Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Economicharity and New Media Authority: the Piety and New Spiritualism of Philanthropists in 21st Century Lukis Alam; Ogi Dani Sakarov; Aminah
IJISH (International Journal of Islamic Studies and Humanities) Vol. 4 No. 2 (2021): October
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/ijish.v4i2.2320

Abstract

Economicharity is a discourse that is always being talked about, on the different side its existence has become a trend in the 21st era. Implementatively, economicharity is realized by philanthropic actions carried out by all levels of society and this has become a global phenomenon that is spreading throughout the world. With the rapid development of information technology, philanthropy can now be done using internet media. In the meantime, the virtual era is marked by an increase in speed and acceleration in the process of information and communication that allows people to connect with each other into the network. Fundraising becomes an activity that promotes the spirit of togetherness, mutual respect for each other. This research seeks to elaborate and explore philanthropic actions carried out by sedekahrombongan.com, kitabisa.com, dompetdhuafa.com. This research is a qualitative study conducted with a virtual ethnographic. It is hoped that this research will uncover the tendency of a philanthropic institution to use internet media as a breakthrough model in promoting economicharity globally. On the different side, the development of philanthropic institutions in Indonesia gave rise to a different orientation among them, the awareness of popularizing humanitarian attitudes had made these institutions synergized with similar institutions owned by the government. In addition, this research will deeply observe netizens in interacting with these institutions.
Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Lokasi Permukiman di Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur Ogi Dani Sakarov
Jurnal Planologi Vol 16, No 1 (2019): April, 2019. Thema Lahan dan Perkotaan
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v16i1.3945

Abstract

Pada UUD 1945 pasal 28 disebutkan bahwa rumah atau hunian merupakan hak dasarbagi setiap warga negara. Hal tersebut dapat difahami bahwa undang-undang dasar mewajibkan pemerintah untuk memenihi kebutuhan rumah atau hunian bagi masyarakat Indonesia. Hingga saat ini pemerintah telah mencanangkan berbagai program pengadaan dan pengembangan perumahan dan permukiman baik dalam lingkup nasional, provinsi maupun daerah. Pada tingkat daerah, dimana pemerintah memegang peran sebagai pelaksana teknis program pembangunan perumahan dan permukiman hendaknya melakukan berbagai analisis untuk menentukan lokasi yang cocok untuk kawasan permukiman daerah. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk membantu pemerintah dalam menentukan lokasi yang sesuai untuk kawasan permukiman di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah spasial kuantitatif dengan Teknik analisis kesesuaian lahan menggunakan software Arch GIS 10.2, dimana analisis dilakukan dengan  pengskoringan dan pembobotan terhadap variabel penentu kesesuaian lahan yakni aspek fisi, prasarana, aksesibilitas, kebencanaan dan sosial budaya. Hasil analisis ini adalah lahan pada wilayah Kabupaten Belu yang layak atau potensial sebagai lokasi untuk permukiman terdiri atas tiga kelas kesesuaian yakni kelas sangat sesuai (S1) seluas 3.566,38 ha, kelas sesuai (S2) seluas 5.933,49 Ha dan kelas cukup sesuai (S3) seluas 25.3166,59 Ha.
DINAMIKA RUANG BUDAYA PADA KAWASAN CAGAR BUDAYA KOTAGEDE YOGYAKARTA Ogi Dani Sakarov; Septiana Fathurrohmah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v7i2.5926

Abstract

Kotagede merupakan salah satu kawasan pusat kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini menjadikan pemerintah menetapkan kawasan tersebut sebagai kawasan cagar budaya yang dilindungi undang-undang, dimana salah satu tujuannya adalah untuk mengendalikan dinamika budaya yang terjadi di Kawasan tersebut. Besarnya arus modernisasi dan akulturasi budaya menjadikan Kotagede memberikan dampak positif maupun negatif bagi perkembangan budaya local dimana budaya ini secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan ruang Kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dinamika dari perkembangan ruang budaya pada Kawasan cagar budaya Kotagede, lebih khusus pada alur perkembangan ruangnya. Penelitian ini berlokasi di Kawasan Cagar Budaya Kotagede Yogyakarta, dengan fokus pada ruang-ruang aktivitas budaya. Penelitian ini menggunakan metode induktif kualitatif fenomenologis, yang lebih fokus pada fenomena dan keunikan yang ada pada Kawasan. Setelah dilakukan analisis, diketahui bahwa perkembangan ruang budaya Kawasan tidak bisa lepas dari arus modernisasi dan akulturasi budaya dimana perkembangan budaya ini juga mempengaruhi perkembangan ruang Kawasan. Ada  dua (2) konsep perkembangan ruang yang ada pada Kawasan Cagar Budaya Kotagede : (1) konsep alur perkembanan ruang budaya Kawasan, (2) konsep akulturasi dan modernisasi ruang kawasan.
IDENTIFIKASI POTENSI PERKEMBANGAN EKONOMI WILAYAH KABUPATEN SLEMAN DALAM KONTEKS URBAN-RURAL LINKAGE Ogi Dani Sakarov
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.536

Abstract

Polarisasi desa-kota telah menjadi fenomena kewilayahan hampir di semua negara berkembang di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh ekspansi perkembangan aktivitas kota baik spasial maupun non spasial dimana dalam proses perkembangannya selalu melibatkan wilayah sekitar. Yang menjadi permasalahan adalah sering munculnya back-wash effect, dimana peran kota atas desa dalam proses perkembangan ini sering kali menjadikan desa sebagai penyangga dan pemasok sumber daya pertumbuhan kota, sehingga kota lebih berperan sebagai parasit yang mengekploitasi sumberdaya desa untuk stimulan pertumbuhannya. Penelitian ini mengidentifikasi kecenderungan perkembangan ekonomi wilayah Kabupaten Sleman sehingga dapat teridentifikasi potensi perkembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif, dan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik analisis sector basis (location quotient) dan shift share. Dari hasil analisis sektor basis dapat dilihat bahwa sektor-sektor yang merupakan ciri khas sektor ekonomi perdesaan sebagian besar bukan merupakan sektor basis, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan dan penggalian, perdagangan besar dan eceran. Sedangkan, sektor yang menjadi basis aktivitas ekonomi wilayah cenderung menunjang proses urbanisasi, seperti real estat, konstruksi, industry dan lain-lain. Begitu juga yang diperlihatkan oleh hasil analisis kinerja ekonomi wilayah melalui analisis shift-share, bahwa sector-sektor khas masyarakat perdesaan memiliki ritme pertumbuhan yang lambat dan tidak memiliki daya saing. Kata kunci: potensi ekonomi, hubungan desa-kota, sektor basis, kinerja ekonomi wilayah
PERKEMBANGAN RUANG ISLAMI KAMPUS SEBAGAI BENTUK SPASIALISASI NILAI ISLAM DALAM LINGKUP CIVITAS AKADEMIKA STTNAS YOGYAKARTA Ogi Dani Sakarov
KURVATEK Vol 2 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i2.556

Abstract

Perkembangan ruang Islami dipengaruhi oleh perkembangan aktivitas islami dalam suatu daerah atau wilayah. Semakin berkembang aktivitas islami maka akan semakin besar kebutuhan ruang yang muncul. Dalam konteks ruang Islami kampus, perkembangan ruang aktivitas islami, tergantung pada seberapa besar civitas akademika mengembangkan aktivitas keislaman kampus, walaupun pada dasarnya ruang Islami ini merupakan kebutuhan yang belum tentu dengan sengaja disediakan atau dikembangkan. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi keberadaan ruang aktivitas islami kampus dan perkembanganya, sebagai bentuk spasialisasi nilai Islam dalam lingkup civitas akademika.Penelitian ini mengambil lokus di lingkungan kampus STTNAS Yogyakarta, dengan fokus pada ruang-ruang aktivitas Islami, baik ruang khusus peruntukan islami ataupun ruang-ruang yang diisi oleh aktivitas Islami kampus. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Induktif kualitatif dengan pendekatan pada fenomena-fenomena terbentuknya ruang Islami dalam lingkup kampus.Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan ruang Islami Kampus dimulai dari aktivitas-aktivitas keislaman seperrti shalat dan ibadah rutin harian dan pada tahap selanjutnya terus berkembang menjadi aktivitas yang lebih umum dan incidental seperti kajian atau pembinaan keislaman dan berbagai agenda peringatan hari besar Islam. Semua aktivitas keislaman ini didasari oleh nilai Islam yang dipegang oleh setiap civitas akademika muslim dimana setiap aktivitas keislaman membutuhkan ruang sebagai wadah aktivitasnya.
Identifikasi Perkembangan Pola Ruang Kawasan Pesisir Kabupaten Bantul yang Dilalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Ogi Dani Sakarov; Galang Kaharap
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kawasan pesisir merupakan salah satu usaha Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melakukan pemerataan aksesbilitas di sepanjang pesisir Daerah Istimewa Yogayakrta. Dari pembangunan infrastruktur dasar tersebut yang sangat terpengaruh adalah spasial kawasan pesisir tersebut. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pola ruang kawasan pesisir dan identifikasi pengaruh dari pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) terhadap perkembangan  kawasan  pesisir  Kabupaten  Bantul.Metode analisis  yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan overlay peta untuk mengetahui pengaruh pembangunan JJLS terhadap perkembangan pola ruang kawasan pesisir dan mengetahui besaran perubahan spasialnya.Dari hasil analisis menunjukan bahwa terjadi perkembangan pola ruang kawasan pesisir Bantul yang dilalui olej JJLS, antara lain perluasan kawasan pariwisata dan permukiman, dan pengurangan kawasan pertanian lahan kering dan lahan basah. Kata Kunci: JJLS, kawasan pesisir, perkembangan pola ruang kawasan
Identifikasi Aspek-Aspek Tata Ruang Islami Pada Kawasan Cagar Budaya Kotagede Yogyakarta Ogi Dani Sakarov; Septiana Fathurrohmah
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awal perkembangannya, Kotagede tumbuh sebagai pusat dari aktivitas masyarakat Islam dimana fungsi-fungsi ruang syarat akan aturan-aturan yang berasal dari syariat Islam yang berakulturasi dengan budaya Jawa. Hingga kini, kultur keislaman yang merupakan warisan dari budaya masa lalupun masih dapat dirasakan baik dalam bentuk nilai-nilai dan falsafah hidup, aktivitas masyarakat ataupun ruang-ruang kawasan dengan fungsi Islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek keislaman pada Kawasan Cagar Budaya Kotagede, dimana aspek-aspek Islam ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan kawasan agar seiring dengan nilai-nilai masyarakat Kotagede. Penelitian ini mengambil lokasi di Kawasan Cagar Budaya Kotagede Yogyakarta yang dibatas oleh batas-batas administrasi kawasan cagar budaya Kotagede. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan pada aspek-aspek keislaman kawasan. Pada penelitian ini, diketahui bahwa pada Kawasan cagar Budaya Kotagede terdapat aspek-aspek keislaman kota atau kawasan, yaitu aspek prinsip dasar ruang, dan aspek komponen morfologi ruang,  dimana dalam aspek prinsip dasar ruang Islami, implementasi dari ajaran Islam lebih dekat dengan budaya Jawa dan terjadi akulturasi budaya jawa dan ajaran islam. Dari aspek komponen morfologi ruang, Kawasan Cagar Budaya Kotagede lebih variative terkait dengan ruang-ruang ekstensi dan perluasan ruang inti.Kata kunci: tata ruang Islami, kotagede, budaya