Gida Kadarisma
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN SELF CONFIDENCE TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MTs siti hafsah masfufah; Puput Winarsih; Gida Kadarisma
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 1, No 5 (2018): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.86 KB) | DOI: 10.22460/jpmi.v1i5.p895-902

Abstract

This research to find out in depth about the relationship of self confidence to the ability to think creatively mathematically MTs students. The population in this research is MTs in Cimahi City. Instrument in this research in the form of description of ability of mathematical  creative thinking as much as 5 item, and self confidence questionnaire of student. Methods in this research using correlational research  methods. The result of this research shows that there is a correlation (r) value on Person Corellation between self confidence with students’ mathematical creative thinking ability is 0,597**. Form these results show the level of relationships that are classified and indicate the direction of a positive relationship.
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP DALAM MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK: Kemandirian Belajar: Pendekatan Saintifik Gida Kadarisma
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol. 1 No. 1 (2016): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Mathematics Education Study Program, FKIP, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.775 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v1i1.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemandirian belajar siswa SMP di salah satu SMP di Kota Cimahi antara yang menggunakan pendekatan saintifik dengan yang menggunakan pendekatan konvensional, mengingat pendekatan saintifik adalah pendekatan pembelajaran yang wajib diterapkan dalam kurikulum 2013. Sampel dalam penelitian ini adalah salah satu SMP di Kota Cimahi yang sudah menggunakan kurikulum 2013 sebagai acuan kurikulumnya yang dipilih sebanyak 2 kelas yaitu kelas pertama menggunakan pendekatan saintifik dan kelas kedua menggunakan pendekatan konvensional. Instrumen dalam penelitian ini adalah soal non tes berupa angket yang terdiri dari 30 pernyataan, 16 pernyataan positif dan 14 pernyataan negatif. Hasil dari Penelitian ini adalah Peningkatan kemandirian belajar siswa SMP yang menggunakan pendekatan saintifik lebih baik daripada yang menggunakan pendekatan konvensional.
ANALISIS KESULITAN PADA PESERTA DIDIK DI SMP 1 PASUNDAN CIMAHI DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS Kurnia Sandra Ningsih; gida kadarisma
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 6, No 3 (2023): Mei
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v6i3.15670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dihadapi peserta didik SMP kelas VIII pada semester ganjil pada  materi persamaan garis lurus. Subjek dari penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII A sebanyak 20 peserta didik di SMP Pasundan 2 Cimahi. Data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu berupa instrumen tes yaitu bentuk 5 soal uraian dengan menggunakan 5 indikator pencapaian pada materi persamaan garis lurus.Hasil dari penelitian ini didapat kesimpulan Analisis terhadap kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal matematik materi persamaan garis lurus berdasarkan indikator pencapaian kompetensi peserta didik kesulitan dalam menentukan rumus yang digunakan, menentukan konsep yang digunakan dalam menyelesaian soal persamaan garis lurus sehingga peserta didik tidak menyelesaikan jawaban dengan baik dan benar adapun kesulitan yang sering dihadapi peserta didik terdapat pada indikator menentukan garis tegak lurus dengan garis lain. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil analisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal materi persamaan garis lurus masih dalam kategori tinggi terlihat dari rendahnya nilai peserta didik dan kesulitan yang peserta didik hadapi dalam menyelesaikan soal persamaan garis lurus sehingga perlu peningkatan dalam pemahaman konsep materi persamaan garis lurus pada peserta didik.
Citizenship Identity in the Context of Dayak Ethnic Transnationalism: Between State, Costum, and Cross-Border Mobility Dewantara, Jagad Aditya; Budimansyah, Dasim; Prasetiyo, Wibowo Heru; Rachman, Fazli; Sulistyarini; Gida Kadarisma
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/rr1wf387

Abstract

This paper examines the civic identity of the Dayak people in the West Kalimantan border region within the context of ethnic transnationalism, emphasizing the role of custom and cross-border mobility. Recognizing that Dayak communities have historically lived beyond the boundaries of modern states, the study conceptualizes citizenship as a lived social experience that does not always align with nation-state logic. Using ethnographic methods, the research explores how Dayak people interpret citizenship through everyday practices, kinship relations, and cross-border interactions. The findings show that citizenship is understood situationally and pragmatically, particularly in relation to administrative needs and access to state services, while ethnic and customary identities remain the primary basis of social loyalty. Custom functions as a value framework regulating community membership, social relations, and attachment to ancestral lands across borders. Continuous mobility sustains a transnational social space where borders are negotiated administrative structures rather than rigid social boundaries. The study highlights the layered and dynamic nature of border citizenship and contributes to scholarship on indigenous transnationalism.