Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP pada Materi Aljabar Shafira Aurelyasari; Iyan Rosita Dewi Nur
Radian Journal: Research and Review in Mathematics Education Vol 1 No 3 (2022): Radian Journal: Research and Review in Mathematics Education
Publisher : Program Studi Sarjana Pendidikan Matematika, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/rjrrme.v1i3.7153

Abstract

Mathematical communication skills are essential basic skills. Without that skill, it was difficult toincrease the learning process. This research obective was to describe mathematical communication skills levels of unior high school learners ro solve their problems on algebraic material. This research used descriptive method in qualitative approach. This research subject was 27 students who were taken by utilizing purposive technique. While, this research instrument used essay test questions. Result showed that 18,5% of students were included in the high category, which was able to meet the overall indicators of the ability to draw, express mathematics and write well. Then 59,2% of students were included in the medium category where student could meet several indicators of draw ability. Then, they did not meet the indicators of write and express mathematics. Meanwhile, 22,2% of students are included in the low category, which does not meet the overall indicators of the ability to draw, express mathematics and write.
ANALISIS DISPOSISI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH Indira Novelia Nurinayah; Iyan Rosita Dewi Nur
Radian Journal: Research and Review in Mathematics Education Vol 1 No 3 (2022): Radian Journal: Research and Review in Mathematics Education
Publisher : Program Studi Sarjana Pendidikan Matematika, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/rjrrme.v1i3.8257

Abstract

Pembelajaran jarak jauh merupakan solusi dalam melaksanakan proses pembelajaran saat pandemi untuk mencapai tujuan pendidikan, khususnya disposisi matematis. Disposisi matematis perlu dipertahankan selama pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui disposisi matematis siswa pada pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini merupakan penelitian metode deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berjumlah 5 siswa. Analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yang terdiri dari 3 tahapan yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa angket dan wawancara yang berkaitan dengan disposisi matematis. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pada pembelajaran jarak jauh, 1) Siswa yang memiliki disposisi matematis dengan kategori tinggi terdiri dari 3 siswa yang dipengaruhi beberapa faktor yaitu merasa gugup ketika menyelesaikan soal matematika di depan kelas dan jarang bertanya atau mengungkapkan pendapatnya yang berhubungan dengan matematika; 2) Siswa yang memiliki disposisi matematis dengan kategori rendah terdiri dari 2 siswa yang disebabkan oleh merasa tidak yakin dengan kemampuannya untuk menyelesaikan soal matematika, tidak termotivasi selama pembelajaran matematika, dan sering cepat menyerah ketika menghadapi soal matematika yang sulit.
Workshop Penyegaran Materi Ajar Matematika Sekolah Dasar dengan Penggunaan Software Algebrator pada Smartphone Iyan Rosita Dewi Nur; Dani Firmansyah; Vara Nina Yulian
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.089 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.2194

Abstract

One of the problems encountered by teachers in learning mathematics is that many students have difficulty solving multiplication problems, including multiplication of fractions. In addition, the teachers also admitted that they experienced many difficulties in teaching multiplication material, especially multiplication of fractions. The main objective in implementing this activity is to improve the ability of teachers in mastering mathematics teaching materials by utilizing the role of technology in learning mathematics by using Algebrator Software which in the end is expected to increase students' abilities and interest in learning mathematics. This activity was carried out in the form of a workshop with material on algebrator software. This activity involved 25 participants who are teachers at the al Firdaus Gintungkerta foundation in Karawang Regency. From the independent assignments given to the participants, around 90% of the activity participants were able to smoothly solve problems using the Algebrator software application on their smartphone. The response of the workshop participants to the material provided was very good, as seen from the enthusiasm of the participants in asking questions or problems and responding or providing responses when given questions or problems. Mentoring is carried out once after 3 weeks of the workshop activities being completed.Keywords: Workshop, Elementary School Mathematics, Software Algebrator ABSTRAKPermasalahan yang ditemui oleh para guru dalam pembelajaran matematika ini salah satunya adalah banyak siswa yang menemui kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal perkalian, termasuk perkalian pecahan. Selain itu, para guru juga mengaku merasakan banyak menemui kesulitan dalam mengajarkan materi perkalian terutama perkalian pada pecahan. Tujuan Utama dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan para guru dalam penguasaan materi ajar matematika dengan memanfaatkan peran teknologi dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan Software Algebrator  yang mana pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan serta minat siswa dalam belajar matematika. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop dengan materi tentang software algebrator. Kegiatan ini melibatkan 25 peserta yang merupakan guru di yayasan al Firdaus Gintungkerta yang berada di Kabupaten Karawang. Dari pemberian tugas mandiri yang diberikan kepada peserta, sekitar 90% peserta kegiatan dengan lancar dapat menyelesaikan soal dengan menggunakan aplikasi software Algebrator di smartphone. Respon para peserta workshop terhadap materi yang diberikan sangat baik, terlihat dari antusiasme para peserta dalam mengajukan pertanyaan atau permasalahan serta menanggapi atau memberikan tanggapan saat diberikan pertanyaan atau permasalahan. Pendampingan dilakukan sekali setelah 3 minggu kegiatan workshop selesai dilaksanakan. Kata Kunci: Workshop, Matematika Sekolah Dasar, Software Algebrator
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) Salsa Rizkiana; Iyan Rosita Dewi Nur
Prosiding Sesiomadika Vol 4 No 1 (2023): Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan permasalahan sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjektif penelitian diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan pedoman wawancara dengan teknik analisis data interaktif dan Huberman. Instrumen tes berupa 5 soal sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) yang diberikan kepada 33 siswa kelas X di salah satu SMA Kabupaten Bekasi dengan maksud untuk mengelompokkan tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan kategori tinggi, sedang dan rendah. Lalu dilakukan wawancara dengan subjek penelitian yaitu 1 siswa dari kategori tinggi, sedang dan rendah untuk lebih menggali kemampuan berpikir kreatif matematis dalam menyelesaikan soal tersebut. Hasil penelitian yang diperoleh adalah siswa dengan kemampuan berpikir kreatif matematis tinggi dapat memenuhi 4 indikator, siswa dengan kemampuan berpikir kreatif matematis sedang dapat memenuhi 3 indikator dan siswa dengan kemampuan berpikir kreatif matematis rendah hanya memenuhi 1 indikator. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas X di salah satu SMA Kabupaten Bekasi dalam menyelesaikan permasalahan sistem persamaan linear tiga variabel masih tergolong rendah.
Pendampingan Pembuatan LMS Berbasis Literasi pada Google-sites sebagai Bentuk Penguatan GLS pada Tahap Pembelajaran Hanifah Nurus Sopiany; Iyan Rosita Dewi Nur; Siti Badriyah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.496 KB) | DOI: 10.30653/jppm.v8i1.361

Abstract

Efek dari kondisi pandemi yang telah dilalui memaksa kita untuk selalu siap melaksanakan pembelajaran daring. Salah satunya adalah kesiapan menyediakan media ajar online yang mudah diikuti dengan biaya yang murah. Learning management system (LMS) pada Google Sites dapat menjadi alternatif yang sesuai dengan karakteristik tersebut. Untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menggunakan media online, penulis memberikan pendampingan pembuatan LMS berbasis literasi pada Google sites. Metode pelaksanaan terdiri dari 3 sesi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12-14 Desember 2022 di SDN 1 Kedungjeruk dan diikuti oleh 26 peserta. Hasil kegiatan PkM ini menunjukkan bahwa ada beberapa guru yang sudah mulai dapat membuat pembelajaran berbasis situs Google dengan alur pembelajaran yang sesuai dengan tahapan pembelajaran GLS. Hal ini terlihat dari kumpulan link situs Google yang dikirimkan oleh masing-masing peserta kepada pelaksana kegiatan. Berbagai respon positif diberikan oleh para peserta setelah kegiatan ini dilaksanakan. Salah satunya adalah tanggapan Kepala Sekolah SDN Sukasari II yang berharap agar kegiatan baik ini dapat tersalurkan ke banyak sekolah lainnya secara berkelanjutan sebagai bentuk penguatan dan pencerahan literasi teknologi. The effects of the pandemic conditions that have been passed force us to always be ready to carry out online learning. One of them is the readiness to provide online teaching media that is easy to follow at a low cost. The learning management system (LMS) on Google Sites can be an alternative that fits these characteristics. To increase teacher competence in implementing the School Literacy Movement (GLS) using online media, the authors provide assistance in making literacy-based LMS on Google sites. The implementation method consists of 3 sessions. The activity was held on 12-14 December 2022 at SDN 1 Kedungjeruk and was attended by 26 participants. The results of this PkM activity show that there are several teachers who have started to be able to create Google site-based learning with a learning flow that is in accordance with the stages of GLS learning. This can be seen from the collection of Google site links sent by each participant to the executor of the activity. Various positive responses were given by the participants after this activity was carried out. One of them was the response from the Principal of SDN Sukasari II who hoped that this good activity could be distributed to many other schools in a sustainable manner as a form of strengthening and enlightening technological literacy.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Shafira Aurelyasari; Iyan Rosita Dewi Nur
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jipm.8.1.2023.16-23

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah diartikan sebagai konsep mendasar dalam diri siswa tepatnya dalam aktivitas pembelajaran matematika, tanoa adanya kemampuan tersebut maka akan menghadapi sejumlah kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Adapun tujuan penelitian yakni untuk memahami tingkat kemampuan siswa SMP dalam memecahkan permasalahan matematis ketika mengerjakan soal dengan materi SPLDV. Peneliti menerapkan metode deskriptif kualitatif. Selanjutnya, subjek penelitian berjumlah 23 siswa, adapun proses pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Instrumen tes berbentuk soal essai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat 3.75 % dari siswa dapat diklasifikasikan pada tingkat tinggi karena mereka disebut mampu memenuhi indikator dalam memecahkan permasalahan secara baik, diantaranya: memahami permasalahan, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana serta memeriksa kembali. Sedangkan sebanyak 10,41% siswa dapat dikategorikan tingkat sedang dimana hanya mampu memenuhi tiga indikator yang terdapat dalam pemecahakan masalah. Serta 1.78 % siswa dapat diklasifikasikan pada tingkat rendah yang mana paling sedikit terdapat satu indikator bahkan tidak sama sekali memenuhi indikator kemampuan dalam pemecahan masalah.
Analisis Kemandirian Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Baru Nurlaela Windiya Sari; Iyan Rosita Dewi Nur
Radian Journal: Research and Review in Mathematics Education Vol. 2 No. 1 (2023): Radian Journal: Research and Review in Mathematics Education
Publisher : Program Studi Sarjana Pendidikan Matematika, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/rjrrme.v2i1.7156

Abstract

Permasalahan yang sering ditemukan dalam pembelajaran matematika adalah seringkali siswa ketergantungan dengan orang lain dalam mengerjakan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian belajar siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Pemilihan subjek penelitian menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh banyak subjek yang diteliti adalah 5 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kemandirian belajar, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif menurut Miles&Huberman. Hasil penelitian menunjukkan subjek 5 dapat mengidentifikasi kesalahan dalam penyelesaian tugas matematika, subjek 2 perlu dorongan dari orang lain ketika belajar matematika dan merasa kurang yakin ketika mengerjakan soal tes matematika, subjek 3 dapat meyelesaikan tugas matematika yang sulit dengan baik, akan tetapi subjek 3 kurang dalam mencari sumber belajar untuk lebih memahami materi pelajaran matematika yang sedang dipelajari, Subjek 4 memiliki kemauan belajar sendiri tetapi kurang memperbanyak latihan soal dan  ia  hanya menggunakan sumber belajar yang digunakan oleh guru saja. Subjek 1 malas dalam mengerjakan tugas matematika dan merasa cemas dalam belajar matematika
Workshop Pembuatan Asesmen Numerasi dalam Kurikulum Merdeka bagi Guru Sekolah Dasar Iyan Rosita Dewi Nur; Anik Yuliani; Hanifah Nurus Sopiany; Darso Sugiono
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2973

Abstract

Assessment is a form of assessment that is used to measure cognitive abilities or student learning outcomes at the primary, secondary and equivalent levels. The minimum competency assessment is used to see how the deficiencies are mapped in learning activities so that improvements can be made in subsequent activities which in the end can obtain the skills or abilities of Indonesian students as a whole. The main objective in carrying out this activity is to improve the ability of teachers to make in-depth assessments of the independent curriculum so that in the end it is expected to improve students' abilities in learning mathematics. This activity was carried out in the form of a workshop with material on training in making assessments in the independent curriculum. This activity involved 25 participants who were elementary school teachers in Curug village, Klari district, Karawang district. This community service activity uses the method of carrying out lectures related to the National Assessment, minimum competency assessment, providing training in compiling assessment questions related to numeracy literacy, assigning assignments, and discussing. -mathematical assessment questions. The response of the workshop participants to the material provided was very good, especially in terms of the urgency of the material, the scope of the training material, the time it was held and the competence of the resource persons. Post-training assistance is carried out 1 time after 3 weeks of workshop activities.Asesmen merupakan salah satu bentuk penilaian yang digunakan dalam mengukur kemampuan kognitif atau hasil belajar siswa di tingkat dasar, menengah dan yang sederajat. Asesmenkompetensi minimum digunakan dalam melihat bagaimana pemetaan kekurangan-kekurangan yang berada di dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat dilakukan perbaikan dalam kegiatan selanjutnya yang pada akhirnya bisa didapatkan kecakapan atau kemampuan siswa Indonesia secara utuh. Tujuan Utama dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan para guru membuat asesmendalam kurikulum merdeka sehingga pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar matematika. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop dengan materi tentang pelatihan pembuatan asesmen dalam kurikulum merdeka. Kegiatan ini melibatkan 25 peserta yang merupakan guru sekolah dasar di desa Curug kecamatan Klari kabupaten Karawang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelaksanaan ceramah terkait Asesmen Nasional,  asesmen kompetensi minimum, memberikan pelatihan penyusunan soal-soal asesmen  terkait literasi numerasi, pemberian tugas, dan diskusi Dari pemberian tugas mandiri yang diberikan kepada peserta, di atas 90% guru mampu menyusun soal-soal asesmen matematika. Respon para peserta workshop terhadap materi yang diberikan sangat bagus, terutama pada segi aspek urgensi materi, cakupan materi pelatihan, waktu penyelenggaraan dan kompetensi narasumber. Pendampingan pasca pelatihan dilakukan 1 kali setelah 3 minggu kegiatan workshop selesai dilaksanakan.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Siti Umayah Hopatun Fatonah; Iyan Rosita Dewi Nur
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 9 No. 2 (2023): Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/biormatika.v9i2.1641

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengdeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa SMP Ketika menyelesaikan soal pada materi bangun ruang sisi datar. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 35 siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2022/2023 dan pengambilan sempelnya dilakukan dengan cara simple random sampling. Penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman sebagai metode analisis data, yang memiliki tiga jalur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan literasi matematis berupa soal materi bangun ruang sisi datar dalam bentuk soaal uraian. Hasil penelitian di peroleh bahwa kemampuan literasi siswa diperoleh tidak terdapat siswa yang memiliki kemampuan literasi matematis tinggi, sebanyak 34 siswa dengan presentase 97% dengan kemampuan literasi matematis sedang, dan 1 siswa dengan presentase 3% berada pada kategori kemampuan matematis siswa rendah belum memenuhi keseluruna indikator literasi matematis.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Materi Aritmetika Sosial Fiqia Millatina Faiz; Iyan Rosita Dewi Nur
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 9 No. 2 (2023): Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/biormatika.v9i2.1649

Abstract

Kecakapan dalam mengatasi suatu persoalan merupakan konsep yang perlu dikuasai oleh siswa, dan setiap persoalan yang ditemui memiliki derajat kesulitan yang beragam, oleh sebab itu tanpa adanya kemahiran dalam hal tersebut akan menyulitkan siswa dalam mencapai suatu keberhasilan dalam belajar. Adapun tujuan dalam riset ini yakni untuk menginterpretasikan kecakapan siswa dalam mengatasi persoalan matematika pada mata pelajaran aritmetika sosial. Metode penelitian yang diaplikasikan dalam riset ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam proses penghimpunan data untuk memenuhi kebutuhan riset menggunakan tes sebanyak dua butir soal. Selanjutnya, subjek pada riset ini adalah murid kelas VIII dengan jumlah 40 orang. Kemudian, hasil riset membuktikan bahwa siswa yang diklasifikasikan pada kategori sangat baik yaitu siswa yang bisa mengatasi suatu persoalan sesuai dengan seluruh tahapan pemecahan masalah, dengan presentase 17,5% dari 40 siswa. Siswa yang dikategorikan cukup yaitu siswa yang hanya bisa mengerjakan soal dengan dua atau tiga tahapan pemecahan masalah, dengan presentase 67,5% dari 40 siswa. Siswa yang digolongkan pada kategori kurang baik yaitu siswa yang hanya bisa mengerjakan soal dengan satu tahapan pemecahan masalah, dengan presentase 15% dari 40 siswa.