Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

GAMBARAN KINERJA PERAWAT DAN KEPUASAN PELAYANAN TERHADAP PASIEN Nurul Fadila; Liza Andriani; Hendry Wibowo
Menara Medika Vol 5, No 2 (2023): VOL 5 NO 2 MARET 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v5i2.3856

Abstract

Latar Belakang: Kinerja diartikan sebagai hasil dari usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu. Jadi prestasi kerja merupakan hasil keterkaitan antara usaha, kemampuan dan persepsi tugas. Pelayanan adalah semua upaya yang dilakukan perawat sebagai profesi atau profesional untuk memenuhi keinginan pasien dengan jasa yang diberikan. Tujuan: untuk mengetahui Gambaran Kinerja dan Kepuasan Pelayanan Pasien di Rumah Sakit. Metodologi: Penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini adalah masih dominan tentang puasnya pasien terhadap kinerja di Ruang Rawat Inap Interne. Namun kurang dari setengah responden tidak puas disebabkan oleh faktor seperti masih adanya kelalaian perawat dalam memberikan tindakan pada pasien. Diskusi: Distribusi frekuensi kinerja perawat menyatakan baik 51,4% dan kurang baik 48,6%. Distribusi frekuensi Kepuasan Pelayanan Pasien menyatakan puas 54,3% dan kurang puas 45,7%. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam memberikan kepuasan pelayanan pasien.
Analisis Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Dalam Pengisian Buku Kia Pada Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi di Puskesmas Kota Bukittinggi Tahun 2020 Liza Andriani; Mega Ade Nugrahmi
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan program KIA bertujuan memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutupelayana KIA secara efektif dan efisien. Pemantapan pelayanan KIA dewasa ini diutamakanpada kegiatan pokok di mana salah satunya adalah peningkatan deteksi dini faktor risiko dankomplikasi kebidanan dan neonatus oleh tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam melakukan pengisianbuku KIA pada deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Jenis Penelitian yang di gunakan adalahanalitik, dan variabel independen yaitu tingkat pengetahuan, sikap, motivasi dan beban kerja, danvariabel dependen yaitu kinerja bidan. Populasi dalam penelitian sebanyk 37 respoden danteknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, pengambilan data penelitiandilakukan dengan angket menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitianmembuktikan bahwa kinerja bidan dalam pengisian buku KIA memiliki kinerja tidak baik(62,2%), tingkat pengetahuan tinggi (51,4%), sikap kurang baik (51,4%), motivasi yang baik(67,6%) dan beban kerja ringan (83,8%). Hasil analisis multivariate ditemukan bahwa factoryang paling berhubungan dengan kinerja bidan dalam pengisian buku KIA adalah variabel sikap.Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa bidan akan memiliki kinerja yang baikdalam pengisian buku KIA apabila didasari oleh tingkat pengetahuan yang tinggi, sikap yangpositif, memiliki motivasi tinggi, serta didukung oleh sarana yang lengkap. Kata kunci: Buku KIA, faktor kinerja, bidan puskesmas
Penerapan Metode Sbabs Dalam Mencegah Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat Yuliza Anggraini; Liza Andriani
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs meskipun dilapanganmenunjukkan kemajuan yang masih lambat. Strategi Nasional Kebijaka STBM ( Sanitasi TotalBerbasis Masyarakat) mengacu pada strategi percepatan yang bertujuan untuk mengejar targetSDGs. Tujuan penyelenggaraan program ini adalah untuk mewujudkan perilaku masyarakat yanghigienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yangsetinggi-tingginya. STMB merupakan pendekatan yang dilakukan oleh berbagai Negara dalamrangka perubahan perilaku pedesaan yang diterapkan secara luas untuk mengakhiri buang air besarsembarangan dan masalah ini terkait kesehatan. Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS)merupakan salah satu pilar yang terdapat didalam STMB dalam pencegahan stunting. Stop Buang Air Besar Sembarangan merupakan program sanitasi total berbasis masyarakat yangmembudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasislingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat merubah perilaku untuk tidak melakukanaktivitas buang air besar sembarangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas metodeSBABS dalam mencegah stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas AirBangis Kabupaten Pasaman Barat. Metode: penelitian menggunakan desain Kohor Retrospektif.Kelompok SBABS sebagai penerima program dengan kelompok Non SBABS yang tidakmenerima program. Kelompok wilayah SBABS yaitu jorong Silawai Tengah dan kelompokwilayah non SBABS adalah Kampung Padang Utara. Hasil penelitian menunjukkan proporsibaduta stunting pada kelompok SBABS 15,3%, dengan tinggi badan normal 91,3% dan status gizibaik (92,7%). Terdapat hubungan antara tinggi badan balita pada kelompok SBABS dengan NONSBABS dengan p-value 0.012 namun tidak ada hubungan antara status gizi balita kelompokSBABS dengan NON SBABS dengan p-value 0.374Kesimpulan: metode SBABS efektif menurunkan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulanpada wilayah kerja Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat.
GAMBARAN PARITAS TENTANG PEMANFAATAN BUKU KIA Liza Andriani; Miftah Amalia Yasti; Hifzil Izzati
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.5258

Abstract

Pendahuluan: Penyebab kematian ibu hamil ataupun melahirkan salah satunya adalah komplikasi kehamilan dimana paritas banyak merupakan salah satu penyebab terjadinya perdarahan yang berujung pada kematian pada ibu hamil. Tujuan: untuk mengetahui gambaran paritas ibu hamil tentang pemanfaatan buku KIA di Jorong Pahambatan Nagari Balingka Kabupaten Agam. Metode:  penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Jorong Pahambatan Nagari Balingka Kabupaten Agam pada bulan Maret 2024. Populasi berjumlah 32 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah populasi yaitu sebanyak 32 ibu hamil. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan buku KIA oleh ibu dengan paritas primigravida adalah sebesar 12,5% dan paritas multigravida adalah 87,5% di Jorong Pahambatan Nagari Balingka Kabupaten Agam. Kesimpulan dan Saran:  Sebagian besar (87,5%) ibu hamil di Jorong Pahambatan adalah multigravida sehingga pemanfaatan buku KIA juga diharapkan baik. Pada tenaga kesehatan agar tetap memberikan sosialisasi kepada ibu hamil tentang pemanfaatan Buku KIA baik dengan paritas primigravida dan multigravida, sehingga ibu yakin akan manfaat Buku KIA bagi dirinya dan anaknya sampai berumur 5 tahun.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KINERJA BIDAN DALAM PENGISIAN KARTU SKOR POEDJI ROHYATI PADA DETEKSI DINI KEHAMILAN RISIKOTINGGI DI PUSKESMAS KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Liza Andriani
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya merupakan arah dari pembangunan kesehatan yang ditandai dengan meningkatnya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat. Indikator yang menentukan derajat kesehatan masyarakat adalah mortalitas, morbiditas, dan status gizi. Salah satu upaya untuk mencegah AKI adalah dengan melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi menggunakan kartu skor Poedji Rohyati (KSPR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan kinerja bidan dalam pengisian kartu skor Poedji Rohyati pada deteksi dini kehamilan risiko tinggi di Puskesmas Kabupaten Lima Puluh Kota.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan sampel penelitian sebanyak 74 responden, pengumpulan data dilakukan dari bulan Januari sampai Februari 2018 dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antaratingkat pengetahuan (p= 0,031) dan sikap (p= 0,004) dengan kinerja bidan dalam pengisian KSPR pada deteksi dini kehamilan risiko tinggi di puskesmas Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2017. Bidan akan memiliki kinerja yang baik dalam pengisian KSPR apabila didasari oleh tingkat pengetahuan yang tinggi dan sikap yang positif serta didukung oleh sarana prasarana yang lengkap.
Pencegahan Stunting Melalui Program Gemarikan Oleh Posyandu di Nagari Balingka Kabupaten Agam Chyka Febria; Liza Andriani; Yofa Sukmawati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2024): JIK-Oktober Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i2.1077

Abstract

Stunting adalah keadaan gagal tumbuh akibat defisiensi nutrisi mulai dari dalam kandungan sampai usia kurang 2 tahun. Angka stunting yang cukup tinggi juga terjadi di Kabupaten Agam, termasuk Nagari Balingka. Pemerintah Nagari Balingka kemudian menggerakkan program Gemarikan upaya mencegah dan menurunkan angka stunting tersebut. Kegiatan pelaksanaan program Gemarikan tersebut didukung oleh posyandu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran posyandu dalam upaya pencegahan stunting melalui program Gemarikan di Nagari Balingka serta menganalisis faktor pendorong dan penghambat peran posyandu dalam program Gemarikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta mengggunakan teknik wawancara terhadap narasumber yang ada di Nagari Balingka, penelusuran data secara online dan dokumentasi sebagai pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran posyandu dalam pelaksanaan program Gemarikan masih kurang konsisten karena komunikasi program tidak intens dan kurang komprehensif. Akibatnya, banyak dari ibu balita di Nagari Balingka yang masih kurang paham akan program tersebut. Sementara itu pada kegiatan wajib peran posyandu sudah berjalan baik karena dilaksanakan secara konsisten. Faktor pendorong pelaksanaan program Gemarikan adalah pola konsumsi ikan yang rendah di masyarakat di Nagari Balingka dan Faktor penghambatnya adalah kondisi sumber daya manusia ibu balita di Nagari Balingka yang rendah. Melihat kondisi tersebut maka saran yang tepat diberikan mengenai pola konsumsi ikan yang rendah di masyarakat adalah dengan memberikan dorongan pada posyandu untuk memberi pendidikan pada ibu balita minimal seminggu 2-3 kali, sementara itu hambatan mengenai kondisi sumber daya manusia yang rendah dapat diperbaiki dengan menciptakan kepatuhan peran ibu balita pada posyandu dan memberi sanksi pada ibu balita yang melanggar pelaksanaan program Gemarikan.
PERAN BUDAYA DAN AGAMA DALAM MENGATASI STUNTING DI JORORNG PAHAMBATAN KENAGARIAN BALINGKA KABUPATEN AGAM Yuliza Anggraini; Liza Andriani; Villa Wahyu Andari
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 8 No. 1 (2024): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v8i1.4087

Abstract

Stunting is a condition where children fail to thrive which results in children being short and the main cause is a lack of nutrition. Several factors that can cause stunting in children include the mother's low knowledge about good nutrition during pregnancy. Therefore, it is necessary to evaluate maternal behavior in efforts to prevent stunting in children, especially in toddlers. The behavior that needs to be evaluated consists of the role of culture, religion, attitudes and actions, by evaluating what the mother has done in efforts to prevent stunting (Fildzah et al., 2020). The research aims to find out in-depth information regarding the role of culture and religion in overcoming stunting in Jorong Pahbatas Kenagarian Balingka. The research method used is qualitative research using the In-depth Interview method. The sampling technique is Purpose Random Sampling, which is adjusted to research considerations and the number of informants deemed sufficient. The number of informants in this research was 4 informants, consisting of guardians, implementing midwives, religious leaders and mothers with toddlers. Research data collection was carried out using interview guidelines. Data processing and analysis is carried out using data transcripts and data reduction including data presentation, conclusions and verification. The results of this research show that the role of culture and religion in overcoming stunting in Jorong Pahbatas is good, but the stunting rate in Nagari is still high so it is necessary to conduct research on mothers, husbands and families using related variables. The conclusion of this research is that in-depth information is known regarding the role of culture and religion in overcoming stunting in Jorong Pahbatas Kenagarian Balingka, Agam Regency.
HUBUNGAN PAPARAN KONTEN PRENATAL JOURNEY DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERSIAPAN KEHAMILAN SEHAT DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT Liza Andriani; Rantih Fadhlya Adri; Lisa Ernita; Leni Reskina; Mira Hastuti; Serly Agustin
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 2 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3691

Abstract

Exposure to health information through social media continues to increase and plays an important role in shaping adolescent girls’ knowledge, particularly regarding preparation for a healthy pregnancy during the preconception period. One of the widely accessed contents is Prenatal Journey, which presents pregnancy experiences and preparation for motherhood. This study aimed to determine the relationship between exposure to Prenatal Journey content on social media and the level of knowledge of adolescent girls regarding healthy pregnancy preparation at Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. This study employed an observational design with a cross-sectional approach. The study was conducted at Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. The population consisted of 100 adolescent girls, with a sample of 50 respondents selected using proportional random sampling. The results showed that most respondents had low exposure to Prenatal Journey content, amounting to 26 respondents (52%), while the majority of respondents had a high level of knowledge regarding healthy pregnancy preparation, totaling 35 respondents (70%). Statistical analysis using the Chi-square test indicated a significant relationship between exposure to Prenatal Journey content on social media and the level of knowledge of adolescent girls regarding healthy pregnancy preparation, with a p-value of 0.000 (p 0.05). The findings of this study are expected to serve as a reference for health professionals and educational institutions in utilizing social media as an effective medium for reproductive health education among adolescents, particularly in improving readiness for a healthy pregnancy from an early age.Keywords: conten exposure, prenatal journey, knowledge, adolescent girls, healthy pregnancy preparation