Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

TOUCH UP KAMAR PERAWATAN RUMAH SAKIT SILOAM BALI Toddy Hendrawan Yupardhi; I Kadek Dwi Noorwatha; I Nyoman Adi Tiaga; I Made Jayadi Waisnawa; Putu Ari Darmastuti; Ni Luh Kadek Resi Kerdiati; I Putu Udiyana Wasista
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.518 KB)

Abstract

Rumah Sakit Siloam Bali merupakan salah satu rumah sakit modern yang terletak di Kabupaten Badung. Dalam proses pengabdian ini, pihak mitra membutuhkan pertimbangan akademis, perihal adanya isu medical tourism. Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pada bidang pengabdian masyarakat, Jurusan Desain Interior melaksanakan permintaan mitra ini sebagai pengabdian berdasarkan bidang keahlian. Tujuannya untuk memberikan sumbangsih keilmuan bagi mitra yang membutuhkan pelayanan dalam desain interior. Metode yang digunakan memiliki beberapa tahapan yaitu survey tempat, mengukur ruang, wawancara dengan klien, membuat draft desain, melakukan rapat dengan klien, dan membuat konsep desain final. Hasilnya desain yang diciptakan mengikuti kaidah-kaidah ruang rumah sakit, serta mampu memberikan kesan modern, ringan, serta menenangkan bagi pasien. Kamar-kamar yang dirancang juga mengikuti prinsip-prinsip wisata medis, memaksimalkan suasana terapeutik, mempengaruhi kondisi psikologis pasien, dan berkontribusi pada pemulihan.Selain itu, Pengabdian berjalan dengan baik dan pihak mitra sangat menyukai konsep desain yang dibuat, karena sesuai dengan kebutuhan dan permintaan mereka.
Hubungan Ruang Terbuka Hijau terhadap Penataan Ruang Bali Madya pada Rumah Tinggal Jayadi Waisnawa; Cok. Gde Rai Padmanaba Padmanaba
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.106 KB) | DOI: 10.21009/jgg.v11i2.25327

Abstract

Natural disasters are commonly found in densely populated areas such as Denpasar City, Badung Regency and Gianyar. The contributing factor is the development of settlements which eliminates green open space a lot. Laws, Ministerial Regulations and Regional Regulations of the Province of Bali have not been able to control the availability of green open space. These various government efforts are in line with the concept of Bali madya traditional layout. The existence of a separate building arrangement and green open space provides space for natural ventilation and lighting to enter the interior. This study has the aim of knowing and understanding the form of green open space in residential homes with Bali madya traditional layout. This research uses descriptive qualitative method. The data were collected using a purposive sample method with the main criteria which a house that uses a traditional Bali madya layout and has green open space. From 37 residential houses, 24 houses had a temperature range of 25°C-27°C and 28 houses had cool and slightly cool air conditions. These data show that green open space in residential homes through plant and pavement elements has an important role in the interior related to natural ventilation and lighting.
EKSPLORASI ESTETIKA, FUNGSI, DAN WARNA PADA KURSI DENGAN KONSEP MERAK Kadek Nadila Dwi Putri; I Wayan Balika Ika; I Made Jayadi Waisnawa
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estetika dan fungsi menjadi elemen yang saling melengkai dalam desain kursi. Kedua elemen ini akan menjadi lebih maksimal saat mampu memberikan kenyamanan, keamanan serta mencerminkan prilaku dan budaya setempat. Budaya yang berkaitan erat dengan alam menjadi ciri khas masyarakat timur salah satunya Bali. Desain kursi yang mempertimbangkan alam dalam pemilihan konsep dapat menjadi solusi guna memberikan cerminan pengguna dalam beraktivitas. Metoda yang digunakan dalam desain kursi ini berbasis pada riset. Studi terhadap kasus yang dimulai dengan penggalian data, ebservasi dan analisis menjadi tahapan awal dalam penelitian. Tahapan desain dilakukan dengan menghadirkan dua altternatif yang bertujuan untuk mendapatkan bentuk dan pola yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain kursi yang memiliki estetika namun tetap mampu mengakomodasi aktivitas dari pengguna. Dalam mendukung estetika desain kursi, dipilih konsep burung merak. G, bidang, pola dan warna menjadi elemen yang diaplikasikan pada desain kursi. Garis dan bidang didominasi oleh lengkungan sehingga meminimalisasi terbentuknya sudut. Kombinasi warna hijau, biru dengan pola ekor burung merak diaplikasikan sebagai tampilan luar kursi.
ELEMEN DAN PRINSIP DESAIN ARSITEKTUR GAPURA PANGGUNG TERBUKA ARDHA CANDRA I Made Jayadi Waisnawa
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 2 No. 2 (2022): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edukasi terhadap alam kini dirasakan semakin memudar khususnya bagi generasi muda. Penghargaan terhadap alam tidak harus bersentuhan langsung dengan alam, tetapi dapat dilakukan dengan mencermati pemahaman masyarakat tradisional Bali dalam mendirikan bangunan. Dalam menghargai alam, masyarakat tradisional Bali merepresentasikan alam kedalam setiap elemen bangunan. Fisik bangunan mempergunakan konsep filosofi tri angga yang merepresentasikan proporsi tubuh manusia. Bidang segitiga pada bagunan merepresentasikan gunung yang juga dipercaya sebagai pintu masuk alam bawah dan alam atas. Ornamen-ornamen yang ada pada bidang bangunan merupakan gubahan elemen alam. Tujuan penelitian ini adalah menggali pengetahuan melalui pemahaman terhadap bangunan gapura panggung terbuka Ardha Chandra yang berlokasi di Taman Budaya atau art centre. Pemahaman ini dilakukan dengan menjelaskan elemen-elemen dan prinsip-prinsip desain yang ada pada bangunan gapura. Penggalian data pada penelitian ini menggunakan metoda observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan gambaran terkait visual bangunan. Hasil pembahasan akan dijelaskan secara deskriptif dengan dukungan dari kajian pustaka. Elemen desain yang dapat dilihat pada bangunan gapura adalah garis, bidang dan warna, sedangkan proporsi, keseimbangan dan penekanan adalah prinsip- prinsp desain yang ditemukan. Elemen garis memvisualkan berbagai ornamen yang merepresentasikan alam, wujud menyeluruh gapura memvisualkan bidang segitiga yang merepresentasikan gunung dan warna-warna menggunakan material alami yaitu batu bata dan batu paras. Konsistensi bidang dari bagian bawah samapi bagian atas memperlihatkan konsistensi proporsi bangunan. Prinsip keseimbangan mewakili arsitektur tradisional Bali yaitu kesamaan bentuk antara bagian kanan dan kiri. Prisnip penekanan diwakili oleh tiga pintu yang dihadirkan dengan warna emas, merah dan coklat tua. Prinsip penekanan hadir melalui bantuan pencahayaan alami dan buatan yang memperlihatkan detail ornamen.
PERANCANGAN GERAI KERAJINAN KHAS MANDALIKA SEBAGAI DESTINASI WISATA SUPER PRIORITAS DENGAN PENDEKATAN STORYNOMICS TOURISM I Made Pande Artadi; Anak Agung Gede Rai Remawa; I Putu Udiyana Wasista; I Made Jayadi Waisnawa; Gede Pasek Putra Adnyana Yasa
Jurnal PATRA Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Patra Mei 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v5i1.508

Abstract

Budaya yang berkembang di wilayah Mandalika merupakan aset mahal dalam mengembangkan pariwisata dengan pendekatan storynomics tourism. Adanya hal ini, menyebabkan Mandalika dicanangkan sebagai kawasan destinasi prioritas oleh Kemenparekraf/Baparenkraf RI. Ditambah lagi dengan adanya keberadaan Sirkuit Mandalika kini menyebabkan Mandalika memperoleh status Kawasan Ekonomi Khusus. Namun muncul masalah menjamurnya gerai-gerai kerajinan khas Lombok di sekitar Sirkuit Mandalika, yang menyebabkan kondisi kumuh (ghetto). Oleh karenanya, peneliti dan pihak ITDC melakukan kolaborasi dalam kegiatan matching fund, untuk merancang gerai-gerai kerajinan tersebut agar lebih tertata dan estetis menggunakan pendekatan storynomics tourism. Metode yang digunakan terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap inspirasi, tahap gagasan, dan tahap implementasi. Hasilnya narasi dalam pendekatan storynomics tourism telah diimplementasikan ke dalam rancangan interior di kawasan gerai kerajinan dan souvenir. Penggunaan identitas lokal seperti bentuk lumbung, bentuk dan warna nyale, motif songket Subahnale, peresean, motif anyaman ketak dan rotan, bentuk cupu, hingga kisa Puteri Mandalika, berhasil dimplementasikan ke dalam elemen-elemen ruang dan massa bangunan.
PROSES DESAIN INTERIOR PADA VILA JAVINE OLEH PT. ESA INTERNATIONAL Silva Sukmawati; Ida Ayu Dyah Maharani; I Made Jayadi Waisnawa
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali sebagai salah satu pulau pariwisatan memiliki banyak bangunan akomodasi penginapan, salah satunya adalah vila. Proyek pembangunan vila di Bali cukup menjanjikan, sehingga banyak proyek vila yang berjalan di Bali. Salah satu vila di Bali adalah Vila Javine yang didesain oleh perusahaan konsultan arsitek dan desain interior PT ESA International. Proses desain interioir pada proyek Vila Javine yang dikerjakan oleh PT ESA International memiliki beberapa tahapan. Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui proses desain interior pada Vila Javine oleh perusahaan konsultan PT ESA International. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Vila Javine berlokasi di Jln. Tegal Sari ASRI, Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361. Kondisi lingkungan pada site dikelilingi oleh bangunan vila lain, untuk akses menuju vila cukup untuk mobil lewat. Pada proyek Vila Javine, klien menginginkan penerapan konsep modern tropis, namun masih terdapat unsur Bali. Proses pengerjaan vila ini dimulai dari pemilihan konsep, pembuatan gambar schematic, development design dan pembuatan gambar kerja. Pada proyek Vila Javine klien mengharapkan desain interior tropis modern dengan unsur Bali, hal ini bisa dilihat dari penggunaan bukaan yang maksimal, penggunaan beberapa elemen furniture dan aksesoris yang modern seperti sofa, lampu, dan bench. Untuk unsur Bali pada desain pada beberapa pintu menggunakan ukiran, penggunaan ceiling berupa anyaman dan kayu. Perancangan desain dengan menggunakan aplikasi 3D dan render, menampilkan gambar perspektif tiap ruangan, denah, dan potongan dengan beberapa keterangan ukuran dan material yang digunakan. Setalah tahap perancangan selesai, masuk pada tahap kerjasama dengan kontraktor untuk mewujudkan desain. Pada tahapan tersebut desainer masih berkoordinasi dengan kontraktor, agar hasil desain yang diwujudkan sama seperti ekspetasi di awal saat perancangan. Pada bagian terakhir jika semua furniture sudah terpasang semua, dan interior selesai, dilakukan serah terima jadinya proyek.
The DESAIN RUANG DAPUR BERDASARKAN TIGA ZONA UTAMA I Made Jayadi Waisnawa; Ni Luh Kadek Resi Kerdiati; Putu Ari Darmastuti
Jurnal PATRA Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Patra Mei 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v5i1.463

Abstract

Ruangan dapur memiliki kompleksitas dalam aktivitas civitasnya. Desain ruangan dapur harus berpedoman pada tiga zona utama yang terkait dengan dimensi civitas saat beraktivitas. Susunan tiga zona utama adalah lemari simpan (kulkas), bak cuci (sink) dan kompor. Selain tiga zona utama, ruangan dapur juga harus memperhitungkan bentuk dapur dan utilitas alami untuk mengoptimalkan aktivitas. Proses desain ruangan dapur harus dimulai dari awal sebelum proses perncanaan fisik bangunan untuk menentukan tiga unsur tersebut. Berdasarkan fakta yang ditemukan pada proyek desain ruangan dapur, proses desain lebih banyak dimulai dari saat pekerjaan fisik sudah memasuki tahap penyelesaian. Tujuan studi desain dapur ini adalah untuk mengetahui bagaimana desain ruangan dapur yang dimulai pada saat pekerjaan fisik sudah memasuki tahap penyelesaian. Studi desain ruangan dapur ini menggunakan metoda kualitatif yang akan dijelaskan secara deskriptif. Objek penelitian didapatkan pada desain ruangan dapur yang pernah dikerjakan pada studio jayadi-sign. Kriteria objek penelitian adalah ruangan dapur yang memiliki tiga zona utama dan bukan desain ulang. Berdasarkan hasil studi, didapatkan 22 desain yang memenuhi 1 unsur, 12 desain yang memenuhi 2 unsur, 1 desain yang memenuhi tiga unsur dan 2 desain tidak memenuhi semua unsur. Hal tersebut dikarenakan sistem instalasi air, kelistrikan dan utilitas alami sudah dibuat sebelumnya.
PROSES PERANCANGAN DEKORASI PERNIKAHAN PADA THE ROYAL SANTRIAN OLEH SWEET BELLA PROJECT Nike Wijaya; I Made Jayadi Waisnawa; Putu Ari Darmastuti
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v3i2.2067

Abstract

Sweet Bella Project merupakan Wedding Decorator & Stylish yang memberikan penyediaan layanan/jasa desain dan dekorasi. Wedding Decorator adalah jasa dalam mempersiapkan dekorasi dan menata persiapan dalam event pernikahan. Ada beberapa proses perancangan yang diperlukan dalam mendekor sebuah event pernikahan sebelum sebuah pernikahan dilaksanakan pada venue The Royal Santrian pada tanggal 10 Desember 2022 ini. Sweet Bella Metode penciptaan dalam project yang bekerja sama dengan wedding organizer akan melewati beberapa proses perancangan yaitu : Technical meeting, penentuan tema, desain pengembangan, membuat mockup, membuat layout untuk penataan tempat venue, membuat list barang dan list produksi, dan mendekorasi venue. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel bersifat deskriptif kualitatif. Hasilnya tema yang digunakan dalam perancangan yaitu natural blush. Proses dekorasi memerlukan ketelitian dan fleksibilitas di lapangan, agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar.
LOGO DESIGN WERDHA PRIYAMITRA ELDERLY GROUP NORTH KUTA DISTRICT I Made Jayadi Waisnawa; Toddy Hendrawan Yupardhi
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v3i1.343

Abstract

Purpose: The elderly are a part of society that deserves to be honoured. Various service activities have been carried out during the productive age. The logo design requested by the Werdha Priyamitra elderly group is a tribute to its role in mobilizing other elderly people in North Kuta District. Research methods: The method in designing the logo of the Werdha Priyamitra elderly group was carried out with the stages of observation, interviews, digital literature review and evaluation. Observation is intended to explore the activities of the elderly group. The interview is a process of extracting deeper data from the beginning of its establishment until its existence in 2023. Digital literature review to gain knowledge and inspiration in logo design. Findings: Every design stage constantly evaluates by the management of the Werdha Priyamitra elderly group so that the logo design is as expected. Based on the final logo design results, design elements in lines, fields, and colours represent the culture and activities of the Werdha Priyamitra elderly group. Implications: These design elements are supported by text that contains the slogan of the Werdha Priyamitra elderly group. The logo design is made by considering the proportion of design elements and text to keep the intensity of complexity manageable.
PERANCANGAN VISUALISASI DESAIN INTERIOR PROYEK BUTIK IBU AMI DENGAN GAYA MODERN Hutahaean, Herda Letaria; Waisnawa, I Made Jayadi; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3465

Abstract

Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang populer karena memiliki karakteristik kebudayaan dan keindahan alam sendiri. Hal ini menjadikan Bali sebagai lokasi yang menjanjikan untuk bisnis komersial salah satunya bisnis butik. Proyek butik ini merupakan salah satu proyek dari Studio Dewi Deco Interior. Butik merupakan sebuah bisnis yang menawarkan berbagai produk fashion. Bangunan butik sering sekali dihadapkan dengan masalah keterbatasan ruang dan desain interior yang kurang menarik. Berdasarkan hal ini perlu perancangan desain interior secara kreatif untuk mengoptimalkan penggunaan ruang agar butik lebih fungsional, nyaman, dan memiliki sisi estetika. Perancangan proyek ini bertujuan untuk memberikan preferensi desain interior butik sesuai dengan permintaan yang menginginkan konsep butik dengan gaya modern. Selama penelitian ini, diterapkan metode kualitatif dalam perancangan desain interior butik. Selain itu metode pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Selama perancangan ini diperlukan pemahaman mengenai desain serta material dan bahan yang sesuai dengan kondisi site dan sejalan dengan konsep desain. Hasil dan pembahasan perancangan ini terbagi menjadi beberapa bagian yang meliputi alur pengerjaan proyek, data seputar proyek, proses perancangan desain, hasil akhir desain, dan kendala selama perancangan. Hasil akhir desain memaparkan hasil penelitian dan perancangan yang dilakukan penulis. Hal ini meliputi visualisasi 3D butik, jenis material dan bahan, serta furniture yang dirancangkan. Proyek ini sebagai studi kasus yang memaparkan hasil kerja penulis selama mengikuti program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Adapun hasil dari perancangan butik ditampilkan dalam bentuk visualisasi 3D desain interior. Permasalahan keterbatasan ruang dapat diselesaikan melalui pemanfaatan seluruh bagian ruangan dan penggunaan furniture yang multifungsi. Melalui perancangan ini, diharapkan mampu memberikan preferensi desain interior butik.