Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sharing S3 Journey: Meningkatkan Motivasi dan Kesiapan Studi Doktor melalui Kegiatan Sharing Session Nofrianda, Rion; Raudhoh, Siti; Ulivia, Ayu; Kurniawan, Imam; Pramudiani, Dessy; Andriani, Annisa; Agraiza, Dinda; Laensadi, Azkya Milfa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan dalam bentuk sesi berbagi pengalaman studi doktoral secara daring melalui Zoom, ditujukan untuk dosen di lingkungan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman dan motivasi para dosen terhadap peluang studi lanjut S3, strategi memperoleh beasiswa, serta cara menghadapi tantangan selama studi. Narasumber merupakan penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) tahun 2023 yang saat ini tengah menempuh pendidikan doktoral di Universitas Padjadjaran. Sebanyak 22 peserta mengikuti kegiatan ini, dan 18 orang (81,8%) memberikan umpan balik melalui formulir evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan respons yang sangat positif: dua aspek memperoleh skor sempurna (5.00), yakni kesesuaian materi dan relevansi dengan kebutuhan peserta; sementara aspek lainnya juga mendapat skor tinggi (4.61–4.94). Kegiatan ini dinilai bermanfaat, informatif, dan inspiratif oleh peserta. Umpan balik juga menunjukkan perlunya durasi diskusi yang lebih panjang serta adanya harapan kegiatan ini dapat diformalkan melalui pengakuan institusi profesi. Kelebihan kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, materi kontekstual, serta pengalaman narasumber yang autentik. Kekurangannya terletak pada keterbatasan waktu dan keterbatasan interaksi emosional akibat format daring. Hasil kegiatan memberikan dasar bagi pengembangan forum mentoring antar-dosen serta mendorong institusi untuk merancang kebijakan yang mendukung studi lanjut staf akademik.
Hubungan Stres Psikologis dan Kualitas Tidur Siswa Kelas XII Kota Jambi Menjelang Seleksi PTN Nabila Aisyah Syahla; Siti Nurhanifah; Aufi Adilla; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2025

Abstract

This study aims to determine the relationship between psychological stress and sleep quality among 12th-grade students in Jambi City in the lead-up to the state university admissions process. The study employed a quantitative approach with a cross-sectional design involving 38 students selected using purposive sampling. Data collection was conducted using the Indonesian version of the DASS-Y questionnaire developed by Muskar and Rosyad, with a reliability of 0.930 and item-total correlation validity ranging from 0.328 to 0.753, while the Indonesian version of the PSQI, developed by Fauzi et al., used Cronbach’s Alpha with a reliability of 0.803 and content validity (CVI) ranging from 0.92 to 1.00. Data were analyzed using Pearson’s correlation test after meeting the normality assumption based on the Shapiro-Wilk test. The results showed that most respondents had normal levels of psychological stress (65.79%), yet the majority experienced poor sleep quality (86.84%). The analysis showed a significant relationship between psychological stress and sleep quality (p = 0.007; r = 0.431). It was concluded that the higher the level of psychological stress, the poorer the sleep quality experienced by students.
Pengaruh Psychological Well-Being terhadap Loneliness pada Mahasiswa Semester 2 FKIK Universitas Jambi Nadia Dwi Amanda; Fenny Dhea Arfani; Ulfa Magfiroh; Beny Rahim; Jelpa Perianto; Dinda Agraiza; Muhammad Ilham
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2042

Abstract

Psychological well-being describes a person's psychological success and capacity to accept himself, be able to socialize be able to control himself. Meanwhile, loneliness is a mental condition characterized by feelings of emptiness. The purpose of the study was to determine the level of psychological well-being relationship with loneliness using the quantitative method of the correlational method. This study uses a non-probability sampling technique with a purposive sampling method consisting of 70 Semester 2 Students of the Faculty of Medicine and Health Sciences, University of Jambi. According to Ryfff's Scales of Psychological Well-Being and the Loneliness Scale, with the technical analysis of descriptive statistical program Jeffreys's Amazing Statistics Program versi 0.96.0. The results of the hypothesis test through correlation analysis showed a significant value with the direction of the negative relationship (inversely proportional) between psychological well-being and loneliness (r = -0.298; p = 0.012 < 0.05). This study indicates that the higher the psychological well-being of students, the lower the level of loneliness felt. On the other hand, low psychological well-being due to academic burden and lack of social support can increase feelings of isolation, so it is necessary to strengthen psychological aspects and adequate social support for early year students.
Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Self-Esteem pada Remaja SMA di Kota Jambi Ary Setiani; Elinda Widya Septi. R; Mutia Aulia Syahputri; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dw3whv84

Abstract

This study aims to determine the relationship between the intensity of social media use and self-esteem among high school students in Jambi City. This study employs a quantitative approach using purposive sampling. The research subjects were 99 high school students in Jambi City who actively use social media. The instruments used were a social media usage intensity scale developed based on engagement, attention, duration, and frequency, as well as the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), which has been adapted into Indonesian. Normality tests were conducted using the Shapiro-Wilk test, which indicated that the data were normally distributed for the social media usage intensity variable (SW = 0.984; p = 0.291) and the self-esteem variable (SW = 0.977; p = 0.086). Data analysis was performed using Pearson’s correlation, which indicated a significant negative relationship between the intensity of social media use and adolescents’ self-esteem (r = -0.261; p = 0.0009), with the strength of the relationship classified as weak. This means that the higher the intensity of social media use, the lower the self-esteem among adolescents. This study indicates a need for digital learning programs and psychological support to foster positive self-esteem development among adolescents who use social media.
Peran Self-Regulated Learning terhadap Penyesuaian Akademik Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi Angkatan 2025 dalam Pembelajaran Daring pada Hari Jumat Arsinta Barus; Claudine Teresa Ndovi Ndruru; Alya Ramadhani Zaineka; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Dinda Agraiza; Muhammad Ilham
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i4.5926

Abstract

Kemampuan self-regulated learning menjadi faktor krusial mahasiswa baru dalam menghadapi transisi pembelajaran hybrid. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan penyesuaian akademik mahasiswa baru FKIK Universitas Jambi angkatan 2025 pada perkuliahan daring hari Jumat. Metode kuantitatif korelasional digunakan dengan melibatkan 87 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala psikologi daring dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan nilai r = 0,406 dan p < 0,001, menandakan hubungan positif signifikan berkekuatan sedang. Disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan self-regulated learning, semakin baik pula penyesuaian akademik mahasiswa dalam menghadapi tuntutan perkuliahan hybrid.
Hubungan Fear of Missing Out (Fomo) Dengan Kecemasan Siswa-Siswi SMAN 5 Kota Jambi Dalam Menggunakan Instagram Story Muhammad Alfahim Yuri Lubis; Bunga Tian Fitriani; Athaya Salsabila; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3592

Abstract

Penelitian ini bermula dari fenomena meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya Instagram Story di kalangan remaja yang berpotensi munculnya Fear of Missing Out (FoMO) serta berdampak pada kondisi psikologis remaja. FoMO ditandai dengan kekhawatiran yang berlebihan ketika individu merasa tertinggalnya informasi atau pengalaman, hal tersebut dalam jangka panjang dapat memicu kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat FoMO dengan kecemasan siswa di SMAN 5 Kota Jambi dalam penggunaan Instagram Story. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari siswa yang aktif menggunakan Instagram, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstandar untuk mengukur tingkat FoMO dan kecemasan, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara FoMO dan kecemasan siswa. Artinya, semakin tinggi tingkat FoMO yang dialami siswa, semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dirasakan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya literasi digital dan pengelolaan penggunaan media sosial secara bijak guna menjaga kesehatan mental remaja.
Hubungan Perilaku Impulsif Buying terhadap Penyesalan Setelah Berbelanja Online pada Gen Z Dea Aulia; M. Rayhan Rizandy; Chyntha Ramadhina Revachaisya; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/1t4p4r03

Abstract

Perkembangan teknologi dan kemudahan berbelanja secara daring menyebabkan perilaku pembelian impulsif semakin sering terjadi pada kalangan mahasiswa (Febriana, 2017). Pembelian yang dilakukan secara spontan sering kali diikuti dengan munculnya penyesalan setelah melakukan pembelian. Pstatiini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara impulsive buying dengan penyesalan pasca pembelian pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Subjek penelitian berjumlah 139 mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan software JASP. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,063 dengan nilai signifikansi p = 0,461 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara impulsive buying dengan penyesalan pasca pembelian pada mahasiswa (Meliala, 2018; Ishak, 2012). Dengan demikian, tinggi rendahnya impulsive buying tidak berkaitan secara signifikan dengan tingkat penyesalan pascapembelian yang dimiliki mahasiswa.
Perbedaan Self Control Berdasarkan Angkatan pada Mahasiswa Saska Imelda Najua; Mozza Syakila; Annisa Anggun Ridanti; I Ketut Dimas Andhika; Benny Rahim; Jelpa Periantalo; Dinda Agraiza; Muhammad Ilham
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1355

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan self-control berdasarkan angkatan pada mahasiswa Universitas Jambi. Self-control dipahami sebagai kemampuan mengendalikan pikiran, emosi, dorongan, dan perilaku agar selaras dengan tujuan akademik serta norma sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain non-eksperimental. Sampel berjumlah 120 mahasiswa aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi seimbang ke dalam empat angkatan, yaitu 2022, 2023, 2024, dan 2025. Data dikumpulkan melalui skala self-control berbentuk Likert lima pilihan, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan One-Way ANOVA. Hasil deskriptif menunjukkan rata-rata self-control tertinggi terdapat pada angkatan 2022, sedangkan rata-rata terendah terdapat pada angkatan 2025. Data memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai F sebesar 6,842 dengan signifikansi 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan self-control yang signifikan berdasarkan angkatan. Mahasiswa angkatan lebih lama cenderung memiliki self-control lebih tinggi karena pengalaman akademik, proses adaptasi, dan tuntutan perkuliahan yang lebih kompleks. Hasil ini menegaskan pentingnya dukungan kampus melalui pembinaan regulasi diri, konseling akademik, dan pelatihan manajemen waktu bagi mahasiswa baru secara berkelanjutan. Program pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap angkatan mahasiswa aktif.
Hubungan Self-Control terhadap Fear of Missing Out (Fomo) pada Mahasiswa Rachel Chintya Innayah; Wilta Amanda Caramon; Annisa Khairani Ritonga; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2077

Abstract

The development of information technology and social media has made it easier for university students to access information and maintain social interactions. However, excessive social media use may lead to the phenomenon of Fear of Missing Out (FoMO), a feeling of anxiety when individuals believe they are missing out on experiences, activities, or information enjoyed by others. One psychological factor presumed to reduce FoMO is self-control. This study aimed to examine the relationship between self-control and Fear of Missing Out (FoMO) among university students. This study employed a quantitative method with a correlational design. The participants consisted of 55 active university students aged 18–23 years who met the research criteria. Data were collected online through Google Forms using self-control and FoMO scales developed based on relevant theories. Data analysis was conducted using JASP through assumption tests, including normality and linearity tests. The normality test results showed that the self-control variable had a significance value of 0.435 and the FoMO variable had a significance value of 0.100 (p > 0.05), indicating that both variables were normally distributed. The linearity test results indicated a linear relationship between self-control and FoMO. Based on the findings and theoretical review, self-control functions as a psychological factor that helps individuals regulate social media use, manage the urge to remain constantly connected to digital social activities, and reduce the tendency to experience FoMO. The higher the level of self-control among students, the lower their tendency to experience Fear of Missing Out.
Hubungan Antara Grit Dengan Self- Efficacy Pada Mahasiswa Angkatan 2025 di Universitas Jambi Angellyca Alexsandra; Aulia Artika; Khansa Ifra Alifah; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2082

Abstract

Grit is a psychological variable rooted in an individual’s character strength, focusing on the process of achieving long-term success, driven by a strong desire to attain those goals. Meanwhile, self-efficacy refers to an individual’s belief in their ability to handle challenges in order to achieve their goals. The purpose of this study is to examine the relationship between grit and self-efficacy among the 2025 cohort of students at the University of Jambi. This study employs a quantitative approach using a correlational method. The sample consisted of 50 students recruited through an online questionnaire. Data analysis was conducted using Jeffreys’s Amazing Statistics Program. The results indicate that there is no significant relationship between grit and self-efficacy among the 2025 cohort of students at Jambi University.