Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN ACCURATE Novie Astuti Setianingsih; Atik Tri Andari; Wiwiek Kusumaningasmoro; Eti Putranti; Elmi Rakhma Aalin
JPM PAMBUDI Vol 4 No 2 (2020): JPM Pambudi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/pambudi.v4i2.1146

Abstract

The purpose of this community service is to make financial reports for UMKM players in Kalirong Village, Tarokan District using accurate online applications. Implementation of these community activities using cycle learning, namely: 1. Exploration (description) that is, this exploration method means to dig up the knowledge about the preparation of financial statements; 2. Explanation (empirical) namely this explanatory method is to introduce how the concept and how to use accurate applications; 3. Application (aductive), namely this method is to apply it to the preparation of financial statements accurately in their respective companies. This online financial report preparation training activity for UMKM in Kalirong Village, Tarokan District was held on September 21-26, 2020.
Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia, Ukuran Usaha dan Sosialisasi SAK EMKM Terhadap Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM Atik Tri Andari; Novie Astuti Setianingsih; Elmi Rakhma Aalin
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 6 No. 4 (2022): Artikel Volume 6 Issue 4 Periode Oktober 2022
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/owner.v6i4.1109

Abstract

Laporan keuangan dapat memberikan informasi yang akurat bagi semua pihak yang berkepentingan dan menggambarkan kinerja dari sebuah usaha secara efektif, khususnya UMKM. Hal ini akan lebih mempermudah bagi pihak yang berkepentingan jika laporan keuangan UMKM sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemahaman UMKM dalam menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM, yaitu kualitas SDM, ukuran perusahaan, dan sosialisasi SAK EMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis apakah kualitas sumber daya manusia, ukuran perusahaan, sosialisasi SAK EMKM terhadap penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Obyek penelitian adalah UMKM industri pengolahan di Kota Kediri dengan sampel 59 industri. Data diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada pemilik UMKM. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini adalah kualitas SDM, ukuran perusahaan, dan sosialisasi SAK EMKM secara bersama-sama berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Hal ini berarti kualitas pelaku usaha dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan paham dan lebih mudah memahami mengenai betapa pentingnya melakukan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Semakin besarnya ukuran usaha akan mendorong untuk mencari kebutuhan modal usaha dari pihak ketiga sehingga perlu adanya laporan keuangan sebagai salah satu bukti kelayakan usaha. Adanya sosialisasi secara mengenai akuntansi dan juga pelaporan yang sesuai dengan SAK EMKM.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN ACCURATE Novie Astuti Setianingsih; Atik Tri Andari; Wiwiek Kusumaningasmoro; Eti Putranti; Elmi Rakhma Aalin
JPM PAMBUDI Vol 4 No 2 (2020): JPM Pambudi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/pambudi.v4i2.1146

Abstract

The purpose of this community service is to make financial reports for UMKM players in Kalirong Village, Tarokan District using accurate online applications. Implementation of these community activities using cycle learning, namely: 1. Exploration (description) that is, this exploration method means to dig up the knowledge about the preparation of financial statements; 2. Explanation (empirical) namely this explanatory method is to introduce how the concept and how to use accurate applications; 3. Application (aductive), namely this method is to apply it to the preparation of financial statements accurately in their respective companies. This online financial report preparation training activity for UMKM in Kalirong Village, Tarokan District was held on September 21-26, 2020.
Penerapan Aplikasi Kasir Sederhana Berbasis Visual Basic V6 pada UMKM Tembakau Mili Mukti Kota Kediri: Implementation of a Simple Cashier Application Based on Visual Basic V6 at the Mili Mukti Tobacco MSME in Kediri City Eti Putranti; Hadi Rahmad; Elmi Rakhma Aalin; Zulfa Khalida; Ahmad Saifi Athoillah
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 10 No. 1 (2025): December
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jindeks.v10i1.7669

Abstract

UMKM Tembakau Mili Mukti merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidang perdagangan jual beli tembakau linting yang belum melakukan pencatatan transaksi secara terkomputerisasi sehingga menyebabkan ketertinggalan teknologi dalam mengelola usaha yang dijalankan. UMKM Tembakau Mili Mukti tidak menyadari manfaat dari penggunaan teknologi, yaitu meningkatkan efisiensi operasional kegiatan usaha. Aplikasi kasir sederhana Visual Basic 6 dapat membantu memperlancar kegiatan operasional terutama transaksi penjualan. Adapun tujuan pendampingan penerapan aplikasi kasir sederhana untuk memberikan kemudahan pada mitra untuk menginput data transaksi penjualan dan mempermudah dalam menyusun laporan keuangan sederhana, sehingga data penjualan dan nilai laba yang dihasilkan lebih akurat. Pendampingan ini dimulai dari awal, koordinasi tim, koordinasi tim dan mitra, pendampingan aplikasi secara berkelanjutan selama tiga bulan. Mitra mendapatkan manfaat dari pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, kemudahan dalam menggunakan aplikasi menjadikan mitra lebih mudah dalam mengkontrol usaha yang dijalankan. Omzet penjualan dapat terlihat lebih akurat dan laba yang dihasilkan sesuai dengan harapan mitra, terlihat dari kenaikan omzet dari bulan bulan Juni ke September sebesar 142,5%. Mitra dapat lebih mudah dalam melakukan penyusunan laporan keuangan sederhana terutama untuk laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan posisi keuangan, dengan hasil evaluasi yang menunjukkan sebesar 75% peserta menyatakan mudah dalam menggunakan aplikasi dan 83% peserta menyatakan puas selama mendapatkan pendampingan.
INTEGRASI BLUE ACCOUNTING DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA LAUT BERKELANJUTAN DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN BANGKA TENGAH Wenni Anggita; Elmi Rakhma Aalin; Yanto Yanto; Ulfa Ulfa
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 10 No. 3 (2026): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v10i3.19252

Abstract

This study analyzes the integration of Blue Accounting as a strategic approach to sustainable marine resource management in Central Bangka Regency. Blue Accounting is a reporting framework that combines ecological, social, and economic data to improve transparency, accountability, and policy effectiveness. Employing a quantitative method and Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), the study examines three key hypotheses: (1) the impact of data integration on readiness to implement Blue Accounting, (2) the effect of institutional readiness on implementation effectiveness, and (3) the contribution of Blue Accounting to the quality of marine management policies. Results indicate all hypotheses are statistically significant. Multidimensional data integration positively influences implementation readiness (β = 0.417; p < 0.001), while institutional readiness significantly affects effectiveness (β = 0.354; p < 0.001). Furthermore, Blue Accounting contributes to enhanced transparency and improved marine policy quality (β = 0.479; p < 0.001). The findings highlight the importance of integrated data systems and institutional capacity in local marine governance.