Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pharmacoscript

PENAMBATAN SENYAWA KOMPONEN TANAMAN KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus Benth) SEBAGAI DIURETIK MENGGUNAKAN METODE DOCKING Fatwa Hasbi; Saeful Amin; Tita Nofianti
Pharmacoscript Vol. 1 No. 2 (2018): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1i2.100

Abstract

Orthosiphon Benth Stamineus is an herbal remedy that has a diuretic effect empirically. The 98’s chemical compounds from orthosiphon has been docking into some receptors ; 1Z9Y receptor with Furosemide as comparator ligand (native), 3HS4 receptor with Acetazolamide as comparator ligand (native) and 3VHU receptor with Spironolactone as comparator ligand (native). The results showed that litospermat acid 1 has -120,0670 kcal of energy which is the lowest bond energy to the receptor 1Z9Y, Dikafeoil tartaric has -107,0110 kcal of energy which is the lowest bond energy to the receptor 3HS4, but for 3VHU receptors did not get any lowest bond energy from 98’candidates compared with the energy of spironolactone is -114,5740 kcal. Ortosifonon C as component of chemical compound java’s tea which according to the literature has a diuretic effect, evidanced the data it has -91,2897 kcal to bind with 1Z9Y and -79,4270 kcal to bind with 3HS4, thus energy are lower than the native ligand (Acetazolamide). Lower energy to bind with the receptor it can makes more stable for the binding. The results of visualization showed thus are has similarities of the hydrogen bonds between the compound Litospermat acid I, Dikafeoil tartaric and Ortosifonon C with native ligand. So that 3 of chemical compounds is predicted to have the highest potential as a diuretic.
PROFIL MONOUNSATURATED DAN POLYUNSATURATED FATTY ACIDS DALAM PLASMA DARAH WANITA YANG MENGONSUMSI JAMU Fatwa Hasbi; Endang Darmawan; Akrom Akrom
Pharmacoscript Vol. 3 No. 1 (2020): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v3i1.396

Abstract

Latar Belakang : Masyarakat Indonesia diketahui gemar mengonsumsi jamu. Pada riskesdas tahun 2010 diketahui bahwa 59,12% masyarakat Indonesia mengonsumsi jamu. Jamu merupakan minuman asli Indonesia yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan untuk tujuan pengobatan. MUFA dan PUFA banyak di temukan pada tumbuh-tumbuhan.   MUFA (Mono Unsaturated Fatty Acid) & PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) merupakan golongan lemak tak jenuh yang dapat menurunkan kadar LDL serta menaikkan kadar HDL dalam darah.Tujuan : Untuk mengetahui profil monounsaturated dan polyunsaturated fatty acids dalam plasma darah wanita yang mengonsumsi jamuMetode : Penelitian ini menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah relawan dalam penelitian adalah 127 orang. Kadar MUFA & PUFA dalam plasma darah diukur menggunakan GC-MS. Hasil pengukuran kemudian dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji distribusi frekuensi dan one-way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%.Hasil : Rata-rata kadar asam lemak pada  relawan yang minum jamu adalah MUFA 0,176% dan PUFA 0,012% . Jenis MUFA dan PUFA yang teridentifikasi di dalam darah relawan wanita yang mengonsumsi jamu di Kabupaten Bantul adalah Palmitoleic acid, Oleic acid (MUFA) dan Linolenic acid (PUFA). Relawan dengan nilai BMI < 18,5 (kurus) memiliki kadar MUFA yang paling tinggi dibandingkan relawan dengan nilai BMI ≥ 18,5.Kesimpulan : Ditemukan kadar MUFA yang lebih banyak dibandingkan dengan PUFA pada plasma darah relawan wanita yang mengonsumsi Jamu.  Terdapat hubungan antara kadar MUFA dengan nilai BMI.Kata kunci: MUFA, Mono Unsaturated Fatty Acid, PUFA, Poly Unsaturated Fatty Acid, Jamu.