Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

PENGARUH KINERJA PENYULUH PERIKANAN TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) PADA PELAKU UTAMA DI KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN Lukman Daris; Andi Nur Apung Massiseng; St. Zaenab; Usman Ali
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i2.295

Abstract

Usaha budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) di daerah Maros mengalami berbagai permasalahan, diantaranya sistem budidaya masih tradisional, pelaku utama kebanyakan tidak melakukan seleksi benur dengan baik, dan pelaku utama belum menguasai cara-cara budidaya yang baik. Keberhasilan pembangunan pada bidang perikanan terkendala permasalahan tersebut, juga diduga dipengaruhi oleh kinerja penyuluh perikanan yang belum optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kinerja penyuluh perikanan; dan menganalisis pengaruh informasi pasar, teknologi dan permodalan masing-masing terhadap pengembangan usaha budidaya udang windu (P. monodon) di Kabupaten Maros. Hasil penelitian kinerja penyuluh perikanan menunjukkan bahwa rata rata pendapat penyuluh perikanan dan pelaku utama terhadap kinerja penyuluh perikanan tinggi, informasi pasar 3,5 (sedang), teknologi 4,3 (tinggi) dan permodalan 3,5 (sedang). Menurut pendapat penyuluh dan pelaku utama keberhasilan pelaku utama rata rata 3,5 (sedang). Pengaruh informasi pasar, teknologi dan permodalan masing masing berpengaruh terhadap pengembangan usaha budidaya Udang Windu (P. monodon) dilihat nilai t hitung lebih besar dari t tabel, t hitung informasi pasar 7,638, teknologi 3,506 dan permodalan 5,597 sedangkan t tabel 1,659.
EFEKTIVITAS DOSIS BIOSLURRY CAIR TERHADAP KADAR PROTEIN TERLARUT DALAM PAKAN IKAN Andi Masriah; Anny Hary Ayu Suardi; Alpiani Alpiani; St Zaenab; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.641

Abstract

Sumber probiotik yang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah bioslurry. Bioslurry atau ampas biogas merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik). Manfaat Bioslurry diantaranya adalah sebagai bioaktivator mikroba probiotik dan sebagai sumber pakan ikan. Mikroorganisme efektif yang terkandung dalam bioaktivator antara lain bakteri asam laktat (lactobacillus) dan bakteri penghancur (decomposer). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis limbah bioslurry cair sebagai sumber probiotik yang lebih efektif dalam peningkatan kadar protein terlarut dalam pakan ikan. Penelitian ini didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan (12 satuan percobaan). Perlakuan yang diuji tersebut adalah: (A) 20 mL bioslurry/100 gram pakan; (B) 30 mL bioslurry/100 gram pakan; (C) 40 mL bioslurry/100 gram pakan; (D) 50 mL bioslurry/100 gram pakan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kadar protein terlarut dalam pakan ikan sebelum dan setelah diinkubasi dengan limbah bioslurry cair sebagai sumber probiotik yang akan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (anova) dan jika terdapat perbedaan yang nyata (sig.<0,05) akan dilanjutkan dengan uji W-Tuckey. Berdasarkan hasil analisis ragam (anova) terlihat bahwa pemberian berbagai konsentrasi bioslurry berpengaruh nyata (sig.<0,05) terhadap kadar protein terlarut pakan ikan. Semakin tinggi konsentrasi bioslurry dalam pakan ikan semakin tinggi pula kadar protein terlarut yang dihasilkan. Nilai protein terlarut terendah terdapat pada perlakuan 20 mL bioslurry/100 g pakan yakni sebesar 23,506 mg/10 mL dan nilai protein terlarut tertinggi terdapat pada perlakuan 50 mL bioslurry/100 g pakan yakni sebesar 65,349 mg/10 mL.