Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Revitalisasi megoak-goakan sebagai media pembelajaran IPS berbasis budaya untuk menumbuhkan empati dan mencegah bullying di sekolah dasar Ni Luh Sri Ardhaniasih; Ni Putu Okta Ginanti; Ni Putu Iswarya Harumtini; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025719jpgi0005

Abstract

Perundungan (bullying) di sekolah dasar menjadi masalah sosial-emosional serius yang mengganggu perkembangan siswa dan merupakan isu penting dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam hal pendidikan yang inklusif dan berkualitas (SDG 4). Revitalisasi Megoak-Goakan berpotensi sebagai media pembelajaran IPS berbasis budaya untuk menumbuhkan empati dan mencegah bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Megoak-Goakan dalam menumbuhkan empati dan mencegah bullying di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), dengan mengikuti tahapan PRISMA untuk identifikasi, penyaringan, seleksi kelayakan, dan analisis isi. Data diperoleh dari 30 artikel ilmiah nasional dan internasional yang membahas pembelajaran IPS, pendidikan karakter, budaya lokal, permainan tradisional, dan pencegahan bullying pada rentang waktu 2020–2025. Hasil SLR menunjukkan bahwa Megoak-Goakan mengandung unsur kerja sama tim, sportivitas, dan komunikasi antarpeserta yang dapat mengembangkan keterampilan sosial–emosional seperti empati, toleransi, dan pengendalian emosi. Interaksi langsung dalam permainan ini memperkuat rasa kebersamaan dan penghargaan terhadap perbedaan. Oleh karena itu, integrasi Megoak-Goakan dalam kurikulum IPS tidak hanya memperkaya pengalaman belajar dengan budaya lokal, tetapi juga berkontribusi signifikan pada terciptanya iklim sekolah yang inklusif dan bebas bullying.
The role of social studies learning in fostering tolerance and multicultural awareness of elementary school students through the SDGs approach Ni Putu Eka Putri Desyani; Gusti Ayu Putu Yuni Widari; I Putu Aprika Apsarendra Putra; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025720jpgi0005

Abstract

The problem faced in learning in Elementary Schools is how to foster an attitude of tolerance and multicultural awareness amidst existing social diversity. Social Studies (IPS) learning can play a strategic role in overcoming these challenges. The main objective of this study is to examine the role of IPS learning in fostering an attitude of tolerance and multicultural awareness of elementary school students through the Sustainable Development Goals (SDGs) approach. This study uses a qualitative approach with a literature review research design. The subjects in this study include relevant literature sources such as journal articles, books, and documents that discuss Social Studies learning, multicultural education, and SDGs integration. The data collection method is carried out using documentation techniques, and data analysis uses content analysis to extract relevant information. The results of the study indicate that Social Studies learning that integrates SDGs can increase social awareness and strengthen students' attitudes of tolerance towards cultural, social, and religious diversity. The conclusion of this study indicates that Social Studies learning with the SDGs approach can form a generation that is more tolerant and cares about diversity. The implication of this study is the importance of integrating SDGs values into the social studies education curriculum to create inclusive students who are ready to face global challenges. <w:LsdException Locked="false" Priority="50" Name="Grid Tab
Mengintegrasikan perspektif SDGs (tujuan pembangunan berkelanjutan) dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial untuk membangun kepedulian dan rasa tanggung jawab sosial Dayu Ekawati; Ni Luh Surya Adnyani; Ni Putu Sintya Wahyu Widyantari; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025727jpgi0005

Abstract

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) merupakan agenda global yang menekankan pentingnya tindakan kolektif untuk menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perspektif SDGs dapat diintegrasikan secara efektif dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan dokumen kebijakan pendidikan terkait implementasi nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi tema SDGs, seperti pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, dan aksi terhadap perubahan iklim, mampu meningkatkan kesadaran sosial, empati, dan partisipasi aktif siswa dalam kehidupan masyarakat. Strategi pembelajaran kontekstual, kolaboratif, dan berbasis proyek terbukti efektif dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial. Dengan demikian, penguatan kurikulum IPS melalui perspektif SDGs menjadi langkah penting dalam membentuk generasi yang peduli, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap masa depan berkelanjutan.
Integrasi pendidikan sosial emosional untuk kesadaran lingkungan anak di sekolah dasar Ni Ketut Sri Indrayanti; Wayan Ari Widnyani; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025742jpgi0005

Abstract

Perubahan iklim yang semakin nyata menuntut upaya kolektif lintas sektor, terutama pendidikan, untuk membentuk generasi sadar lingkungan sejak dini. Artikel ini membahas pentingnya integrasi pendidikan sosial emosional (PSE) dalam pembelajaran di sekolah dasar sebagai strategi menumbuhkan kesadaran lingkungan guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 13. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah terkait PSE, pendidikan lingkungan, dan implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterampilan sosial emosional, seperti empati dan tanggung jawab, berkorelasi positif dengan kesadaran lingkungan siswa. Integrasi PSE ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) secara tematik dan berbasis pengalaman terbukti efektif memperkuat pemahaman dan kepedulian siswa terhadap isu lingkungan. Faktor eksternal seperti pola asuh orang tua dan peran aktif guru turut mendukung keberhasilan implementasi PSE. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan PSE dalam pendidikan dasar berperan penting membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan bumi, sehingga mendukung tercapainya SDG 13 melalui aksi nyata di lingkungan sekolah.
Penguatan kualitas pembelajaran berbasis kurikulum OBE melalui lesson study di LPK Kadek Suranata; Gede Eka Budi Darmawan; Nyoman Ari Surya Darmawan; Ketut Susiani; Luh Wawas Wati
Lentera Negeri Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991280

Abstract

Tantangan yang dihadapi LPK pariwisata untuk meningkatkan kualitas lulusan memerlukan upaya untuk melakukan perbaikan kurikulum dan peningkatan kualitas instruksional. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pendampingan penguatan kualitas pembelajaran berbasis kurikulum OBE di LPK OTC Bali melalui kegiatan lesson study. Metode kegiatan yang digunakan meliputi lokakarya, workshop, pendampingan unjuk kerja dan FGD. Peserta kegiatan meliputi managamen dan instruktur LPK OTC Bali sebanyak 67 orang dan 120 mahasiswa. Evaluasi terhadap capaian setiap tahap kegiatan diukur melalui metode angket dan penilaian hasil unjuk kerja. Hasil evaluasi pelaksanaan program kegiatan ini menunjukkan bahwa (1) setelah dilaksanakan sosialisasi, pemahaman peserta kegiatan PkM cenderung berada pada tingkat baik sekali dan pada tingkat pemahaman yang baik, (2) hasil workshop pengembangan kurikulum dan perangkat instruksional menunjukkan kemampuan para peserta kegiatan dalam penyusunan kurikulum berbasis OBE pada semua indikator cenderung pada tingkat sangat baik dan baik, dan (3) tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kurikulum yang digunakan instruktur serta implementasi intruksional oleh instruktur setelah pelaksanaan dua siklus lesson study pada dua aspek yang diukur dan pada setiap indikator mencapai target yang ditetapkan, yaitu >75%. Hasil tersebut merekomendasikan kepada LPK menggunakan lesson study sebagai metode mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, meningkatkan kemampuan instruktur serta kualitas intruksional di LPK.
The effectiveness of using learning CDs on increasing information and communication technology learning outcomes Ketut Susiani; I Nengah Suastika; Dewa Bagus Sanjaya
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 3 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30031895000

Abstract

The era of revolution 4.0 requires educators and students to have skills that are able to compete globally. One of the skills that are becoming a trend today is digital literacy. Mastery of communication technology is one of the subjects that are able to answer these challenges. The purpose of this study was to determine the effectiveness of using Learning CDs in information and communication technology subjects. By using quantitative and design methods pseudo used in the study this is a Randomized Two - group Design  Posttest Only analyzed with statistical formulas, it was found that the results of learning technology information and communication groups of students who are taught using learning CDs experience a significant increase.
Perspektif IPS terpadu dan SDGs dalam mengkaji konflik manusia–satwa liar akibat banjir: tinjauan literatur sistematis atas kasus ular piton di Bali I Gusti Ayu Taniya Dewi Paramitha; Ni Luh Putu Anggun Cahyanti; Putu Anggun Puspita Dewi; Kadek Rika Rahayu Dianda Putri; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026917jpgi0005

Abstract

Fenomena kemunculan ular piton saat banjir di Bali menunjukkan adanya masalah ketidakseimbangan antara aktivitas manusia dan kelestarian lingkungan. Kondisi ini menimbulkan dampak sosial berupa meningkatnya konflik manusia dan satwa liar serta keresahan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menginterpretasikan fenomena tersebut sebagai isu lingkungan dan sosial dalam perspektif IPS terpadu serta keterkaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur sistematis. Subjek penelitian berupa 16 sumber literatur ilmiah yang terdiri atas artikel jurnal nasional dan internasional, buku, serta skripsi yang terbit pada rentang 2015–2025, dengan mayoritas (14 sumber) berada dalam lima tahun terakhir, dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup relevansi substansi, publikasi pada media peer-review, serta kesesuaian dengan konteks Asia Tenggara. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar, Scopus, dan portal jurnal nasional menggunakan kata kunci Boolean. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan instrumen berupa lembar analisis literatur yang mencakup empat dimensi, yaitu pemicu ekologis, dampak sosial, respons kebijakan, dan implikasi pendidikan. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14 dari 16 sumber mengidentifikasi degradasi habitat dan alih fungsi lahan sebagai pemicu utama kemunculan ular piton, sementara 12 sumber melaporkan peningkatan kerentanan sosial dan rasa takut di kalangan masyarakat terdampak. Simpulan penelitian menegaskan bahwa fenomena ini merupakan indikator multidimensi ketidakseimbangan sosial-ekologis yang memiliki relevansi langsung dengan SDG 4 (pendidikan berkualitas), SDG 11 (perkotaan berkelanjutan), SDG 13 (penanganan perubahan iklim), dan SDG 15 (ekosistem darat), sehingga berimplikasi pada pengembangan kebijakan berkelanjutan dan pembelajaran IPS kontekstual. Keterbatasan penelitian ini meliputi ketergantungan pada data sekunder dan tidak adanya validasi lapangan secara primer.
Krisis sampah plastik di wilayah perkotaan dan dampaknya terhadap lingkungan Ni Wayan Suryati Devi; Komang Enjeliana; Komang Devina Yanti; Nurmarya Zahira; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026958jpgi0005

Abstract

Krisis sampah plastik di perkotaan menjadi tantangan serius akibat urbanisasi dan rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan menganalisis sumber, dampak, perilaku masyarakat, upaya pemerintah, serta kendala pengelolaan sampah plastik. Hasil menunjukkan sumber utama berasal dari rumah tangga dan UMKM (kemasan sekali pakai), dengan volume meningkat 30% dalam tiga tahun terakhir. Dampak lingkungan meliputi banjir, pencemaran, kematian biota, dan mikroplastik dalam rantai makanan. Sebanyak 50,8% masyarakat tidak memilah sampah karena merasa repot. Upaya bank sampah dan sosialisasi 3R masih terbatas. Kendala utama adalah rendahnya kesadaran, infrastruktur terbatas, regulasi belum efektif, dan biaya kemasan ramah lingkungan yang tinggi. Diperlukan pendekatan holistik dan edukasi efektif seperti media sosial dan animasi explainer.
Analisis multidimensi IPS terhadap dampak banjir bandang pada fasilitas pendidikan dalam perspektif sustainable development goals (SDGs) I Kadek Guna Wibawa; I Putu Odix Agus Hendradinata; I Nyoman Ari Prathama; Komang Yoga Wirawan; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027001jpgi0005

Abstract

Penelitian ini menganalisis peristiwa banjir bandang yang mengakibatkan kerusakan pada tiga ruang kelas di SDN 5 Banjar dalam perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian bertujuan mengkaji dampak banjir melalui aspek geografis, sosial, dan ekonomi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis dokumen terhadap berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara geografis banjir dipengaruhi oleh tingginya curah hujan dan rendahnya daya serap lahan. Secara sosial, bencana mengganggu proses pembelajaran dan aktivitas warga sekolah. Secara ekonomi, kerusakan fasilitas pendidikan menimbulkan kerugian serta memerlukan biaya rehabilitasi yang cukup besar. Peristiwa ini juga berkaitan dengan pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Penelitian menyimpulkan bahwa banjir bandang memberikan dampak signifikan terhadap sektor pendidikan sehingga diperlukan upaya mitigasi bencana, perbaikan lingkungan, dan peningkatan kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Analisis kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun: tinjauan literatur terarah dalam perspektif IPS Anak Agung Istri Oka Pradnyani; Ketut Susiani; I Nyoman Krisna Dwipayana Mangun; Maria Fitriani Watu; Gede Mahesa Putra
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027011jpgi0005

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong anak semakin dekat dengan media sosial, tetapi penggunaan yang intensif tanpa pendampingan memunculkan risiko psikologis, sosial, akademik, dan keamanan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun serta menilai relevansinya dengan perlindungan anak dalam perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Fokusnya adalah tinjauan literatur terarah. Tujuannya untuk melihat bagaimana kebijakan tersebut bekerja. Data diperoleh dari 16 dokumen yang terdiri atas artikel jurnal, laporan resmi, dan dokumen regulasi tahun 2020-2026 yang relevan dengan media sosial, perlindungan anak, literasi digital, cyberbullying, kesehatan mental, dan kebijakan pembatasan usia. Data dianalisis melalui reduksi, pengkodean tematik, perbandingan antarsumber, dan penarikan simpulan berbasis tema. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembatasan usia tidak cukup apabila berdiri sendiri. Kebijakan tersebut perlu disertai literasi digital keluarga dan sekolah, perlindungan data pribadi anak, mekanisme verifikasi usia yang proporsional, serta akuntabilitas platform digital. Kajian ini menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital membutuhkan kolaborasi pemerintah, orang tua, sekolah, dan penyelenggara platform agar hak anak untuk aman, belajar, dan berekspresi tetap terjaga.