Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Verbalisasi Moderasi Beragama dalam Artikel Sarjana PTKIN Indonesia 2016-2020 Abdul Malik; M. Anwar Hindi
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 7 No 2 (2021): Asy-Syari'ah: Jurnal Hukum Islam, Juni 2021
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v7i2.593

Abstract

Abstract: The Indonesian Minister of Religion, Lukman Hakim Saifuddin, Fachrul Razi and Yaqul Cholil Qoumas, always gave directions to the Indonesian people to make religious moderation a shared commitment. One of the important elements of the implementation of religious moderation is carried out byscholar of Indonesian PTKIN in the form of reviewing journal articles. This article analyzes religious moderation in Indonesian PTKIN scholarships recorded in the form of journal articles from the first edition of 2016 to the second edition of 2020. To analyze these various articles, Verbalization will be adopted which was originally used to analyze the Qur'an for religious moderation. The Verbalization method, coined by Muhammad Alwi HS, has a strong epistemology, because it is based on the orallity of Qur'an which is the initial form as well as the identity of the Qur'an. Finally, this article concludes that PTKIN scholars are active in responding to the issue of religious moderation, which is carried out with various perspectives and scopes. What is more important is that almost all PTKIN scholars make efforts to verbalize religious moderation to the context or scope of their studies. This scholar is an important contribution of PTKIN scholars to efforts to produce patterns, guard, and develop religious moderation in Indonesia, especially since 2016-2020.
TINJAUAN HUKUM ISLAM MENGENAI SISTEM PEMBAGIAN HASIL PENGELOLAAN KOPRA PUTIH DI DESA KATUMBANGAN Anwar Hindi; Muh. Nuzur; Fitriani Unalsi
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 5, No 1 (2020): J-Alif, Volume 5, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.131 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v5i1.1787

Abstract

Penelitian ini berjudul Tinjauan Hukum Islam Mengenai Sistem Pembagian Hasil Pengelolaan Kopra putih Di desa Katumbangan, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui Bagaimana Sistem Pembagian Hasil Pengelolaan Kopra Putih di Desa Katumbangan Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar, 2) Untuk mengetahui Bagaimana Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sistem Pembagian Hasil Pengelolaan Kopra Putih di Desa Katumbangan Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Artinya jenis penelitian yang temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya penelitian ini menghasilkan data berupah kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang diamati, penelitian ini termasuk penelitian lapangan yaitu: mengumpulkan data yang dikakukan dengan penelitian ditempat terjadinya gejala yang diteliti. Lokasi Penelitian ini bertempat di Desa Katumbangan Kecamatan Campalagian. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode Pengumpulan data terdiri dari obsevasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data melalui 3 (tiga) tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pengujian keabsahan data menggunakan kriteria kredibilitas dengan teknik pemeriksaan berupa triangulasi. Hasil penelitian skripsi ini menunjukkan bahwa Sistem pembagian hasil pengelolaan kopra putih di Desa Katumbangan, ternyata menggunakan 2 cara yaitu diberi upah setelah mengolah kelapa menjadi kopra dalam hal “massisi anjoro” dan diberi tempurung kelapa “langsung ka’darona na ala” kemudian Tinjauan hukum islam mengenai sistem pembagian hasil pengelolaan kopra putih yaitu: sistem bagi hasil pada usaha kopra putih di Desa Katumbangan yang menggunakan akad mudharabah yaitu akad atau perjanjian yang disepati antara pemilik modal dan pengelolah kopra putih,  di dalam hukum  Islam  segala sesuatunya itu Sah (boleh) diperbolehkan dalam Islam ketika sifatnya untuk kebaikan bersama tidak merugikan satu pihak atau mensholimi. Akan tetapi mana kala dari pihak pemilik  modal mengambil hasil penjualan tempurung kelapa yang sudah menjadi hak dan upah bagi pengelola kopra putih untuk menutupi kerugian yang terjadi maka itu melukai satu pihak dan tidak sesuai dengan syariat Islam.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK GADAI SAWAH TANPA BATAS WAKTU DI DESA BARUMBUNG KECAMATAN MATAKALI Anwar Hindi; Sitti Rahmah
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 4, No 2 (2019): J-Alif, Volume 4 , Nomor 2, Nopember 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.392 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v4i2.1714

Abstract

Penelitian ini membahas : 1) Praktek gadai sawah tanpa batas waktu yang terjadi di desa Barumbung Kecamatan Matakali, 2) Status hukum gadai sawah tanpa batas waktu yang terjadi di desa Barumbung Kecamatan Matakali. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah murtahin, rahin, dan tokoh agama yang ada di desa Barumbung Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar. Selanjutnya metode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan praktek gadai sawah tanpa batas waktu di Desa Barumbung sebagian dalam perjanjian yang dilakukan kedua belah pihak tidak secara tertulis dan waktu pengembalian uang pinjaman terserah yang meminjam kapan dia mampu membayarnya. Dalam pelaksanaan Praktek gadai sawah tanpa batas waktu di Desa Barumbung dilihat dari akadnya tidak sah dengan ketentuan hukum Islam karena tidak menentukan batas waktu pengembalian pinjaman dan tidak tertulis. Implikasi pada penelitian ini adalah 1) Agar Masyarakat Desa Barumbung  yang melakukan praktek gadai sawah  tanpa batas waktu yang tidak sesuai dengan hukum Islam dapat meninggalkan Praktek Gadai Sawah Tanpa batas waktu yang dapat merugikan salah satu pihak dan itu tidak sesuai dengan syariat Islam dan Memulai Praktek Gadai Sawah  sesuai Islam dan mempelajari serta menerapkan gadai sawah yang sesuai dengan syariat islam seperti harus jelas akadnya yaitu waktu pengembalian pinjaman atas gadai tersebut agar didalamnya diperoleh berkah dari Allah SWT. 2) Kepada pembaca dan penulis agar lebih  memahami praktek gadai sawah  tanpa batas waktu.
PENDAMPINGAN UMKM BOLU PISANG REDESAIGN PRODUK DAN PENGEMBANGAN PEMASARAN SEBAGAI OLEH-OLEH KHAS POLEWALI Anwar Hindi; Abdul Malik; Miftahul Jannah mita; Reski Arisanti; Putri Regina Prayoga
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2025): Sipissangngi Volume 5, Nomor 3, September 2025
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i3.6533

Abstract

Sektor pariwisata Polewali Mandar menghadapi kendala dalam pengembangan oleh-oleh khas daerah. Penelitian ini berfokus pada inovasi produk Bolu Malolo dari UKM Toko Kue Rezky melalui redesain kemasan, branding, pemasaran digital, dan manajemen keuangan. Metode yang digunakan meliputi koordinasi mitra, FGD, pendampingan pembuatan toko online dan media sosial, sosialisasi kerja sama reseller, redesain kemasan eksklusif dengan motif lokal, desain logo "Bolu Malolo", pembuatan label informatif, pelatihan manajemen keuangan, diversifikasi produk, dan launching. Hasilnya, Bolu Malolo berhasil di re-branding dengan kemasan menarik dan identitas visual kuat, didukung promosi digital efektif via Instagram dan Facebook, serta digitalisasi pencatatan keuangan. Inovasi ini meningkatkan daya saing produk, mendukung ekonomi kreatif lokal, dan memperkuat citra Polewali Mandar sebagai destinasi wisata dengan oleh-oleh berkualitas.
Dampak Pendapatan Ekonomi Bagi Para Buruh Tani terhadap munculnya Combine Harvester di Desa Katumbangan Kec. Campalagian Padlia B; Anwar Hindi; Andi Sudarmin Azis
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.484 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.2142

Abstract

Maksud dari penelitian ialah untuk: 1) Untuk menangkap pandangan serta respon bagi para buruh tani  terhadap munculnya Combine Harvester di desa Katumbangan. 2)  Untuk mengetahui dampak pendapatan ekonomi bagi para buruh tani  terhadap munculnya Combine Harvester di desa Katumbangan. Jenis  penelitian ini merumuskan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang menggunakan  ialah sumber data primer dan sekunder Kemudian teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian ini bersifat penelitian deskriptif kualitataif. Hasil penelitian menujukkan bahwa munculnya mesin Combine Harvester di desa Katumbangan memberikan keringanan bagi burh tani sebab mampu mengurangi jam kerja yang dibutuhkan pada saat memanen padi sehingga menghasilkan hasil produksi yang lebih efesien. Sebelum munculnya Combine Harvester para buruh tani membutuhkan waktu yang lama dalam bekerja, waktu yang diperluakan dalam memanen padi 2-3 hari sedangkan jika menggunakan Combine Harvester hanya membutuhkan waktu 1-2 hari. Adanya Combine Harvester berdampak pula pada pendapatan buruh tani yang dimana sebelum menggunakan Combine Harvester buruh tani mendapatkan upah sebesar Rp 800.000 setiap panen, sedangakan setelah menggunakan Combine Harvester upah yang didapat dari tiap panen sebesar Rp 2.000.000. Upah itu diterima mampu memenuhi kebutuhan setiap hari, seperti keperluan sekolah anak dan keperluan dapur. 
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Arisan Menurun Secara Online Busrah Busrah; Lia Rahmatika; M. Anwar Hindi
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 2 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i2.6302

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan masyarakat Dusun Kebumen, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, yang menjalankan praktik arisan menurun secara online tanpa kejelasan akad serta tidak terpenuhinya rukun dan syarat dalam transaksi utang piutang (qardh). Meskipun demikian, praktik ini tetap dilakukan oleh masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan arisan menurun secara online serta meninjau praktik tersebut dari perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana data diperoleh langsung dari lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesepakatan antara penyelenggara dan peserta terkait nominal iuran yang bersifat menurun berdasarkan urutan giliran, dengan peserta yang lebih awal membayar lebih besar meskipun nominal penerimaan tetap sama. Transaksi dilakukan secara online melalui transfer bank atau aplikasi digital, yang dinilai lebih praktis dan efisien. Namun demikian, dari sudut pandang hukum Islam, praktik ini mengandung unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan potensi penipuan, sehingga tidak memenuhi rukun dan syarat akad qardh dan dinilai tidak sesuai dengan prinsip syariah.