Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MENGUPAYAKAN PENINGKATAN KUALITAS APARAT DESA DALAM PENGELOLAAN ADMINISTRASI PEMERINTAH DI DESA MALIMBONG KECAMATAN SESENAPADANG KABUPATEN MAMASA Leonard Leonard; H. Mukhlis Hannan; Abdul Khalik
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 2, No 2 (2020): Peqguruang, Volume 2, No.2, Nopember 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.921 KB) | DOI: 10.35329/jp.v2i2.1227

Abstract

Administrasi pemerintah memegang peranan yang penting karena keterlibatan pemerintah yang besar pada proses pembangunan dalam system administrasi. Untuk itu agar tujuan pembangunan benar-benar dapat tercapai seperti yang diharapkan, maka yang harus diperhatikan adalah adanya aparat pemerintah yang memiliki kualitas yang memadai. Lokasi penelitian pada penelitian ini dipilih dengan alasan karena masih kurangnya upaya dalam peningkatan kualitas administrasi.penelitian pada penelitian ini dipilih dengan alasan Untuk mengetahui tentang upaya peningkatan kemampuan aparat desa  dalam pelaksanaan tugas administrasi di Desa Malimbong Kecamatan Serena Pandang Kabupaten Mamasa. Hasil Penelitian ini menjelaskan bahwa upaya peningkatan kemampuan aparat desa dalam pelaksanaan tugas admitrasi Desa Malimbong Kemacatan Sesenapandang kabupaten mamasa telah dilaksanakan mengunakan dua pendekatan antara lain peningkatan disiplin kerja aparat desa dan juga malaksanakan pendidikan dan pelatihan. Yang menjadi bentuk pelaksanaan disiplin waktu pada jam kerja,Karena adanya penetapan dalam waktu jam kerja masuk kantor sangat besar pengaruhnya dengan kedisiplingan yang lain. Bentuk pendidikan yang dibuat dala proses mamajukan tujuan menuju arah yang lebih baik seperti apa yang di cita-citakan oelh semua lembaga kemampuan bertujuan kearah yang diinginkan oleh organisasi desa Desa Malimbong Kemacatan Sesenapandang.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA DI DESA SATANETEANKECAMATAN SESENAPADANG KABUPATEN MAMASA Arruan Tudang; Abdul Khalik; Abdul Muttalib
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 2, No 2 (2020): Peqguruang, Volume 2, No.2, Nopember 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.936 KB) | DOI: 10.35329/jp.v2i2.1556

Abstract

Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui bagaiman pengeloaan BUMDes desa di Desa Satanetean Kecamatan Sesenapadang Kabupaten Mamasa. Serta memberikan gambaran faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pengelolaan Program BUMDes.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Hal ini dianggap sesuai dengan tujuan penelitian dengan maksud menggambarkan, mendeskripsikan dan bermaksud menginterpretasi masalah yang berkaitan dengan peran BUMDes untuk meningkatkan pendapatan asli desa, berdasarkan pengamatan atas fakta yang terjadi di lapangan. Pengelolaan BUMDes juga diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 bahwa desa harus mendirikan BUMDes untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara umum keberadaan BUMDES di Desa Satanetean dapat dirasakan memiliki manfaat bagi masyarakat. Terbitnya Permendes Nomor 4 Tahun 2015 menjadi payung hukum untuk mengembangkan pengelolaan BUMDES. Faktor pendukung di dalam pengelolaan BUMDES adalah banyaknya potensi sumber daya alam serta adanya regulasi yang cukup untuk menjalankan BUMDES. Faktor penghambat dalam pengelolaan BUMDES adalah kurangnya kapasitas yang dimiliki oleh pengelola BUMDES dan tidak adanya dukungan penyertaan modal yang cukup dari Pemerintah Desa
KINERJA BPD DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PERATURAN MENDAGRI NOMOR 110 TAHUN 2016 DI DESA SALARRI KECAMATAN LIMBORO KABUPATEN POLEWALI MANDAR Ihsan Rizaldy; Sjuaib Hannan; Abdul Khalik
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2021): MITZAL, Volume 6, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.485 KB) | DOI: 10.35329/mitzal.v6i1.2078

Abstract

The purpose of this study is to find out how BPD'S performance in implementing the Minister of Home Affairs Regulation no. 110 of 2016 in Salarri Village, Limboro District, Polewali Mandar Regency. The study used descriptive methods and data were taken from sources by means of observation, interviews and documentation. The results showed that the BPD still did not understand its duties and functions due to the low education of BPD members so that their performance was also low. The allowance aspect is also low so that the needs of BPD members are not met and their duties are sidelined. The inhibiting factor is the lack of BPD knowledge about its duties and functions. Another factor is the government's lack of firmness in emphasizing the regulations that have been made.
KUALITAS PELAKSANAAN PELAYANAN UMUM PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI KANTOR KECAMATAN TAPALANG KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT Hasriawan Hasriawan; Abdul Khalik; Munawi Gay
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 1 (2023): Vol 5, No 1 (2023): Peqguruang, Volume 5, No.1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i1.2372

Abstract

Hasriawan.Kualitas pelaksanaan pelayanan umum pada masa pandemi covid 19 di kantpr kecamatan tapalang kabupaten mamuju provinsi sulawasi baratPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan publik pada masa pandemi covid 19 di kantor kecamatan tapalang kabupaten mamuju, faktor pendukung dan penghambat pelayanan di kantor kecamatan tapalang kabupaten mamuju.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik pada masa pandemi covid 19 di kantor kecamatan tapalang kabupaten mamuju belum sepenuhnya  menerapkan beberapa hal penting yaitu: menyediakan informasi secara jelas, meningkatan sistem pelayanan secara online, meningkatkan komptesensi pelayanan, sarana dan prasarana fasilitas pelayanan beserta indikatornya. Namun ada beberapa indikator yang belum berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat, antara lain ketidaknyamanan tempat pelayanan termasuk sarana dan prasarana yang belum lengkap. Faktor penghambat pelaksanaan pelayanan publik di kantor kecamatan tapalang kabupaten mamuju adalah kurangnya sumber daya pegawai dan masih kurangnya sarana dan prasarana. Sedangkan faktor pendukungnya adalah semangat yang diberikan pegawai satu sama lain, memberikan penanaman kesadaran melayani masyarakat dengan ikhlas dan sesuai dengan hati nurani.
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PUNCAK LEMO NIPI DESA BULO KECAMATAN BULO KABUPATEN POLEWALI MANDAR Khusnul Khotimah; Mukhlis Hannan; Abdul Khalik
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 2 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.2, Nopember 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v3i2.2421

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengembangan objek wisata Puncak Lemo Nipi yang ada di Desa Bulo dan bagaimana dampak pengembangan objek wisata puncak Lemo Nipi serta faktor pendorong dan faktor penghambat pengembangan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan mengamati secara dekat objek penelitian yaitu objek wisata Lemo Nipi di Desa Bulo. Data primer dalam penelitian ini di dapat dari hasil wawancara di lapangan yang dilakukan dengan orang-orang yang dianggap mampu memberikan informasi yang akurat yaitu dari Dinas Pariwisata, Kepala Desa, pengelolah objek wisata 2 orang, masyarakat 4 orang serta pengunjung objek wisata 3 orang, sedangkan data sekunder diperoleh melalui beberapa artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan tempat wisata Puncak Lemo Nipi belum mencapai kondisi terbaik terutama dari segi sarana dan prasarana, serta kunjungan ke objek wisata yang masih perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah, pemerintah desa dan swasta (investor). Selain itu terdapat dua faktor dalam pengembangan objek wisata Puncak Lemo Nipi yaitu Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat. Dalam setiap pengembangan pada suatu objek wisata apabila dikembangkan dengan baik pasti akan memberikan dampak yang positif pula, begitupun dengan objek wisata Puncak Lemo Nipi. Tetapi sampai saat ini belum ada dampak yang signifikan yang dirasakan oleh masyarakat setempat dengan adanya objek wisata Puncak Lemo Nipi dikarenakan belum maksimalnya pengembangan di objek wisata ini.