Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : DHARMA EKONOMI

PARADIGMA MEMBANGUN HUBUNGAN PEMASARAN (RELATIONSHIP MARKETING) sb handayani
DHARMA EKONOMI Vol 18, No 33 (2011)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.29 KB)

Abstract

               Tujuan dari tulisan ini adalah menggambarkan bagaimana pelanggan dengan tingkat kepuasannya bisa dipertahankan  melalui pemahaman konsep relationship marketing  (pemasaran keterhubungan).Al Pertama, adanya perubahan dan perkembangan tehnologi sangat berdampak pada kehidupan umat manusia  dengan segala kegiatannya, begitu juga dengan pergeseran paradigma pemasaran dari  pemasaran konvensional menuju  pemasaran keterhubungan (relasionship marketing). Kedua, paradigma relasionship marketing  ini menjadi kebutuhan bisnis baik bagi  pelanggan maupun pelaku bisnis lain dalam  jangka panjang ,Ketiga  membangun hubungan pemasaran (relationship marketing)  dengan para pelaku bisnis    akan meningkatkan nilai pelanggan, kemampulabaan , dan kelanggengan  bisnis dan terakhir bagaimana relationship marketing ini dilakukan menjadi pembahasan dalam tulisan ini .Kata Kunci : Kepuasan Konsumen ,Relationship Marketing,
MODEL HOWARD & SHETH SEBAGAI ALTERNATIF MEMAHAMI PERILAKU KONSUMEN DALAM MANAJEMEN PEMASARAN sb handayani
DHARMA EKONOMI Vol 20, No 37 (2013)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.186 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pendekatan  perilaku konsumen dalam sebuah model proses pengambilan keputusan pembelian ,dimana pendekatan ini akan   memungkinkan pemasar dalam  mempengaruhi keputusan pembelian konsumen,  hingga  mereka akan mau membeli apa yang ditawarkan dan  tercapai kepuasan konsumen     . Model Howard & Sheth menjadi salah satu alat untuk memahami perilaku konsumen sejak memberikan stimulus ,proses ,persepsi ,proses belajar sampai pengambilan keputusan pembelian   bahkan terjadinya  pengulangan pembelian. Model ini akan memberi masukan bagi pemasar dalam mengambil kebijakan pemasaran dalam jangka panjang .           Kata Kunci : Perilaku Konsumen, Model Howard - Sheth , Kebijakan Pemasaran
MODEL HOWARD & SHETH SEBAGAI ALTERNATIF MEMAHAMI PERILAKU KONSUMEN DALAM MANAJEMEN PEMASARAN sb handayani
DHARMA EKONOMI Vol 19, No 35 (2012)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.64 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pendekatan  perilaku konsumen dalam sebuah model proses pengambilan keputusan pembelian ,dimana pendekatan ini akan   memungkinkan pemasar dalam  mempengaruhi keputusan pembelian konsumen,  hingga  mereka akan mau membeli apa yang ditawarkan dan  tercapai kepuasan konsumen     . Model Howard & Sheth menjadi salah satu alat untuk memahami perilaku konsumen sejak memberikan stimulus ,proses ,persepsi ,proses belajar sampai pengambilan keputusan pembelian   bahkan terjadinya  pengulangan pembelian. Model ini akan memberi masukan bagi pemasar dalam mengambil kebijakan pemasaran dalam jangka panjang .Kata Kunci : Perilaku Konsumen, Model Howard - Sheth , Kebijakan Pemasaran
KEKUATAN MEREK MENJADI ALTERNATIF STRATEGI BERSAING PADA ERA PEMASARAN KONTEMPORER sb handayani
DHARMA EKONOMI Vol 17, No 31 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.575 KB)

Abstract

Sejak dibentuknya ACFTA (ASEAN – China Free Trade Agrement) pada tahun 2001,pertumbuhan ekonomi Cina tidak boleh dipandang sebelah mata, hal ini menjadi suatu kenyataan yang harus kita  hadapi  .  Perkembangan ekonomi  Cina sungguh sangat merisaukan  industri nasional ,hal ini di karenakan  hampir semua anggota ACTFA memiliki produk sejenis dan  harus bersaing dalam  mencari daerah sasaran bagi pasarnya.Sebagaimana kita tahu bahwa produk-produk Cina  telah  membanjiri pasar domestik maupun pasar internasional kita, kondisi tersebut   tentu saja sungguh tidak menguntungkan bagi industri kita,  karena serbuan produk-produk  Cina    mempengaruhi kehidupan    industri nasional  maupun industri internasional dimana   mereka akan  kehilangan pasar ekspornya.          Berdasarkan data dari departemen perdagangan, kontribusi ekspor Indonesia dibeberapa Negara cenderung menurun dari tahun 1996 sampai dengan 2003. Sementara   Cina   terus agresif meningkatkan pangsa pasarnya di pasar ekpor dunia. Bahkan Cina justru   mampu mencapai peningkatan ekspor yang sangat signifikan yaitu sebesar 33,78 persen pada sektor industri tekstil dan produk tekstil, melebihi India (13,6%) dan Vietnam (1,8 %)  .  Untuk Industri mebel, produk Indonesia bersaing ketat dengan produk Cina di pasar ekspor Amerika. Namun Cina berhasil merebut pasar ekspor Amerika dari Indonesia , ironisnya, sebagian besar bahan baku industri Cina berasal dari Indonesia.  Kasus pengakuan negara tetangga kita (Malaysia) atas produk Batik Indonesia menambah persoalan persoalan yang sedang dihadapi industri nasional  di era yang semakin terbuka ini.     Melihat kenyataan di atas bisa kita gambarkan bahwa industri nasional harus bangkit untuk menghadapi perusahaan-perusahaan global di pasar internasional, karena saat ini banyak sekali perusahaan nasional yang telah didominasi oleh perusahaan global , dari  perusahaan tekstil, elektronik,makanan, sampai munculnya bisnis telekomunikasi  & perbankan global . Dalam kebanyakan industri jelas bahwa perusahaan yang ingin bertahan hidup  di era seperti saat  ini adalah perusahaan yang berorientasi secara global, yang mampu melakukan perubahan-perubahan  (dinamis) untuk  menghadapi tantangan dan mendapatkan kesempatan memasuki pasar internasional (pasar global) (Warren J. Keegan,1996)Dunia saat ini berada di era  keterbukaan  yang  telah mengubah secara drastis pola produksi  yang semula berupaya memenuhi semua kebutuhan kini lebih ditekankan pada spesialisasi , ditambah perlu menggunakan   merek  (brand) atau tidak untuk produk tersebut. Setiap perusahaan yang akan memasuki pasar internasional perlu memutuskan apakah harus menggunakan merek sendiri( manufacturer’s brand) atau merek perantara (Private brand). (Fandi Tjiptono,1997).Sebagaimana di ungkapkan oleh  Michael Porter, 1980,        mengemukakan  3 strategi generik yaitu : Diferensiasi, Keunggulan biaya menyeluruh  dan Fokus. Bagaimana  menciptakan keunggulan (keunikan)   produk dilihat dari kacamata pelanggan  adalah senjata persaingan  ( competitieve advantage ).Produk  yang sudah unggul secara otomatis mendorong terbangunnya  persepsi (  brand image ) di benak konsumen . Harga, bisa menjadi keunggulan saat produk kita mampu menguasai sebagaian besar luas pasar  dengan strategi harga murah , seperti yang dilakukan  Cina menggempur produk-produk pesaingnya , sebaliknya ada juga keunggulan lain seperti unggul dalam  kualitas barang, kekuatan merek (brand)   termasuk citra  perusahaannya, keanekaragaman produk pun juga bisa menjadi keungulan karena memberikan banyak pilihana kepada calon konsumennya. Biasanya    produk-produk berkwalitas   berbiaya produksi  lebih   tinggi  , dan rentetannya   harga pun menjadi tinggi pula.Nah yang menjadi persoalan pemasaran  saat ini bagaimana  produk produk nasional bisa diakui secara global  pada era kontemporer seperti sekarang ini  ? Bagaimana dengan produk-produk yang memberi ciri khas budaya bangsa Indonesia seperti hasil industri batik yang beberapa pekan lalu sempat di akui oleh negara tetangga kita (Malaysia ) ? Apakah batik juga mampu menciptakan kekuatan merek diera pemasaran yang mengglobal ?
ANALISIS PELATIHAN DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA PERSONEL MILITER DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Empirik Pada Personel Militer PUSDIKPENERBAD Di Semarang ) Nanang Budiyanto Santosa Prayoga; Siti Hidayah; SB Handayani
DHARMA EKONOMI Vol 29, No 55 (2022)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze the effect of training and incentives on personnel performance with organizational citizenship behavior as a mediating variable. The population of this study were all personnel of the Army Aviation Education Center, totaling 244 people. This study uses judgment sampling, with the criteria being the personnel of the Army Aviation Education Center in Semarang with 145 pilot qualifications. The data processed after distributing the questionnaires were 124 bundles. Methods of data analysis using regression analysis and data processing using SPSS. The results of hypothesis testing show that training has a significant positive effect on organizational citizenship behavior, incentives have a significant positive effect on organizational citizenship behavior, organizational citizenship behavior has a significant positive effect on personnel performance, incentives have a significant positive effect on personnel performance. Furthermore, the results of the analysis of mediating variables using the Sobel test, found that organizational citizenship behavior can mediate the effect of training on personnel performance. This proves that organizational citizenship behavior as a mediating variable of the effect of training on personnel performance. Organizational citizenship behavior can mediate the effect of incentives on personnel performance. This proves that organizational citizenship behavior as a mediating variable of the influence of incentives on personnel performance. Keywords: training, incentives, organizational citizenship behavior, personnel performance. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan insentif terhadap kinerja personel dengan organizational citizenship behavior sebagai variabel mediasi. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh personel Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat yang berjumlah 244 orang. Penelitian ini menggunakan judgement sampling, dengan kriteria adalah Personel Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat di Semarang yang berkualifikasi Penerbang sebanyak 145 personel. Data yang diolah setelah penyebaran kuesioner sebanyak 124 bendel. Metode analisis data menggunakan analisis regresi dan pengolahan data menggunakan SPSS. Hasil pengujian hipotesis menunjukan pelatihan berpengaruh positif signifikan terhadap organizational citizenship behavior, Insentif berpengaruh positif signifikan terhadap organizational citizenship behavior, Organizational citizenship behavior berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja personel, Insentif berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja personel. Selanjutnya hasil analisis variable mediasi dengan menggunakan uji Sobel, menemukan bahwa organizational citizenship behavior dapat memediasi pengaruh pelatihan terhadap kinerja personel. Hal ini membuktikan bahwa organizational citizenship behavior sebagai variabel mediasi dari pengaruh pelatihan terhadap kinerja personel. Organizational citizenship behavior dapat memediasi pengaruh insentif terhadap kinerja personel. Hal ini membuktikan bahwa organizational citizenship behavior sebagai variabel mediasi dari pengaruh insentif terhadap kinerja personel. Kata kunci: pelatihan, insentif, organizational citizenship behavior, kinerja personel
KEKUATAN WORD OF MOUTH (WOM ) DALAM STRATEGI PEMASARAN sb handayani
DHARMA EKONOMI Vol 18, No 34 (2011)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumen  Indonesia terbilang unik ,dimana keunikan tersebut memberi pertimbangan    bagi  pengusaha dalam membuat strategi pemasaran yang pas untuk mencapai target   yang ada.Salah satu karakter unik ini adalah kebiasaan menjalin hubungan sosial dan berkumpul .  Kebiasaan ini menjadi sarana komunikasi yang efektif dan menguntungkan perusahaan. Salah satu  strategi promosi yang bisa di pilih  adalah    strategi WOM yaitu Word Of Mouth ( promosi dari mulut ke mulut ) dari teman,tokoh,keluarga dan lainnya.WOM bisa dilakukan secara langsung (off line) atau secara on line. Berdasarkan survey konsumen Indonesia yang puas, akan bercerita kepada sekitar 5 hingga 15 orang, tergantung dari jenis produk dan target pasar yang dibidik. Cerita & rekomendasi  dari WOM merupakan promosi gratis   yang menguntungkan bagi perusahaan.Key Word: Strategi Pemasaran, Word Of Mouth (WOM), WOM on line