Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KONTRIBUSI WANITA PENJUAL IKAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI PASAR BAHU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Musa, Wanda Ester Tika; Pontoh, Otniel; Lumenta, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 3, No 5 (2015): (April 2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.3.5.2015.13404

Abstract

Abstract The Woman’s participation in working is not only for equality of rights but generally the reason why the woman is looking for a job is family need. This Research aims to know social economy condition of woman who sells fish depend on their age, education, experiences, and kinds of fish, fish handling, marketing, venture capital for woman income level, husband income level and how far influence the woman income for the family. This research has done in Bahu market, Malalayang District Manado City. The Researcher used study case and for the collecting data by survey and the data has taken by purposive sampling method. The result refers to social aspect of the woman who has dominant age around 25-50 and the highest formal education in senior high school are 7 people and the lowest formal education is elementary school are 7 people. The experience of working is 2-45 years old and skilled. Their houses are semi permanent. The sources of fish are bersehati market, Karombasan market, TPI Jati, Pantai Bahu, Pantai Malalayang, and Pantai Tanawangko with 9 kinds of fish and non fish. They use ice and salt for fish handling. For the capital they need Rp. 300,000-500,000 a day, Income for the woman who sells the fish is around Rp. 5,257,955 a month, whereas husband’s income is around Rp. 2,862,727 a month. Contribution of the woman who sells fish is 64.75% and the husband’s contribution is 35.25% Key words: contribution, woman, sells the fish, income Abstrak Partisipasi wanita tidak hanya menuntut persamaan hak, akan tetapi secara umum alasan perempuan bekerja adalah untuk membantu ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui sosial ekonomi wanita penjual ikan seperti umur, pendidikan, pengalaman, perumahan, sumber dan jenis ikan, penanganan ikan, pemasaran, modal usaha, tingkat pendapatan wanita penjual ikan dan tingkat pendapatan suami serta berapa besar kontribusi wanita penjual ikan terhadap pendapatan rumah tangga. Penelitian dilaksanakan di Pasar Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan dengan dasar studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan cara survei dan data diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dilihat dari aspek sosial wanita penjual ikan memiliki umur dominan 25 - 50 tahun dengan pendidikan tertinggi yaitu SMA berjumlah 7 orang dan terendah yaitu SD berjumlah 7 orang. Pengalaman kerja 2 - 45 tahun dan cukup terampil, tipe rumah dominan semi permanen. Sumber ikan dari beberapa tempat yaitu Pasar Bersehati, Pasar Karombasan, TPI Jati, Pantai Bahu, Pantai Malalayang, dan Pantai Tanawangko dengan 9 jenis ikan dan non ikan. penanganan ikan menggunakan es dan garam. Dalam menjual ikan modal yang diperlukan Rp.300.000 - Rp.5.000.000 per hari, hasil pendapatan keseluruhan wanita penjual ikan rata-rata Rp.5.257.955 per bulan, sedangkan pendapatan suami rata-rata Rp.2.862.727 per bulan. Kontribusi wanita penjual ikan terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 64,75% sedangkan kontribusi suami terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 35,25%. Kata Kunci : kontribusi, wanita, penjual ikan, pendapatan
ANALISIS PEMASARAN IKAN KERAPU (Epinephelinae) DI PASAR BERSEHATI KOTA MANADO Wallong, Mario Christi; Pontoh, Otniel; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 3, No 6 (2015): (Oktober 2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.3.6.2015.13417

Abstract

Abstract Groupers are leading commodity Indonesian non-oil exports, in addition to seaweed, shrimp and tuna. As for the issue of the implementation of the work plan this research is: How grouper trading system in the city of Manado, especially in the market Bersehati. What form of marketing channels grouper in Manado City. How is the general state of the market Bersehati Manado City. Explaining the marketing of grouper in the area of ​​research, and identify sources of fish where it came from and determine the level of income trader Bersehati grouper in Manado City Market. Knowing the margin trading system of the existing marketing system in Bersehati Market. The method used in this study is a survey method. Based on the results of the analysis of marketing research grouper can draw the following conclusion: Groupers are sold in the market Bersehati Manado partly derived from other areas such as Ternate, Ganges Island, Sangihe; Marketing chain grouper in the market Bersehati relatively long starting from the fisherman / producer grouper, traders / collectors grouper, supermarkets, restaurants, consumer; The price of fish sold is still quite different / price variation by type of grouper were sold in the market Bersehati Manado City. Key words : fisherman, groupers, marketing Abstrak Ikan kerapu adalah komoditas unggulan ekspor non migas Indonesia, disamping rumput laut, udang dan tuna. Adapun yang menjadi permasalahan dari pada pelaksanaan rencana kerja peneltian ini adalah: Bagaimana tataniaga ikan kerapu yang ada di Kota Manado khususnya di pasar bersehati. Bagaimana bentuk saluran pemasaran ikan kerapu di Kota Manado. Bagaimana keadaan umum pasar bersehati Kota Manado. Menjelaskan kondisi pemasaran ikan kerapu di daerah penelitian, dan mengidentifikasi sumber-sumber ikan dari mana asalnya serta mengetahui tingkat pendapatan pedagang ikan kerapu di Pasar Bersehati Kota Manado, mengetahui margin tataniaga dari sistem pemasaran yang ada di Pasar Bersehati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Berdasarkan hasil penelitian analisis pemasaran ikan kerapu dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut: Ikan kerapu yang di jual di pasar bersehati Kota Manado sebagian berasal dari wilayah lain seperti Ternate, Pulau Gangga, Sangihe; Rantai pemasaran ikan kerapu di pasar bersehati tergolong panjang yaitu mulai dari nelayan/produsen ikan kerapu, pedagang/pengumpul ikan kerapu, swalayan, restoran, konsumen; Harga ikan yang dipasarkan masih tergolong berbeda/variasi harganya menurut jenis ikan kerapu yang dipasarkan di pasar bersehati Kota Manado. Kata Kunci : nelayan, kerapu, pemasaran
MANAJEMEN USAHA PERIKANAN JARING INSANG DASAR DI KELURAHAN MANADO TUA 1 KOTA MANADO Lanes, Stela; Pontoh, Otniel; Lumente, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13310

Abstract

Abstract The study examines the bussiness management of bottom gillnet fishery in Manado Tua 1 village Manado city. This study aims to identify and assess fisheries management that includes venture capital, the catch, the marketing system, sharing system, labor system, performance of the functions of business management and financial analysis of the bottom gillnet fishery. The result of the study, the required capital of Rp. 4, 100,000. the catch is classified as demersal fish. Marketing system of fishermen, wholesaler, fish traider and consumers. But if it catches a bit of a marketing system directly to consumers. Sharing system 50% for owners and 50% for fishermen workers. The labour are needed 3-4 people. Keywords: Bussiness Management, bottom Gillnet, Manado Tua 1   Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang manajemen usaha perikanan jaring insang dasar di KelurahanManado Tua 1.Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji manajemen usaha perikanan yang mencakup modal usaha, hasil tangkapan, sistem pemasaran, sistem bagi hasil dan sistem tenaga kerja, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Berdasarkan hasil penelitian, modal yang dibutuhkan sebesar Rp. 4.100.000.Hasil tangkapan ialah ikan yang tergolong demersal, sistem pemasaran dari nelayan, pedagang besar, pedagang pengecer, konsumen. Tetapi jika hasil tangkapan sedikit, sistem pemasaran yang dilakukan dari nelayan langsung kepada konsumen. Sistem bagi hasil 50% untuk nelayan pemilik dan 50% untuk nelayan pekerja. Tenaga kerja yang dibutuhkan 3-4 orang. Kata Kunci: Manajemen Usaha, jaring Insang Dasar, Manado Tua 1
STUDI ASPEK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI DESA KEMA TIGA KECAMATAN KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Daud, Christo; Mantjoro, Eddy; Pontoh, Otniel
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 11 (2018): April (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.11.2018.25019

Abstract

AbstrakAspek sosial merupakan hasil dari hubungan sosial antar manusia dan manusia dengan alam. Aspek sosial dalam penelitian ini hanya dibatasi sesuai variabel yang telah ditentukan yaitu ukuran keluarga, keadaan rumah, agama, umur dan pengalaman kerja, kesehatan, tingkat pendidikan, dan sarana hiburan.Aspek ekonomi adalah aspek yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup atau berkaitan dengan uang. Aspek ekonomi dalam penelitian ini hanya dibatasi sesuai variabel yang telah ditentukan yaitu tingkat pendapatan, tingkat pengeluaran, dan tingkat tabungan.Pendapatan adalah hasil usaha yang nelayan peroleh dan dinyatakan dalam bentuk uang. Untuk mengetahui tingkat pendapatan para nelayan dihitung berdasarkan penghasilan sebagai nelayan dan penghasilan usaha lain. Pendapatan usaha lain yang dimaksudkan disini adalah penghasilan nelayan dari usaha lain atau penghasilan dari istri nelayan atau keluarga nelayan. Pendapatan nelayan purse seine adalah Rp2.500.000,- untuk ABK yang bekerja di ukuran kapal <30 GT dan Rp4.000.000,- untuk ABK yang bekerja di ukuran kapal >30 GT, Sedangkan pendapatan nelayan perahu lampu adalah Rp6.000.000,-.Tingkat pengeluaran tergantung dari tingkat pendapatan semakin tinggi pendapatan semakin tinggi pula pengeluaran. Pengeluaran rumah tangga nelayan untuk bahan makanan disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga, karena semakin banyak anggota keluarga maka pengeluaran untuk bahan makanan semakin tinggi.Tabungan merupakan sisa dari pendapatan yang telah digunakan dalam berbagai keperluan atau pengeluaran. Tabungan yang dimiliki nelayan purse seine berkisar antara Rp60.000,- hingga Rp3.200.000,- dari setiap responden, sedangkan untuk nelayan perahu lampu berkisar antara Rp1.700.000,- hingga Rp2.800.000,- dari setiap responden. Tabungan dihitung dengan jumlah pendapatan dikurangkan dengan jumlah pengeluaran. Hasil wawancara dengan responden, tabungan tersebut tidak disimpan setiap bulan, karena ada beberapa kebutuhan yang tidak terduga yang harus dipenuhi oleh responden. Kebutuhan tidak terduga misalnya untuk perbaikan rumah, kursi, meja, dan lain-lain.Kata kunci: sosial, ekonomi, nelayan, kesejahteraan
RANTAI NILAI PRODUK BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA BUKU UTARA KECAMATAN BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Bilangua, Wandris G.F.; Rarung, Lexy K.; Pontoh, Otniel
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24393

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui rantai nilai produk budidaya rumput laut mulai dari penjual pertama atau pembudidaya rumput laut sampai pada pembeli terakhir dan mengidentifikasi rantai nilai produk budidaya rumput laut di Desa Buku Utara Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil penelitian rantai nilai produk budidaya rumput laut yang ada di Desa Buku Utara Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara, mulai dari petani rumput yang membudidaya rumput laut tersebut, kemuadian Dinas Perikanan Provinsi membeli rumput laut sebanyak 2 ton per musim (rumput laut basah) dengan harga Rp 7500,-/kg, jadi total 2.000 kg x Rp 7500,- = Rp 15.000.000,-. Sedangkan untuk rumput laut kering dijual ke toko Mahau dengan harga Rp 20.000,-/kg sebanyak 200 kg rumput laut per musim, jadi totalnya untuk rumput laut kering Rp 4.000,-.
PERANAN NELAYAN TERHADAP REHABILITASI EKOSISTEM HUTAN BAKAU (MANGROVE) Pontoh, Otniel
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.258 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.7.2.2011.181

Abstract

ABSTRACTMangrove forest ecosystem has an important role for the welfare of the fishermen, because the daily activities of fishing is always related to the mangrove ecosystem. Therefore, it is necessary to make an effort to restore degraded mangrove forest in order to return to their function for human welfare, especially fishermen, and support the development of coastal areas. The participation in rehabilitation and managing of mangrove ecosystem is the key to the success of mangrove conservation. The level of knowledge and the role of fishermen on the mangrove ecosystem rehabilitation will be discussed in this paper.ABSTRAKEkosistem hutan mangrove memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan nelayan, karena aktifitas sehari-hari nelayan selalu berhubungan langsung dengan ekosistem hutan bakau. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk memulihkan kembali hutan bakau yang rusak agar dapat kembali memberikan fungsinya bagi kesejahteraan manusia khususnya nelayan dan mendukung pembangunan wilayah pe-sisir. Keikutsertaan nelayan dalam upaya rehabilitasi dan pengelolaan bakau dapat menjadi kunci keberhasilan pelestarian bakau. Tingkat pengetahuan dan respon nelayan terhadap rahabilitasi ekosistim hutan mangrove akan didiskusikan dibawah ini.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS MODAL SOSIAL DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DESA GANGGA DUA KABUPATEN MINAHASA UTARA Pontoh, Otniel
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 6, No 3 (2010)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.535 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.6.3.2010.156

Abstract

This research which aimed to identified and analyzed social capital of fisheries communities in Gangga dua village, North Monahasa District, has been conducted in 2007. Socio-culture data collected from fisheries community is consist of local value and local value system, local religious, pattern and system of production and reproduction and local politics. Data was collected by snowball sampling from community members who have deep knowledge about socio-culture of their community themselves. After data collected shown the socio-culture character of fisheries community then it has been analyzed to show the social capital typology. The research shows that fisheries community in Gangga Dua village still become closed community or has a characteristif of social capital bounding. Need a policy related to social structure improvement because of the social capital typology's of fisheries community in Pasauran village has been big influenced by various of economic aspect in economic activity of their life.
PENANGKAPAN IKAN DENGAN BOM DI DAERAH TERUMBU KARANG DESA ARAKAN DAN WAWONTULAP Pontoh, Otniel
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.927 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.7.1.2011.17

Abstract

This study was aimed to see the behavior of fishermen who catch fish using explosives in coral zone. This research was carried out in Arakan and Wawontulap villages, South Minahasa.  The results showed that almost 60 percent of coral reef areas were destroyed by fish bombing.