Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KEJADIAN DIARE PADA BALITA DITINJAU DARI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA KALIMANTAN SELATAN Indah, Meilya Farika; Fahrurazi, Fahrurazi; Husna, Nurul
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i2.3844

Abstract

Abstrak Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat, terutama pada balita. Diare dapat dicegah apabila masyarakat mempunyai pengetahuan yang baik untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan rumah tangga dengan kejadian diare. Subjek dalam penelitian adalah kepala keluarga di Desa Banyu Tajun Dalam Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara yang mempunyai anak balita (usia 6- 59 bulan). Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional,.data diambil dari responden dengan menggunakan kuisioner. Uji analisis dengan menggunakan Uji Spearman’s rho. Hasil penelitian tentang PHBS menunjukkan kepala keluarga sebagian besar tidak sehat sebanyak 55,4% dan sehat sebanyak 44,6%. Balita yang mengalami diare sebanyak 41,9% dan tidak diare sebanyak 58,1%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,072 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kejadian diare di Desa Banyu Tajun dalam Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara Kata-kata kunci: Perilaku hidup bersih dan sehat, diare                                                                   AbstractDiarrhea is a public health problem, especially in infants. Diarrhea can be prevented if the community have a good knowledge to implement Clean and Healthy Behavior (PHBS). This study aims to determine the relationship between Clean and Healthy Behavior (PHBS) of the household part with the prevalence of diarrhea. Subjects in this study were the head of the family in the village of Banyu Tajun Dalam Sungai Pandan Subdistrict Hulu Sungai Utara District who have children under five (aged 6- 59 months). The research design used is analytic survey research with cross sectional approach, data taken from respondent by using questionnaire. Test analysis by using Spearman's Test rho. Results of research on PHBS showed the head of the family is largely unhealthy as much as 55.4% and healthy as much as 44.6%. Toddlers who experienced diarrhea as much as 41.9% and not diarrhea as much as 58.1%. The result of statistical test shows that p = 0,072 indicates that there is no significant relationship between Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) with prevalence of diarrhea  in Banyu Tajun Village in Sungai Pandan Subdistrict Hulu Sungai Utara Regency.Keywords: Clean and healthy behavior, diarrhea
DETERMINAN KINERJA KADER FILARIASIS DI KALIMANTAN SELATAN Hayati, Ridha; Fahrurazi, Fahrurazi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i3.6534

Abstract

ABSTRAKKabupaten Tapin adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yang merupakan kabupaten endemis filariasis dengan microfilaria rate sebesar 1,12%. Laporan cakupan Pemberian Obat pencegahan Massal (POPM) Filariasis pada tahun 2016 hanya 50% kader dengan tingkat akurasi tepat dalam laporannya. Cakupan laporan POPM yang paling rendah adalah UPT Puskesmas Tapin Utara yaitu sebesar 88,02% yang menggambarkan bahwa kinerja kader di wilayah tersebut belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, umur, pekerjaan dan motivasi serta kinerja kader yang dinilai melalui laporan cakupan POPM Filariasis di Puskesmas Tapin Utara. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh kader yang berada di wilayah UPT Puskesmas Tapin Utara, sampel diambil dengan metode Quotasampling diperoleh sampel sebanyak 86 responden. Instrumen peneltian ini menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji chi square dan fisher exact apabila syarat chi square tidak terpenuhi dengan batas kemaknaan pvalue <0,05. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan Chi Square Test tidak terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan dengan kinerja (p value = 0,362), tidak terdapat pengaruh antara umur dengan kinerja (p value = 1,00), tidak terdapat pengaruh antara pekerjaan dengan kinerja (p value = 0,450), namun terdapat pengaruh antara motivasi dengan kinerja kader dalam laporan cakupan POPM Filariasis (p value = 0,0001). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh motivasi dengan kinerja kader dalam laporan cakupan POPM Filariasis, tetapi tidak ada pengaruh kinerja dengan tingkat pendidikan, umur dan pekerjaan.Kata-kata kunci: Determinan kinerja, kader POPM, filariasisABSTRACT Tapin district is one of the Reg district in South Kalimantan which is a filariasis endemic district with a microfilaria level of 1.12%. Filariasis POPM report in 2016 only 50% of cadres were accurate in their reports. The lowest coverage of the POPM report is the North Tapin Health Center which is 88.02% which indicates that the performance of cadres in the area is not optimal. The purpose of this study was to study the performance, age, occupation and motivation as well as the performance of cadres who found the POPM report at the North Tapin Health Center. The study design used observational analytics using cross sectional. The population is all cadres in the area of North Tapin Health Center, using the Quota method the number of samples is 86 respondents. This research instrument uses a structured questionnaire. Data analysis used chi square test and fisher exact exact chi square was not fulfilled with significance limit p value <0.05. The results of the study showed that based on Chi Square Test there is no achievement between education level and performance (p value = 0,362), there is no influence between age and performance (p value = 1,00), There is no performance between performance (p value = 0,450), but there is an influence between motivation and cadre performance in the POPM Filariasis report (p value = 0,0001). The conclusion of this study is that there is an influence on performance in the Filariasis POPM report, but there is no relationship with education level, age and occupation.Keywords: Determinants of performance,cadres of POPM, filariasis
HADITHS SCEPTICISM AUTHENTICITY (Critique to Orientalist Gautier H.A. Juynbool in Common Link Theory) Dozan, Wely; Fahrurazi, Fahrurazi
Hunafa: Jurnal Studia Islamika Vol 17 No 1 (2020): STUDIA ISLAMIKA
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jsi.v17i1.580.19-37

Abstract

This paper tries to discuss the thought of hadith in the eyes of the Orientalist one of them is Gautier H.A. Juynbool in theory is known as the common link which is the oldest narrator in the level of sanad after the best friend or tabiin who is responsible for spreading the hadith extensively either formally or informally to some students, then these students spread the hadith to several students as well . In other words, the common link is found in the Sanad bundle where the hadith was first spread. There are several terms in the analysis, including: First, Single Strand (Single Track). Second, Partial Common Link. Third, Invertedpartial Common Link. Fourth, Fulan, Fifth, Diving Strand. Sixth, Spider (spider). The approach used is the literature study approach is a search for related data through books, journals, articles and so on. The conclusion is that, the theory (common link) if applied in the hadith still the hadith does not come from the Prophet but the hadith comes from the tabi'in which is transmitted to the next generation.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kepatuhan Konsumsi Obat pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Irvan Maulana; Fahrurazi Fahrurazi; Eddy Rahman
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 11 No 1 (2020): November
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v11i1.265

Abstract

The disease of tuberculosis is a contagious disease and is increasing every year. The number of cases of tuberculosis in Indonesia in 2016 was 298,128 cases, while in South Kalimantan Province there were 5,147 cases. Tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease that can be cured when taking medication regularly. Compliance of tuberculosis patients to take medication may be influenced by the knowledge and attitude of the patient. The purpose of this research is to know the correlation between knowledge and attitude with the compliance of drug consumption in tuberculosis patients in Pekauman Public Health Center Banjarmasin working area in 2018. The design of this study used analytical survey with cross sectional approach. The population is all TB patients in Pekauman Public Health Center Banjarmasin working area from February to June 2018, amounting to 56 people. The sample meets the criteria of 54 people with purposive sampling technique. Data analysis through chi-square test using 95% confidence level. TB patients in Pekauman Public Health Center Banjarmasin working area mostly have good knowledge about tuberculosis amounted to 39 people (72,2%), have positive attitude amounted to 48 people (88,9%), obedient in taking medicine of tuberculosis amounted to 48 people (88 , 9%). There is correlation between knowledge and attitude with compliance of drug consumption in tuberculosis patient in Pekakesmas Banjarmasin working area (p value = 0,000,031). For Pekauman Public Health Center Banjarmasin can improve health education for example by holding group meeting and special routine counseling to TB patient and family, and distributing leaflets / leaflets about TB drug consumption compliance.
DISMENORE SEBAGAI FAKTOR STRES PADA REMAJA PUTRI KELAS X DAN XI DI SMA KRISTEN KANAAN BANJARMASIN M Bahrul Ilmi; Fahrurazi Fahrurazi; Mahrita Mahrita
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.719 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v4i3.864

Abstract

Salah satu penyebab dismenore atau nyeri haid adalah faktor psikis atau stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan dismenore pada remaja putri kelas X dan XI di SMA Kristen Kanaan Banjarmasin. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional dan teknik pengambilan sampel yang dipergunakan adalah total sampling dengan sampel sejumlah 94 responden. Data diambil dengan cara pemberian daftar pertanyaan (kuesioner). Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil uji statistik menunjukkan nilai Pearson Chi-square terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan dismenore yakni p value = 0,037 dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 (5%) sehingga   p value < α. Faktor psikis atau stres dapat meningkatkan  resiko kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Kristen Kanaan Banjarmasin. Sekolah diharapkan dapat memberikan tambahan materi tentang pengetahuan kesehatan reproduksi  pada remaja dalam upaya peningkatan  kesehatan reproduksi khususnya mengenai dismenore.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA KELURAHAN SUNGAI MIAI KOTA BANJARMASIN Agus Jalpi; Achmad Rizal; Fahrurazi Fahrurazi
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 2 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.437 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i2.3897

Abstract

Prevalensi kejadian stunting bayi berusia dibawah lima tahun (balita) di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 36,4% (Penentuan Status Gizi, 2017), dimana balita sendiri mengalami stunting sebesat 26,6% dengan rincian kategori sangat pendek 9,8%, dan pendek sebesar 19,8%. Solusi yang ditawarkan Untuk meningkatkan status gizi pada anak supaya memperoleh asupan gizi baik secara kuantitas dan kualitas serta mencegah terjadinya stunting maka diperlukan peranan ibu balita, petugas kesehatan dalam hal ini kader posyandu. Dalam usaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat utamanya tentang pentingnya pengetahuan gizi dan keterampilan pengolahan pangan (makanan) maka tindakan yang akan dilakukan adalah melakukan advokasi, base line data, pemberdayaan masyarakat dan kader posyandu serta evaluasi dan monitoring. Khalayak sasaran dalam kegiatan PPM ini adalah Ibu Rumah Tangga yang memiliki balita yang status gizi kurang dan kader posyandu sebanyak 38 orang di posyandu dengan rincian 20 ibu balita dan 8 kader posyandu. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk mendukung realisasi program pengabdian kepada masyarakat melalui media promosi kesehatan bagi kader posyandu di kelurahan Sungai Miai. Kegiatan monitoring dilakukan pada tanggal 2 Maret 2020 yang bertujuan untuk mengevaluasi status gizi dalam hal peningkatan berat badan pada balita gizi kurang yang sudah mendapatkan proses pendampingan dan pengolahan sop bagi balita. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan selera makan anak sebelum dan setelah pemberian produk. Monitoring dilakukan dengan menimbang balita yang sudah mendapatkan produk intervensi. Hasil penimbangan tersebut didapatkan bahwa berat badan balita sebelum dan setelah pemberian produk makanan adalah rata-rata berat badan sebelum pemberian produk adalah 13,37 kg, dan setelah pemberian produk rata-rata mengalami kenaikan sekitar 0,86 kg sehingga rata-rata berat badan balita setelah pemberian adalah 13,23 kg. kenaikan ini cukup signifikan karena secara teori kenaikan berat badan selama satu bulan minimal mendekati 1 kg. Diharapkan ibu senantiasa aktif ke posyandu balita guna memantau tumbuh kembang anak dan aktif mencari informasi terkait pola asuh anak balitanya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA DENGAN PENATALAKSANAAN GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANDASAN ULIN Siti Hardianti Kartini; Fahrurazi Fahrurazi; Asrinawaty Asrinawaty
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v2i2.2626

Abstract

Status gizi adalah keadaan seimbang antara asupan gizi dengan kebutuhan zat gizi. Status gizi seimbang bila jumlah asupan zat gizi sesuai dengan kebutuhan. Status gizi tidak seimbang dapat dipresentasikan dalam bentuk zat gizi kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu balita tentang penatalaksanaan gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Landasan Ulin Kota Banjarbaru tahun 2014. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik yang dilakukan dengan cara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki anak balita yang berobat ke Puskesmas Banjarbaru Landasan Ulin dari bulan Januari – April 2014 yaitu sebanyak 425. Sampel sebanyak 81 responden. Dari penelitian yang menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan gizi kurang di wilayah kerja puskesmas landasan ulin banjarbaru. Diperoleh p value sebesar 0,000. nilai p value < 0,05 maka Ha diterima atau Ho di tolak. Dan ada hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan penatalaksaan gizi balita. Sikap diperoleh lewat pengalaman akan menimbulkan pengaruh langsung terhadap prilaku. Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat lebih memberikan informasi kepada ibu yang memiliki balita atau masyarakat tentang penatalaksanaan gizi kurang pada balita.
Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Sumber Air Minum Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Upt. Puskesmas Palangkau Tahun 2021 Edy Ariyanto; Fahrurazi Fahrurazi; Muhammad Amin
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 8, No 2 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v8i2.5518

Abstract

zat gizi pada 1000 HPK (Hari Pertama Kelahiran) dan pengaruh Lingkungan yang tidak sehat sehingga disebut masalah gizi yang bersifat kronis. Tujuan pada penelitian adalah guna mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dan sumber air minum dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPT. Puskemas Palangkau Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah Tahun 2021. Jenis penelitian ini yaitu kuantittatif dengan memakai desain cross secttional dan pengambilan sampel memakai teknik Total Sampling sebanyak 56 responden. Analisi data penelitian memakai Uji Chi-Squre dengan (α= 0,05). Hasil penelitian menunjukkan maka 26 balita (46,4%) menderita Stunting, tingkat pendidikan ibu yang rendah sebanyak 39 ibu (69,6%), sedangkan yang mengunsumsi sumber air minum tidak bersih sebanyak 37(66,1%). Hasil Uji Chi-Squre menunjukkan maka ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu (P-Value= 0,002), sumber air minum (P-Value= 0,003) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Palangkau Kecamatan Kapuas murung Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah tahun 2021. Diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran ibu akan pentingnya pemberian air minum yang bersih kepada balita.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN IBU TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS CEMPAKA PUTIH KOTA BANJARMASIN Priska Alita; Fahrurazi Fahrurazi; Fakhsiannor Fakhsiannor
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.532 KB) | DOI: 10.31602/ann.v2i1.2610

Abstract

Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karena merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak di berbagai Negara termasuk Indonesia. Diperkirakan lebih dari 1,3 miliar serangan dan 3,2 juta kematian pertahun pada balita disebabkan oleh diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Cempaka Putih Kota Banjarmasin. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita yang berjumlah 105 kasus, dengan sampel sebanyak 51 responden yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara terhadap responden dan analisis yang digunakan melalui dua tahap yaitu univariat untuk melihat distribusi frekuensi, dan bivariat untuk melihat hubungan antara variabel dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu berhubungan dengan terjadinya diare p=0,011 (p<0,05), Sikap ibu berhubungan dengan terjadinya diare p=0,004 (p<0,05), dan tindakan ibu berhubungan dengan terjadinya diare p=0,015 (p<0,05). Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan tindakan ibu mempunyai peranan penting dalam menentukan status kesehatan balitanya. Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk meningkatkan promosi kesehatan melalui penyuluhan diare, dan PHBS Kesling. Selain itu juga meningkatkan program pencegahan diare secara optimal.
PERILAKU PENGGUNA AIR SUNGAI DENGAN KELUHAN KESEHATAN KULIT PADA MASYARAKAT SEKITAR SUNGAI PANGAMBANGAN BANJARMASIN Fahrurazi Fahrurazi; Yeni Riza; Erwin Ernadi
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 5, No 1 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.812 KB) | DOI: 10.31602/ann.v5i1.1649

Abstract

The results of river water quality monitoring from 2013 to 2015 resulted that the Martapura River and Barito River included in severe pollutant status. The purpose of this research is to know the behavior of river water users and the utilization of health services with complaints of skin health by the community around the Banjarmasin mining river. The target of this research is expected to be continued to be dedication to the community around the Banjarmasin Pangambangan river so that people can improve their knowledge, attitude and actions towards healthy living and able to utilize health services, especially the nearest public health center. The research method used is descriptive with cross sectional approach. The sample is done by purposive sampling that is sampling by not giving equal opportunity from every member of population. The instrument in this research is using questionnaire with interview technique. Analysis of this data using Chi Square statistical test with the help of computerization Mean value (a) 0.05 with confidence value 0.95. The results of the research on behavioral variables that include: knowledge, attitude and action show that there is no relationship between knowledge about the use of river water with skin health complaints (p-Value = 0.130). There is no correlation between attitude toward river water usage with skin health complaint (p-Value = 1,000). There is no correlation between the action in the use of river water with skin health complaint (p-Value = 0,130) Most people do not experience skin health complaints that is as much 89 people (96,7%) .Suggestions that can be given that is for responder increase awareness in maintaining and conserving river water, the awareness of the community to behave healthy life with the basic provisions of environmental management.