Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang masuk dalam Program Rujuk Balik (PRB) BPJS Kesehatan karena memerlukan pengobatan dalam jangka panjang. Untuk itu, kepatuhan penggunaan obat merupakan hal yang penting dalam pengobatan DM tipe 2 agar tercapai kontrol glikemik yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan penggunaan obat serta kontrol glikemik pasien DM tipe 2 yang mengikuti PRB BPJS Kesehatan di Puskesmas A dan Puskesmas B di Kota Bandung. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan metode pretest posttest with control group design dan dilaksanakan pada bulan Februari-April 2019. Pengukuran kepatuhan dilakukan menggunakan kuesioner Medication Adherence Rating Scale (MARS). Subjek penelitian yang masuk dalam kriteria inklusi sebanyak 60 orang. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan rata-rata skor MARS kelompok intervensi adalah 3,23 ± 2,31 lebih tinggi dari kelompok kontrol yaitu 1,07 ± 2,33. Sementara penurunan GDP pada kelompok intervensi sebesar 7,8 ± 57,4 mg/dL, dan kelompok kontrol mengalami kenaikan GDP sebesar 23,7 ± 59,4 mg/dL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling apoteker memberikan pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan obat serta kontrol glikemik pasien DM tipe 2 yang mengikuti PRB BPJS Kesehatan.