Articles
Peningkatan Kemampuan Aktivitas Hasil Belajar IPS Melalui Media Film Dan Peta Wisata Siswa Kelas IX C SMP Negeri 4 Ponorogo
Kanti Lestari
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa di kelas IX C SMP Negeri 4 Ponorogo tahun pelajaran 2017/2018 melalui penggunaan media film dan peta wisata. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas yang terlaksana dalam tiga siklus. Kolaborator dalam penelitian ini adalah guru IPS yang mengajar di sekolah tersebut, sekaligus bertindak sebagai observer dan peneliti bertindak sebagai pelaksana tindakan. Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dalam bentuk interpretasi tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media film dan peta wisata dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Perolehan rata-rata hasil belajar siswa aspek kognitif pada siklus I sebesar 63,28 dengan pencapaian ketuntasan belajar 43,75%; skor postest siklus II rata-rata 69,38 dengan pencapaian ketuntasan belajar 68,75%; skor postest siklus III rata-rata 71,25 dengan pencapaian ketuntasan belajar 78,13%. Peningkatan hasil belajar aspek kognitif tersebut, diikuti dengan peningkatan hasil belajar aspek afektif dan psikomotorik.
Autoimmune Hepatitis
Fatima Safira Alatas;
Gryselda Hanafi;
Lestari Kanti Wilujeng;
Nielda Kezia Sumbung
Archives of Pediatric Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition Vol. 1 No. 1 (2022): APGHN Vol. 1 No. 1 May 2022
Publisher : The Indonesian Society of Pediatric Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.045 KB)
|
DOI: 10.58427/apghn.1.1.2022.17-27
Autoimmune hepatitis (AIH) is a condition caused by self-perpetuating immune response towards hepatocytes in liver. In children, AIH may progressed more rapidly compared to adults. Thus, early diagnosis and prompt treatment are the key for successful management of AIH. Five main characteristics of AIH include female predominance, increased IgG or hypergammaglobulinemia, circulatory autoantibody seropositivity, and hepatitis interface from the histological finding. Liver biopsy is needed to evaluate the degree of damage and to confirm the diagnosis. The standard regiment for AIH include prednisone (or prednisolone) and azathioprine. Other alternative treatments available for non-responder, such as mycophenolate mofetil, tacrolimus, cyclosporine, budesonide, rituximab, and infliximab. AIH treatment is recommended to be taken minimally for 2-3 years before attempting treatment termination.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAGRAHITA SLB NURUL IKHSAN DI ERA PANDEMI COVID-19 TAHUN AJARAN 2019/2020
Fitria Kanti Lestari
NOSI Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (631.275 KB)
ABSTRAK: Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan karena adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Dalam hal ini terjadi interaksi yang saling berkaitan, karena di dalam proses pembelajaran di kelas guru dengan peserta didik tidak mampu untuk dipisahkan. Dalam hal ini guru memiliki peran penting yaitu sebagai pemandu kegiatan proses pembelajaran di kelas guna mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Akan tetapi pembelajaran secara langsung ini sementara tidak dapat dilakukan terlebih dahulu mengingat situsi yang tidak biasa yaitu karena adanya covid-19. Sehingga SLB Nurul Ikhsan melakukan pembelajaran secara daring mulai Maret 2020 hingga saat ini, hal ini merupakan upaya dalam mendukung pemerintah dalam menanggulangi covid-19 agar tidak semakin banyak menelan korban jiwa.Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan mengenai penerapan pemebelajaran bahasa Indonesia anak tunagrahita selama pandemi covid-19. Adapun dalam hal ini peneliti sebagai instrumen kunci yang melakukan pengumpulan data mulai dari tahap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Dalam upaya pengumpulan data, peneliti melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SLB Nurul Ikhsan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran bahasa Indonesia anak tunagrahita tidak sesuai dengan KI maupun KD yang ada pada silabus pembelajaran. Sehingga pembelajaran yang dilakukan ketika pandemi covid-19 tahun ajaran 2019/2020 dilakukan secara spontanitas dan tidak terstruktur.Kata Kunci: pembelajaran, tunagrahita, pandemi covid-19
PEMETAAN OBJEK WISATA PANTAI DI KABUPATEN BANGKA BARAT BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)
Kanti Lestari;
Ramanata Disurya;
Deni Puji Hartono
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 9 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i9.2022.3514-3527
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sarana dan prasarana serta untuk mengetahui bagaimana kebijakan pemerintah terhadap penataan objek wisata pantai di Kabupaten Bangka Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan informan kunci yaitu Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Barat dan informan umum yaitu pengunjung wisata pantai, teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kabupaten Bangka Barat terdiri dari enam Kecamatan. Kecamatan Parittiga terdapat dua objek wisata yaitu pantai Siangau dan Penganak, Kecamatan Jebus terdapat pantai Jerangkat dan Bembang, Kecamatan Tempilang terdapat pantai Pasir Kuning, Kecamatan Simpang Teritip terdapat pantai Tungau, Kecamatan Muntok terdapat pantai Baru, Batu Rakit, Asmara, Tanjung Kalian dan Tanjung Ular. Setiap pantai memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan juga belum memadai. Pantai dengan sarana yang memadai yaitu pantai Batu Rakit, pantai Pasir Kuning dan pantai Siangau. Kemudian kebijakan Pemerintah terhadap penataan objek wisata pantai di Kabupaten Bangka Barat sepenuhnya belum di tata dengan baik.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN PRE OPERASI DI RUMAH SAKIT
Prestasianita Putri;
Alfid Tri Afandi;
Dian Kanti Lestari
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.1886
Tindakan operasi yang dilakukan dapat menyebabkan kecemasan terhadap pasien maupun keluarga. Kecemasan yang dihadapi dapat mempengaruhi si pasien dan keluarga dalam mempersiapkan tindakan operasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi komunikasi terapiutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien sebelum operasi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 101 responden dengan teknik sampling accidental sampling. Hasil penelitian ini didapatkan komunikasi terapeutik perawat mayoritas cukup sebesar 59,4%, tingkat kecemasan keluarga pasien yaitu mayoritas kecemasan ringan sebesar 46,5%, dan ada hubungan yang cukup dan searah antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga pasien pre operasi dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Peran perawat dalam mempersiapkan pasien atau keluarga sangatlah penting dalam persiapan operasi. Termasuk dalam menyiapkan keluarga terkait mental dan tingkat kecemasan keluarga. Peran rumah sakit juga penting untuk peningkatan komunikasi terapiutik perawat dengan selalu update keilmuan dan mengadakan pelatihan untuk mempersiapkan perawat atau petugas medis lainnya agar lebih kompeten dalam berkomunikasi.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAGRAHITA SLB NURUL IKHSAN DI ERA PANDEMI COVID-19 TAHUN AJARAN 2019/2020
Fitria Kanti Lestari
NOSI Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK: Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan karena adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Dalam hal ini terjadi interaksi yang saling berkaitan, karena di dalam proses pembelajaran di kelas guru dengan peserta didik tidak mampu untuk dipisahkan. Dalam hal ini guru memiliki peran penting yaitu sebagai pemandu kegiatan proses pembelajaran di kelas guna mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Akan tetapi pembelajaran secara langsung ini sementara tidak dapat dilakukan terlebih dahulu mengingat situsi yang tidak biasa yaitu karena adanya covid-19. Sehingga SLB Nurul Ikhsan melakukan pembelajaran secara daring mulai Maret 2020 hingga saat ini, hal ini merupakan upaya dalam mendukung pemerintah dalam menanggulangi covid-19 agar tidak semakin banyak menelan korban jiwa.Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan mengenai penerapan pemebelajaran bahasa Indonesia anak tunagrahita selama pandemi covid-19. Adapun dalam hal ini peneliti sebagai instrumen  kunci yang melakukan pengumpulan data mulai dari tahap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan  penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Dalam upaya pengumpulan data, peneliti melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SLB Nurul Ikhsan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran bahasa Indonesia anak tunagrahita tidak sesuai dengan KI maupun KD yang ada pada silabus pembelajaran. Sehingga pembelajaran yang dilakukan ketika pandemi covid-19 tahun ajaran 2019/2020 dilakukan secara spontanitas dan tidak terstruktur.Kata Kunci: pembelajaran, tunagrahita, pandemi covid-19
GRDP forecasting through night-time light data: Evidence from Indonesia
Agung Andiojaya;
R.R. Nefriana;
Riana Rizka;
Titi Kanti Lestari
Jurnal Inovasi Ekonomi Vol. 8 No. 01 (2023): April
Publisher : Center for Economics, Business and Entrepreneurship Development Faculty of Economics and Business, Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jiko.v8i01.20239
Gross Regional Domestic Product (GRDP) is a widely used macroeconomic indicator to measure socioeconomic development. A comprehensive GRDP calculation requires complete data available from the national level down to minor administrative areas. However, institutions that carry out GRDP calculations often face challenges in obtaining complex data at smaller administrative levels. This paper explores the use of nighttime light (NTL) data as an alternative data source to estimate GRDP and its changes. The results of the panel data regression with random effects show that NTL data is statistically significant in describing GRDP in various Indonesian provinces. However, during the pandemic, NTL was not substantial in describing GRDP and showed movements that were not in line with GRDP.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAGRAHITA SLB NURUL IKHSAN DI ERA PANDEMI COVID-19 TAHUN AJARAN 2019/2020
Fitria Kanti Lestari
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK: Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan karena adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Dalam hal ini terjadi interaksi yang saling berkaitan, karena di dalam proses pembelajaran di kelas guru dengan peserta didik tidak mampu untuk dipisahkan. Dalam hal ini guru memiliki peran penting yaitu sebagai pemandu kegiatan proses pembelajaran di kelas guna mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Akan tetapi pembelajaran secara langsung ini sementara tidak dapat dilakukan terlebih dahulu mengingat situsi yang tidak biasa yaitu karena adanya covid-19. Sehingga SLB Nurul Ikhsan melakukan pembelajaran secara daring mulai Maret 2020 hingga saat ini, hal ini merupakan upaya dalam mendukung pemerintah dalam menanggulangi covid-19 agar tidak semakin banyak menelan korban jiwa.Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan mengenai penerapan pemebelajaran bahasa Indonesia anak tunagrahita selama pandemi covid-19. Adapun dalam hal ini peneliti sebagai instrumen kunci yang melakukan pengumpulan data mulai dari tahap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Dalam upaya pengumpulan data, peneliti melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SLB Nurul Ikhsan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran bahasa Indonesia anak tunagrahita tidak sesuai dengan KI maupun KD yang ada pada silabus pembelajaran. Sehingga pembelajaran yang dilakukan ketika pandemi covid-19 tahun ajaran 2019/2020 dilakukan secara spontanitas dan tidak terstruktur.Kata Kunci: pembelajaran, tunagrahita, pandemi covid-19
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN PRE OPERASI DI RUMAH SAKIT
Putri, Prestasianita;
Tri Afandi , Alfid;
Kanti Lestari , Dian
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.1886
Tindakan operasi yang dilakukan dapat menyebabkan kecemasan terhadap pasien maupun keluarga. Kecemasan yang dihadapi dapat mempengaruhi si pasien dan keluarga dalam mempersiapkan tindakan operasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi komunikasi terapiutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien sebelum operasi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 101 responden dengan teknik sampling accidental sampling. Hasil penelitian ini didapatkan komunikasi terapeutik perawat mayoritas cukup sebesar 59,4%, tingkat kecemasan keluarga pasien yaitu mayoritas kecemasan ringan sebesar 46,5%, dan ada hubungan yang cukup dan searah antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga pasien pre operasi dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Peran perawat dalam mempersiapkan pasien atau keluarga sangatlah penting dalam persiapan operasi. Termasuk dalam menyiapkan keluarga terkait mental dan tingkat kecemasan keluarga. Peran rumah sakit juga penting untuk peningkatan komunikasi terapiutik perawat dengan selalu update keilmuan dan mengadakan pelatihan untuk mempersiapkan perawat atau petugas medis lainnya agar lebih kompeten dalam berkomunikasi.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN PRE OPERASI DI RUMAH SAKIT
Putri, Prestasianita;
Tri Afandi , Alfid;
Kanti Lestari , Dian
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.1886
Tindakan operasi yang dilakukan dapat menyebabkan kecemasan terhadap pasien maupun keluarga. Kecemasan yang dihadapi dapat mempengaruhi si pasien dan keluarga dalam mempersiapkan tindakan operasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi komunikasi terapiutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien sebelum operasi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 101 responden dengan teknik sampling accidental sampling. Hasil penelitian ini didapatkan komunikasi terapeutik perawat mayoritas cukup sebesar 59,4%, tingkat kecemasan keluarga pasien yaitu mayoritas kecemasan ringan sebesar 46,5%, dan ada hubungan yang cukup dan searah antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga pasien pre operasi dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Peran perawat dalam mempersiapkan pasien atau keluarga sangatlah penting dalam persiapan operasi. Termasuk dalam menyiapkan keluarga terkait mental dan tingkat kecemasan keluarga. Peran rumah sakit juga penting untuk peningkatan komunikasi terapiutik perawat dengan selalu update keilmuan dan mengadakan pelatihan untuk mempersiapkan perawat atau petugas medis lainnya agar lebih kompeten dalam berkomunikasi.