Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pendapatan Petani Padi Sawah di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat Bernadus Jendy Rukmanto; Marten Pangli; Yulinda Tanari
Agropet Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha tani bertujuan menghasilkan produktivitas yang optimal untuk memperoleh pendapatan yang sebesar-besarnya, sehingga perlu untuk mengetahui seberapa besar biaya dan tingkat pendapatan yang di peroleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani padi sawah di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat. Penelitian ini mengunakan metote  pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling), sampel yang berasal dari jumlah 349 petani dengan tingkat kesalahan 10% yang diambil  sebanyak 78 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan. Hasil analisis menunjukan bahwa produksi beras sebesar 128.700 Kg/MT dengan produksi rata-rata  sebesar 1.400 kg/ha/MT. Jumlah rata-rata biaya yang dikeluarkan responden sebesar Rp. 9.729.402 /MT, dan rata-rata pendapatan yang diterima oleh responden adalah sebesar Rp. 3.236.496  /Ha/MT dan Kelayakan R/C ratio memperoleh nilai sebesar 1,33. Berdasarkan kreteria diperoleh nilai R/C ratio > 1 yang berarti usaha tani padi sawah layak untuk diusahakan.
Analisis Pendapatan Petani Jagung Kuning di Desa Mire Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una-Una Moh. Ahmad Goga; Marten Pangli; Meitry Tambingsila
Agropet Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian juga mempunyai peranan penting dalam mengatasi kemiskinan, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, sering dihadapkan pada permasalahan pengetahuan petani yang masih relatif rendah, keterbatasan modal, lahan garapan yang sempit serta kurangnya keterampilan petani yang nantinya akan berpengaruh pada penerimaan petani. Hal ini menyebabkan produksi jagung mengalami penurunan sebesar 317.717 ton pada tahun 2015 dan produksi meningkat kembali sebesar 380.650 ton pada tahun 2018 . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya usaha tani jagung dan mengetahui tingkat pendapatan usaha tani di Desa Mire Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una-una. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner pada 63 petani jagung. Parameter amatan yang diamati adalah indentitas responden, biaya pestisida, tenaga kerja, produksi, penerimaan usaha tani, dan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jumlah rata-rata biaya yang dikeluarkan responden sebesar Rp. 4.667.063/MT dan rata-rata pendapatan yang diterima oleh responden sebesar Rp. 12.842.460/petani.
Pengaruh Perbandingan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Theobroma Kakao L.) Yoel Bobi Fitra Lambaniga; Ridwan Ridwan; Marten Pangli
Agropet Vol 16, No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga setelah pantai gading dan Ghana. Hasil kakao indonesia tahun 2011 sebesar 0.12 ton/ha, Sulawesi tengah tahun 2013 0,52 ton/ha dan kabupaten poso tahun 2013 0,76 ton/ha. Hasil tersebut jauh lebih rendah dari target nasional sebesar 2 ton/ha. Salah satu penyebab rendahnya hasil kakao adalah rendahnya kualitas bibit yang disebabkan oleh media tanam yang kurang sesuai. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan awal bibit sambung pucuk di desa Didiri kabupaten Poso pada bulan Maret sampai Juli 2017. Perlakuan media campuran tanah, pasir dan pupuk kandang kambing (1:1:1; 2:1:1; 1:2:1; 1:1:2) diulang 6 kali diatur menurut pola rancangan acak kelompok (RAK). Parameter yang diamati adalah persentasi tumbuh, jumlah tunas, jumlah daun dan panjang tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap jumlah tunas, jumlah daun, dan panjang tunas pada 38 hari setelah penyambungan. Komposisi media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang kambing dengan perbandingan 1:1:2 memberikan pertumbuhan awal bibit yang palingbaik.
Uji Kandungan Nutrisi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera L) sebagai Pakan Ternak Ike Nurhayati Kantja; Uti Nopriani; Marten Pangli
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 1 No. 1 (2022): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.384 KB) | DOI: 10.55606/jurrih.v1i1.145

Abstract

Kelor adalah tanaman perdu dari family Moringaceae yang banyak dijumpai di Indonesia khususnya di Desa Uedele Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-Una sebagai tanaman pagar dan mempunyai banyak manfaat. Saat ini daun kelor banyak yang mencoba buat menjadi tepung dan hal ini merupakan salah satu alternatif yang baik dimanfaatkan untuk pakan ternak karena ketersediaannya banyak dan harganya murah. Namun kandungan nutrisi daun kelor dari Desa Uedele belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dari tepung daun kelor yang berasal dari Desa Uedele Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-Una. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kadar air, abu, protein kasar, serat kasar dan lemak kasar. Pengujian kandungan nutrisi menggunakan analisis proksimat. Hasil penelitian menunjukan bahwa tepung daun kelor memiliki kadar air sebesar 10,96%, abu 9,45%, protein kasar 24,14%, serat kasar 11,44%, dan lemak kasar 6,11%. Tingginya protein kasar tepung daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sumber protein.
Pemberdayaan Kelompok Peternak Melalui Sosialisasi Pembuatan Jerami Padi Fermentasi sebagai Pakan Ternak Sapi di Desa Bakti Agung Kabupaten Poso Uti Nopriani; Marten Pangli; Suwardhi Pantih
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 3 No. 1 (2022): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v3i1.5032

Abstract

This community service activity aims to deliver knowledge to farmer group so that they can improve their skills in making fermented rice straws for animal feed. The study methods used were survey, lecture, discussion, question and answer, socialization and evaluation. The target of the service activity is the farmer group. The socialization carried out explained the materials and tools used for fermenting rice straw, the nutrition quality of rice straw, the benefits of fermented rice straw, and the processing techniques of fermented rice straw. The results of the activity evaluation showed that farmer group knowledge concerning the materials and tools used for fermenting rice straw increased by 46,25%, knowledge regarding the nutrition quality of rice straw increased by 40,98%, knowledge about the benefits of fermented rice straw increased by 42,67% and knowledge of fermented rice straw processing techniques increased by 40,28%.
Respon Pertumbuhan Tanaman Mentimum (Cucumis sativus L) Terhadap Aplikasi Pupuk Guano Marten Pangli; Yulinda Tanari
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5029

Abstract

Mentimum merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dapat dikonsumsi sebagai sayuran dan buah, juga mengandung senyawa metabolit sekunder sehingga dapat digunakan sebagai obat. Pertumbuhan tanaman mentimun sangat dipengaruhi oleh kandungan unsur hara dalam tanah yang dapat disediakan oleh pupuk organic. Salah satu pupuk organik yang dapat digunakan adalah pupuk guano. Penelitian ini dilaksakan dnegan tujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman mentimun terhadap aplikasi pupuk guano. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan yaitu P0: control (0 ton/ha), P1: 10 ton/ha, P2: 20 ton/ha, P3: 30 ton/ha, P4: 40 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk guano berhasil meningkatkan pertumbuhan tanaman mentimun. Aplikasi 30 ton/ha menghasilkan jumlah daun, panjang tanaman, jumlah ruas, bobot basah dan kering tanaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol.
PRODUKTIVITAS DAN ANALISIS BIAYA MESIN PENGGILINGAN PADI DI KABUPATEN POSO Marten Pangli
Agropet Vol 10 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur produktivitas, menghitung biaya dan  menentukan titik impas usaha  penggilingan padi. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pamona Selatan, Poso Pesisir dan Lore Utara selama 6 bulan. Hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas kerja untuk setiap mesin giling berbeda, tergantung ketersediaan gabah untuk digiling, yaitu antara 5 – 10 jam per hari. Rendemen giling mesin giling padi bervariasi antara 40 – 60%, tergantung tingkat kebersihan gabah. Berdasarkan perhitungan nilai titik impas (break even point), ada 3 responden yang berada pada posisi untung, dan 3 lainnya berada pada posisi rugi
ANALISIS EKONOMI KOMODITI CENGKEH, RAMBUTAN DAN LENGKENG PADA LAHAN MARGINAL DI DESA DIDIRI KECAMATAN PAMONA TIMUR Marten Pangli
Agropet Vol 10 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.17

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di desa Didiri dengan utama adalah tersedianya data dan informasi yang memadai pada usaha tani daerah marginal yang ditinjau dari berbagai aspek : 1) Aspek teknik budidaya, yaitu kesesuaian lahan dan faktor pembatas, 2) Aspek pasar, yaitu peluang pasar pada setiap komoditi, 3) Aspek financial dengan kriteria inverstasi : NPV, IRR dan B/C, 3) Aspek sosial budaya, yaitu perilaku bercocok tanam dan kondisi riil usaha tani, 4) Aspek konservasi pada tanah dan air.Data responden menunjukan bahwa 57,14% petani menjual hasil pertanian ke tempat pembeli, pembeli utama (tengkulak 25,71%; agen besar 14,29%; masyarakat sekitar 45,71%), patokan harga berdasarkan harga (pasar 28,17%; tawar menawar 25,71%; mengikuti pembeli 8,57%), petani tidak melakukan analisa ekonomi ( 82,86%), petani mengalami produksi melimpah harga rendah (62,86%), faktor penghambat cara bercocok tanam (48,57%), dan usaha pertanian untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari (68,57%).Berdasarkan hasil analisis data empiris, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Aspek pasar, komoditi yang dikembangkan saat ini memiliki peluang pasar yang baik. Walaupun komoditi cengkeh memiliki peluang pasang surut, tetapi saat ini harga komoditi tersebut telah menembus harga Rp. 50.000 atau lebih. Sedangkan komoditi yang berpeluang lebih baik adalah rambutan karena harga stabil yang sangat tergantung produksi dan kontinuitasnya, Aspek finansial, dalam aspek ini lebih difokuskan pada komoditi cengkeh, rambutan dan lengkeng.Berdasarkan analisis cash flow proyeksi biaya dan pendapatan komoditi cengkeh, rambutan dan lengkeng diperoleh bahwa : 1) Net present value (NPV) komoditi cengkeh, rambutan dan lengkeng bernilai positif yakni masing-masing Rp. 126.127. 738,-; Rp. 255.516.580,-; Rp. 262.621.895; 2) Internal Rate or Return (IRR) atau tingkat bunga yang menghasilkan NPV sebesar nol untuk komoditi cengkeh, rambutan dan lengkeng yakni masing-masing 31,06%; 61,28%; dan 58,5%; 3) Benefit Cost Ratio (B/C), menghasilkan B/C cengkeh 1,95; rambutan 9,34; dan lengkeng 6,90; 4) Dicounted Payback Period (DPP) atau pada waktu yang diperlukan untuk mengembalikan seluruh investasi yang telah ditanamkan, menunjukkan komoditi cengkeh adalah 9 tahun 2 bulan, rambutan 6 tahun 4 bulan dan lengkeng 11 tahun 4 bulan.
PENGARUH JARAK TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max L Merril) Marten Pangli
Agropet Vol 11 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.22

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jarak tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai untuk mendaptkan kerapatan yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di desa sulewana Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso, dimulai dari bulan juli 2013 hingga bulan Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari J1 dengan jarak tanaman 20 cm x 20 cm, J2 dengan jarak tanaman 25 cm x 25 cm, J3 dengan jarak tanaman 30 cm x 30 cm dan J4 dengan jarak tanaman 35 cm x 35 cm. Hasil penelitian di dapatkan jarak tanama 35 x 35 merubah hal lebih tinggi yakni mencapai  2,75 ton/Ha.
KAJIAN PRODUKSI PADI SAWAH TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK NPK Ridwan Ridwan; Marten Pangli
Agropet Vol 14 No 2 (2017): Volume 14 No 02 Tahun 2017
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.121

Abstract

Tanaman padi merupakan komoditi tanaman pangan yang amat penting dalam pemenuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi padi setelah petani melakukan pemupukan NPK. Penelitian dilaksanakan di Desa Masamba, Kecamatan Poso Pesisir.Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi yang memamnfaatkan kuisioner. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara terhadap responden secara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner). Data sekunder diperoleh dariliterature yang terdapat pada dinasPertanian dan Instansi yang terkait dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pupuk NPK dapat menghasilkan produksi padi sebesar 70.200 ton/MT dengan rata-rata per responden sebesar 965,6 ton/MT dengan harga penjualan Rp 7000/kg. Total pendapatan 30 petani responden setelah menggunakan pupuk NPK sebesarRp 491.401.000 dengan rata-rata pendapatan per responden Rp 6.759.200/MT. Sedangkan penggunaan pupuk organik pada tahun pertama akan terjadi penurunan produksi 20 persen dari panen sebelumnya. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini dan bukan pengambilan/pengumpulan dataKata kunci: pupuk NPK, produksi padi