Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Perilaku Impulsif Buying terhadap Penyesalan Setelah Berbelanja Online pada Gen Z Dea Aulia; M. Rayhan Rizandy; Chyntha Ramadhina Revachaisya; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/1t4p4r03

Abstract

Perkembangan teknologi dan kemudahan berbelanja secara daring menyebabkan perilaku pembelian impulsif semakin sering terjadi pada kalangan mahasiswa (Febriana, 2017). Pembelian yang dilakukan secara spontan sering kali diikuti dengan munculnya penyesalan setelah melakukan pembelian. Pstatiini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara impulsive buying dengan penyesalan pasca pembelian pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Subjek penelitian berjumlah 139 mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan software JASP. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,063 dengan nilai signifikansi p = 0,461 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara impulsive buying dengan penyesalan pasca pembelian pada mahasiswa (Meliala, 2018; Ishak, 2012). Dengan demikian, tinggi rendahnya impulsive buying tidak berkaitan secara signifikan dengan tingkat penyesalan pascapembelian yang dimiliki mahasiswa.
Perbedaan Self Control Berdasarkan Angkatan pada Mahasiswa Saska Imelda Najua; Mozza Syakila; Annisa Anggun Ridanti; I Ketut Dimas Andhika; Benny Rahim; Jelpa Periantalo; Dinda Agraiza; Muhammad Ilham
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1355

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan self-control berdasarkan angkatan pada mahasiswa Universitas Jambi. Self-control dipahami sebagai kemampuan mengendalikan pikiran, emosi, dorongan, dan perilaku agar selaras dengan tujuan akademik serta norma sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain non-eksperimental. Sampel berjumlah 120 mahasiswa aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi seimbang ke dalam empat angkatan, yaitu 2022, 2023, 2024, dan 2025. Data dikumpulkan melalui skala self-control berbentuk Likert lima pilihan, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan One-Way ANOVA. Hasil deskriptif menunjukkan rata-rata self-control tertinggi terdapat pada angkatan 2022, sedangkan rata-rata terendah terdapat pada angkatan 2025. Data memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai F sebesar 6,842 dengan signifikansi 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan self-control yang signifikan berdasarkan angkatan. Mahasiswa angkatan lebih lama cenderung memiliki self-control lebih tinggi karena pengalaman akademik, proses adaptasi, dan tuntutan perkuliahan yang lebih kompleks. Hasil ini menegaskan pentingnya dukungan kampus melalui pembinaan regulasi diri, konseling akademik, dan pelatihan manajemen waktu bagi mahasiswa baru secara berkelanjutan. Program pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap angkatan mahasiswa aktif.
Hubungan Self-Compassion dengan Tingkat Kepercayaan Diri Mahasiswa yang Sudah Berwirausaha Aqila Caesara Meisyalinda; Graciella Hasibuan; Hasna Khalillah; Benny Rahim; Jelpa Periantaloe; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-compassion dan kepercayaan diri dalam berwirausaha pada mahasiswa Universitas Jambi yang menjalankan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri atas 50 mahasiswa yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Self-Compassion Scale (SCS) yang diadaptasi dari Neff (2003) dan skala kepercayaan diri dalam berwirausaha berdasarkan aspek kepercayaan diri menurut Lauster (2002). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji linearitas, dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan JASP. Hasil menunjukkan data berdistribusi normal (W = 0,9708; p = 0,218) dan terdapat hubungan linear yang signifikan antara variabel (F = 1635; p < 0,001). Uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara self-compassion dan kepercayaan diri dalam berwirausaha (r = 0,4158; p = 0,003). Temuan ini menunjukkan bahwa self-compassion berhubungan dengan peningkatan kepercayaan diri dalam berwirausaha pada mahasiswa.
MENINGKATKAN KAPASITAS PUBLIKASI ILMIAH DOSEN PSIKOLOGI MELALUI PROGRAM “MELEJITKAN SINTA SKOR” Rion Nofrianda; Muhammad Ilham; Fadzlul; Hanna Widya Gultom; Mindy Maghfira; Nurul Hafizah; Annisa Dianesti Dewi
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 2 (Oktober 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i2.2988

Abstract

The community service activity titled “Boosting SINTA Scores” was carried out in response to the need to enhance the capacity of lecturers in managing academic identity and scientific publications, particularly within the Psychology Study Program, Faculty of Medicine and Health Sciences, Universitas Jambi. This hybrid-format program involved 12 active lecturer participants. Initial situation analysis revealed that most lecturers lacked a comprehensive understanding of the SINTA assessment system, citation improvement strategies, and the optimal use of academic platforms such as Google Scholar, Garuda, and SINTA itself. The program was designed using an educative and participatory approach, consisting of workshops, technical guidance, and individualized mentoring. The results showed a significant increase in participants' understanding of publication strategies and academic profile management, along with tangible improvements in the completeness and presentation of their academic profiles. Moreover, the average SINTA score among lecturers increased following the activity, indicating the effectiveness of the intervention. A sustainable discussion community also emerged from the program, encouraging collaboration and exchange of information related to scholarly publication. This initiative highlights the importance of structured and continuous interventions to support lecturers in achieving greater academic visibility and recognition through improved publication capacity and the effective use of digital technology.
HUBUNGAN REGULASI EMOSI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUTUS CINTA Chelsy Ananda Ayu Rahmadhani; Ezelia Beby Wiliano; Nabila Syifa Azikra; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 3 (2026): Juni : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/amkf2724

Abstract

Separation in a romantic relationship is an experience often encountered by individuals during adolescence and can cause emotional responses such as sadness, disappointment, anger, and feelings of loss. These emotional states are related to adolescents' psychological well-being, especially in the way they express and communicate these feelings to others. Emotional regulation and social support from people around the individual are considered crucial factors in helping young people remain mentally balanced after the end of a romantic relationship. The purpose of this research was to explore how emotional self-regulation, interpersonal assistance, and mental wellness are connected among youth who had gone through romantic separation. Quantitative correlational approach was applied in this research to identify the association among the observed variables. The research involved 65 young individuals aged 15 to 21 years who had experienced the end of a romantic relationship. Respondents were chosen through criterion-based selection, in which only individuals who matched the required characteristics were included. Data were collected using psychological scales measuring emotional regulation, social support, and psychological well-being. After the responses were collected, the data were processed through descriptive computation and correlational analysis. The normality assessment produced a probability score of 0.200, which exceeded 0.05; therefore, the dataset was considered normally spread. Further testing revealed that assistance from the surrounding environment had a strong and statistically meaningful positive association with mental wellness, as indicated by an r value of 0.603 and a probability score of 0.000, which was below 0.05. Emotional self-regulation also moved in the same positive direction with the mental condition of the respondents. In general, the results imply that stronger emotional control and greater external assistance are followed by a more favorable mental state among young people after romantic separation.
EFEK MINDLESS SCROLLING TERHADAP KESEHATAN MENTAL: STUDI TENTANG KECEMASAN PADA GENERASI Z Chelsea Tere Ramadanie; M.Adhitya Ori Pratama; Najwa Zahra Fadhilah; Beny Rahim; Muhammad Ilham; Jelpa Periantalo; Dinda Agraiza
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60119

Abstract

Pengguliran tanpa berpikir adalah kebiasaan menggulir (scrolling) konten di media sosial atau internet secara terus-menerus tanpa tujuan yang jelas. Kebiasaan ini sering kali membuat pengguna lupa waktu dan kehilangan fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efek Pengguliran tanpa berpikir terhadap kesehatan mental spesifiknya tentang stres pada generasi z, yaitu generasi yang lahir dalam rentang tahun 1997 sampai tahun 2012, merupakan generasi muda yang saat ini sedang berada di usia sekolah hingga memasuki dunia kerja. Metode kuantitatif survei digunakan dengan melibatkan 50 partisipan yang memenuhi kriteria tersebut. Hasil dari penelitian ini menyatakan, terdapat (baru bisa ditentukan ketika sudah mendapatkan hasil akhir). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai efek mindless scrolling terhadap kesehatan mental spesifiknya tentang kecemasan pada generasi z.