Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Prototipe Sistem Pembuatan Larutan Nutrisi Otomatis pada Hidroponik Metode Nutrient Film Technique Addy Rachmad Nurcahyo; Kiki Prawiroredjo; Susan Sulaiman
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 19 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v19i02.230

Abstract

Prototipe Sistem Pembuatan Larutan Nutrisi Otomatis pada Hidroponik Nutrient Film Technique merupakan suatu sistem otomasi yang dapat mempermudah dan mempersingkat waktu pembudidaya dalam proses pembuatan larutan nutrisi untuk budidaya tanaman hidroponik. Pembuatan larutan nutrisi dilakukan secara otomatis sesuai dengan umur tanaman selada yang diatur menggunakan Real Time Clock (RTC). Sistem yang dibuat terdiri dari sensor jarak ultrasonik sebagai pengukur ketinggian laruran nutrisi dan sensor Total Dissolved Solids (TDS) meter untuk mengukur kadar total padatan terlarut. Sensor dihubungkan ke Arduino Mega 2560 sebagai komponen utama yang memproses sinyal masukan. Keluaran dari Arduino dikirim ke modul relay yang berfungsi sebagai saklar otomatis untuk mengatur kerja perangkat keluaran berupa pompa pengisian air, pompa sirkulasi, motor pengaduk dan solenoid valve. Pembuatan nutrisi dilakukan sebanyak 6 kali, yaitu pada umur 0 hari dan 7 hari dengan target TDS 600 ppm, umur 14 hari dan 21 hari dengan target TDS 700 ppm, umur 28 hari dengan target TDS 800 ppm dan umur 35 hari dengan target TDS 850 ppm. Pembuatan larutan nutrisi dapat berjalan secara otomatis dengan kadar TDS larutan nutrisi yang dihasilkan pada tiap target pembuatan rata-rata sebesar 640 ppm, 716 ppm, 833 ppm dan 862 ppm dengan toleransi 50 ppm. Kata kunci: Arduino Mega, Hidroponik, Nutrient Film Technique, Selada, Total Dissolved Solids
Home Automation Berbasis Gesture Control Menggunakan Motion Processing Unit Hartono Hartono; Kiki Prawiroredjo
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v20i2.269

Abstract

Home automation dengan pengenalan isyarat gerakan tangan dapat memberi kemudahan kepada pemilik rumah untuk mengontrol peralatan elektronik rumahnya terutama kepada para penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan untuk berjalan. Pada penelitian sebelumnya, perangkat pembaca isyarat berupa sarung tangan yang dilengkapi sensor akselerometer dan giroskop. Perangkat tersebut kurang fleksibel saat digunakan untuk melakukan aktivitas lain secara bersamaan sehingga dibutuhkan perangkat yang lebih wearable. Penelitian ini mengembangkan home automation system dengan pengenalan isyarat gerakan tangan menggunakan Motion Processing Unit (MPU). Perangkat dibuat dalam bentuk jam tangan digital sehingga lebih praktis saat digunakan. Sensor MPU akan mendeteksi isyarat gerakan tangan dimana setiap isyarat gerakan diproses oleh Arduino Nano dan didefinisikan sebagai suatu perintah yang akan dikirim ke perangkat penerima melalui modul radio frekuensi. Setelah diuji perangkat yang dibuat dapat mengontrol peralatan elektronik rumah dengan isyarat gerakan tangan sesuai spesifikasi yang diinginkan dengan nilai error sebesar 2,5%. Sedangkan jarak maksimum perangkat pemancar yang masih dapat direspon oleh penerima adalah 10 m tanpa penghalang.
Rancang Bangun Sistem Pemantau Keamanan Rumah Dari Tindak Pencurian Berbasis Android Secara Waktu Nyata Iznih Iznih; Kiki Prawiroredjo
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v20i2.272

Abstract

Dalam keadaan ekonomi yang sulit di masa pandemi COVID-19 ini, tindak kejahatan menjadi meningkat. Salah satunya yaitu tindak pencurian pada rumah yang ditinggal bekerja oleh penghuninya. Cara yang biasa digunakan untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan mempekerjakan petugas keamanan atau memasang kamera CCTV. Pada penelitian ini diajukan sebuah sistem pemantauan rumah yang dapat mendeteksi seorang penyusup yang bergerak di depan dan di samping rumah, serta penyusup yang hendak membuka pintu depan dan pintu samping rumah. Sistem dapat memberitahu penghuni rumah dan petugas keamanan jika mendeteksi adanya penyusup melalui aplikasi Android pada smartphone. Sensor Passive Infrared (PIR) dipasang pada area dekat pintu depan dan samping rumah untuk mendeteksi pergerakan orang. Pada pintu depan dan samping dipasang sensor magnetic door switch untuk mendeteksi pembobolan pintu. Data-data sensor diproses oleh WeMos D1 Mini yang terkoneksi WiFi. Ketika status waspada dan bahaya terdeteksi, buzzer di depan rumah akan menyala dan WeMos langsung mengirimkan notifikasi berupa status kondisi rumah ke Android pemilik rumah dan petugas keamanan kompleks perumahan setempat. Berdasarkan hasil pengujian, sistem ini dapat mendeteksi pergerakan manusia di area depan dan samping rumah dengan jarak maksimum 5 meter dari sensor. Berdasarkan hasil pendeteksian magnetic door switch, sistem dapat mengirimkan notifikasi berupa status waspada dan bahaya ke Android pemilik rumah dan petugas keamanan kompleks perumahan setempat dengan waktu pengiriman dari 1 sampai 5 detik. Notifikasi tersebut dapat diterima Android dalam keadaan lock screen maupun dalam keadaan sedang membuka aplikasi lain.
PROTOTIPE MOBILE MAIN CONTROL FIRE ALARM UNTUK AREA RISIKO KEBAKARAN TINGKAT SEDANG Ahmad Rizqi Saifuddin; Kiki Prawiroredjo; Susan Sulaiman
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 22, No 2 (2020): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tesla.v0i0.8702

Abstract

Prototype of Mobile Main Control Fire Alarm (MCFA) for Medium Fire Risk Areas as at automotive component production department in-service part room, is an active fire protection system that can be a solution to simplify and speed up the time of fire fighting and securing activity during fire accident using daily used media, that is smartphones. In this research, a system was created to detect fires due to smoke and flames, notify firefighters, show the real situation via a smartphone, and activate the fire extinguisher. The system uses an MQ-2 sensor as a smoke detector and a KY-026 sensor as a flame detector connected with Node MCU as the main component completed by an IP camera to monitor the actual condition of fire location. The system consists of an alarm that indicates a fire, fire location information, and a display of the actual conditions from a camera integrated into the MCFA mobile application. The application can control a relay to turn on/off a pump as a fire extinguisher works when the user wants it. The value of smoke concentrations used as an indicator of the occurrence of a fire is when it exceeds 2112 ppm, while the value of light intensity used is when it exceeds 35 lux. Result data of acquisition and monitoring are sent to an Android smartphone using a Wi-Fi network that can be accessed in real-time. From the test results, it is found that the farthest distance that a smoke detector can detect is 25 cm while the flame detector is 65 cm. The average time needed by the system from a notification time until the start extinguishes fire is 3,019 minutes.ABSTRAK:Prototipe Mobile Main Control Fire Alarm (MCFA) untuk Area Risiko Kebakaran Tingkat Sedang seperti di bagian produksi komponen otomotif di ruang service part, merupakan sistem proteksi kebakaran aktif yang dapat menjadi solusi untuk mempermudah dan mempercepat waktu tindakan pemadaman dan pengamanan saat terjadinya kebakaran menggunakan media yang digunakan sehari-hari, yaitu smartphone. Pada penelitian ini dibuat sebuah sistem yang dapat mendeteksi kebakaran karena asap dan nyala api, memberi notifikasi kepada petugas kebakaran, memperlihatkan keadaan riil melalui smartphone dan mengaktifkan pemadam kebakaran. Sistem terdiri dari sensor MQ-2 sebagai detektor asap dan sensor KY-026 sebagai detektor nyala api yang dihubungkan dengan Node MCU sebagai komponen utama dilengkapi kamera IP untuk memantau kondisi aktual lokasi kebakaran. Sistem terdiri dari alarm indikasi kebakaran, informasi lokasi kebakaran, dan tampilan kondisi aktual dari kamera yang terintegrasi pada aplikasi mobile MCFA. Aplikasi tersebut juga dapat menginstruksikan relay untuk on/off pompa sebagai alat pemadam api bekerja ketika user menghendakinya. Nilai kadar kepekatan asap yang digunakan sebagai indikator terjadinya kebakaran adalah apabila sudah melebihi 2112 ppm, sedangkan nilai intensitas cahaya yang digunakan adalah apabila sudah melebihi 35 lux. Data hasil akuisisi dan pemantauan dikirim ke smartphone Android menggunakan jaringan Wi-Fi yang dapat diakses secara realtime. Dari hasil pengujian didapat bahwa jarak terjauh yang dapat dideteksi sensor asap yaitu 25 cm sedangkan flame detector 65 cm. Rata-rata waktu yang dibutuhkan sistem dari notifikasi sampai mulai memadamkan api adalah 3,019 menit
APLIKASI KOMUNIKASI CAHAYA TAMPAK BERBASIS ARDUINO NANO UNTUK MENAMPILKAN JENIS BARANG PADA TOKO SWALAYAN Arief Aditya Rangga; Kiki Prawiroredjo
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri Volume 15, Nomor 2, Februari 2018
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.147 KB) | DOI: 10.25105/jetri.v15i2.2258

Abstract

Visible light communication can be used to display information of goods on a shelf in supermarket, so customers can find goods easily. The transmitter transmits LED’s light to receivers when the receiver is located under the transmitter. Photodiode is used in the receiver circuit to receive the signal emitted by the LED. The signal received by the photodiode is processed by the Arduino Nano board to distinguish the code from each transmitter circuit. Each code represents content information on a particular shelf. The output of Arduino Nano board is connected to an LCD that display information of goods, brands and certain product discounts. The information of goods, brands and discounts entered manually by a keypad in the receiver circuit by an operator. From the test results, it can be shown that this system can display goods type information and discount of a product with maximum distance between the transmitter circuit and receiver circuit as far as 2.7 meters and the incidence angle of 1.3° at a distance of 2.2 meters.Keywords: visible light communication, Arduino Nano, LED, photodiode Komunikasi cahaya tampak dapat digunakan untuk menampilkan informasi jenis barang di toko swalayan sehingga pelanggan dapat menemukan barang dengan mudah. Rangkaian pemancar memancarkan cahaya dari LED ke penerima bila rangkaian penerima berada di bawah rangkaian pemancar. Fotodiode digunakan pada rangkaian penerima untuk menerima sinyal yang dipancarkan oleh LED. Sinyal yang telah diterima oleh fotodiode diproses oleh board Arduino Nano untuk membedakan kode dari tiap rangkaian pemancar. Tiap kode mewakili informasi isi barang pada rak tertentu. Output dari board Arduino Nano berupa informasi jenis barang, merek, dan diskon produk tertentu ditampilkan pada LCD. Adapun informasi jenis barang, merek dagang, dan diskon dimasukkan secara manual dengan menggunakan keypad yang terdapat pada rangkaian penerima oleh operator. Melalui pengujian yang telah dilakukan dapat ditunjukkan bahwa sistem ini dapat menampilkan informasi jenis barang dan diskon suatu produk pada jarak maksimum antara rangkaian pemancar dengan rangkaian penerima sejauh 2,7 meter dan sudut datang sebesar 1,3° pada jarak 2,2 meter.Kata kunci: komunikasi cahaya tampak, Arduino Nano, LED, fotodiode.
Sistem Penampil Stok Kendaraan pada Carpool di Perusahaan Otomotif Melvin Nurohman; Kiki Prawiroredjo; Engelin Shintadewi Julian
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri, Volume 17, Nomor 2, Februari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.564 KB) | DOI: 10.25105/jetri.v17i2.5620

Abstract

The prototype of vehicle stock information display system in PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor's carpool is based on the problem of delivering real-time vehicle stock information and inefficient processing of vehicle stock data. The function of this system is to convey information of the number of vehicle stock, the remaining parking slots and vehicles in and out in realtime. This prototype has Android applications, desktop applications, website applications and automatic portals. Based on the results of testing the Android application, the average scan time for barcode scanning of vehicles in and out carpool is 2,47 seconds and for the application of barcode scanning of vehicles locations in carpool is 2,36 seconds. The average transition time between web pages is 20,16 seconds. The average response time for gate in portal is 1,36 seconds and gate out portal is 3,36 seconds.                                                                                              Prototipe sistem penampil stok kendaraan di carpool PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor didasari dari masalah penyampaian informasi stok kendaraan yang tidak real time dan tidak efisiennya mengolah data stok kendaraan. Prototipe sistem ini bertujuan untuk menyampaikan informasi jumlah stok kendaraan, sisa slot parkir, kendaraan masuk dan keluar secara real time. Prototipe ini memiliki aplikasi Android, aplikasi desktop, aplikasi website dan portal otomatis. Berdasarkan hasil pengujian scan barcode kendaraan pada aplikasi Android, rata-rata waktu scan 2,47 detik untuk aplikasi scan barcode kendaraan masuk dan keluar dan 2,36 detik untuk aplikasi scan barcode letak kendaraan di carpool. Waktu rata-rata transisi antar halaman website adalah 20,16 detik. Waktu rata-rata respon portal gate in adalah 1,36 detik dan gate out 3,36 detik.
RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN MOTOR DENGAN GPS DAN NOTIFIKASI ANDROID Kiki Prawiroredjo; Nadhif Fauzan
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 5 No. 2 (2022): JIRE Nopember 2022
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya penggunaan sepeda motor berdampak pada meningkatnya jumlah kasus pencurian. Lebih dari 100 kasus pencurian sepeda motor terjadi setiap minggunya. Aparat kepolisian telah menghimbau untuk mengaplikasikan kunci ganda pada pengguna sepeda motor. Sistem keamanan ini dibuat agar motor dapat mengenali pemiliknya, dirancang menggunakan mikrokontroler, sensor sidik jari, modul GPS, relai, buzzer dan sensor getar. Untuk menyalakan sepeda motornya, selain menyalakan kunci kontak pemilik harus memverifikasi dirinya menggunakan sensor sidik jari. Sistem tracking GPS  membuat pemilik mengetahui keberadaan motornya apabila terjadi pencurian ditengah perjalanan. Komponen relai memutus dan menyambungkan kelistrikan kontak motor, sensor getar akan mendeteksi gerakan motor pada saat parkir yang akan memicu buzzer untuk berbunyi dan mengirimkan notifikasi pada smartphone pemilik motor. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa waktu respon rata-rata pengiriman data dari alat pengaman sampai ke aplikasi Android rata-rata selama 17,863 detik. Waktu respon rata-rata yang dibutuhkan alat untuk mengirimkan notifikasi peringatan sensor getar aktif pada aplikasi Android 7,16 detik. Waktu respon rata-rata untuk menyalakan motor menggunakan sensor sidik jari sampai motor menyala adalah 4,77 detik. Waktu respon rata-rata untuk menyalakan motor menggunakan aplikasi Android adalah 10,51 detik.
Pemodelan Sistem Informasi Banjir Penduduk Daerah Aliran Sungai Menggunakan Wireless Sensor Network Kiki Prawiroredjo; Arsya Haudil Anbiya; Gunawan Tjahjadi
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 16 No. 3 (2022)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v16n3.2270

Abstract

Intisari — Selama periode Januari-Februari, umumnya penyebab banjir yang terjadi dikarenakan curah hujan yang tinggi dan sungai-sungai yang meluap. Siklus penanganan banjir meliputi pemberitahuan, penyebaran informasi prakiraan banjir, reaksi cepat dan bantuan penanganan darurat banjir serta perlawanan terhadap banjir. Sistem informasi banjir ini dibuat agar dapat meminimalisir dampak bencana banjir bagi daerah yang belum mempunyai stasiun pemantau banjir, dirancang menjadi 3 bagian yaitu Node, Master Node, Jalur Informasi. Bagian Node digunakan untuk mendeteksi tinggi muka air pada daerah aliran sungai rawan banjir menggunakan sensor ultrasonik. Bagian Master Node digunakan untuk mendeteksi curah hujan harian dengan sensor tipping bucket, menerima data dari bagian Node serta membunyikan sirine saat tinggi muka air sungai mendekati tanggul sungai. Komunikasi antara Node dan Master Node menggunakan LoRa SX1278. Bagian Jalur Informasi memonitor data tinggi muka air sungai dan curah hujan harian untuk penduduk daerah aliran sungai dan stakeholder penanggulangan banjir melalui aplikasi Blynk pada smartphone. Dari hasil pengujian diketahui LoRa SX1278 mampu berkomunikasi pada area outdoor berpenghalang 600 meter dan outdoor tanpa penghalang hingga 900 meter. Waktu respon rata-rata notifikasi dan peringatan dini diterima kurang dari 3 detik. Kata kunci Sistem Informasi Banjir, sensor ultrasonik, tipping bucket, LoRa SX1278, Blynk. Abstract During January-February period, generally the caused of flooding were due to high rainfall and overflowing rivers. The flood management cycle included notification, dissemination of flood forecast information, rapid response and assistance for flood emergency management and flood resistance. This flood information system was created in order to minimize the impact of flood disaster for an area that did not yet had a flood monitoring station. This system was designed into 3 parts, namely Node, Master Node, Information Path. The Node section used ultrasonic sensor to detect water level in flood-prone watersheds. The Master Node section used a tipping bucket sensor to detect daily rainfall, received data from the Node section and sound a siren when the river’s water level approach the river embankment. LoRa SX1278 was used to communicate between Node and Master Node. The Information Line section was used to monitor the river’s water level data and daily rainfall for watershed residents and stakeholders for flood prevention through the Blynk application on smartphones. Based on test result, LoRa SX1278 was able to communicate in outdoor areas with barriers until 600 meters and outdoor areas without obstacles up to 900 meters. The average response time for notifications and early warning sirens were less than 3 seconds. Keywords Flood Information System, ultrasonic sensor, tipping bucket, LoRa SX1278, Blynk.
Prototipe Tempat Sampah Cerdas Pemilah Sampah Organik Anorganik dan Pemantau Ketinggian Sampah Berbasis Android Prawiroredjo, Kiki; Salma, Annisa
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol. 22 No. 1 (2024): Jetri, Volume 22, Nomor 1, Agustus 2024
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/nvrh0k66

Abstract

Big city like Jakarta produce large volumes of waste so that it becomes a problem for their dumps. If waste is sorted according to its type, it can be recycled to produce a useful product that can reduce the burden on landfills. Waste sorting can be done in households and in public places. Many public places have provided trash cans to facilitate sorting,  organic, inorganic, and metal waste. However, many people ignore garbage disposal bin that are suitable for their type. In public places where many people gather,  the trash can fill up quickly so that if the garbage picker has not thrown it away, the garbage can accumulate and overflow out. A system is needed that can sort of waste disposal according to its type so that the waste recycling process becomes efficient and a waste disposal system that implements information technology to overcome the accumulation of waste quickly. The system proposed in this study can sort the type of organic or inorganic waste and also make it easier for garbage pickers to know when to pick up garbage through a notification from a smartphone. To find out the type, the garbage was scanned using proximity sensors and infrared sensors. The trash can will open according to the type of garbage detected. The ultrasonic sensor measures the height of the garbage connected to the NodeMCU microcontroller as a data processor. Waste height data is sent through the internet network and displayed on the Blynk application. Based on the test results, the system has succeeded in distinguishing three types of waste, namely organic, inorganic, and metal waste. Based on the results of the garbage height test, it is known that the system has successfully provided a notification on the Blynk application if the garbage can is filled to 80% high.
Rancang Bangun Sistem Kamera Pengawas dengan Pengenalan Wajah untuk Keamanan Berbasis Blynk Legacy Zamorano, Chandra I.; Prawiroredjo, Kiki; Julian, E. Shintadewi; Djuana, Endang
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 22 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v22i2.381

Abstract

Covid-19 pandemic that has occurred since the beginning of 2020 has brought down all aspects of the country, starting from community activities to the economy. This has an impact on increasing the number of crimes committed by the community such as theft, robbery or other crimes. In this study, a room security system is proposed that uses a surveillance camera with a face recognition ability that records the face image of an intruder and records events as evidence of an intrusion. This system sends information quickly and automatically to the Android application user if an intruder who the camera doesn't recognize enters his house. The smartphone application user can control camera movements inside the house to monitor the movement of intruders and record the incident. This system uses 5 ESP32-CAM cameras. One camera is used to recognize and record the intruder's face image placed in front of the house and four cameras as surveillance and face recognition cameras are placed inside of the house. Each camera is driven by a servo motor controlled by a ESP8266 microcontroller. From the test results it is known that the maximum distance that the cameras still recognize the face image of an intruder or the home owner's face image is 2 meters when the light is bright. When it is dim, the camera in front of the house recognizes the face images up to 0.5 meters while the cameras inside of the house recognize the face images up to 1 meter. The average delay time for sending data from the camera system to application user is 201 ms to 617 ms.