Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Pijat Oksitosin dalam Upaya Meningkatkan Produksi ASI di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru Kiki Megasari; Yulrina Ardhiyanti
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.852

Abstract

Pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan menurut Riskesdes hanya 40,6 %, jauh dari target nasional yang mencapai 80%. Sehingga banyak ibu yang memberikan susu formula pada bayinya. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai upaya – upaya yang dapat dilakukan untuk memperbanyak ASI termasuk salah satunya adalah pijat oksitosin menjadi salah satu penyebab ibu memutuskan memberikan susu formula. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas mengenai pijat oksitosin. Kegiatan dilakukan dengan cara memberikan informasi dan pendidikan kesehatan terutama tentang ASI, fisiologi laktasi, mitos – mitos selama menyusui, penyebab produksi ASI rendah, upaya memperbanyak ASI, pijat oksitosin. Kegiatan ini diberikan kepada ibu nifas yang memiliki bayi 0 – 6 bulan, sehingga dapat memberikan contoh cara melakukan pijat oksitosin secara langsung. Setelah informasi dan pendidikan kesehatan diberikan diharapkan dapat meningkatkan produksi ASI ibu nifas serta meningkatkan cakupan pemberian ASI di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru. Metode kegiatan dalam hal ini adalah penyuluhan dengan dilaksanakannya diskusi dan tanya jawab dan praktik pijat oksitosin. Hasil kegiatan yaitu seluruh peserta memahami tentang pijat oksitosin dan seluruh suami ibu menyusui mampu melaksanakan pijat oksitosin. Disimpulkan bahwa peserta paham dan mampu melaksanakan pijat oksitosin. Perlu dukungan dari suami agar selalu mendukung ibu menyusui dan melakukan pijat ositosin agar produksi ASI lancar. Kata  Kunci : Pijat Oksitosin, Produksi ASI
Screening IVA Test Dan Pembentukan Peer Group Dalam Upaya Pencegahan Kanker Serviks Di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru Yulrina Ardhiyanti; Kiki Megasari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.878

Abstract

PMB Dince Safrina merupakan salah satu penyedia layanan kesehatan ibu dan anak yang berlokasi di Jalan Limbungan, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru, Riau, telah banyak memberikan informasi seputar kesehatan berupa penyuluhan/demonstrasi. Namun, penyuluhan/demonstrasi mengenai Kaker Serviks belum rutin dilaksanakan dan masih sedikit WUS yang datang berkunjung untuk melakukan IVA Test. Dalam satu bulan hanya 1 orang yang datang untuk melakukan IVA Test bahkan tidak ada sama sekali. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang Screening IVA Test dan Pembentukan Peer Group dalam Upaya Pencegahan Kanker Serviks di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru ini  telah dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang dimulai dari tangga 04 April s.d 05 Juni 2022. Metode yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah : 1). penyuluhan, 2). screening IVA test, 3). Membentuk peer group, 4). Evaluasi pelaksanaan program. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan telah memberikan hasil : 1). meningkatnya pengetahuan WUS tentang kanker serviks, 2). kegiatan screening dengan IVA test belum berjalan sesuai dengan target yang diharapkan, 3). terbentuknya peer group yang berjumlah 3 kelompok yang bertugas mengedukasi WUS yang belum bersedia dilakukan screening dengan IVA test, 4) penyuluhan tentang kanker serviks dan screening dengan metode IVA secara rutin dilaksanakan sebulan sekali di PMB Dince Safrina. Diharapkan petugas kesehatan yang bekerja di PMB Dince Safrina secara rutin melaksanakan penyuluhan tentang kanker serviks dan screening dengan metode IVA dan memantau peer group untuk tetap menjalankan tanggung jawabnya mengedukasi WUS lain untuk bersedia dilakukan screening. Kata Kunci : Screening IVA, Peer Group, Kanker Serviks
Skrining Kadar Asam Urat Pada Masyarakat di RW 09 Kelurahan Perhentian Marpoyan Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Yulrina Ardhiyanti; Ani Triana
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v4i2.558

Abstract

Penyakit asam urat dapat menimbulkan kerusakan sendi jika tidak segera ditangani serta dapat menimbulkan efek sakit berulang kali yang dapat menyebabkan kecacatan permanen. Masalah seperti tophi, deformitas sendi, penyakit ginjal, penyakit jantung, serta kondisi lain seperti katarak, sindrom mata kering, dan kristal asam urat di paru-paru. Indonesia menjadi Negara ke-4 di dunia yang penduduknya menderita asam urat. Berdasarkan hasil diagnosis tenaga kesehatan penderita penyakit asam urat di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 11,9%, selama 5 tahun pada tahun 2018 penderita asam urat mengalami kenaikan dengan jumlah prevalensi sebesar 18,9%. Tujuan kegiatan ini dapat dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Skrining Kadar Asam Urat, khususnya masyarakat di RW 09 Kelurahan Perhentian Marpoyan Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Tahapan metode pengabdian, yaitu : 1) Mengadakan penyuluhan tentang penyakit asam urat dan pencegahannya, 2) Mengadakan skrining kadar asam urat, 3) Evaluasi Pelaksanaan Program. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit asam urat dan pencegahannya setelah dilakukannya penyuluhan, terciptanya masyarakat dengan pola hidup sehat sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif di usia tua, masyarakat dengan temuan abnormal pada saat dilakukan pemeriksaan berjanji akan melakukan upaya pencegahan dan menjalankan pola hidup sehat.
PELATIHAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA ORANG TUA DALAM RANGKA MENINGKATKAN KOMUNIKASI EFEKTIF PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN NURUDDIN DESA SUNGAI SARIK KABUPATEN KAMPAR Yulrina Ardhiyanti; Ani Triana; Elviana Elviana
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v3i6.630

Abstract

The aim of this activity is to increase parents' knowledge about reproductive health and train parents to communicate effectively with teenagers regarding reproductive health. The location of the activity is at the Nuruddin Islamic Boarding School, Sungai Sarik Village, where there are many problems related to reproductive health, namely the lack of knowledge of female students regarding reproductive health, which has an impact on dating behavior which leads to premarital sexual relations. An initial survey conducted by interviewing one of the teachers/educators at the Nuruddin Islamic Boarding School stated that in the last 2 years, namely 2022 and 2023, there was 1 female student who became pregnant out of wedlock during the school holidays. In 2023, of the 12 santri and female students, only 5 will continue their education, the remaining 7 (58.3%) will marry young. The role of parents is very important in educating teenagers about reproductive and sexual health. Parents need to have knowledge about the reproductive process. Through this activity, the results showed that the participants' knowledge regarding reproductive health was evident after the training was carried out. ABSTRAKTujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang kesehatan reproduksi dan melatih orang tua untuk berkomunikasi efektif terhadap remaja mengenai kesehatan reproduksi. Lokasi kegiatan di Pondok Pesantren Nuruddin Desa Sungai Sarik, Dimana di sana memiliki banyak permasalahan terkait kesehatan reproduksi yaitu minimnya pengetahuan santri/santriwati mengenai kesehatan reproduksi sehingga yang berdampak terhadap perilaku pacaran yang mengarah pada hubungan seksual pranikah. Survei awal yang dilakukan dengan wawancara dengan salah satu guru/pendidik di Pondok Pesantren Nuruddin bahwa dalam kurun waktu 2 tahun terakhir yaitu tahun 2022 dan tahun 2023 terdapat 1 orang santriwati yang hamil diluar nikah pada saat liburan sekolah. Pada tahun 2023 terdapat dari 12 orang santri dan santriwati, hanya 5 orang yang melanjutkan pendidikan, sisanya 7 orang (58,3%) menikah muda. Peran orang tua sangat penting dalam mengedukasi kesehatan reproduksi ataupun seksual pada remaja. Orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang proses reproduksi. Melalui kegiatan ini terlihat hasil bahwa terlihatnya pengetahuan peserta mengenai Kesehatan reproduksi setelah dilakukannya pelatihan.