Bagas Ardiyanto
Universitas Tidar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas X pada Materi Persamaan Logaritma Ditinjau dari Kemandirian Belajar Bagas Ardiyanto; Aprilia Nurul Chasanah; Zuida Ratih Hendrastuti; Safi'i Rais
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2021): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v2i1.1475

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi yang semakin pesat sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan. Mutu pendidikan yang baik pastinya akan menghasilkan sumber daya manusia yang tinggi yang mampu berpikir kritis, kreatif, sistematis, mampu dalam memecahkan masalah, dan mempunyai akhlak yang baik. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang penting dimiliki oleh peserta didik. Kemampuan berpikir kritis dapat ditinjau dari beberapa segi, salah satunya kemandirian belajar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari kemandirian belajar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MAN 2 Magelang. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Siswa dengan tingkat kemandirian belajar tinggi dapat memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kritis matematis dengan baik yaitu indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Siswa dengan tingkat kemandirian belajar sedang dapat memenuhi indikator berpikir kritis matematis yaitu indikator interpretasi, analisis, dan evaluasi. Namun, hasil masih kurang tepat dalam indikator inferensi. Siswa dengan kemandirian belajar rendah masih kurang dalam memenuhi semua indikator berpikir kritis matematis.
The Assistance of Sukosari Bandongan Elementary School Teachers through STEM Education as a Provision for Learning Innovation Aprilia Nurul Chasanah; Arief Budi Wicaksono; Ericka Darmawan; Bagas Ardiyanto; Maryam Abdulloh
Pengabdian: Jurnal Abdimas Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/abdimas.v2i1.351

Abstract

Background. This community service program is encouraged by the need for partners, which is the absence of specific activities related to the development of science and technology. Therefore, through the introduction of STEM (science, technology, engineering, and mathematics) in the learning, it is expected that this program can provide a lighter for the Sukosari Bandongan Elementary School teachers. STEM forms quality human resources to reason, think critically, logically, and systematically so that later they can be useful in facing global challenges and solving problems in everyday life. Purpose. This program aims to provide teachers with learning innovations through STEM education. Method. The activity consists of training in making simple products from the surrounding environment which can later be used as learning media. The training is carried out using lecture, discussion, practice, and mentoring methods. Results. The expected output is an increase in basic knowledge, especially in the field of science and technology which is manifested in simple STEM-based products. There are also some other products like training modules, posters, and publications of service results on social media. Conclusion. STEM education is a form of assistance to Sukosari elementary school teachers in improving learning innovation. The teachers need assistance to explore learning materials that can be integrated with STEM. They have very good motivation in practicing simple STEM-based tools. This can be seen from those who actively participate in the training sessions, practice properly, and ask some questions about some matters they do not yet clearly understand. The created simple products can be simple demonstration examples in a STEM-nuanced learning.