Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Pengaruh Waktu Precipitation Treatment pada Paduan Aluminiumm Clad 2024 Terhadap Sifat Mekanik, Konduktivitas Listrik dan Struktur Mikro pada Doubler Leading Edge Inboard Flap Pesawat Yafid Effendi; Surya Agung Satriyo Nugroho; Ali Rosyidin
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2022): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v6i2.8277

Abstract

Aluminium adalah salah satu jenis logam yang keberadaannya paling banyak di kerak bumi. Jenis logam ini banyak dipadukan dengan unsur lain untuk dapat meningkatkan kekuatan dari aluminium, sehingga aluminium digolongkan sebagai salah satu unsur terbanyak setelah oksigen (45,5%) dan silikon (25,7%). Paduan aluminium clad 2024 adalah salah satu jenis paduan aluminium yang banyak diaplikasikan pada doubler pesawat terbang. Serangkaian proses heat treatment paduan aluminium clad 2024 T0 menjadi kondisi T42 meliputi proses solution treatment dengan quenching menggunakan media pendingin air dengan maksimum delay selama 10 second dan precipitation treatment dengan variasi waktu natural aging untuk mengoptimalkan sifat mekanik dari paduan aluminium clad 2024 T42. Natural aging adalah salah satu proses precipitation treatment yang dilakukan pada suhu ruang dengan tujuan untuk membentuk presipitat yang dapat meningkatkan sifat mekanik dari paduan aluminium. Paduan aluminium clad 2024 T42 disimpan pada suhu ruang dengan variasi waktu proses natural aging selama 24 jam, 48 jam, 72 jam dan 96 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu proses precipitation treatment terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik dari paduan aluminium clad 2024 kondisi T42 dan mengetahui waktu optimum dimana sifat mekanik dalam keadaan stabil untuk efisiensi kerja produksi. Dan menganalisa struktur mikro dari paduan aluminium clad 2024 kondisi T42 yang telah mengalami proses heat treatment (precipitation treatment). Dan metode pengujian yang dilakukan secara langsung di PT GMF Aeroasia Tbk meliputi uji tarik, uji kekerasan, uji konduktivitas listrik dan uji struktur mikro. Berdasarkan hasil penelitian ini, waktu precipitation treatment (natural aging) yang efisien yaitu selama 48 jam dengan menghasilkan kekuatan tarik 492,88 MPa, kekuatan luluh 335,26 MPa, elongasi 12,51 %, nilai kekerasan sebesar 62,16 HRB dan nilai konduktivitas listrik sebesar 31,61 %IACS.
EFEK METANOL KADAR RENDAH TERHADAP TORSI MESIN DIESEL DENGAN SISTEM HOT EGR Yafid Effendi
Simposium Nasional Mulitidisiplin (SinaMu) Vol 1 (2019): Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/sinamu.v1i0.2162

Abstract

One type of motorized vehicle that is very suitable for transportation and heavy equipment vehicles is diesel engines, because of its high combustion efficiency, reliability, fuel flexibility, and low fuel consumption make diesel widely used in several countries. Lowgrade methanol mixtures and jatropha are used as alternative fuels. This study aims to study the effect of low purity methanol mixture and jatropha on torque in Isuzu 4JB1 diesel engine direct injection with Hot EGR (Exhaust Gas Recirculation) system using a mixture of biodiesel fuel, low grade methanol and jatropha. The low purity methanol used has a water content of 24.88% based on volume. The ratio of biodiesel, methanol and jatropha mixture used is D85LPM5J10, D80LPM10J10, D75LPM15J10, D75LPM5J20, D70LPM10J20, D65LPM15J20, D65LPM5J30, D60LPM10J30 and D55LPM15J30. EGR openings varied from 0%, 25%, 50%, 75% and 100%. Testing is carried out at a constant rotation of 2000 rpm and given a load of 25%, 50%, 75% and 100%. This study uses dynamite Land & Sea dynamometer. The experimental results show that the EGR Effect can increase the torque value. Torque values tend to decrease when using a mixture of fuels compared to D100. At low loads (25%) there is an increase in the Torsi value for the fuel mixture D85LPM5J10, D80LPM10J10, D70LPM10J20 and D55LPM15J30 of 12.03%, 7.50%, 5.01%, and 5.97%.Keywords: Metanol, Torsi, Mesin, Diesel, EGR
Analisis Laju Perpindahan Panas Konveksi Pada Kondensor AC Konvensional ½ PK Yafid Effendi; Reksi Pradana; Bambang Setiawan
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2023): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v7i1.8810

Abstract

Mesin pendingin adalah sebuah alat siklus yang prinsip kerjanya hampir sama dengan mesin kalor yang menggunakan fluida kerja yang berupa refrigeran. Siklus refrigeran yang paling banyak dipakai adalah daur refrigeran kompresi uap yang melibatkan empat komponen dasar yaitu kompresor, kondensor, katup ekspansi dan evaporator. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui berapa besar nilai perpindahan panas konveksi optimal dan nilai nusselt number tertinggi. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah pengambilan data berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan traniner AC yang kami buat, menggunakan bahan pendingin yaitu refrigerant R32 dengan variasi putaran kecepatan fan kondensor dalam posisi high. Hasil penelitian pada air condisioner (AC) split konvensional dengan kapasitas ½ PK  didapatkan nilai tertinggi pada jarak waktu 45 menit, koefisien perpindahan panas konveksi tertinggi didapat sebesar 2,50521 W/m.°C pada kecepatan fan kondensor 4,4 m/s sedangkan koefisien perpindahan panas konveksi terendah didapat sebesar 0,34923 W/m.°C pada kecepatan inlet 1,34 m/s sedang kan nilai nusselt number tertinggi didapat sebesar 0,26938 pada kecepatan fan kondensor 4,4 m/s sedangkan nilai nusselt number terendah didapat sebesar 0,3717 pada kecepatan inlet 1,35 m/s.
Experimental investigation of perforated and non-perforated Delta Winglet Pairs for heat transfer and pressure drop optimization Yafid Effendi; Syaiful Syaiful; Mohamad Djaeni; Muhammad Untung Zaenal Priyadi
Jurnal Polimesin Vol 23, No 3 (2025): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v23i3.6627

Abstract

This study experimentally investigates the impact of Delta Winglet Pairs (DWPs) on heat transfer and friction factor in a rectangular duct. Configurations varied by the number of DWP pairs (one, two, and three) and the presence of perforations on the winglet.  The performance was evaluated using the Nusselt number ratio (Nu/Nu₀) and friction factor ratio (f/f₀), compared to a smooth baseline. Results show that non-perforated DWPs enhanced heat transfer more effectively, with a maximum 27% higher Nusselt number than perforated ones. Increasing the number of DWP pairs improved thermal performance further, aided by higher airflow velocities that enhanced fluid mixing. In terms of pressure loss, the friction factor decreased with increasing velocity, while more DWPs increased pressure drop. Perforated DWPs reduced average friction by 47% compared to non-perforated ones, due to jet flow effects. Evaluation of the Thermal Enhancement Factor (TEF) revealed that although both configurations benefit from higher airflow, non-perforated DWPs achieved a 13.8% higher TEF than the perforated type. These results suggest that while non-perforated DWPs are optimal for maximum heat transfer, perforated DWPs offer a more favourable trade-off when pressure loss must be minimized.