Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Industrial Engineering Management

ANALISIS PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN E-ISSN 2503 - 1430 ISSN 2541 - 3090 MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL DUDECK SMITH DAN PALMER PADA PT. BOBI AGUNG INDONESIA Abdul Mail; Muhammad Nusran; Nurul Chairany; Taufik Nur; Resky Faturrahman
Journal of Industrial Engineering Management Vol 3, No 2 (2018): Journal of Industrial Engineering Management Vol. 3 No. 2
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.652 KB) | DOI: 10.33536/jiem.v3i2.233

Abstract

Penjadwalan produksi di dalam dunia industri, baik industry manufaktur maupun agroindustri memiliki peranan penting sebagai bentuk pengambilan keputusan. Perusahaan berupaya untuk memiliki penjadwalan yang paling efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang dihasilkan dengan total biaya dan waktu seminimal mungkin. Sistem produksi di bidang manufaktur yang melibatkan banyak proses, mesin dan juga waktu proses yang bervariasi akan menemui banyak hambatan jika penjadwalan tidak dilakukan dengan metode yang tepat, sehingga mengakibatkan proses produksi yang bekerja kurang efektif dan efisien. Tingginya permintaan dan cepatnya perkembangan dalam bidang industri seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan munculnya persaingan antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Perusahaan yang dapat bertahan dalam persaingan tersebut harus berusaha untuk mempertahankan atau menambah jumlah konsumennya. Salah satu usahanya adalah dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggannya yaitu dengan menyelesaikan pesanan sesuai dengan waktu yang telah disepakati. PT. Bobi Agung Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memperoduksi pupuk cair dan pupuk padat. Dalam proses operasionalnya. Hal ini diakibatkan karena penjadwalan produksi yang kurang efektif, sehingga kemungkinan besar dapat mengurangi kepuasan kepada pelanggannya. Dalam penelitian ini digunakan metode Campbell Dudeck Smith (CDS) dan Palmer yang mana dari kedu metode tersebut dapat mengetahui total waktu penyelesaian job minimal. Dari hasil yang telah diperoleh dapat diketahui total makespan dengan menggunakan metode CDS adalah 5918,71 menit dan Palmer adalah 6771,554 menit den gan selisih sebesar 852,844 menit, dimana metode CDS memiliki waktu penyelesaian lebih singkat.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DENGAN METODE OBJEKTIVE MATRIX (OMAX) PADA CV. BINTANG JAYA Abdul Mail; Takdir Alisyahbana; Anis Saleh; Rahmania Malik; Ibrahim Ibrahim
Journal of Industrial Engineering Management Vol 3, No 2 (2018): Journal of Industrial Engineering Management Vol. 3 No. 2
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.848 KB) | DOI: 10.33536/jiem.v3i2.234

Abstract

Persaingan pada industri manufaktur saat ini semakin ketat khususnya di makassar. Setiap perusahaan dituntut untuk berusaha menjaga kestabilan kinerjanya agar dapat bertahan dari persaingan yang kompetitif. Bahkan, untuk dapat mengungguli para pesaingnya perusahaan menginginkan adanya peningkatan kinerja pada setiap periode. CV. Bintang Jaya merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang pembuatan sirup, tepatnya di Kota makassar yang berdiri sejak tahun 1981. Tujuan produksinya di prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan daerah sulawesi selatan,terutama daerah Makassar. Pada tahun 2016 CV. Karena perusahaan biasanya tidak selalu mencapai terget produksinya maka cv bintang jaya ingin mengukur produktivitas produksi agar mencapai target produksinya dengan catatan kinerja perusahaan dan produktivitas perusahaan meningkat. Dengan menggunakan produktivitas yang merupakan salah satu dari sekian banyak instrument manajemen dalam mengukur kinerja organisasi yang berorientasi pada profit dan non profit, dimana nantinya hasil pengukuran tersebut dapat dijadikan informasi mengenai kondisi organisasi, yang apabila kondisinya buruk dapat segera diperbaiki dan apabila kondisinya cukup baik maka agar dipertahankan atau bahkan ditingkatkan, maka model pengukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat produktivitas adalah model Objective Matrix (Omax), yang mana kelebihan dari model ini adalah dapat mengukur tingkat produktivitas dari sudut non keuangan. Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan bahwa indeks produktivitas yang paling rendah adalah pada bulan Februari 2017 yaitu sebesar -82,58% dan indeks produktivitas yang paling tinggi adalah pada bulan Maret 2017 yaitu sebesar 240,74%.
STUDI ERGONOMI BERDASARKAN ASPEK BIOMEKANIKA DAN FISIOLOGI PADA RANCANG BANGUN KENDARAAN BECAK MOTOR (BENTOR) DI KOTA MAKASSAR Abdul Mail
Journal of Industrial Engineering Management Vol 5, No 1 (2020): Journal of Industrial Engineering Management Vol. 5 No. 1
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jiem.v5i1.549

Abstract

Bentor adalah kendaraan modifikasi dan gabungan becak dan motor yang digunakan sebagai kendaraan angkutan umum. Kendaraan tersebut tidak melalui tahap perencanaan dan peranca-ngan agar layak menjadi kendaraan penumpang, termasuk tidak memperhatikan aspek ergonomi. Akibatnya mungkin muncul keluhan musculoskeletal yang umumnya terjadi pada otot leher, bahu, lengan, jari, punggung, pinggul dan otot-otot bagian bawah pengemudi. Berdasarkan hasil analisis aspek Biomekanika nampak bahwa Recommended Weigth Limit pengemudi cukup tinggi dengan lifting index (LI) > 1, yang berarti aktivitas tersebut mengan-dung resiko terjadinya cedera pada tulang belakang. Begitupula gaya otot pada L5/S1 pengemudi sangat tinggi. Gaya total (Wtot) dan gaya tekan atau kompresi pada L5/S1 (FC) berada jauh di atas batas aman yang dipersyaratkan yakni maksimal 3.400 Newton. Hal ini berpotensi membuat pengemudi mengalami cedera. Sedangkan hasil analisis aspek Fisiologi nampak bahwa energy expenditure pengemudi mengalami kenaikan yang cenderung telah mendekati batas aman yang dipersyaratkan yakni maksimal 4,7 kkal/menit, Hasil penelitian ini merekomendasikan agar dilakukan desain ulang terhadap rancang bangun bentor agar lebih ergonomis sehingga dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan dan kesela-matan pengemudi dan penumpang.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE MIN-MAX STOCK DI PT. PANCA USAHA PALOPO PLYWOOD Abdul Mail; Muhammad Asri; Ahmad Padhil; Takdir A Takdir A; Nurul Chairany Chairany
Journal of Industrial Engineering Management Vol 3, No 1 (2018): Journal of Industrial Engineering Management Vol. 3 No. 1
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.767 KB) | DOI: 10.33536/jiem.v3i1.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghindari kelebihan dan kekurangan bahan baku dengan menghitung besarnya persediaan bahan baku di PT. Panca Usaha Palopo Plywood. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang bersifat kualitatif yang berguna menerapkan solusi pada masalah terkini. Data penelitian ini diperoleh dari dari data pertahun perusahaan dengan pihak terkait. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa standar pelaksanaan dan pengelolaan persediaan bahan baku telah sesuai dengan standar yang telah ditentukan perusahaan. Peneliti menyimpulkan bahwa PT. Panca Usaha Palopo Plywood cukup efisien, efektif, dan ekonomis namun masih terdapat kelemahan-kelemahan dalam kegiatan dalam pengelolaan persediaan bahan baku perusahaan seperti kurangnya pemahaman karyawan akan peraturan mengenai tindakan disiplin yang ada, kurangnya kepuasan karyawan, terhadap sikap perusahaan dalam pemberian kompensasi, serta pemesanan bahan baku yang tidak teratur sehingga mengakibatkan penumpukan di gudang.dan sebaliknya kekurangan stock digudang, pengelolaan persediaan bahan baku.
DESIGNING AN INVENTORY MODEL FOR THE BEHAVIOR OF DEPENDENCE ON LPG GAS CONSUMPTION OF 3 KG USING THE DYNAMIC SYSTEM SIMULATION METHOD IN LUWUK BANGGAI REGENCY Izzul Aziz; Abdul Mail; Muhammad Nusran; Anis Saleh; Dirgahayu Lantara; Nurhayati Rauf; Muhammad Fachry Hafid
Journal of Industrial Engineering Management Vol 7, No 2 (2022): Journal of Industrial Engineering and Management Vol 7 No 2
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jiem.v7i2.1262

Abstract

Liquefied Petroleum Gas (LPG) or more commonly known as LPG gas is a gas stove fuel that comes from the results of liquefied petroleum gas and is then put into a tube, one of which is a 3-kilogram tube. The behavior of dependence on the consumption of 3-kilogram gas cylinders from the people of Banggai Regency can be seen from the use of non-subsidized 3 kilogram LPG gas, namely (±) 32. 002 people/group, the second is the consumption rate from subsidies and non-subsidies, namely 38. 864 units from total users, namely (±) 45. 000 people/groups with a supply of 30. 800 units and the third about frequent scarcity in 2020 and early 2021 reported by Banggai News and Obormotindok. Simulation Method Dynamic systems are modeling and running simulations of real systems to analyze problems and present solutions from policy scenarios from the researcher's perspective. By using this method, researchers can identify the behavior of 3 kilograms of gas consumption from the rate of consumption and demand through tables and graphs using the Powersim Studio 7 software. The results of the study present 3 policy scenarios, namely the first scenario regarding an increase in the transition to 99% non-subsidized gas cylinders with simulation results, namely September 1 2021 - October 1 2022 the demand is fulfilled, the second scenario regarding the addition of a 7th agent with simulation results, namely September 1 2021 - April 1 2023 demand can still be fulfilled and the third scenario regarding an increase in the transition to 99% non-subsidized gas cylinders and the addition of a 7th agent with simulation results, namely 1 September 2021 – 1 September 2023 the demand for needs is fulfilled. The conclusion is that the third policy scenario will be taken because among the policy scenarios presented, the preparation of tube supplies is fulfilled within two years, namely September 1 2021 - September 1 2023.