Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Realistic Mathematics Education: Suatu Langkah Mendidik Berpikir Matematis Natalia, Stevi
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol 10 No 1 (2017): APRIL
Publisher : Jurnal Dinamika Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Realistic mathematics education (RME) salah satu dari sekian banyak cara mengajar matematika yang mengangkat kehidupan sehari-hari sebagai titik awal dalam membangun konsep matematika. Tulisan ini didasarkan pada studi literatur dari berbagai tulisan ilmiah yang telah dipublikasikan melalui buku maupun jurnal ilmiah. RME ditemukan karena melihat banyaknya permasalahan matematika yang disebabkan karena peserta didik kurang memahami apa yang mereka pelajari dalam materi matematika. Matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sangat jauh dari kehidupan sehari- hari manusia dan hampir tidak memiliki manfaat untuk dipelajari. RME memiliki lima prinsip yang mampu mengembalikan kembali pemikiran yang salah mengenai belajar matematika dan melihat betapa pentingnya mempelajari matematika dalam aktivitas sehari- hari manusia. Lima prinsip dalam RME, yakni 1) Penggunaan konteks, 2) Penggunaan model untuk matematisasi progresif, 3) Pemanfaatan hasil konstruksi peserta didik, 4) Interaktivitas, 5) Keterkaitan.Pembelajaran matematika yang menggunakan RME mampu menolong siswa semakin memaknai kelas pembelajaran matematika di sekolah. Kata kunci:Realistic mathematics education (RME), Matematisasi progresif, Kontstruksi, Interaktivitas, Keterkaitan.   ABSTRACT Realistic mathematics education (RME) is one way from many mathematic instructions that made our daily live as a starting point to build mathematic concept. This article is based upon other literatures which published in a journals or books. RME was founded for the problem that experienced by student to understand mathematics. Recently, many students thought mathematics as abstract education which has no relation in their life and has no function. RME has five principles which able to turn over the wrong concept about mathematic and also to explain how important learn mathematic in our day life. These five principles are: 1) Contextual function 2) Model for progressive mathematic 3) Using the construction of students 4) Interactivity 5) Intertwinement. Mathematic instruction which using RME able to give more understanding about mathematic in the school. Keywords: Realistic mathematics education (RME), progressive mathematic, construction, Interactivity, Intertwinement.
Analisis Pemahaman Siswa Terhadap Matematika Ditinjau Dari Pengerjaan Soal Pada Materi Bangun Ruang Stevi Natalia
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wa.v4i2.8761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman siswa melalui soal cerita dengan topik segiempat, Subjek penelitian terdiri atas 6 siswa dari 30 siswa kelas VII C SMPN 129 Jakarta dengan masing-masing 2 siswa dari kelompok atas, sedang, dan bawah. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, tes, dan wawancara. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi model Miles dan Huberman. Uji keabsahan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian terdapat bahwa tingkat pemahaman siswa terjadi banyak di kategori hasil belajar rendah dan beberapa terjadi di kategori sedang. Kurangnya pemahaman siswa tampak dari  bentuk kegiatan berikut (a) tidak teliti/tidak cermat memperhatikan informasi soal dan masalah yang ditanyakan sehingga tidak lengkap dalam menuliskan yang diketahui dan ditanyakan, (b) tidak mampu menangkap informasi penting/kata kunci dari soal, (c) kurang menyukai pelajaran matematika, (d) kemampuan kognitif yang rendah; sehingga siswa (a) tidak mampu merencanakan solusi/penyelesaian untuk mengerjakan soal, (b) salah dalam menentukan rumus yang tepat untuk soal yang diberikan, (c) jarang mengerjakan soal-soal uraian/soal cerita terkait materi segiempat, (d) tidak mempunyai penguasaan materi yang cukup Hal ini terjadi karena siswa yang berasal dari kategori hasil belajar rendah seringkali tidak menunjukkan keseriusan dalam belajar dan mengakibatkan siswa tidak memperhatikan penjelasan guru.
Realistic Mathematics Education: Suatu Langkah Mendidik Berpikir Matematis Stevi Natalia
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2017): APRIL
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v10i1.413

Abstract

ABSTRAK Realistic mathematics education (RME) salah satu dari sekian banyak cara mengajar matematika yang mengangkat kehidupan sehari-hari sebagai titik awal dalam membangun konsep matematika. Tulisan ini didasarkan pada studi literatur dari berbagai tulisan ilmiah yang telah dipublikasikan melalui buku maupun jurnal ilmiah. RME ditemukan karena melihat banyaknya permasalahan matematika yang disebabkan karena peserta didik kurang memahami apa yang mereka pelajari dalam materi matematika. Matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sangat jauh dari kehidupan sehari- hari manusia dan hampir tidak memiliki manfaat untuk dipelajari. RME memiliki lima prinsip yang mampu mengembalikan kembali pemikiran yang salah mengenai belajar matematika dan melihat betapa pentingnya mempelajari matematika dalam aktivitas sehari- hari manusia. Lima prinsip dalam RME, yakni 1) Penggunaan konteks, 2) Penggunaan model untuk matematisasi progresif, 3) Pemanfaatan hasil konstruksi peserta didik, 4) Interaktivitas, 5) Keterkaitan.Pembelajaran matematika yang menggunakan RME mampu menolong siswa semakin memaknai kelas pembelajaran matematika di sekolah. Kata kunci:Realistic mathematics education (RME), Matematisasi progresif, Kontstruksi, Interaktivitas, Keterkaitan. ABSTRACT Realistic mathematics education (RME) is one way from many mathematic instructions that made our daily live as a starting point to build mathematic concept. This article is based upon other literatures which published in a journals or books. RME was founded for the problem that experienced by student to understand mathematics. Recently, many students thought mathematics as abstract education which has no relation in their life and has no function. RME has five principles which able to turn over the wrong concept about mathematic and also to explain how important learn mathematic in our day life. These five principles are: 1) Contextual function 2) Model for progressive mathematic 3) Using the construction of students 4) Interactivity 5) Intertwinement. Mathematic instruction which using RME able to give more understanding about mathematic in the school. Keywords: Realistic mathematics education (RME), progressive mathematic, construction, Interactivity, Intertwinement.
BERPIKIR PSEUDO PADA MATERI STATISTIKA DASAR Stevi Natalia
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2020): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v13i3.2393

Abstract

This study aims to make observations about the pseudo thinking process in mathematics education students before taking the Basic Statistics course. The method used in this study uses qualitative research methods in the form of case studies in five second semester students. In this study it was found that the five students experienced pseudo thinking. Three of them experienced true pseudo thinking and two of them experienced true pseudo thinking at the beginning but through instructions could find the correct concept. Students who experience true pseudo thinking process are still able to work on the given problem but are unable to understand the concept so that they are unable to implement the use of the material learned in different case examples including in everyday life. This is caused by many factors including, the understanding of concepts that are true and intact, teaching methods and making questions that support the occurrence of pseudo thinking processes. Keywords: Asimilation, Pseudo Thinking, Schema
Model Pembelajaran Materi Matematika secara daring di SMA Jitu Halomoan Lumbantoruan; Kerdid Simbolon; Risma Uly Manalu; Stevi Natalia
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 2 No 1 (2022): I-Com: Indonesian Community Journal (April 2022)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.68 KB) | DOI: 10.33379/icom.v2i1.1210

Abstract

PkM bertujuan untuk pemodelan matematika. Saat online banyak yang tidak sesuai antara perencanaan dan pelaksanaan. Surve kementerian pendidikan dan lembanga UNICEF 2020 diperoleh 58% kurang efektif saat online. Surve juga dilakukan di SMA dan mendapati, 38% kurang motivasi, 35% alat komunikasi buruk, dan 62% membutuhkan internet gratis, 92% kesulitan konsep matematika secara online. Metode pelaksanaan PkM berbentuk studi kasus, dengan mengembangkan materi matematik. PkM dilaksanakan siswa IPA 1, 2 dan 3 kelas XI SMA Yadikan 11 Jatirangga Bekasi, tanggal 25-28 Mei 2021. Hasil PkM: 1) Bentuk materi yang dapat diiplementasikan secara daring 2) Strategi mengajar dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring, dengan respon sangat baik yaitu 90.50%, 3) Bentuk penilaian hasil belajar peserta didik menunjukan 87% sangat baik, 10% baik dan 3% cukup baik. Ada peningkatan peserta didik pasca PkM dilakukan, hal ini terlihat dari hasil belajar dan surve kepuasan peserta didik 89% menyatakan puas. Tindak lanjud dari PkM adalah memonitoring hasil belajar peserta didik dan mengadakan monev dengan guru matematika, membahas masalah, kesulitan peserta dan solusi yang harus dilakukan. Kesimpulan dari hasil PkM adalah adanya peningkatan minat peserta untuk belajar matematika berbantuan materi yang disusun pelaksana PkM. Materi yang disusun meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mengatasi kesulitan.
Faktor Procrastination Penyebab Mahasiswa Terlambat Menyelesaikan Tugas Akhir di Program Studi Pendidikan Matematika Daniel Jeremy; Stevi Natalia; Jitu Halomoan Lumbantoruan
Brillo Journal Vol 1 No 1 (2021): Implementasi Model Pembelajaran terhadap Kemampuan Matematis Siswa
Publisher : S&Co Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.814 KB) | DOI: 10.56773/bj.v1i1.5

Abstract

This study uses a form of analysis with a qualitative descriptive technique. This study involved final year students who were late in completing their thesis. This research was conducted online due to the COVID-19 outbreak. In this study, researchers used accidental sampling technique. Accidental sampling is a sampling technique based on chance. Methods of data collection using the questionnaire method. The results showed that students in working on the thesis encountered many obstacles in internal factors, namely self-control, self-efficacy, and motivation.
ANALISIS TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII-H SMPN 2 MAJALAYA KARAWANG Rontauli Sihotang; Hotmaulina Sihotang; Stevi Natalia
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol. 8 No. 1 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v8i1.5114

Abstract

Since a government policy that mandated social isolation or restrictions on social interaction to prevent the spread of the COVID-19 virus, online education has been practiced in Indonesia. Various communication tools, such as Google Classroom, Google Meet, Zoom, Edmodo, or WhatsApp, are used for online learning activities. In the current state of online education, many factors contribute to students becoming sluggish or disinterested in their studies, such as the fact that it requires a high level of concentration, time, and energy, as well as feelings of compulsion to abandon some activities that, in comparison to learning, are more enjoyable. others, both positive and negative exercises. Therefore, the purpose of this study is to investigate the learning concentration level of students in class VII-H at SMPN 2 Majalaya Karawang. by employing qualitative exploratory techniques. The findings indicate that students in grades VII through H have a moderate level of concentration.
Pemanfaatan Sumber Belajar yang Variatif: Pelatihan bagi Para Guru di SMP PGRI 2 Ciawi Santri Chintia Purba; Risma Uly Manalu; Stevi Natalia; Candra Ditasona
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol 2 No 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpsh.2.2.2023.116-126

Abstract

Kondisi permasalahan yang dihadapi dalam pengabdian ini antara lain guru kesulitan dalam mencari dan menentukan sumber belajar yang cocok. Meskipun sumber belajar yang variatif tersedia, tidak semua guru memiliki pemahaman dan keterampilan yang cukup untuk memanfaatkannya secara efektif. Guru masih kurang akrab dengan teknologi atau kurang paham tentang cara mengintegrasikan sumber belajar tersebut ke dalam pembelajaran. Tidak semua sumber belajar yang tersedia memiliki kualitas yang sama, sumber belajar yang tersedia di internet mungkin saja tidak relevan atau tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Oleh karena itu diperlukan pelatihan tentang pemanfaatan sumber belajar yang variatif bagi guru. Maka dalam hal ini, tim melakukan sharing knowledge bagi guru dan pembelajaran kepada siswa. Diskusi mencakup prinsip pembelajaran era zaman now, pembelajaran berbasis budaya, menggunakan edmodo dan kahoot. Melalui pelatihan dan pembelajaran yang dilakukan diperoleh bahwa: 1) Siswa menerima pembelajaran matematika yang menyenangkan; 2) Guru-guru mendapat penambahan ilmu dan wawasan baru mengenai penerapan IT dalam pembelajaran dan bagaimana tetap menekankan pemahaman konsep dengan memanfaatkan benda-benda sekitar siswa/i tersebut; 3) Guru-guru juga bisa menerapkan penggunaan pembelajaran online dengan menggunakan Edmodo dan Kahoot.
Skills in Constructing and Implementing Learning Designs for Preservice Mathematics Teacher at Universitas Samudra Roni Priyanda; Tatang Herman; Iden Rainal Ihsan; Nishabah Fadhelina; Stevi Natalia
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 9 No 1 (2024): July
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v9i1.6070

Abstract

Many preservice mathematic teachers use a learning strategy (a model, method, or approach) that is connected to one or more mathematical abilities when preparing their final projects. This research project examines the use of this tactic through a (quasi) experimental learning approach. Upon selecting a learning approach, some final-year students investigate its impact on enhancing students' mathematical proficiency. Aim of this research is to determine the suitability profile of the final assignment of preservice mathematic teachers at Universitas Samudra between the title and the learning design applied and to find solutions to improve the understanding of preservice mathematic teachers at Universitas Samudra in preparing their final assignments. The results of the praxiological analysis skills in constructing and implementing learning designs for preservice mathematic teachers at Universitas Samudra are: 18,18% hhe learning implementation plan is in accordance with the learning model and is explained in the final assignment discussion, 42,42% the learning implementation plan is in accordance with the learning model but is not explained in the final assignment discussion, and 23,33% The learning implementation plan is not in accordance with the chosen learning model.
Evaluation of Mathematics Education Curriculum in Terms of Product on the Context, Input, Process, and Product Model Natalia, Stevi; Purba, Santri Chintia; Darhim, Darhim; Situmeang, Gita Meilisa
IndoMath: Indonesia Mathematics Education Vol 6, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/indomath.v6i1.49

Abstract

This research aims to reveal the results of curriculum evaluations that refer to the Indonesian National Qualifications Framework. The assessment form uses the context, input, process, and product model, but this paper will only examine the product section analysis. This research is evaluation research with a qualitative approach. Data collection techniques used observation, questionnaires, and interviews, then validated using triangulation, namely methods, sources, and expert group discussion forums. This study was analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, presentation, and conclusions. The results of the product section evaluation are as follows 1). The learning achievement of 3 aspects successfully achieved cognitive by 75%, practical at 75.51%, and psychomotor at 74.12%. 2). 99% of students have a Semester Grade Point Average that meets the criteria, and 3). 85.8% of graduates managed to get jobs according to the curriculum.