Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

On Bill Gates Enterpreneurship (One Billion Gaharu for One Village Program) Sebagai Upaya Optimalisasi Lahan Perkebunan Masyarakat yang Terintegrasi Melalui Budidaya Tanaman Gaharu di Kenagarian Barulak, Sumatera Barat untuk Mewujudkan SDG’s 2030 Ary Syofian; Rahmi Aulia; Yulia Fitri; Armida Armida
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 1 No 1 (2017): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v1i1.19

Abstract

Gaharu (Aquilaria malaccencis) merupakan tanaman termahal unggulan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Indonesia. Bahan aromatik yang khas dari gaharu menjadikan komoditi ini memiliki prestise yang tinggi di dunia. Gaharu merupakan tanaman multifungsional yang kaya manfaat, diantaranya untuk kebutuhan kesehatan, industri kecantikan,serta ritual keagamaan. PT. Gaharu Wood Indonesia menyatakan Sumatera Barat pada 1985 pernah mencetak sejarah sebagai penghasil komoditi gaharu terbaik di dunia. Namun, nilai jual gaharu yang tinggi mendorong masyarakat melakukan eksploitasi tanaman gaharu tanpa memperhatikan kelestariannya, sehingga populasi tanaman gaharu semakin menurun. Hal ini tidak mendukung implementasi Undang-undang No. 39 Tahun 2014 tentang pengembangan, pencabutan, dan pengolahan perkebunan. Maka dari itu, upaya pencegahan perlu dilakukan dengan tindakan konservasi, yaitu melalui program On Bill Gates Enterpreneurship (One Billion Gaharu for One Village Program) sebagai Upaya Optimalisasi Lahan Perkebunan Masyarakat yang Terintegrasi Melalui Budidaya Tanaman Gaharu Di Kenagarian Barulak, Sumatera Barat untuk Mewujudkan SDG’s 2030. On Bill Gates ditujukan sebagai wujud perhatian generasi muda dalam melestarikan potensi tanaman gaharu dalam meningkatkan nilai ekonomi masyarakat serta mewujudkan usaha tani yang berdaya saing global. Metode penulisan karya ilmiah ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu memberikan gambaran menyeluruh tentang suatu masalah yang berkembang dengan suatu gagasan inovatif yang akan dijadikan solusi yang preventif. Luaran dari karya ilmiah ini adalah terwujudnya usaha tani di Kenagarian Barulak, Sumatera Barat yang potensial meningkatkan nilai ekonomis masyarakat, serta mendorong generasi muda untuk dapat bergerak secara partisipan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Nama-Nama Hewan Melalui Media Busy Book Bagi Murid Disabilitas Rungu Rahmi Aulia; Zulmiyetri Zulmiyetri; Rahmahtrisilvia; Mardhatillah Zulpiani
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 4 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i4.7196

Abstract

The ability to recognize animal names is part of vocabulary mastery which is still a challenge for some deaf students due to limitations in receiving verbal information, so more concrete and visual learning media are needed. This study aims to analyze the effectiveness of busy book learning media in improving the ability to recognize animal names around the house in one fourth-grade student with mild hearing impairment at SLB Negeri 1 Harau. The study used an experimental method with a Single Subject Research (SSR) design type A-B-A. Data were collected through observation, tests, documentation, and interviews, then analyzed using visual graphic analysis which included analysis within conditions and analysis between conditions. The results showed an increase in the ability to recognize animal names from 20% in the baseline condition (A1) to 100% in the intervention phase (B), and this ability remained in the second baseline phase (A2). These findings indicate that the use of busy book media can improve the ability to recognize animal names through the presentation of material that is concrete, visual, and interactive. Thus, busy book media can be used as an alternative learning method to support the vocabulary development of deaf students.