Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Health Care Media

STUDI KUANTITATIF TENTANG HUBUNGAN MINAT IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA Eka Deviany Widyawaty
Health Care Media Vol 4 No 1 (2020): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.151

Abstract

Anemia is defined as a Hb level <11 g / dl in trimesters II and III. Based on WHO report (2013), MMR in the world is caused by preeclampsia 28%, bleeding 27%, eclampsia 14%, abortion 8%, infection 11%, delivery complication 9%, embolism 14%, anemia 51%. To determine the relationship of interest of pregnant women in consuming Ferrous Sulfat oral with anemia. Method: This study uses a quantitative approach with a cross-sectional study design, with analytic design. The subjects of TM II and III pregnant women were 36 people. The research instrument uses questionnaires and Health Card. The sampling technique uses total sampling technique. Statistical tests using Chi Square. The interest of pregnant women in consuming Fe tablets was 29 respondents with a high category (80.6%), respondents who were anemic 7 respondents (19.4%). Chi Square test analysis is known, r count = 5,063a. And ρ value = 0, 024 shows that r count of 5.063a> r table at df = 1 is 0.3291 then H0 is rejected so it can be concluded that the interest of pregnant women in consuming Fe tablets affects the incidence of anemia. Pregnant women who are obedient in consuming Fe tablets do not have anemia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KETERLAMBATAN BICARA DI HOUSE OF FATIMA CHILD CENTER KOTA MALANG Eka Deviany Widyawaty
Health Care Media Vol 5 No 1 (2021): HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.164

Abstract

Departemen kesehatan RI dalam Widati (2012) melaporkan bahwa 0,4 juta (16%) balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara.1 Gangguan perkembangan bicara dan bahasa merupakan gangguan perkembangan yang sering ditemukan pada anak usia 3-16 tahun. Angka kejadiannya berkisar antara 1% sampai 32% pada populasi yang normal.2 Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Keterlambatan Bicara Di House of Fatima Child Center Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian retrospektif, dengan desain analitik. Subjek penelitian anak yang memiliki keterlambatan bicara disertai gangguan pendengaran, autisme, kelainan kromosom, ADD, ADHD, dan CP. Teknik accidental sampling. Hasil menunjukkan bahwa Sebagian besar responden yang mengalami keterlambatan bicara disertai ADD sebanyak 35 (36,1%) responden, ADHD sebanyak 13 (13,4%) responden, dan Autisme sebanyak 10 (10,3%) responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara Autisme, ADD, ADHD terhadap keterlambatan bicara di House Of Fatima Child Center Kota Malang. Kata Kunci : Gangguan Pendengaran, Autisme, Kelainan Kromosom, ADD, ADHD, CP, dan Keterlambatan Bicara.