Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

VIGOR DAYA SIMPAN UMBI BAWANG MERAH (Allium ascallonicum L.) VARIETAS PALASA DAN LEMBAH PALU TERHADAP BERBAGAI KONDISI SIMPAN Priyantono, Eko; Ete, Andi; Anton, Adrianton
AGROTEKBIS Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Onion (Allium  ascallonicum L.) is a potential commodity especially in the city of Palu. Shallots Central Sulawesi than as a food flavoring agent very suitable for use as a feedstock fried onions. The purpose of this study was to determine the exact condition on the variety store Palasa and Palu valley are able to maintain the vigor of onion bulbs save energy. The expected usefulness of this study was to determine how the storage of onion bulbs to maintain vigor remains high shelf. This study used a split plot design consisting of: (1) local onion varieties as main plots (V1) = Onion Varieties Palasa, (V2) = Onion Varieties Palu valley, (2) The condition is saved as a subplot (K1) = room air conditioning (temperature 20-250 C), (K2) = space room (temperature> 28-300 C), (K3) = free air space (temperature> 300 C).  The results showed that the varieties Palasa produce speed germination and germination times better. Storage on the condition of free air space produces germination, speed of germination and germination time and the dry weight is higher. Varieties Palu valley and Palasa has vigor shelf high on the condition of free air space savings, although in an air conditioned room with a temperature of 250 C is still showing good vigor.
Penyimpanan Dingin Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Bima Brebes, Tajuk, dan Bali Karet Priyantono, Eko; Aris Purwanto, Yohanes; -, Sobir
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.648 KB)

Abstract

Bawang merah sebagai komoditas hortikultura memiliki permintaan yang cukup tinggi diketahui sebagai bahan segar yang cepat mengalami penurunan mutu secara fisik maupun kimia. Teknik penyimpanan suhu rendah merupakan salah satu metode penanganan pascapanen bawang merah untuk mempertahankan mutunya hingga ketangan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh suhu penyimpanan terhadap perubahan mutu bawang merah serta mengetahui respon beberapa varietas bawang merah terhadap penyimpanan pada suhu rendah. Bawang merah yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas Bima Brebes, Tajuk dan Bali Karet. Sampel bawang merah dikemas ke dalam plastik net masing-masing sebanyak 2 kg dan disimpan di suhu 0 dan 5oC RH 65-70% dan suhu ruang 25-32 oC dengan RH 50-88% selama 3 bulan. Hasil pengukuran menunjukkan suhu penyimpanan 0oC dapat mempertahankan kualitas bawang merah hingga akhir penyimpanan tanpa ditemukan kerusakan umbi untuk semua varietas. Kerusakan tertinggi yaitu 35.81%,ditemukan untuk varietas Bima Brebes yang disimpan pada suhu 5oC.
VIGOR DAYA SIMPAN UMBI BAWANG MERAH (Allium ascallonicum L.) VARIETAS PALASA DAN LEMBAH PALU TERHADAP BERBAGAI KONDISI SIMPAN Priyantono, Eko; Ete, Andi; Anton, Adrianton
AGROTEKBIS Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Onion (Allium  ascallonicum L.) is a potential commodity especially in the city of Palu. Shallots Central Sulawesi than as a food flavoring agent very suitable for use as a feedstock fried onions. The purpose of this study was to determine the exact condition on the variety store Palasa and Palu valley are able to maintain the vigor of onion bulbs save energy. The expected usefulness of this study was to determine how the storage of onion bulbs to maintain vigor remains high shelf. This study used a split plot design consisting of: (1) local onion varieties as main plots (V1) = Onion Varieties Palasa, (V2) = Onion Varieties Palu valley, (2) The condition is saved as a subplot (K1) = room air conditioning (temperature 20-250 C), (K2) = space room (temperature> 28-300 C), (K3) = free air space (temperature> 300 C).  The results showed that the varieties Palasa produce speed germination and germination times better. Storage on the condition of free air space produces germination, speed of germination and germination time and the dry weight is higher. Varieties Palu valley and Palasa has vigor shelf high on the condition of free air space savings, although in an air conditioned room with a temperature of 250 C is still showing good vigor.
Penyimpanan Dingin Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Bima Brebes, Tajuk, dan Bali Karet Eko Priyantono; Yohanes Aris Purwanto; Sobir -
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.648 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v33i01.3815

Abstract

Bawang merah sebagai komoditas hortikultura memiliki permintaan yang cukup tinggi diketahui sebagai bahan segar yang cepat mengalami penurunan mutu secara fisik maupun kimia. Teknik penyimpanan suhu rendah merupakan salah satu metode penanganan pascapanen bawang merah untuk mempertahankan mutunya hingga ketangan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh suhu penyimpanan terhadap perubahan mutu bawang merah serta mengetahui respon beberapa varietas bawang merah terhadap penyimpanan pada suhu rendah. Bawang merah yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas Bima Brebes, Tajuk dan Bali Karet. Sampel bawang merah dikemas ke dalam plastik net masing-masing sebanyak 2 kg dan disimpan di suhu 0 dan 5oC RH 65-70% dan suhu ruang 25-32 oC dengan RH 50-88% selama 3 bulan. Hasil pengukuran menunjukkan suhu penyimpanan 0oC dapat mempertahankan kualitas bawang merah hingga akhir penyimpanan tanpa ditemukan kerusakan umbi untuk semua varietas. Kerusakan tertinggi yaitu 35.81%,ditemukan untuk varietas Bima Brebes yang disimpan pada suhu 5oC.
PEMANFAATAN HAMA KEONG MAS MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR PADA KELOMPOK TANI PADI DESA SIDONDO III KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH Sulfianti Sulfianti; Wirdha Wirdha; Eko Priyantono
Jurnal Abditani Vol. 2 No. 1 (2019): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.526 KB) | DOI: 10.31970/abditani.v1i0.22

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini merupakan program kemitraan masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan masyarkat sehingga tercipta masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sidondo III ini bertujuan untuk mentransfer teknologi tepat guna pembuatan pupuk organik cair keongmas yang ramah lingkungan, murah dan mudah kepada kelompok tani padi, sehingga secara tidak langsung dapat membantu petani dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mengurangi ongkos produksi dalam hal penyediaan pupuk. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2018 sampai Desember 2018. Tahapan kegiatan meliputi kegiatan Sosialisasi/penyuluhan, pendampingan dan pelatihan manajemen usaha, Demonstrasi dan praktek langsung pembuatan pupuk organik cair keong mas, serta monitoring dan evaluasi. Kelompok Mitra pada kegiatan ini adalah perwakilan gabungan kelompok tani padi Desa Sidondo III yang tergolong dalam kelompok tani Sejahtera, dan Sumber Rejeki. Hasil dari kegiatan ini adalah kelompok tani mitra mampu membuat dan memproduksi pupuk organik cair keong mas secara mandiri sehingga dapat mengurangi ongkos produksi budidaya padi.
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR KEONG MAS PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI Sulfianti Sulfianti; Miming Berlian; Eko Priyantono
Jurnal Agrotech Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.011 KB) | DOI: 10.31970/agrotech.v8i2.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas pupuk organik cair keong mas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai November 2018 di Desa Sidondo III Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap, tahap pertama adalah pembuatan pupuk organik cair menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu A (Penambahan cangkang keong mas), B (penambahan daging keong mas), C (penambahan cangkang+daging keong mas) dan D (tanpa penambahan keong mas). Tahap kedua adalah aplikasi pupuk organik cair setiap perlakuan di lahan persawahan. Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga terdapat 16 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan cangkang+daging keong mas memberikan hasil tertinggi terhadap kandungan N,P,K pupuk cair dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan Cangkang+daging keong mas nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi.
PRODUKSI BENIH PADI GOGO YANG BERMUTU MENGGUNAKAN TEKNIK DAN WAKTU PENYIMPANAN Eko Priyantono; Maemunah; Moh. Adnan Khaliq; Mustakim; Yusran
Jurnal Agrotech Vol 11 No 2 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i2.71

Abstract

Penyimpanan sangatlah penting dilakukan untuk menghasilkan benih padi gogo yang bermutu dan berkualitas yang akan digunakan sebagai bahan tanam selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan teknik produksi benih padi gogo yang bermutu dan berkualitas dengan perkecambahan terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di desa Kalukubula dan uji perkecambahan dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai Februari 2020. Penelitian ini disusun menggunakan racangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor, faktor pertama terdiri atas dua lokasi penyimpanan yaitu: P1= Dalam Ruangan, P2= Luar Ruangan, Sedangkan faktor kedua terdiri atas tiga waktu penyimpanan yaitu: W1=satu bulan dan W2= dua bulan, dan W3= tiga bulan, yang diulang sebanyak enam kali sehingga terdapat 36 unit percobaan dimana setiap unit percobaan terdapat 50 benih dan total benih yang digunakan ialah sebanyak 1.800 benih. Analisis data menggunakan uji Fisher dan dilanjutkan dengan menggunakan uji BNJ pada taraf 1%. Hasil penelitian menunjukkan hasil panen yang disimpan dalam ruangan selama 3 tiga bulan menghasilkan daya berkecambah (93,00%), waktu berkecambah (2,08 hari), potensi tumbuh maksimum (99,00%) dan persentase benih berjamur (1,33%).
KARAKTERISASI ASAM LEMAK DAN ASAM AMINO DENDENG DAGING SAPI YANG DIOLAH DENGAN CAMPURAN BUMBU YANG BERBEDA Sukisman Abdul Halid; Abdul Rahim; Chitra Anggriany Salingkat; Eko Priyantono; Minarny Gobel
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

masyarakat baik di dalam negeri maupun di luar negeri dan umumnya diolah dengan komposisi bumbu yang berbeda, sehingga aroma dan citarasanya juga berbeda-beda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sifat fisiko-kimia , jumlah dan jenis asam amino dan asam lemak dendeng daging sapi yang diolah dengan konsentrasi bumbu yang berbeda. Penggunaan rempah-rempah dalam pembuatan dendeng daging sapi umunya hanya terbatas sebagai pengawet dan anti mikroba, sementara jenis dan jumlah asam amino serta asam lemak yang terkandung dalam produk dendeng yang dihasilkan belum banyak dipelajari utamanya penggunaan bumbu dengan konsentrasi yang berbeda. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap sifat fisik kimia yang meliputi kadar protein, kadar lemak, dan kadar air, serta analisis asam amino dan asam lemak dendeng daging sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi diperoleh pada sampel dendeng D2 yaitu 49,83+1,15 % dan terendah diperoleh pada sampel dendeng D5 yaitu sebesar 43,03+0,75 %, kadar lemak tertinggi diperoleh pada kode sampel D4 sebesar 47,13+2,36 % dan terendah diperoleh pada kode sampel D1 sebesar 2,50+0,84. Kadar air tertinggi diperoleh pada kode sampel D1 sebesar 26,63+5,92 %, dan terendah diperoleh pada kode sampel D3 sebesar 14,24+ 0,54 %. Kandungan asam amino pada semua sampel dendeng (D0, D1, D2, D3, D4, dan D5) mengandung 9 asam amino esensial yaitu histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, tiptofan, dan valin, serta mengandung 10 asam amino non esensial yaitu arginin, asparagin, asam aspartat, sitein, asam glutamat, glutamin, glisin, prolin, serin, dan tirosin. Sedangkan kandungan asam lemak pada semua sampel dendeng (D0, D1, D2, D3, D4, dan D5), yaitu asam lemak tak jenuh terdiri dari palmitoleat, linoleat, linolenat, olet (jumlah terbanyak), dan miristolet (jumlah kecil hanya ditemukan pada sampel dendeng D4), sementara asam lemak jenuh yang ditemukan pada semua sampel dendeng adalah miristat, palmitat, dan stearat, serta omega 3.
EVALUASI POTENSI GENETIK BEBERAPA GALUR PADI GOGO LOKAL Sakka Samudin; Maemunah Maemunah; Mustakim Mustakim; Eko Priyantono; Idzha Mahendra
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 5 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan beras semakin meningkat tiap tahunnya sehingga ketersediaannya harus tercukupi sepanjang tahun. Pemuliaan tanaman merupakan langkah tepat untuk meningkatkan produktivitas padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaman genetik, heritabilitas, kemajuan genetik harapan dan korelasi beberapa antar sifat kultivar padi gogo lokal untuk meningkatkan sifat kultivar padi gogo yang unggul. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan enam kultivar yaitu K1 = Untad 1, K2= Untad 2, K3= Untad 3, K4= Untad 4, K5= Untad 5, dan K6= Untad 6 yang diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 24 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan sifat panjang malai, jumlah gabah/malai, persentase gabah hampa tergolong KKG sedang. Sifat tinggi tanaman, jumlah daun, panjang helaian daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, umur keluar malai, umur panen, berat 1000 gabah, hasil ton ha-1 tergolong KKG rendah. Sifat tinggi tanaman, panjang helaian daun, umur keluar malai, umur panen dan jumlah gabah/malai merupakan nilai heritabilitas tinggi dan kemajuan genetik harapan tinggi. Sifat yang berkorelasi positif terhadap hasil yaitu sifat umur keluar malai dan jumlah gabah/malai.
PENGEMBANGAN TEKNIK FERMENTASI DALAM MENINGKATKAN MUTU BIJI KAKAO (Theobroma cacao L) Nur Alam; Muhardi Muhardi; Abdul Rahim; Gatot Siswo Hutomo; Syahraeni Kadir; Sakka Samudin; Chitra Anggraeni Salingkat; Eko Priyantono; Ponirin Ponirin; Diky Gunawan Suwiyono
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to achieve a shorter fermentation technique for cocoa beans by using ethanol, acetic acid and coconut water to produce high quality cocoa beans. The research was conducted in Tunus village Pamona Pusalemba sub district Poso district of Central Sulawesi. Tunus is located about 300 kilometers from Palu, the capital of Sulawesi Tengah. The fermented cocoa beans were analyzed at Tadulako University’s Agroindustry Laboratory Faculty of Agriculture. The study used a Randomized Block design (RBD) with fermentation technique as the treatments i.e., 10 kg wet cocoa only (Box 1), 10 kg wet cocoa + 75 ml ethanol (Box 2), 10 kg wet cocoa + 75 ml acetic acid (Box 3), and 10 kg wet cocoa + 75 ml aged coconut water (Box 4). Each treatment had four replicates, thus in total there were 16 experimental units. The results showed that the addition of 75 ml ethanol in the fermentation process had the shortest fermentation time, with an average fermentation time of four days. The method also produced the best average water content and sensory tests such as of color, texture, aroma, and overall liking.