Lailatus Sa’diyah
Universitas Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bibliocrime: Bentuk dan Penanggulangan Pada Koleksi Buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuklinggau Lilis Yuliana; Purwaka -; Lailatus Sa’diyah
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 10 No. 2 (2020): JULI - DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.274 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v10i2.2020.116-127

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk dan penanggulangan bibliocirme di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuklinggau. Metode yang di gunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif, pelaksanaan wawancara pada objek penelitian sebanyak 4 orang yang merupakan tenaga pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuklinggau. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling, teknik penentuan sampel berdasarkan memilih informan sesuai dengan ciri dan sifat yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bibliocrime yang terjadi adalah: 1) Vandalisme, dilakukan dengan caramencoret buku, menggarisbawahi, menstabilo dan men tipe-x, terdapat 135 buku yang terdampak vandalisme dengan rincian yaitu 128 buku tercoret, 3 buku distabilo dan 2 buku di tipe-x. 2) Mutilasi, dilakukan dengan cara merobek sampul ataupun lembaran buku, terdapat 12 buku yang termutilasi. 3) Pencurian, terindikasi namun tanpa data. 4) Peminjaman tidak sah, belum terdeteksi pelaku dan jumlah kasus, dilakukan dengan meminjam kartu orang lain dan surat jaminan. Penanggulangan yang di lakukan adalah 1) Pemasangan sistem keamanan berupa cctv 2) Penyediaan loker untuk penitipan tas 3) Pengawasan yang dilakukan oleh pustakawan yang menjaga ruang koleksi 4) Kartu anggota perpustakaan yang menjadi syarat untuk peminjaman 5) Penyediaan kartu khusus untuk anak-anak agar tetap bisa meminjam.Kata Kunci: Bibliocrime, Bentuk, Penanggulangan
Peran Pustakawan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam Mengelola Perpustakaan Digital di Era Society 5.0 Tesa Zuhria; Fransiska Timoria Samosir; Lailatus Sa’diyah
AL Maktabah Vol 9, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v9i1.2670

Abstract

Perpustakaan yang ideal adalah yang dikelola efisien dan memanfaatkan teknologi terkini, serta memberikan akses maksimal kepada pemustaka. Penelitian ini fokus pada peran krusial pustakawan dalam mengelola perpustakaan digital di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, yang dianggap sebagai komponen penting dalam mendukung perkembangan pengetahuan di era Society 5.0. Fokus masalah penelitian adalah mengeksplorasi sejauh mana pemahaman dan penerapan teknologi oleh pustakawan dalam mengoptimalkan perpustakaan digital. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pustakawan dalam mengelola perpustakaan digital dan merumuskan strategi peningkatan kemampuan teknologi mereka guna memastikan layanan yang efisien. Penelitian ini menggunkan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif postpositivisme ini melibatkan peneliti sebagai instrumen utama, dengan data diperoleh dari tinjauan literatur dan dokumen resmi. Penggunaan teknik purposive sampling untuk memilih 5 informan (3 pustakawan, 2 pemustaka) dan menerapkan metode triangulasi melalui observasi, wawancara, serta analisis data. Proses analisis mencakup pengumpulan, pengorganisasian, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa hanya 3 dari 9 pustakawan yang aktif terlibat dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka terkait perpustakaan digital. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa perpustakaan digital UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menghadapi tantangan anggaran untuk pembaruan koleksi, serta kendala kecepatan jaringan. Namun, keberhasilan dalam manajemen hak cipta, antarmuka pengguna yang ramah, dan promosi yang efektif telah meningkatkan kepuasan pengguna dan penggunaan sumber daya digital. Pustakawan bertanggung jawab mengelola dan menyediakan informasi, serta memegang peran penting dalam akses ini. Optimasi pengetahuan pustakawan akan memainkan peran kunci dalam mendukung keberhasilan perpustakaan digital di masa mendatang.