Retno Iswarin Pujaningsih
Department Of Animal Husbandry, Faculty Of Animal And Agricultural Science, Universitas Diponegoro, Semarang, 50275, Indonesia

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EFEK SISA PUPUK KANDANG DIPERKAYA FOSFAT ALAM DALAM BENTUK GRANULAR DAN DI INOKULASI BIODEKOMPOSER TERHADAP NUTRISI JERAMI JAGUNG MANIS DI LAHAN KERING Dwi Retno Lukiwati; Retno Iswarin Pujaningsih
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.127 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2015.v04.i02.p06

Abstract

Efek sisa pupuk kandang diperkaya fosfat alam (FA) bermanfaat untuk musim tanam berikutnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pukan diperkaya FA (pukan) dalam bentuk granular dan di inokulasi biodekomposer terhadap nutrisi jerami jagung manis (Zea mays saccharata) pada musim tanam kedua. Penelitian lapang menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan pada tanah vertisol. Dosis unsur hara P (FA), N (urea), dan K (KCl) masing-masing 66 kg/ha, 200 kg/ha dan 125 kg K/ha. Dosis pukan 30 t/ha dan semua diperkaya FA. Perlakuan yang diberikan adalah T0 (pukan), T1 (pukan+EM4), T2 (pukan+starTmik), T3 (pukan+stardec), T4 (pukan granular+ EM4), T5 (pukan granular+starTmik), T6 (pukan granular+stardec). Panen jagung manis pada umur 70 hari setelah tanam, dan jerami dipotong untuk mendapatkan data kadar protein kasar (PK), fosfor (P) dan kalsium (Ca). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek residu pukan tanpa biodekomposer (T0) menghasilkan kadar PK jerami jagung manis berbeda tidak nyata dibanding perlakuan lainnya, kecuali pada T4. Efek residu pukan dalam bentuk granular maupun non-granular dengan inokulasi biodekomposer menghasilkan kadar P dan Ca jerami jagung manis nyata lebih tinggi dibanding tanpa biodekomposer. Dapat disimpulkan bahwa efek residu pukan dengan inokulasi biodekomposer mempunyai kemampuan setara dalam menghasilkan kadar PK, namun lebih tinggi kadar P dan Ca jerami jagung manis dibanding pukan tanpa biodekomposer.
Status Mikrobiologi Tepung Ikan Rucah yang Diberi Ekstrak Daun Kersen sebagai Antibakteri pada Berbagai Lama Penyimpanan Tito Maulana Akbar; Baginda Iskandar Moeda Tampoebolon; Retno Iswarin Pujaningsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.493 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.312-318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji kualitas tepung ikan rucah yang diberi ekstrak daun kersen secara mikrobiologi pada berbagai lama penyimpanan. Ekstrak daun kersen diekstraksi menggunakan metode sokletasi. Konsentrasi ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 50%. Tepung ikan rucah ditambahkan ekstrak daun kersen dengan perbandingan 1 : 10 (v/w),  diberi perlakuan lama penyimpanan masing-masing T0 (lama penyimpanan minggu ke -0), T1 (lama penyimpanan minggu ke-2) dan T2 (lama penyimpanan minggu ke – 4). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan.  Parameter yang diamati adalah total bakteri, bakteri Gram +/- dan identifikasi Escherichia coli dan Salmonella sp. secara kualitatif.  Perlakuan lama penyimpanan berbeda nyata (P < 0,05) terhadap total bakteri, namun tidak berbeda nyata (P > 0,05) terhadap bakteri Gram +/-.  Secara kualitatif, tidak ditemukan bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp. pada sampel yang digunakan. Ekstrak daun kersen yang ditambahkan pada tepung ikan rucah  mampu mengurangi jumlah total bakteri, menekan bakteri Gram negatif, Escherichia coli dan Salmonella sp. selama penyimpanan.
Pengaruh Perbedaan Metode Pengolahan dan Level Pemberian Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Kualitas Organoleptik Tepung Ikan Rucah Ade Novia Anggriani; Retno Iswarin Pujaningsih; Sri Sumarsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.372 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.282-291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara perbedaan metode pengolahan dan level pemberian ekstrak daun kersen terhadap kualitas organoleptik tepung ikan rucah. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2x2 dengan 4 ulangan. Parameter yang diukur yaitu uji organoleptik meliputi tekstur, warna, aroma dan jamur. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi antara perbedaan metode pengolahan dan level pemberian ekstrak daun kersen terhadap tekstur, warna, aroma dan keberadaan jamur pada tepung ikan rucah. Perbedaan metode pengolahan berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan rataan skor tekstur tepung ikan rucah, tetapi tidak berpengaruh nyata pada warna, aroma dan keberadaan jamur pada tepung ikan rucah. Perbedaan level pemberian ekstrak daun kersen berpengaruh nyata (P<0,05) menurunkan rataan skor warna dan aroma tepung ikan rucah. Disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi kombinasi perlakuan antara perbedaan metode pengolahan dengan level pemberian ekstrak daun kersen terhadap kualitas organoleptik tepung ikan rucah. Perlakuan pengukusan meningkatkan skor tekstur tepung ikan rucah dan pemberian ekstrak daun kersen menurunkan skor warna dan aroma tepung ikan rucah. Perlakuan terbaik yaitu metode pengukusan pada pembuatan tepung ikan rucah menghasilkan kualitas organoleptik dengan tekstur tidak menggumpal, cukup kering, halus, berwarna cokelat cerah, memiliki aroma spesifik tepung ikan, dan tidak terdapat jamur.
Status Mineral Darah (Ca, P, Mg, Zn, Cu) Kambing Kacang yang diberi Pakan Pelengkap Multinutrien Blok Muhamad Dinar Arrizqi; B.I.M. Tampoebolon; Surahmanto Surahmanto; Retno Iswarin Pujaningsih
Bulletin of Applied Animal Research Vol 2 No 1 (2020): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v2i1.223

Abstract

Penelitian untuk mengkaji status mineral darah (ca, p, mg, zn, cu) kambing kacang yang diberi pakan pelengkap multinutrien blok. Materi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain obat cacing, multinutrien blok (MNB), pakan, alkohol dan 12 ekor kambing kacang jantan umur 7 bulan sehat secara klinis dengan 4 perlakuan level MNB yang berbeda. Kambing dibagi kedalam 3 kelompok bobot badan yaitu Kelompok I : 17,5 – 20 kg, Kelompok II : 15 – 16,5 kg, Kelompok III : 13,5 – 15 kg setiap kelompok berisi 4 ekor kambing. Setiap kelompok kambing mendapat 4 perlakuan berbeda berupa level pemberian MNB. Alat yang digunakan terdiri dari 12 buah kandang individu, 12 palung, 12 ember, 12 buah spet 10 ml dan jarum suntik, label, 12 buah tabung vacuulab dengan EDTA, cooling box, alkohol dan alat tulis untuk mencatat serta memberi label pada sampel darah. Kambing dibagi kedalam 3 kelompok bobot badan setiap kelompok berisi 4 ekor kambing yang melipti T0 : Hijauan + Konsentrat + Tanpa Pemberian MNB, T1 : Hijauan + Konsentrat + MNB sebanyak 5 g, T2 : Hijauan + Konsentrat + MNB sebanyak 10 gr dan T3 : Hijauan + Konsentrat + MNB sebanyak 15 g. Parameter yang diamati yaitu kadar Ca, P, Mg, Zn dan Cu di dalam plasma darah kambing. Data analisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian MNB (0, 5, 10 15 g) tidak berpengaruh terhadap status mineral (Ca, P, Mg, Zn, Cu) dalam plasma darah kambing kacang. Simpulan dari penelitian ini bahwa pemberian MNB (0, 5, 10, 15 g) memberikan efek yang sama terhadap status mineral (Ca, P, Mg, Zn, Cu) dalam plasma darah kambing kacang.Kata Kunci : Multinutrien blok, kambing kacang, status mineral, plasma darah
Evaluasi Fisik Organoleptik Multinutrien Blok yang dibuat dengan Metode Panas pada Penambahan Level Molases yang Berbeda Dyah Ayu Putri; Retno Iswarin Pujaningsih; Agung Subrata
Bulletin of Applied Animal Research Vol 2 No 1 (2020): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v2i1.224

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan level molases terhadap kualitas fisik dan organoleptik pada Multinutrien Blok (MnB) yang dibuat dengan metode panas. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah molases, hijauan jagung, garam, cangkang kerang darah, cangkang telur, urea dan bentonit. Alat yang digunakan yaitu chopper, disc mill, palu, kompor, panci, ember, cetakan MNB, timbangan digital dan kuesioner. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan (T0 : tanpa penambahan molases (kontrol), T1 : penambahan molases sebanyak 20%, T2 : penambahan molases sebanyak 35% dan T3 : penambahan molases sebanyak 50%). Parameter yang diamati yaitu kualitas fisik (kadar air) dan kualitas organoleptik (warna, tekstur dan aroma) pada Multinutrien Blok. Data analisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan level molases berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna, tekstur dan aroma. Perlakuan T3 pada pengujian warna, tekstur dan aroma memiliki nilai paling tinggi yaitu 3,99; 3,55 dan 3,32. Kadar air menunjukan tidak berpengaruh nyata. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan level molases sebesar 50% menghasilkan kualitas fisik dan organoleptik paling baik pada pembuatan Multinutrien Blok dengan metode panas.
Evaluasi Kandungan Mineral Pada Multinutrien Blok Dengan Kombinasi Cangkang Kerang Dan Cangkang Telur Sebagai Sumber Mineral Kambing Lokal Septi Lila Sari; Retno Iswarin Pujaningsih; Widiyanto Widiyanto; Baginda Iskandar Moeda Tampubolon
Bulletin of Applied Animal Research Vol 2 No 2 (2020): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v2i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan mineral Ca, P, Mg, Cu, Zn kombinasi antara tepung cangkang kerang darah tepung cangkang telur sebagai bahan baku pembuatan Multinutrien blok (MNB). Materi yang digunakan terdiri dari bahan pakan penyusun MNB yaitu cangkang kerang, cangkang telur, hijauan jagung, molases, urea, garam dan bentonit. Parameter yang diamati yaitu kandungan mineral Ca, P, Mg, Cu, Zn yang kemudian dianalisis dengan metode Spektofotometri Serapan Atom (SSA). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakukan dan 4 ulangan yaitu T0 (MNB tanpa kombinasi cangkang kerang dan cangkang telur), T1 (MNB dengan kombinasi cangkang kerang 6%), T2 (MNB dengan kombinasi cangkang telur 6%), dan T3 (MNB dengan kombinasi cangkang kerang 3% dan cangkang telur 3%). Analisis data menggunakan uji ANOVA taraf signifikasi 5% untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan. Apabila terdapat pengaruh perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan cangkang kerang dan cangkang telur di dalam MNB mampu meningkatkan kandungan mineral Ca, P, Mg dan Cu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan cangkang kerang dan cangkang telur dalam MNB mampu mencukupi kebutuhan mineral Ca, P, Mg dan Cu namun belum mampu mencukupi kebutuhan mineral Zn kambing lokal.
PENGARUH PENAMBAHAN LEVEL MOLASES TERHADAP KUALITAS FISIK DAN ORGANOLEPTIK PELLET PAKAN KAMBING PERIODE PENGGEMUKAN Risti Sstyaning Ismi; Retno Iswarin Pujaningsih; Sri Sumarsih
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.215 KB) | DOI: 10.23960/jipt.v5i3.p58-63

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN LEVEL MOLASES TERHADAP KUALITAS  FISIK DAN ORGANOLEPTIK PELLET PAKAN KAMBING PERIODE PENGGEMUKAN The Effect of Molases Level Addition on Physical and Organoleptic Quality of Goat Feed Pellets on Fattening Period Risti Sstyaning Ismi, Retno Iswarin Pujaningsih, dan Sri Sumarsih Faculty of Animal and Agriculture Science, Diponegoro UniversityProf. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang, Indonesiae-mail : ristisatya357@gmail.com  ABSTRACT The aim of this research is to study the effect of molasses level increase on physical quality and organoleptic of fattening period goat feed in pellet form. Material used in the research is rice bran, cassava peel, elephant grass, tofu waste product, molasses and premix. Completely randomized design was used in a study with 4 replications and 4 treatments, T0 = pellet ration + 0% molases, T1 = pellet ration + 3% molases, T2 = pellet ration + 5% molases, and T3 = pellet ration + 7% molases. Parameters observed were hardness, durability, color, texture and pellet scent. The results showed that the addition of molasses level had significant effect (P<0,05) on the improvement of physical quality of pellet and the decreasement of pellet organoleptic quality. Pellet with the addition of molasses as much as 3% has the best physical and organoleptic quality. Research conclusions recommended that the addition of molasses up to level 3% can provide good effect for the physical quality and organoleptic pellet. Keywords : Molasses Level, Pellet, Physical Quality, Organoleptic Quality.
Aplikasi Penambahan Kunyit dan Multinutrien Blok Plus pada Pakan Kambing Jawarandu terhadap Infestasi Endoparasit dan Konsumsi Pakan: Application Of Turmic Addition And Multinutrient Block Plus On The Jawarandu Goat’s Diet Towards Endoparasit Infestations And Feed Consumption Retno Iswarin Pujaningsih; Dian Wahyu Harjanti; Baginda Iskandar Moeda Tampubolon; Widianto Widianto; Ahmad Ahsan; Wening Suri Pawestri
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i1.128

Abstract

Goat management in rural areas is still commonly done traditionally with little regard for health factors. One factor is the presence of parasitic worms in the goat's digestive tract which causes disturbed growth. The research aims to evaluate the effect of the addition of turmeric and multinutrient block plus (MNBP) in eliminating endoparasites and increasing feed intake of Jawarandu goats. The material used was 12 male Jawarandu goats weighing an average of 20 kg. A completely randomized design was used in this study with 4 treatments and 3 replications. Treatment T0: basal ration + MNBP; T1: T0 + 1% turmeric; T2: T0 + 3% turmeric; T3: T0 + 5% turmeric. The parameters observed were feed intake, weight gain, number of endoparasites and total eggs per gram of feces. Data analysis using analysis of variance significance level of 5% to determine the effect of treatment. If there is a treatment effect, it is followed by Duncan's multiple range test. The results showed a decrease in the number of endoparasites. The best treatment to induce an antibody system is T2 treatment, namely the addition of turmeric with a level of 3%. Feed intake was not significantly increasing although improving body weight gain in T2 and T3. The conclusion of the study is that the administration of MNBP and turmeric with a level of 5% has not been able to eliminate all endoparasites until the 28th day. MNBP and turmeric are useful as natural antioxidants. Increased level of turmeric can increase weight gain and immune system of goats. Keyword: Multinutrient blocks, turmeric, Jawarandu goats, endoparasite, feed intake
Pengaruh Suplementasi dan Proteksi Minyak Biji Kapuk Terhadap Fermentabilitas Ruminal Rumput Gajah pada Sapi Secara In Vitro D. D. Dinata; Widiyanto Widiyanto; Retno Iswarin Pujaningsih
Jurnal Agripet Vol 15, No 1 (2015): Volume 15, N0. 1, April 2015
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v15i1.2299

Abstract

(The effect of supplementation and protection of kapok seed oil on in vitro ruminal fermentability of elephant grass)ABSTRACT. The purpose of this research was to study the interaction between supplementation and protection of kapok seed oil (KSO) influence on in vitro digestibility and ruminal fermentability products of elephant grass. Material used were elephant grass, kapok seed oil, KOH and CaCl2 reagens and cattle rumen fluids. Completely randomized design (CRD) was used with two factorial pattern 3 x 5 with 2 replications, first factor was supplementation of KSO consist of 3 levels: 5% (S1); 10% (S2); and 15% (S3), respectively. Second factor was protection consist of 5 levels: 0% (P0); 25% (P1); 50% (P2); 75% (P3) and 100% (P4); also control treatment without supplementation and protection of KSO (S0P0). The result of this research showed there was no interaction between supplementation and protection of KSO on digestibility of elephant grass. The highest In vitro Dry Matter Digestibility (IVDMD) and In vitro Digestibility of Organic Material (IVDOM) reached by control treatment, 55,17% and 54,27%, respectively. The results of this research showed influence of interaction between supplementation and protection of KSO on VFA and NH3 production (P0.05). The highest VFA and NH3 production reached by 10% supplementation and 25% protection were 152,5 and 6,50 mM. The conclusion of this study showed that supplementation and protection of KSO was not effecting ruminal fermentation, but decreasing in vitro digestibility of elephant grass.
Kajian Nilai Energi Metabolis Biji Sorghum Melalui Teknologi Sangrai Pada Ayam Petelur Periode Afkir Hanny Indrat Wahyuni; Retno Iswarin Pujaningsih; Padwi Anwar Sayekti
Jurnal Agripet Vol 8, No 1 (2008): Volume 8, No. 1, April 2008
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v8i1.605

Abstract

Evaluation of metabolic energy value of roasted sorghum in culled laying chickensABSTRACT. Tannin contained in sorghum can be reduced by using technology processing such as roasting. By using this way, husk of sorghum can be removed leading to decrease of tannin content which is reflected by the value of metabolism energy. The purpose of this experiment is to investigate the effect of roasted sorghum on metabolism energy of culled laying chickens. Measurement of metabolic energy as mathematic is used as comparison. The material used in his experiment was red sorghum, water, and 39 culled laying chickens. Equipment used in this experiment was balance, roasting tool, plastic, force feeding equipment, metabolism cages and bomb calori-meter. This experiment used completely randomized design consisting of 4 treatments and 4 replications (each replication 3 chickens). Treatment consisted of T0 = no roasted sorghum, T1 = roasted for 5 minutes and T2 = roasted for 10 minutes. Data collected were metabolism energy of roasted sorghum both biologically (force feeding) and mathematically (proximate analysis) at culled laying chickens. All data were statistically calculated, further statistically was conducted by using Duncan and compression of metabolism energy was calculated by using t-Test. The results show that, no statistically effect (p0, 05) on duration of roasting on metabolism energy of sorghum. Based on t-Test analysis, there was a significantly difference (p0, 05) between biological metabolism and mathematical metabolism. From this experiment, it can be concluded that 10 minutes of roasting cannot increase of sorghum metabolic energy. The average of biological metabolic was lower (3105, 94 kcal/kg) compared to the average of mathematical metabolic energy (3766, 82 kcal/kg).