), dan indeks massa tubuh (IMT) (p=0,037) dengan kejadian dismenore. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan olahraga (p=0,211) dan riwayat keluarga (p=0,114) dengan kejadian dismenore. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar edukasi terkait pencegahan nyeri haid pada remaja.
Hubungan Perilaku Ibu Tentang Gizi Terhadap Status Gizi Balita Di Puskesmas Kota Pekanbaru Tahun 2025 Cindy Maharani; Een Husanah; Riza Febrianti; Cecen Suci Hakameri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2328

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai kualitas kesehatan anak secara keseluruhan. Salah satu faktor utama yang memengaruhi status gizi balita adalah perilaku ibu, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2022, prevalensi balita underweight di Puskesmas Karya Wanita tercatat sebesar 9,85%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara perilaku ibu tentang gizi terhadap status gizi balita di Puskesmas Karya Wanita Kota Pekanbaru tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita dan Kartu Menuju Sehat (KMS), dengan sampel sebanyak 97 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu mengenai gizi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu terhadap status gizi balita (p = 0,000), sikap ibu terhadap status gizi balita (p = 0,002), serta tindakan ibu terhadap status gizi balita (p = 0,000). Oleh karena itu, disarankan kepada Puskesmas untuk meningkatkan serta mempertahankan program edukasi dan penyuluhan gizi secara berkelanjutan, terstruktur, dan berbasis kebutuhan masyarakat, khususnya bagi ibu yang memiliki balita, guna mendukung perbaikan status gizi balita secara optimal
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Kontrasepsi Implant Di Puskesmas Garuda Kota Pekanbaru Tahun 2025 Yusnita Yusnita; Een Husanah; Nurhapipa Nurhapipa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4238

Abstract

Implant merupakan pilihan metode kontrasepsi jangka panjang, termasuk pilihan metode kontrasepsi hormonal, implant dapat segera dipasangkan pada ibu sesaat setelah bersalin atau sebelum meninggakan fasilitas dan implant tidak menggangu produksi ASI sehingga dapat digunakan bagi ibu yang akan menyusui bayinya. Puskesmas Garuda Kota Pekanbaru termasuk salah satu puskesmas yang penggunaan kontrasepsi implantnya masih rendah yaitu sebesar 2,6%. Hal ini menunjukkan bahwa target masih belum tercapai dan cakupan peserta KB Implant masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Kontrasepsi Imlant di Puskesmas Garuda Kota Pekanbaru. Adapun penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuisioner, penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan sampel berjumlah 96 orang. Sampel penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang merupakan peserta kb aktif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling. Hasil penelitian didapatkan dari 96 responden, proporsi ibu yang menggunakan kontrasepsi implant sebesar 16,7% dan yang tidak menggunakan kontrsepsi implant sebesar 83,3%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa tidak ada hubungan antara variable umur (p-value=0,090), variabel pendidikan (p-value=0,703), paritas (p-value=0,246) dan ada hubungan antara variable pengetahuan (p-value=0,001) terhadap penggunaan kontrasepsi implant. Diharapkan bagi Puskesmas Garuda Kota Pekanbaru dapat meningkatkan program KB di wilayah kerja puskesmas Garuda Kota Pekanbaru.
Pemanfaatan Baby Massage Dalam Mendukung Optimalisasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Een Husanah; Widya Juliarti
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i3.909

Abstract

Pijat bayi atau baby massage merupakan gerakan usapan lambat dan lembut pada seluruh tubuh bayi yang dimulai dari kaki, perut, dada, wajah, tangan dan punggung bayi. Pemijatan yang benar dan teratur dapat membantu peningkatan berat badan. Hasil penelitian menunjukkan pemijatan pada bayi prematur dapat meningkatkan berat badan 20 hingga 40%, dapat meningkatkan bounding attachment serta meningkatkan perkembangan system saraf otak bayi yang akan membentuk dasar untuk berfikir, merasakan dan belajar, membuat bayi semakin tenang menstimulsi aktivasi nervus vagus untuk perbaikan pernafasan dan memperkuat system kekebalan tubuh. Pada tahun 2020 di kota Pekanbaru persentase balita ditimbang mengalami penurunan secara fluktuatif, selain itu masih terdapat balita dengan status gizi pendek yaitu sebanyak 1.876 jiwa, balita dengan status gizi kurang sebanyak 1.433 jiwa dan balita kurus sebanyak 1.366 jiwa. Penimbangan rutin balita di posyandu merupakan upaya yang dilakukan untuk memantau status gizi dan kesehatan anak. Posyandu RW 06 merupakan posyandu yang berada diwilayah kerja puskesmas Karya Wanita dengan jumlah kunjungan bayi balita ke posyandu ini masih sangat rendah. Dimana dari 53 bayi balita, hanya 15-20 orang ibu yang datang membawa bayi balita tiap bulannya. Tujuan kegiatan ini adalah diharapkan dapat meningkatnya pengetahuan ibu-ibu yang memiliki bayi balita di RW 06 tentang manfaat baby massage dalam mendukung optimalisi pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan melakukan penyuluhan dan demonstrasi praktik baby massaga. Hasil evaluasi dari kegiatan pegabdian pada masyarakat ini memberikan hasil bahwa meningkatnya pengetahuan ibu-ibu tentang pentingnya stimulasi pada anak dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, pemanfaatan babby massage. Hal ini terlihat dari antusiasme ibu ibu dalam dalam mendengarkan dan mengikuti jalannya penyuluhan dan keaktifan ibu dalam praktik babby massage selama kegiatan berlangsung.
Edukasi Pencegahan Kanker Servik Pada Ibu PKK Een Husanah
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 2 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i2.2760

Abstract

Kanker serviks (kanker leher rahim) merupakan keganasan yang berasal dari serviks. Kanker serviks merupakan penyakit perempuan yang menimbulkan kematian akibat penyakit kanker. Rendahnya pengetahuan mengenai kanker serviks secara umum berhubungan dengan masih tingginya angka kejadian kanker serviks. Permasalahan yang ditemukan adalah kanker serviks masih menjadi penyakit nomor 2 pembunuh terbanyak wanita. Kota Pekanbaru menjadi peringkat kedua tertinggi kejadian kanker serviks di Provinsi Riau. Tujuan kegiatan ini adalah diharapkan dapat menigkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK 03 RW 06 tentang kanker pencegahan kanker serviks. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan melakukan penyuluhan. memberikan penyuluhan langsung dan sosialisasi tentang pencegahan kanker serviks, dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab seputar kanker serviks, pencegahan dan hal hal yang berkaitan dengan materi. Evaluasi pelaksanaan program dilaksanakan dalam bentuk mengulas kembali materi melalui proses tanya jawab, dengan indicator dari hasil evaluasi yaitu peserta mengetahui tentang pentingnya pencegahan kanker serviks terhadap dirinya, aktif dalam kegiatan tanya jawab mengenai materi dan hal hal yang berhubungan dengan materi serta berencana untuk melakukan pemeriksaan kanker serviks secara rutin atau berkala. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan berlangsung, kegiatan pegabdian pada masyarakat ini memberikan hasil bahwa meningkatnya pengetahuan ibu ibu tentang bahaya kanker serviks dan pentingnya melakukan pemeriksaan dalam mencegah kanker serviks
PENYULUHAN GIZI SEIMBANG ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 106 PEKANBARU Een Husanah; Widya Juliarti
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai aset negara dan generasi penerus bangsa, kecukupan gizi anak perlu diperhatikan. Anak usia sekolah dasar dengan rentang usia 6-12 tahun membutuhkan asupan gizi yang baik untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan menuju remaja. Asupan gizi yang cukup diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan agar tidak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Anak yang mengalami masalah gizi mudah terserang penyakit serta terjadi penurunan prestasi akademik. Adapun risiko jangka pendek yang dapat ditimbulkan, yaitu kondisi apatis pada anak, gangguan dalam berkomunikasi dan gangguan perkembangan lainnya. Dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari, kita perlu mengkonsumsi makanan yang beragam. Karena setiap jenis sumber makanan memiliki kandungan gizi yang berbeda. Informasi yang diperoleh dari pihak sekolah, bahwa belum pernah ada edukasi  gizi seimbang sebelumnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anak tentang pentingnya gizi seimbang serta mendorong perubahan perilaku makan yang sehat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SDN 106 Pekanbaru yang diikuti oleh siswa kelas 4 yang berjumlah 57 orang. Metode kegiatan pengabdian ini adalah ceramah interaktif dengan penyampaian informasi dengan media audio visual. Pada kegiatan ini siswa terlihat antusias dalam mendengarkan materi dan menyimak video edukasi tentang isi piringku. Hasil dari kegiatan siswa mampu menjawab pertanyan yang diberikan oleh pemateri dalam bentuk kuisioner. Rata rata nilai pretest 7,5 dan rata rata nilai postest 9,00 hal ini terbukti bahwa penyuluhan gizi seimbang efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang gizi seimbang anak sekolah Edukasi tentang gizi seimbang perlu diberikan kepada siswa agar siswa memahami pentingnya gizi bagi pertumbuhan dan perkembangannya sehingga siswa dapat menjadikan kebiasaan yang baik bagi siswa dalam memenihi kebutuhan gizinya.