Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, SELF-EFFICACY, DAN KARAKTERISTIK PESERTA PELATIHAN TERHADAP TRANSFER PELATIHAN KARYAWAN YUPITER GULO; NURTI WIDAYATI
Media Bisnis Vol 12 No 1 (2020): MEDIA BISNIS
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34208/mb.v12i1.879

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the work environment, self-efficacy, and characteristics of trainees on the transfer of training. Research conducted on the employees of PT. PJB UP MuaraTawar, a subsidiary of PLN, by taking 90 employees as research samples using purposive sampling technique. To analyze data collected using Multiple Linear Regression to prove the research hypothesis. Based on the studies conducted, the results of the analysis show that the work environment, self-efficacy, and characteristics of trainees significantly influence the direction of the training transfer. For this reason, it is suggested that the company pay attention to the work environment, self-efficacy, and characteristics of employee training participants. With the intention of employees can transfer training well and do what has been learned at the training site into work every day.
Kontribusi Talent Acquisition Di Hashmicro Dalam Program MBKM Periode 2022 Yunius Yunius; Muhammad Ghazi; Agustinus Sri Wahyudi; Nurti Widayati
Jurnal Abdimas Sosial, Ekonomi, dan Teknologi Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Abdimas Sosial, Ekonomi, dan Teknologi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34208/aset.v2i1.2060

Abstract

This internship report was prepared to explain the author's experience in participating in the Independent Learning-Independent Campus (MBKM) program at Hashmicro. In this program, the author has the opportunity to become a Talent Acquisition Intern and is responsible for recruitment activities from the marketing department and business development department positions. This report will consist of three sections, including an introduction (containing the background of the participation and responsibilities of the author in the MBKM program), analysis and discussion (containing repetitive routine activities, non-routine activities, and skills and knowledge utilized and acquired during the program MBKM is in progress), and closing (contains conclusions, limitations, and the author's recommendations for this MBKM program)
Kegiatan PKM: Sekolah Ramah Anak Gloria Christina Sunny; Aulia Danibrata; Nurti Widayati; Regi Muzio Ponziani; Calvin; Valerie Amabel Lea
Jurnal Abdimas Sosial, Ekonomi, dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Sosial, Ekonomi, dan Teknologi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34208/qjwx6w43

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga sekolah mengenai konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) sebagai upaya pencegahan bullying di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan PkM dilaksanakan dalam bentuk seminar edukatif yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, dan siswa, dengan menghadirkan narasumber dari bidang hukum perlindungan anak, psikologi pendidikan, dan manajemen pendidikan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif yang membahas kerangka hukum perlindungan anak, pembentukan budaya sekolah positif, penguatan aspek psikososial siswa, serta manajemen sekolah dalam penyusunan kebijakan anti-bullying, pelatihan guru, keterlibatan orang tua, dan pembentukan satuan tugas perlindungan anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya implementasi sekolah ramah anak secara sistematis dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan sehingga mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Kegiatan PKM: Pelatihan Mengenal Potensi dan Tantangan menghadapi Industri 4.0 untuk siswa/I SMA Ananda Bekasi Nurti Widayati; Nurwanti; Denny Septa Haryanti; Beny; Arton Bryan Prasetio; Arwina Karmudiandri
Jurnal Abdimas Sosial, Ekonomi, dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Sosial, Ekonomi, dan Teknologi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34208/be8az695

Abstract

Pelatihan yang berjudul “Mengenal Potensi dan Tantangan Menghadapi Industri 4.0 bagi Siswa/i” diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk memperkuat kesiapan generasi muda dalam menghadapi transformasi digital yang semakin pesat. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan mendalam mengenai Revolusi Industri 4.0, yang ditandai dengan integrasi teknologi digital, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan sistem siber-fisik dalam berbagai lini pekerjaan. Pelatihan dihadiri oleh siswa-siswi dari berbagai tingkat kelas dan menyajikan perspektif komprehensif mengenai perubahan dunia industri, keterampilan masa depan yang dibutuhkan, serta strategi untuk membangun citra diri profesional di era digital. Materi pelatihan mencakup lima fokus utama: konsep dasar Industri 4.0 dan tuntutan keterampilan seperti adaptasi, inovasi, literasi digital, serta pemecahan masalah; pentingnya mengenali potensi diri sebagai modal awal untuk bersaing, termasuk anjuran melakukan self-assessment dan menerapkan growth mindset; tantangan nyata di era digital seperti tingginya tuntutan kombinasi hard skills dan soft skills, serta fenomena digital distraction; peluang kerja dan strategi memasuki dunia kerja modern, menekankan profesi baru berbasis teknologi dan pentingnya portofolio serta pengalaman praktik; dan terakhir, strategi personal branding sebagai keharusan untuk membangun identitas profesional yang kuat, konsisten, dan beretika di ranah digital. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil membuka wawasan peserta mengenai pentingnya pemahaman diri dan pemanfaatan teknologi untuk menciptakan nilai. Siswa didorong untuk memposisikan diri sebagai individu yang mampu berkarya melalui teknologi, tidak hanya sebagai pengguna. Pelatihan ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam membentuk pribadi siswa yang adaptif, kreatif, dan profesional, serta meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi tuntutan global di masa depan.