Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Keuntungan Komoditi Padi Sawah Di Kelurahan Petirodongi Kecamatan Pamona Utara Marten Pangli
Agropet Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keuntungan usahatani padi sawah di Kecamatan Pamona Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara langsung dan pengisian kuesioner serta mengakses situs resmi dari instansi terkait. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa dapat dilihat bahwa nilai NPV = Rp. 410.955 > 0, hal ini berarti bahwa usahatani padi sawah layak untuk dijalankan. Nilai BCR = 1,01 > dari 1 maka dapat dinyatakan bahwa usahatani padi sawah berdasarkan perhitungan nilai BCR layak untuk dijalankan. Nilai IRR = 52,722 > tingkat bunga berlaku (18%), dengan demikian dapat dinyatakan bahwa usahatani padi sawah layak untuk dijalankan. Nilai PBP 2 tahun 22 hari adalah waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian investasi pada usaha tani padi sawah sebesar    Rp. 24.419.940. Break Even Point selama 2 tahun 11 bulan 17 hari dapat diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan usahatani padi sawah untuk mencapai jumlah pendapatan sama dengan jumlah biaya. Titik BEP dicapai pada angka  Rp. 25.829.188.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L) Terhadap Berbagai Macam Media Hidroponik Abdul Rahim Saleh; Marten Pangli
Agropet Vol 14 No 1 (2017): Volume 14 No 01 Tahun 2017
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh berbagai macam media hidroponik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Bujur Sangkar Latin (Latin Square Design) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, perlakuan terdiri dari H1 (Larutan Hidro J 0,5%), H2 (Larutan POC 25% + Hidro J 0,25%), H3 (Larutan POC 50% + Hidro J 0,25%), H4 (Larutan Air Laut 2,5% + Hidro J 0,25%) dan H5 (Luratan Air Laut 5% + Hidro J 0,25%). Setiap perlakuan digunakan 5 unit tanaman sehingga terdapat 125 unit percobaan. Data kuantitatif dari variabel (pertumbuhan tanaman) yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis dengan Uji F taraf 5%. Hasil sidik ragam menunjukkan perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata maka di uji lanjut menggunakan Uji Lanjut DMRT (Duncan Multiply Ringe Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Air laut 5% + Hidro J 0,25%) menunjukan pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau terbaik dibanding perlakuan lainnya.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Pulut (Zea mays certain kulesh) Nelfa Yanti Tadjema; Ita Mowidu; Marten Pangli
Agropet Vol 15 No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.347

Abstract

Jagung pulut (Zea mays certain Kulesh) mengandung pati dalam bentuk amilopektin yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan jenis jagung lainnya. Jagung pulut memiliki rasa manis, pulen dan beraroma khas sehingga digemari banyak orang. Untuk memenuhi permintaan jagung pulut, pemberian pupuk kandang kambing yang bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah merupakan salah satu cara yang dapat digunakan. Telah dilakukan percobaan lapangan dengan pemberian berbagai dosis pupuk kandang kambing (0, 5, 10, 15 dan 20 ton/ha) diulang 4 kali yang diatur menurut pola rancangan acak kelompok (RAK) untuk melihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pulut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang kambing berpengaruh nyata terhadap panjang dan diameter tongkol serta bobot biji pipilan kering per petak, tetapi terhadap parameter lainnya pengaruhnya tidak nyata. Aplikasi 20 t/ha pupuk kandang kambing memberikan pertumbuhan terbaik dan hasil biji jagung pulut pipilan kering per petak tertinggi (1,72 kg setara dengan 1,43 t/ha) yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
Perkecambahan Benih Kemiri pada Aplikasi Perendaman dalam Air Kelapa Muda Ita Mowidu; Ramlah Paema; Marten Pangli
Agropet Vol 18 No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.356

Abstract

Kemiri tumbuh secara alami di hutan campuran. Biji kemiri dimanfaatkan sebagai bumbu masak dan bahan baku industri. Pengembangan kemiri melalui budidaya intensif mengalami kendala pada ketersediaan bibit. Kulit biji yang keras, tingginya kadar asam absisat pada kotiledon dan tingginya kadar lignin pada kulit biji menyebabkan kemiri mengalami dormansi dan membutuhkan waktu yang lama untuk berkcambah. Air kelapa muda mengandung hormone auksin, sitokinin dan giberelin sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk memecah dormansi benih. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dalam air kelapa muda terhadap perkecamabahan benih kemiri telah dilakukan. Perlakuan yang terdiri dari kontrol (perendaman dalam air selama 8 jam), perendaman dalam air kelapa muda selama 2, 4, 6 dan 8 jam diulang 4 kali disusun menurut pola rancangan acak kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman dalam air kelapa muda berpengaruh sangat nyata terhadap daya berkecambah, kecepatan dan waktu berkecambah benih kemiri. Perendaman selama 6 jam memberikan daya berkecambah dan jumlah benih berkecambah paling tinggi serta waktu berkecambah paling cepat.
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Ekstrak Lengkuas (Alpinia Galangal L) untuk Mengendalikan Serangan Hama Kutu Kebul (Bemisia Tabaci Genn) pada Tanaman Cabai (Capsicum Annum) Jufri Soputan; Marten Pangli; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 18 No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.383

Abstract

Salah satu hama penting yang menyerang tanaman cabai adalah kutu kebul (Bemisia tabaci Genn). Serangga ini bertindak sebagai vektor virus. Jenis virus yang dapat ditularkan oleh kutu kebul diantaranya Closterovirus, Carlavirus, Nepovirus, potyvirus, dan Rod-shape DNA virus. Pengendalian hama ini biasanya dengan insektisida sintetik namun dalam upaya meminimalisir dampak negative dari insektisida sintentik, alternative lain dengan menggunakan tanaman yang memiliki potensi sebagai insektisida yaitu lengkuas (A. galangal L) yang mengandung minyak atsiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi ekstrak rimpang lengkuas dalam mengendalikan serangan hama kutu kebul pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di desa Watuawu, Kab. Poso, Kec. Lage selama 3 bulan yakni mulai dari bulan Maret - Mei 2020. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali, sehingga berjumlah 20 percobaan. Adapun perlakuan yang diuji adalah : P0 = tanpa perlakuan, P1 = ekstrak rimpang lengkuas 5%, P2 = ekstrak rimpang lengkuas 15%, P3 = ekstrak rimpang lengkuas 25%, P4 = ekstrak rimpang lengkuas 35%. Parameter amatan meliputi jumlah daun terserang, jumlah cabang terserang, intensitas serangan hama. Apabila amatan dianalisis dengan sidik ragam menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur pada taraf 5% (BNJ 0,005). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa larutan insektisida nabati ekstrak lengkuas pada perlakuan ke-4 (P4) dengan dosis 35% berpengaruh nyata dalam mengendalikan serangan hama kutu kebul (Bemisia tabaci genn) pada tanaman cabai. Ekstrak rimpang lengkuas berpotensi sebagai insektisida nabati.
Pengaruh Pemangkasan Daun Dan Tasel Terhadap Produksi Jagung Pulut (Zea Mays L. Ceratina) Fiki Ratowo; Yulinda Tanari; Marten Pangli
Agropet Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.493

Abstract

Jagung sebagai tanaman pangan di Indonesia menduduki urutan kedua setelah padi, namun jagung mempunyai peranan yang tidak kalah penting dibandingkan padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan daun dan tasel terhadap hasil produksi jagung pulut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bewa Kecamatan Lore Selatan Kabupaten Poso, pada bulan April sampai Juni 2020. Penelitian ini mengunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial terdiri dari 4 taraf yaitu : P0= Tampa perlakuan, P1= Pengkasan 50% daun atas, P2= Pemangkasan 50% daun bawah, P3= Pemangkasan 50% daun atas + tasel, P4= Pemangkasan 50% daun bawah + tasel. Pemangkasan daun dan tasel berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap diameter tongkol, panjang tongkol, bobot tongkol dengan biji, bobot tongkol tanpa biji dan bobot biji pipilan kering. Perlakuan pemangkasan 50% daun atas dan tasel (P3) memberikan rata – rata hasil terbaik dari perlakuan lainnya.
Pengaruh Perbandingan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Theobroma Kakao L.) Yoel Bobi Fitra Lambaniga; Ridwan Ridwan; Marten Pangli
Agropet Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.520

Abstract

Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga setelah pantai gading dan Ghana. Hasil kakao indonesia tahun 2011 sebesar 0.12 ton/ha, Sulawesi tengah tahun 2013 0,52 ton/ha dan kabupaten poso tahun 2013 0,76 ton/ha. Hasil tersebut jauh lebih rendah dari target nasional sebesar 2 ton/ha. Salah satu penyebab rendahnya hasil kakao adalah rendahnya kualitas bibit yang disebabkan oleh media tanam yang kurang sesuai. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan awal bibit sambung pucuk di desa Didiri kabupaten Poso pada bulan Maret sampai Juli 2017. Perlakuan media campuran tanah, pasir dan pupuk kandang kambing (1:1:1; 2:1:1; 1:2:1; 1:1:2) diulang 6 kali diatur menurut pola rancangan acak kelompok (RAK). Parameter yang diamati adalah persentasi tumbuh, jumlah tunas, jumlah daun dan panjang tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap jumlah tunas, jumlah daun, dan panjang tunas pada 38 hari setelah penyambungan. Komposisi media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang kambing dengan perbandingan 1:1:2 memberikan pertumbuhan awal bibit yang palingbaik.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Padi Sawah (Oryza Sativa L.) di Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso Finalin Debora Manuakali; Ita Mowidu; Marten Pangli
Agropet Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.522

Abstract

Evaluasi kesesuaian lahan adalah proses penilaian penampilan atau keragaman lahan jika digunakan untuk tujuan tertentu. Hasil evaluasi kesesuaian lahan digunakan untuk menentukan klasifikasi kesesuaian lahan tersebut untuk pengguraan tertentu. Oleh sebab itu telah dilakukan Penelitian yang bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan untuk padi sawah dan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas padi di Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso pada bulan Maret sampai April 2018. Analisis sifat fisik tanah dilakukan di Laboratorium llmu Alam Dasar universitas sintuwu Maroso Poso, iedangkan analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Balai pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kelas kesesuaian lahan untuk pidi sawah di desa Tokilo adalah sesuai marginal 53 (rh) dengan faktor pembatas retensi hara, yaitu kejenuhan basa dan pH yang rendah. Faktor pembatas retensi hara dapat diatasi dengan pemberian kapur dan penambahan pupuk, baik pupuk organik maupun anorganik.
Analisis Pendapatan Petani Jagung Kuning di Desa Mire Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una-Una Moh. Ahmad Goga; Marten Pangli; Meitry Tambingsila
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.528

Abstract

Sektor pertanian juga mempunyai peranan penting dalam mengatasi kemiskinan, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, sering dihadapkan pada permasalahan pengetahuan petani yang masih relatif rendah, keterbatasan modal, lahan garapan yang sempit serta kurangnya keterampilan petani yang nantinya akan berpengaruh pada penerimaan petani. Hal ini menyebabkan produksi jagung mengalami penurunan sebesar 317.717 ton pada tahun 2015 dan produksi meningkat kembali sebesar 380.650 ton pada tahun 2018 . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya usaha tani jagung dan mengetahui tingkat pendapatan usaha tani di Desa Mire Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una-una. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner pada 63 petani jagung. Parameter amatan yang diamati adalah indentitas responden, biaya pestisida, tenaga kerja, produksi, penerimaan usaha tani, dan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jumlah rata-rata biaya yang dikeluarkan responden sebesar Rp. 4.667.063/MT dan rata-rata pendapatan yang diterima oleh responden sebesar Rp. 12.842.460/petani.
Pendapatan Petani Padi Sawah di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat Bernadus Jendy Rukmanto; Marten Pangli; Yulinda Tanari
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.532

Abstract

Usaha tani bertujuan menghasilkan produktivitas yang optimal untuk memperoleh pendapatan yang sebesar-besarnya, sehingga perlu untuk mengetahui seberapa besar biaya dan tingkat pendapatan yang di peroleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani padi sawah di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat. Penelitian ini mengunakan metote  pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling), sampel yang berasal dari jumlah 349 petani dengan tingkat kesalahan 10% yang diambil  sebanyak 78 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan. Hasil analisis menunjukan bahwa produksi beras sebesar 128.700 Kg/MT dengan produksi rata-rata  sebesar 1.400 kg/ha/MT. Jumlah rata-rata biaya yang dikeluarkan responden sebesar Rp. 9.729.402 /MT, dan rata-rata pendapatan yang diterima oleh responden adalah sebesar Rp. 3.236.496  /Ha/MT dan Kelayakan R/C ratio memperoleh nilai sebesar 1,33. Berdasarkan kreteria diperoleh nilai R/C ratio > 1 yang berarti usaha tani padi sawah layak untuk diusahakan.