Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Latihan Pernapasan Metode Pursed Lips Breathing Terhadap Kualitas Hidup Pasien PPOK Stabil Di RSUD Labuang Baji Makassar Haerul P; Muhammad Arif Mansur
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 4 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i4.9913

Abstract

COPD is a chronic disease where monitoring of the effectiveness of treatment is not only obtained from clinical parameters, but rather from patient perspective parameters, one of which is quality of life. Quality of life is an individual's ability to function in various desired roles in society and to feel satisfied with these roles. Some non-pharmacological therapy techniques that can be taught are inspiratory muscle exercises such as the pursed lips breathing method. This study aims to identify the effect of pursed lips breathing breathing exercises on the quality of life of patients with stable COPD. This study used a pre-experimental method with a one-group pretest posttest design. The population in this study were patients suffering from stable COPD who visited the pulmonary polyclinic of Labuang Baji Hospital. The sampling technique used consecutive sampling, with a large number of samples, namely 27 people. Data analysis in this study used paired t-test statistical test. The results showed that before the pursed lips breathing method was practiced, the average quality of life (pre) was 58,874, while the average quality of life after the pursed lips breathing (post) method was 42,863. The results of the parametric paired t test show p value = 0.000, because p value 0.000 <0.05, then Ho is rejected. Thus, it can be concluded that there is an effect of the pursed lips breathing method on the quality of life of stable COPD patients at Labuang Baji Hospital Makassar. It is recommended to health workers, especially nurses, to be able to provide non-pharmacological therapy, one of which is the pursed lips breathing method for Stable COPD patients as part of implementing collaborative nursing interventions.
Gambaran Konsep Diri pada Klien Gangren Diabetik di Klinik Spesialis Luka Diabetes Diahel Kota Makassar - Idris; Andi Ernawati; Muhammad Arif Mansur; Salki Sasmita
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komplikasi ulkus diabetikum dapat menimbulkan efek pada konsep diri penderita diabetesmellitus. Derajat IV dan V ulkus diabetikum ditadai dengan adanya gangren. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui gambaran konsep diri pada klien gangren diabetik di klinik spesialis luka diabetesDiahel kota Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakanrancangan penelitian deskriptif. Metode pengambilan sampel menggunakan tehnik accidentalsampling yang berjumlah 5 responden. Alat ukur berupa kuesioner. Pada penelitian ini diperolehbahwa dari keseluruhan responden tersebut memiliki konsep diri yang positif yaitu 5 responden(100%). Seluruh responden tersebut juga memiliki komponen konsep diri yakni citra tubuh, ideal diri,harga diri, identitas diri, dan peran diri yang masing-masing positif (100%). Kata Kunci : konsep diri, gangren, diabetes mellitus.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN Muh. Arif Mansyur
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i1.357

Abstract

Gangguan jiwa merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena adanya kekacauan pikiran, persepsi dan tingkah laku di mana individu tidak mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri, orang lain, masyarakat dan lingkungan. Keluarga yang salah satu anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa perlu mempunyai pengetahuan tentang gangguan jiwa. Oleh karena itu keluarga sering merasakan kecemasan dalam menghadapi anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien Gangguan Jiwa. Instrumen dibuat dalam bentuk kuesioner dan dibagi dalam 2 bagian yaitu kuesioner untuk mengukur pengetahuan keluarga tentang gangguan jiwa dan kuesioner untuk mengukur tingkat kecemasan keluarga. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 40 keluarga pasien dengan menggunakan teknik accidental sampling. Berdasarkan hasil analisa data dengan menggunakan uji statistic Chi Square, diperoleh nilai dari Fisher’s Exact Test yaitup=0,003 (p<0,005). ini berarti bahwa uji hipotesis H0 ditolak, dengan demikian dapat dikatakan bahwa ada hubungan yang positif Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien Gangguan Jiwa. Dapat disimpulkan bahwa perlu adanya peningkatan dan pengembangan asuhan keperawatan dalam pemberian pendidikan kesehatan kepada keluarga khususnya dalam keperawatan jiwa dan keperawatan komunitas.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Frekuensi dan Durasi Menyusu pada Bayi di Puskesmas Moncobalang Kabupaten Gowa Hasyati, Hasyati; Mansur, Muhammad Arif; Nurlaelah, Nurlaelah
Journal of Health Quality Development Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022, JHQD
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jhqd.v2i2.851

Abstract

ASI merupakan makanan utama dan terbaik bagi bayi yang bersifat alamiah. ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hal yang penting bagi pertumbuhan bagi bayi dan anak adalah nutrisi sebagai pondasi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Cakupan pemberian ASI Eksklusif pada Puskesmas Moncobalang Kabupaten Gowa yaitu adalah 36,25%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan frekuensi dan durasi menyusui pada bayi. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah desain pra-eksperimental dengan pendekatan one grup pretest postest. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 15 responden. Analisa data dengan menggunakan uji wilcoxon test. Hasil Penelitian menunjukkan pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan frekuensi dan durasi menyusui pada bayi. Didapatkan hasil nilai uji signifikansi nilai p-value yang diperoleh melalui uji wilcoxon test yaitu menunjukkan hasil pada frekuensi sebelum dan sesudah diberi pijat dengan nilai P value=0,001<a=0,05. Hasil nilai dari durasi sebelum dan sesudah diberi pijat P value=0,005<a=0,05 Kesimpulan: Berdasarkan dari uji wilcoxon test menunjukkan bahwa Ha diterima yang artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan frekuensi dan durasi menyusui pada bayi di Puskesmas Moncobalang Kabupaten Gowa.
Pengenalan Tanda Awal Henti Jantung dan Tindakan CPR di Masyarakat Asrianto Asrianto; Haerul Haerul; Khumaidi Arief; Karmila Sukri; Muhammad Arif Mansur; Sabri Jufri; Harnilawati Kalla; Herman Herman; Arnianti Arnianti; Subaedah Subaedah; Nurlaelah Nurlaelah; Anggerani Anggerani; Muhammad Agus Jabir; Fitriani Fitriani; Nursyahfitri Nursyahfitri; Syauqiyah Syauqiyah; Putra Putra; Dwi Selsadila
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2539

Abstract

Henti jantung mendadak merupakan permasalahan kesehatan masyarakat dengan tingkat mortalitas tinggi dan sebagian besar kejadiannya terjadi di luar fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi ini menuntut respon cepat dan tepat dari masyarakat awam sebagai penolong pertama sebelum bantuan medis tiba. Namun, rendahnya pengetahuan masyarakat dalam mengenali tanda awal henti jantung serta keterbatasan keterampilan melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) masih menjadi kendala utama dalam upaya penyelamatan korban. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali tanda awal henti jantung serta melakukan tindakan CPR secara benar dan aman. Metode pengabdian meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi terarah, serta pelatihan praktik CPR menggunakan media audio visual dan manekin. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai tanda awal henti jantung serta peningkatan kemampuan dalam melakukan tindakan CPR sesuai standar prosedur. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan pelatihan CPR berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem respon kegawatdaruratan jantung di tingkat komunitas dan berpotensi menurunkan angka kematian akibat henti jantung secara berkelanjutan nasional.