Abstrak UMKM masih menghadapi berbagai kendala dalam pemanfaatan digital marketing dan keuangan digital, terutama pada aspek sistem pembayaran non-tunai, pencatatan transaksi, serta penyusunan laporan keuangan berbasis digital yang terintegrasi dengan layanan perbankan di Indonesia. Permasalahan penilaian pre-test (58,4%) dan post-test (87,9%) pada tahun 2026, di wilayah pelosok desa di Sumatera Selatan menunjukkan kepuasan. Kondisi ini perlunya intervensi komprehensif melalui edukasi dan pelatihan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat marginal, oleh Kantor Jasa Akuntan (KJA) yaitu pendampingan berbasis smartphone guna meningkatkan sistem penjualan kepada masyarakat yang lebih luas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM melalui edukasi, pelatihan strategi UMKM naik kelas berbasis keuangan digital smartphone, serta inovasi produk lokal. Metode pelaksanaan meliputi: (1) pentingnya keuangan digital dan peran KJA dengan evaluasi pre-test dan post-test, (2) pelatihan pembuatan aplikasi sederhana, serta (3) demonstrasi penggunaan Aplikasi Kasir Digital Berbasis Android. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta puas dengan akurasi pencatatan keuangan (71,5%) dan yang masih bingung 28,5 %. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi digital, keterampilan pengelolaan keuangan, diversifikasi laporan keuangan, serta perluasan pengenalan produk desa kepada pasar luas secara berdampak. Dukungan sinergis dari masyarakat, pemerintah daerah, perbankan, pelaku UMKM dan perguruan tinggi sangat diperlukan guna menjaga keberlanjutan program UMKM naik kelas berbasis keuangan digital. Kata Kunci: UMKM naik kelas; keuangan digital; digital marketing; aplikasi kasir android; kantor jasa akuntan. Abstract MSMEs still face various obstacles in utilizing digital marketing and digital finance, especially in the aspects of non-cash payment systems, transaction recording, and the preparation of digital-based financial reports integrated with banking services in Indonesia. The problem of pre-test assessment (58.4%) and post-test (87.9%) in 2026, in remote areas of villages in South Sumatra showed satisfaction. This condition requires comprehensive intervention through education and training oriented towards empowering marginalized communities, by the Accounting Services Office (KJA), namely smartphone-based assistance to improve the sales system to the wider community. This community service activity aims to empower MSME actors through education, training in MSME strategies for upgrading based on smartphone digital finance, and local product innovation. The implementation method includes: (1) the importance of digital finance and the role of KJA with pre-test and post-test evaluations, (2) training in creating simple applications, and (3) demonstration of the use of the Android-Based Digital Cashier Application. The results of the activity showed that participants were satisfied with the accuracy of financial records (71.5%) and those who were still confused were 28.5%. This activity makes a significant contribution to improving digital literacy, financial management skills, diversifying financial reports, and expanding the introduction of village products to a wider market in an impactful manner. Synergistic support from the community, local governments, banks, MSMEs, and universities is essential to maintain the sustainability of the digital finance-based MSME upgrade program. Keywords: MSME upgrade; digital finance; digital marketing; android cashier application;accounting services office