Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penerapan Pijat Oksitosin dalam Upaya Meningkatkan Produksi ASI di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru Kiki Megasari; Yulrina Ardhiyanti
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.852

Abstract

Pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan menurut Riskesdes hanya 40,6 %, jauh dari target nasional yang mencapai 80%. Sehingga banyak ibu yang memberikan susu formula pada bayinya. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai upaya – upaya yang dapat dilakukan untuk memperbanyak ASI termasuk salah satunya adalah pijat oksitosin menjadi salah satu penyebab ibu memutuskan memberikan susu formula. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas mengenai pijat oksitosin. Kegiatan dilakukan dengan cara memberikan informasi dan pendidikan kesehatan terutama tentang ASI, fisiologi laktasi, mitos – mitos selama menyusui, penyebab produksi ASI rendah, upaya memperbanyak ASI, pijat oksitosin. Kegiatan ini diberikan kepada ibu nifas yang memiliki bayi 0 – 6 bulan, sehingga dapat memberikan contoh cara melakukan pijat oksitosin secara langsung. Setelah informasi dan pendidikan kesehatan diberikan diharapkan dapat meningkatkan produksi ASI ibu nifas serta meningkatkan cakupan pemberian ASI di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru. Metode kegiatan dalam hal ini adalah penyuluhan dengan dilaksanakannya diskusi dan tanya jawab dan praktik pijat oksitosin. Hasil kegiatan yaitu seluruh peserta memahami tentang pijat oksitosin dan seluruh suami ibu menyusui mampu melaksanakan pijat oksitosin. Disimpulkan bahwa peserta paham dan mampu melaksanakan pijat oksitosin. Perlu dukungan dari suami agar selalu mendukung ibu menyusui dan melakukan pijat ositosin agar produksi ASI lancar. Kata  Kunci : Pijat Oksitosin, Produksi ASI
Screening IVA Test Dan Pembentukan Peer Group Dalam Upaya Pencegahan Kanker Serviks Di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru Yulrina Ardhiyanti; Kiki Megasari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.878

Abstract

PMB Dince Safrina merupakan salah satu penyedia layanan kesehatan ibu dan anak yang berlokasi di Jalan Limbungan, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru, Riau, telah banyak memberikan informasi seputar kesehatan berupa penyuluhan/demonstrasi. Namun, penyuluhan/demonstrasi mengenai Kaker Serviks belum rutin dilaksanakan dan masih sedikit WUS yang datang berkunjung untuk melakukan IVA Test. Dalam satu bulan hanya 1 orang yang datang untuk melakukan IVA Test bahkan tidak ada sama sekali. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang Screening IVA Test dan Pembentukan Peer Group dalam Upaya Pencegahan Kanker Serviks di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru ini  telah dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang dimulai dari tangga 04 April s.d 05 Juni 2022. Metode yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah : 1). penyuluhan, 2). screening IVA test, 3). Membentuk peer group, 4). Evaluasi pelaksanaan program. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan telah memberikan hasil : 1). meningkatnya pengetahuan WUS tentang kanker serviks, 2). kegiatan screening dengan IVA test belum berjalan sesuai dengan target yang diharapkan, 3). terbentuknya peer group yang berjumlah 3 kelompok yang bertugas mengedukasi WUS yang belum bersedia dilakukan screening dengan IVA test, 4) penyuluhan tentang kanker serviks dan screening dengan metode IVA secara rutin dilaksanakan sebulan sekali di PMB Dince Safrina. Diharapkan petugas kesehatan yang bekerja di PMB Dince Safrina secara rutin melaksanakan penyuluhan tentang kanker serviks dan screening dengan metode IVA dan memantau peer group untuk tetap menjalankan tanggung jawabnya mengedukasi WUS lain untuk bersedia dilakukan screening. Kata Kunci : Screening IVA, Peer Group, Kanker Serviks
Skrining Kadar Asam Urat Pada Masyarakat di RW 09 Kelurahan Perhentian Marpoyan Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Yulrina Ardhiyanti; Ani Triana
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v4i2.558

Abstract

Penyakit asam urat dapat menimbulkan kerusakan sendi jika tidak segera ditangani serta dapat menimbulkan efek sakit berulang kali yang dapat menyebabkan kecacatan permanen. Masalah seperti tophi, deformitas sendi, penyakit ginjal, penyakit jantung, serta kondisi lain seperti katarak, sindrom mata kering, dan kristal asam urat di paru-paru. Indonesia menjadi Negara ke-4 di dunia yang penduduknya menderita asam urat. Berdasarkan hasil diagnosis tenaga kesehatan penderita penyakit asam urat di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 11,9%, selama 5 tahun pada tahun 2018 penderita asam urat mengalami kenaikan dengan jumlah prevalensi sebesar 18,9%. Tujuan kegiatan ini dapat dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Skrining Kadar Asam Urat, khususnya masyarakat di RW 09 Kelurahan Perhentian Marpoyan Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Tahapan metode pengabdian, yaitu : 1) Mengadakan penyuluhan tentang penyakit asam urat dan pencegahannya, 2) Mengadakan skrining kadar asam urat, 3) Evaluasi Pelaksanaan Program. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit asam urat dan pencegahannya setelah dilakukannya penyuluhan, terciptanya masyarakat dengan pola hidup sehat sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif di usia tua, masyarakat dengan temuan abnormal pada saat dilakukan pemeriksaan berjanji akan melakukan upaya pencegahan dan menjalankan pola hidup sehat.
PELATIHAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA ORANG TUA DALAM RANGKA MENINGKATKAN KOMUNIKASI EFEKTIF PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN NURUDDIN DESA SUNGAI SARIK KABUPATEN KAMPAR Yulrina Ardhiyanti; Ani Triana; Elviana Elviana
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v3i6.630

Abstract

The aim of this activity is to increase parents' knowledge about reproductive health and train parents to communicate effectively with teenagers regarding reproductive health. The location of the activity is at the Nuruddin Islamic Boarding School, Sungai Sarik Village, where there are many problems related to reproductive health, namely the lack of knowledge of female students regarding reproductive health, which has an impact on dating behavior which leads to premarital sexual relations. An initial survey conducted by interviewing one of the teachers/educators at the Nuruddin Islamic Boarding School stated that in the last 2 years, namely 2022 and 2023, there was 1 female student who became pregnant out of wedlock during the school holidays. In 2023, of the 12 santri and female students, only 5 will continue their education, the remaining 7 (58.3%) will marry young. The role of parents is very important in educating teenagers about reproductive and sexual health. Parents need to have knowledge about the reproductive process. Through this activity, the results showed that the participants' knowledge regarding reproductive health was evident after the training was carried out. ABSTRAKTujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang kesehatan reproduksi dan melatih orang tua untuk berkomunikasi efektif terhadap remaja mengenai kesehatan reproduksi. Lokasi kegiatan di Pondok Pesantren Nuruddin Desa Sungai Sarik, Dimana di sana memiliki banyak permasalahan terkait kesehatan reproduksi yaitu minimnya pengetahuan santri/santriwati mengenai kesehatan reproduksi sehingga yang berdampak terhadap perilaku pacaran yang mengarah pada hubungan seksual pranikah. Survei awal yang dilakukan dengan wawancara dengan salah satu guru/pendidik di Pondok Pesantren Nuruddin bahwa dalam kurun waktu 2 tahun terakhir yaitu tahun 2022 dan tahun 2023 terdapat 1 orang santriwati yang hamil diluar nikah pada saat liburan sekolah. Pada tahun 2023 terdapat dari 12 orang santri dan santriwati, hanya 5 orang yang melanjutkan pendidikan, sisanya 7 orang (58,3%) menikah muda. Peran orang tua sangat penting dalam mengedukasi kesehatan reproduksi ataupun seksual pada remaja. Orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang proses reproduksi. Melalui kegiatan ini terlihat hasil bahwa terlihatnya pengetahuan peserta mengenai Kesehatan reproduksi setelah dilakukannya pelatihan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Degan Kejadian Disminore Pada Remaja Putri Disma Negeri 4 Pekanbaru Tahun 2025 Novita Novita; Een Husanah; Ika Putri Damayanti; Eka Maya Saputri; Yulrina Ardhiyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2327

Abstract

Dismenore merupakan keluhan nyeri menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar serta kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 4 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah siswi kelas X dan XI yang berjumlah 85 orang yang diambil secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner google from dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia menarche (p=0,003), lama menstruasi (p=0,004), dan indeks massa tubuh (IMT) (p=0,037) dengan kejadian dismenore. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan olahraga (p=0,211) dan riwayat keluarga (p=0,114) dengan kejadian dismenore. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar edukasi terkait pencegahan nyeri haid pada remaja.
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Akseptor Kb Suntik Di Pmb Marlina Desa Panipahan Tahun 2025 Duma Sari; Juli Selvi Yanti; Ani Triana; Liva Maita; Yulrina Ardhiyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2354

Abstract

Kontrasepsi suntik merupakan metode kontrasepsi hormonal yang umum digunakan oleh wanita usia subur. Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam kontrasepsi suntik dapat memengaruhi tekanan darah dan kondisi pembuluh darah. Studi dokumentasi di PMB Marlina menunjukkan bahwa dari 30 akseptor KB suntik pada November 2024, terdapat 11 orang mengalami hipertensi, seluruhnya berusia ≥35 tahun dan menggunakan KB suntik >2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada akseptor KB suntik di PMB Marlina Desa Panipahan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan metode Analytik Correlational dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 102 orang akseptor KB suntik dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara usia (P- Value=0,000; OR=81,4), lama penggunaan KB suntik (P Value=0,000; OR=15,37), dan pola hidup (P-Value=0,000; OR=45,0) dengan kejadian hipertensi. Sementara itu, riwayat hipertensi dalam keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (P-Value=0,328; OR=1,53). Hasil ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengguna KB suntik mengenai risiko hipertensi, serta mendorong PMB untuk memberikan edukasi terkait pilihan kontrasepsi yang lebih aman dan pentingnya penerapan pola hidup sehat..
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Remaja Di SMPN 38 Pekanbaru Tahun 2025 Anisa Khoiriah; Yulrina Ardhiyanti; Risa Pitriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3780

Abstract

Merokok merupakan sebuah aktivitas yang kini banyak di gandrungi oleh para remaja. Di Provinsi Riau, pada tahun 2019 remaja berusia 15 tahun yang merokok sebesar 29,04% dan sebesar 28,06% pada tahun 2020. Kota pekanbaru menduduki peringkat ke 5 data perokok usia remaja di provinsi Riau. Berbagai faktor seperti pengetahuan, sikap, peran orang tua, teman sebaya, lingkungan, dan akses membeli rokok dapat memengaruhinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku merokok pada remaja di SMPN 38 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan selama bulan Mei–Juni 2025 di SMPN 38 Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah sampel 98 siswa. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,027; OR=2,556), sikap (p=0,005; OR=3,203), peran orang tua (p=0,002; OR=3,735), teman sebaya (p=0,018; OR=2,491), lingkungan (p=0,011; OR=2,659), dan tempat membeli rokok (p=0,033; OR=2,409) dengan perilaku merokok. Terdapat hubungan pengetahuan, sikap, peran orang tua, pengaruh teman sebaya,pengaruh lingkungan, dan tempat membeli rokok yang mempengaruhi perilaku merokok pada remaja di SMPN 38 Pekanbaru. Diharapkan pihak sekolah dapat memberikan efek jera pada siswa yang merokok dilingkungan sekolah.