Hanny Poli
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : MEDIA MATRASAIN

PARTISIPASI MASYARAKAT MENGANTISIPASI ANCAMAN BENCANA ALAM PADA DESA TATELI TIGA DAN TATELI WERU MANDOLANG DI MINAHASA Poli, Hanny; Siregar, Frits O.P.; Lakat, Ricky M.S
MEDIA MATRASAIN Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai tenaga pendidik yang berada di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi dengan tugas dan fungsi yaitu melaksanakan tridarma perguruan tinggi yaitu: pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyrakat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Melalui program PKM tahun 2019 tim telah melaksanakan pengabdian yang diberi judul yaitu: “PKM Pelatihan Teknis Antisipasi Masyarakat terhadap ancaman bencana di desa Tateli Tiga dan Desa Tateli Weru Mandolang Minahasa” yang telah dihadiri sebanyak 35 orang peserta (daftar hadir telampir). Luaran yang direncanankan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat kegiatan PKM yaitu: Tesedianya Artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal ber ISBN atau Prosiding ber ISBN dari seminar nasional atau tersedianya artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui media cetak/elektronik. Bagi masyarakat yang telah terlatih dapat juga menjadi pelopor dalam memberikan dorongan atau ajakan bagi masyarakat lainnya yang ada di sekitar kecamatan Mandolang dalam mengantisipasi terhadap ancaman bencana alam apabila diminta baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat lainnya yang membutuhkan bantuan dalam rangka peningkatan kewaspadaan masyarakat sesuai permasalahan yang dihadapi. Metode pelaksanaan program PKM Pelatihan Teknis Antisipasi Masyarakat terhadap ancaman bencana di desa Tateli Tiga dan Desa Tateli Weru Mandolang Minahasa melalui: survei, observasi lokasi lingkungan permukiman desa, wawancara dengan pemerintah desa Tateli Tiga dan desa Tateli Weru, serta masyarakat yang ada disekitar lokasi rawan banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, gelombang pasang dan tsunami dan pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholders) serta melakukan studi pustaka. Kesimpulan bahwa upaya peningkatan ketentraman, keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat di desa diperlukan kerjasama antara Pemerintah desa serta kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lembaga sosial masyarakat (LSM), lembaga pendidikan tinggi sebagai antisipasi terhadap ancaman bencana alam. Pertumbuhan dan perkembangan suatu komunitas masyarakat yang memiliki tujuan dan sasaran untuk menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya, dapat ditentukan oleh rasa tenteram, aman dan nyaman sehingga perlunya difasilitasi oleh pemerintah melalui: Membangun infrastruktur yang tanggap bencana alam seperti: banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, tsunami; mengurangi penebangan pohon-pohon serta membangun dan memelihara drainase; penegakan peraturan dalam membangun rumah pada kawasan rawan bencana; perlu kesadaran masyarakat; perlu adanya jalur evakuasi apabila terjadi bencana; perlu adanya pendampingan baik dari pemerintah dan Lembaga Pendidikan Tinggi yang memiliki kepakaran ilmu dan teknologi, keterampilan dalam bidang kebencanaan.
Catatan Editorial Poli, Hanny
MEDIA MATRASAIN Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

...
KAJIAN TATA RUANG WILAYAH PESISIR KOTA MANADO MENGHADAPI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL Poli, Hanny; Tinangon, Alvin Jantje
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenataan ruang kawasan pesisir pantai perlu mendapat perhatian mengingat akan keberlanjutan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Kegiatan kawasan pesisir yang tidak terkendali adalah sebagai salah satu unsur penyebab terjadinya pemanasan global, yang berdampak pada peningkatan suhu udara maupun perairan didalam kota dan sekitarnya. Visi Kota Manado sebagai Kota Ekowisata maka perlu diperhatikan dalam pembangunannya yang cukup pesat dan perlu dikendalikan untuk mencapai keseimbangan lingkungan. Ruang kawasan pesisir perlu ditata agar dapat dipelihara sehingga memberikan dukungan yang nyaman terhadap manusia serta mahluk hidup lainnya dalam melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya secara optimal. Ratifikasi Protocal Kyoto oleh beberapa negara adalah juga sebagai upaya untuk mengurangi sebab-sebab pemanasan global dengan mereduksi pelepasan gas-gas rumah kaca. UU no 27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. UU no. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengatur besarnya prosentasi Ruang Terbuka Hijau pada kawasan urban/pesisir, dan PP no. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional sebagai kepedulian pemerintah terhadap pentingnya penataan ruang kawasan pesisir. Penelitian ini akan difokuskan pada areal kawasan pesisir pantai kota Manado. Metode yang akan dipakai sistim Mapping, drawing (Lubis, 2002), Observasi Lapangan (direct).Kata Kunci : Tata ruang, pesisir, urban heat island
ARSITEKTUR BIOKLIMATIK Tumimomor, Inggrid A.G.; Poli, Hanny
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTema bioklimatik merupakan salah satu langkah menuju ke arah yang lebih baik dan sehat, dengan menerapkan perancangan yang baik yang memiliki Keindahan/Estetika (venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas). Perkembangan Arsitektur Bioklimatik berawal dari tahun 1990-an. Arsitektur bioklimatik merupakan arsitektur modern yang di pengaruhi oleh iklim. Arsitektur Bioklimatik merupakan pencerminan kembali arsitektur Frank Lloyd Wright yang terkenal dengan Arsitektur yang berhubungan dengan alam dan lingkungan dengan prinsip utamanya bahwa seni membangun tidak hanya efisiensinya saja yang di pentingkan tapi juga ketenangan, keselarasan, kebijaksanaan dan kekuatan bangunan sesuai dengan bangunannya. Dalam merancang sebuah desain bangunan juga harus memikirkan penerapan desain bangunan yang beradaptasi dengan lingkungan atau iklim setempat. Penghematan energi dengan melihat kondisi yang ada di sekitar maupun berdampak baik pada kesehatan. Dengan strategi perancangan tertentu, bangunan dapat memodifikasi iklim luar yang tidak nyaman menjadi iklim ruang yang nyaman tanpa banyak menkonsumsi energi. Kebutuhan energi perkapita dan nasional dapat di tekan jika secara nasional bangunan di rancang dengan konsep hemat energi. Selain itu yang dapat kita temui pada bangunan bioklimatik yaitu mempunyai ventilasi alami agar udara yang dihasilkan alami, Tumbuhan dan lanskap membuat bangunan lebih sejuk serta memberikan efek dingin pada bangunan dan membantu proses penyerapan O2, dan pelepasan CO2, demikian juga dengan adanya Solar window atau solar collector heat di tempatkan didepan fisik gedung untuk menyerap panas matahari. Maka muncullah desain yang benar2 menerapkan desain hemat energi. Tulisan ini merupakan perancangan yang tidak menyebabkan meningkatnya konsumsi energi dan kerusakan lingkungan, berupa polusi udara, polusi suara, melainkan menciptakan rancangan arsitektur yang ramah lingkungan serta arsitektur yang alami.Kata kunci: Bioklimatik, Ramah Lingkungan, Desain Arsitekur Alami
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KESIAP SIAGAAN MENGANTISIPASI ANCAMAN BENCANA ALAM DI DESA KALI DAN KALI SELATAN MINAHASA Poli, Hanny; Franklin, Papia J.C.; Lakat, Ricky M.S
MEDIA MATRASAIN Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan suatu luaran dari implementasi kegiatan bidang pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam bidang kebencanaan yang dapat melibatkan masyarakat. Melalui program dengan skim Program Kemitraaan Masyarakat (PKM) tahun 2018, tim telah melaksanakan kegiatan “PKM Pelatihan Teknis Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Ancaman Bencana di Desa Kali dan Kali Selatan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa” yang telah dihadiri sebanyak 46 orang peserta dari anggota masyarakat setempat. Luaran dari kegiatan ini ialah tersedianya karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal nasional serta tersedianya petunjuk teknis yang praktis dan memadai bagi masyarakat.  Program ini dilaksanakan dengan metode survey, observasi lokasi lingkungan permukiman desa, melakukan wawancara dengan pemerintah desa Kali dan Kali Selatan serta mitra kerja yaitu masyarakat yang ada disekitar lokasi rawan banjir, tanah lonsor, erupsi gunung berapi dan pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholders) serta studi pustaka. Sebagai kesimpulan, upaya peningkatan ketentraman, keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat di desa memerlukan kerjasama antara pemerintah dari kedua desa dimaksud dengan masyarakat, lembaga sosial masyarakat, lembaga pendidikan tinggi sebagai antisipasi terhadap ancaman bencana. Pertumbuhan dan perkembangan suatu komunitas masyarakat ditentukan oleh adanya rasa tenteram, aman dan nyaman yang perlu difasilitasi oleh pemerintah melalui: pembangunan infrastruktur yang tanggap terhadap ancaman bencana alam seperti: banjir dan tanah longsor dan erupsi gunung berapi; melaksanakan penghijauan bukit serta memelihara drainase; penegakan peraturan dalam membangun rumah pada kawasan rawan bencana; pelatihan teknis / sosialisasi;  penempatan tanda-tanda jalur evakuasi; pendampingan baik dari pemerintah dalam hal ini melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Minahasa serta Lembaga Pendidikan Tinggi yang memiliki kepakaran ilmu dan teknologi, ketrampilan dalam bidang kebencanaan serta lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lainnya yang berkompeten dalam rangka memberikan rasa tenteram, aman dan kenyamanan.