Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penyuluhan Makanan Sehat dan Bimbingan Teknis Pengujian Formalin pada Makanan di Gapoktan Sumber Makmur Khalimatus Sa'diyah; Heny Dewajani; Nanik Hendrawati; Mutia Devi Hidayati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, September 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i3.584

Abstract

Salah satu upaya untuk memperpanjang umur makanan adalah dengan memberikan bahan tambahan pengawet. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 033 tahun 2012 menyebutkan tentang bahan aditif atau tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam makanan, khususnya formalin. Penggunaan formalin sebagai zat aditif makanan memmberikan efek samping yang kurang baik bagi tubuh manusia. Sehingga diperlukan cara untuk mendeteksi atau mengidentifikasi makanan berfomalin dan mensosialisasikannya kepada masyarakat. Masyarakat daerah pesisir seperti di Desa Kedung Bandeng – Sumbermanjing Wetan berpotensi sebagai mitra karena akses geografis dan aksestibilitas yang sulit terjangkau informasi, tingkat pendidikan masyarakat yang rendah serta ekonomi yang masih lemah. Tujuan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini adalah untuk memberikan penyuluhan terkait bahaya penggunaan formalin dan cara mendeteksi formalin pada makanan untuk kelompok tani (Gapoktan) Sumber Makmur – Desa Kedung Banteng. Kegiatan PPM ini dilakukan dalam bentuk pelatihan meliputi presentasi, diskusi dan simulasi penggunaan testkit formalin pada makanan. Pelatihan PPM ini diikuti oleh 30 peserta. Materi disampaikan oleh perwakilan Tim PPM dan simulasi pendeteksian formalin pada makanan dipandu oleh mahasiswa. Kegiatan PPM berjalan lancar dan peserta sangat antusias mengikutinya. Kegiatan PPM berjalan dengan lancar dan peserta sangat antusias mengikutinya. Respon peserta menunjukkan bahwa kegiatan PpM ini memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan mitra. Tim PpM memaparkan solusi terkait edukasi bahaya formalin dengan jelas sehingga peserta merasa pendampingan yang diberikan sudah sesuai dan memuaskan.
PELATIHAN PEMBUATAN YOGURT UNTUK BINAAN PANTI ASUHAN YAYASAN SITI FATIMAH PANDAAN: Pelatihan Pembuatan Yogurt Nanik Hendrawati; Luchis Rubianto; Windi Zamrudy; Mutia Devi Hidayati
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v9i1.109

Abstract

Yayasan yatim piatu SITI FATIMAH terletak di desa Nogosari Kec.Pandaan. dengan jumlah anak asuh sekitar 117 anak. Karena letaknya yang strategis panti dapat dikembangkan menjadi tempat usaha dikarenakan akses terhadap pasar dan pembeli sangat dekat. Namun permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan usaha yaitu: 1. Terbatasnya pekarangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian/ peternakan 2. Belum memiliki keterampilan teknik mengolah produk susu 3. Belum memiliki keterampilan manajemen usaha kecil serta teknik pengembangan usaha. Sejalan dengan renstra Pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Malang, pemberdayaan Koperasi dan UMKM, maka tim PPM Jurusan Teknik Kimia Polinema melaksanakan program Pelatihan Pembuatan Yogurt yang dilaksanakan di yayasan Siti Fatimah pada tanggal 2 Oktober 2020 secara daring dan luring dikarenakan masih dalam kondisi pandemi. Pemaparan materi oleh tim PPM secara online, sedangkan praktek pembuatan yogurt dilakukan secara langsung oleh perwakilan tim PPM Teknik kimia dibantu mahasiswa. Selain memberikan arahan praktek secara langsung, perwakilan tim juga memberikan video tutorial pembuatan yogurt, modul praktek, bahan pembuatan yogurt berupa susu skim dan starter yogurt kepada pengurus yayasan Siti Fatimah. Pengurus yayasan Siti Fatimah sangat antusias mengikuti semua tahapan kegiatan, dan akan mentransfer ilmu yang didapat ke anak didik dan masyarakat sekitar, sehingga mampu membuat yogurt sebagai usaha produktif.
PEMBINAAN DALAM PEMANFAATAN LIMBAH BIJI KAPUK MENJADI BIODIESEL BAGI MASYARAKAT DAN SENTRA INDUSTRI KAPUK KELURAHAN SUWAYUWO, PASURUAN Mutia Devi Hidayati; Arief Rahmatulloh; Sandra Santosa
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 6 No 01 (2022): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v6.i01.a5146

Abstract

Desa Suwayuwo merupakan daerah di wilayah Kabupaten Pasuruan yang menjadi sentra industri pengolahan kapuk dengan produksi puluhan ton setiap tahunnya. Produk yang dihasilkan dari industri pengolahan kapuk bermacam-macam, seperti kapuk halus, biji, kulit, dan ampas. Produk samping dari pengolahan kapuk yang berupa biji kapuk hanya dijual ke industri terdekat. Hal ini dikarenakan masyarakat setempat maupun pihak industri pengolahan kapuk menganggap bahwa produk samping tersebut tersebut merupakan limbah dan tidak dapat diolah menjadi produk. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan juga sentra industri kapuk di Desa Suwayuwo, Pasuruan untuk diberikan pembinaan dan pelatihan skill agar mendapatkan pengetahuan serta keterampilan dalam mengolah produk samping berupa biji kapuk. Salah satu bentuk pelatihan keterampilan yang dapat diberikan kepada masyarakat dan juga sentra industri kapuk adalah cara pembuatan bahan bakar biodiesel dari biji kapuk. Pengabdian dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2021 dengan peserta sebanyak 10-15 peserta. Berdasarkan hasil uji kuisioner dapat diketahui bahwa nilai mean mencapai angka 3.90 dan nilai modus dari masing-masing pertanyaan adalah 4.0. Hal ini dapat diinformasikan bahwa peserta pelatihan paham, merasakan manfaat serta puas terhadap adanya pembinaan dalam pemanfaatan biji kapuk menjadi biodiesel.. Peserta pelatihan juga mendapatkan hibah sebuah mesin screw press dari tim pengabdian yang dapat digunakan untuk memproduksi biodiesel secara mandiri.
Penyuluhan Makanan Sehat dan Bimbingan Teknis Pengujian Formalin pada Makanan di Gapoktan Sumber Makmur Khalimatus Sa'diyah; Heny Dewajani; Nanik Hendrawati; Mutia Devi Hidayati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, September 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i3.584

Abstract

Salah satu upaya untuk memperpanjang umur makanan adalah dengan memberikan bahan tambahan pengawet. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 033 tahun 2012 menyebutkan tentang bahan aditif atau tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam makanan, khususnya formalin. Penggunaan formalin sebagai zat aditif makanan memmberikan efek samping yang kurang baik bagi tubuh manusia. Sehingga diperlukan cara untuk mendeteksi atau mengidentifikasi makanan berfomalin dan mensosialisasikannya kepada masyarakat. Masyarakat daerah pesisir seperti di Desa Kedung Bandeng – Sumbermanjing Wetan berpotensi sebagai mitra karena akses geografis dan aksestibilitas yang sulit terjangkau informasi, tingkat pendidikan masyarakat yang rendah serta ekonomi yang masih lemah. Tujuan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini adalah untuk memberikan penyuluhan terkait bahaya penggunaan formalin dan cara mendeteksi formalin pada makanan untuk kelompok tani (Gapoktan) Sumber Makmur – Desa Kedung Banteng. Kegiatan PPM ini dilakukan dalam bentuk pelatihan meliputi presentasi, diskusi dan simulasi penggunaan testkit formalin pada makanan. Pelatihan PPM ini diikuti oleh 30 peserta. Materi disampaikan oleh perwakilan Tim PPM dan simulasi pendeteksian formalin pada makanan dipandu oleh mahasiswa. Kegiatan PPM berjalan lancar dan peserta sangat antusias mengikutinya. Kegiatan PPM berjalan dengan lancar dan peserta sangat antusias mengikutinya. Respon peserta menunjukkan bahwa kegiatan PpM ini memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan mitra. Tim PpM memaparkan solusi terkait edukasi bahaya formalin dengan jelas sehingga peserta merasa pendampingan yang diberikan sudah sesuai dan memuaskan.
Pembuatan Sabun Cuan (Cuci Pakaian) Cair Ramah Lingkungan Sesuai Konsep Zero Waste Living di Desa Argotirto, Sumbermanjing Wetan Arief Rahmatulloh; Mutia Devi Hidayati
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 7 No 01 (2023): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v7.i01.a6470

Abstract

Desa Argotirto merupakan daerah di wilayah Kabupaten Malang dengan 30% masyarakatnya masih berada pada kondisi ekonomi pra sejahtera dan banyak warganya yang belum memiliki pekerjaan tetap. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat Desa Argotirto untuk diberikan pelatihan keterampilan skill agar lebih mandiri dan percaya diri serta mendapatkan pekerjaan juga penghidupan yang layak. Salah satu bentuk pelatihan keterampilan yang dapat diberikan kepada masyarakat adalah cara pembuatan sabun cuan (cuci pakaian) cair ramah lingkungan. Bahan aktif  yang akan digunakan dalam pembuatan sabun cuan cair berupa MES (metil ester sulfonat) yang berasal dari minyak sawit sehingga ramah lingkungan. Selain itu, dalam pelatihan ini akan digunakan konsep zero waste living melalui pemanfaatan botol reuse sebagai pengganti plastik kemasan yang nantinya dapat diisikan melalui refill station sabun cuan cair. Pengabdian dilaksanakan pada tanggal 4 September 2022 dengan peserta sebanyak 14 peserta. Berdasarkan hasil kuisioner dapat diketahui bahwa nilai mean mencapai angka 3.90 dan nilai modus dari masing-masing pertanyaan adalah 4.0. Hasil uji kuisioner tersebut menyimpulkan bahwa peserta pelatihan rata-rata memahami, puas dan merasakan manfaat dari pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan. Peserta pelatihan juga mendapatkan bahan dan alat refill station sabun cuan cair dari tim pengabdian. Sebaiknya peserta pelatihan dapat secara rutin untuk membuat sabun cuan cair secara mandiri agar peserta semakin mahir dalam proses pembuatan sabun cuan cair dan dapat membuka lapangan kerja baru bagi peserta yaitu berdagang sabun cuan cair produksi sendiri
PEMBINAAN PEMBUATAN SABUN CAIR CUCI PIRING DARI MINYAK JELANTAH DI KELURAHAN MULYOREJO Arief Rahmatulloh; Mutia Devi Hidayati; Sandra Santosa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v11i1.4688

Abstract

Mulyorejo Village is an area in the Malang which is has many home industries particularly based on food and drink which is directly proportional with the waste namely waste cooking oil. Recently, the society discharged it directly to the environment. Therefore, it is important for the people of Mulyorejo Village to obtained skills in order to processing that waste. The community service that has been done is how to make liquid dishes soap from waste cooking oil. The active ingredient is potassium hydroxide. In addition, the training was conducted through the use of reuse bottles as a substitute for plastic packaging which can later be filled through refill station. The community service was held on October 6th, 2023 with 15 participants. Based on the results of the questionnaire, it can be seen that the mean value reaches 3.84 and the mode value of each question is 4.0. Thus, it can be informed that the training participants understand, feel the benefit and satisfied with the guidance of liquid dishes soap fabrication. The training participants also received materials and tools for refilling liquid dishes soap from the community service team which could be used to produce liquid dishes soap independently.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR ZAT WARNA ALAMI BATIK PADA CV ULUR WIJI MUDA BERDAYA KABUPATEN MOJOKERTO Susanto Susanto; Haris Puspito Buwono; Luchis Rubianto; Windi Zamrudy; Dwina Moentamaria; Mutia Devi Hidayati; Agus Jalaluddin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v12i2.8816

Abstract

In Kemlagi District, Mojokerto Regency, a small and medium-sized batik enterprise, CV Ulur Wiji Muda Berdaya, has gained popularity among millennials due to its use of natural dyes that are environmentally friendly. The products have not only attracted domestic consumers but have also reached international markets. Despite this achievement, the enterprise continues to face a major challenge in managing batik dye wastewater, which has not received optimal treatment. To solve this issue, a community service program was implemented to provide technical assistance in wastewater treatment through training on filtration adsorption methods for the employees of CV Ulur Wiji. The filtration unit employed adsorption media consisting of foam filters, zeolite, activated carbon, coral stone, and Malang sand. The questionnaire results confirm that the partner has improved the application of wastewater treatment technology as a result of the program. The results of batik waste processing indicated an improvement in the waste quality, changing from a turbid color to a clearer appearance, with an initial pH of 6.3; after undergoing filtration-adsorption, the pH shifted to near neutral at 6.9. Furthermore, an additional outcome of this program is the successful development of an appropriate technology system for treating wastewater from batik dye using filtration–adsorption techniques.