Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MANAJEMEN MADRASAH DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM Arif, Moh.
Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga pendidikan Islam memiliki peranan yang sangat besar dalam pendidikan nasional. Hal ini disebabkan lantaran pendidikan nasional tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai agama. Nilai-nilai ilahiah telah dijadikan basis dalam pelaksanaan setiap proses pembelajaran di dalam lembaga pendidikan Islam. Lembaga pendidikan Islam selain mendorong siswa dalam aspek keagamaan yang kuat juga membubuhkan pembelajaran dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak kalah bila dibandingkan dengan lembaga pendidikan umum sederajat. Hal itu disebabkan oleh pengaruh dari ide-ide pembaruan yang berkembang di dunia Islam dan kebangkitan bangsa Indonesia sehingga sedikit demi sedikit pelajaran umum masuk ke dalam kurikulum madrasah. Buku-buku pelajaran agama mulai disusun khusus sesuai dengan tingkatan madrasah, seperti halnya buku pengetahuan yang belaku di sekolah-sekolah umum. Dari hal tersebut, pengelolaan lembaga madrasah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, harus memuat lima hal penting: aspek manajemen, pemanfaatan komputer dan internet dalam pembelajaran, budaya kerja tim (team work), pemanfaatan alat bantu pembelajaran dan keterlibatan guru, siswa, orang tua dan stakeholder. Islamic institution education has important roles in national education. Because, national education cannot be separated from religion values. The values from God are used as basis to do teaching and learning activities in Islamic education. In Islamic education, the students are equipped not only religion knowledge but also science and technology. The development of ideas renewal in Islamic world as it is felt in Indonesia, general science little by little is included in the curriculum of madrasah. The course books of religion are specifically arranged based on the level of the madrasah as it is done for general science books used in non madrasah school. For those, in the effort to improve the quality of education there must be at least five aspects covered, they are management, utility of computer and internet during the process of teaching and learning, team work culture, utility of assisted tools and involvement of teacher, student, parents, and stakeholder.
IMPLEMENTASI KOMPETENSI GURU DALAM MENDESAIN DAN MELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU PADA KTSP DAN KURIKULUM 2013 DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Arif, Moh.
Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2015.15.2.237-259

Abstract

The ability of teachers in designing learning becomes one factor in the successful implementation of integrated learning MIN tunggangri, based on the formulation of the problem as follows: 1) How is the competence of teachers in Designing Integrated learning at MIN Tunggangri Kalidawir Tulungagung? 2) What are the factors that affect the competence of teachers in the process pembelajaranTerpadupada SBC and Curriculum 2013 in MIN Tunggangri Kalidawir Tulungagung? And, 3) How is the implementation of teacher competence in Designing and implementing the learning process and curriculum SBC Terpadupada 13 at MIN Tunggangri Kalidawir Tulungagung? Based on the formulation of the problem above, the results showed the following 1) the ability of teachers in designing integrated learning at MIN Tunggangri researchers found as follows, 2) the ability of teachers to design learning has been going well, it is based on educational qualifications and participation in the development of teacher competence in designing integrated learning both in the curriculum system of 2006 (SBC) or curriculum in 2013 which is currently in terapakan and the factors or problems faced by teachers in MIN Tunggangri in designing and implementing the thematic learning according to the curriculum in 2013 are limited facilities and infrastructure, availability of books teachers and students and most teachers have not been S2 even if the educational background S2 not be a mandatory requirement for teachers at level MIN/SD, but according to the headmaster very teacher at MIN Tunggangri always encouraged to improve their competence either seacara academic or non-academic one with proceed to S2. Keywords: Teacher Competences, Design, Integrated Learning, Curriculum 2013
Pengembangan Instrumen Penilaian Mapel Sains melalui Pendekatan Keterampilan Proses Sains SD/MI Arif, Moh.
Taallum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2016.4.1.123-148

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan format pengembangan intrumen penilaian keterampilan proses sains SD yang masih menjadi problematika untuk menentukan pengembangan instrumen. Di samping itu, artikel ini ditulis untuk mengetahui karakteristik dan beberpa prosedur pelaksanaan penilaian proses sains SD dengan memberikan format pengembangan instrumen penialaian proses sains yang meliputi penyusunan rencana penelitian, penyusunan kisi-kisi, pembuatan soal sampai pada penganalisian butir soal. Konsep dasar penilaian yang perlu ditekankan adalah keefektivan instrumen penilaian, yang terdiri dari tiga unsur utama yakni valid (validity), reliabel (reliability), dan praktis (practicality). Berdasarkan tujuan dan perbedaan waktu pelaksanaanya, terdapat tiga jenis bentuk penilaian proses sains pada siswa Sekolah Dasar: Penilaian Diagnostik, Penilaian formatif dan Penilaian sumatif. Tes akan dianalisis secara kualitatif baik dari segi materi, konstruksi maupun bahasa. Analisis secara kuantitatif dengan pendekatan teori tes klasik yakni dengan Iteman dan analisis secara kuantitatif menggunakan pendekatan teori tes modern yakni program Bigstep.
IMPLEMENTASI KOMPETENSI GURU DALAM MENDESAIN DAN MELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU PADA KTSP DAN KURIKULUM 2013 DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Moh. Arif
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 15 No 2 (2015)
Publisher : LP2M IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2015.15.2.237-259

Abstract

The ability of teachers in designing learning becomes one factor in the successful implementation of integrated learning MIN tunggangri, based on the formulation of the problem as follows: 1) How is the competence of teachers in Designing Integrated learning at MIN Tunggangri Kalidawir Tulungagung? 2) What are the factors that affect the competence of teachers in the process pembelajaranTerpadupada SBC and Curriculum 2013 in MIN Tunggangri Kalidawir Tulungagung? And, 3) How is the implementation of teacher competence in Designing and implementing the learning process and curriculum SBC Terpadupada 13 at MIN Tunggangri Kalidawir Tulungagung? Based on the formulation of the problem above, the results showed the following 1) the ability of teachers in designing integrated learning at MIN Tunggangri researchers found as follows, 2) the ability of teachers to design learning has been going well, it is based on educational qualifications and participation in the development of teacher competence in designing integrated learning both in the curriculum system of 2006 (SBC) or curriculum in 2013 which is currently in terapakan and the factors or problems faced by teachers in MIN Tunggangri in designing and implementing the thematic learning according to the curriculum in 2013 are limited facilities and infrastructure, availability of books teachers and students and most teachers have not been S2 even if the educational background S2 not be a mandatory requirement for teachers at level MIN/SD, but according to the headmaster very teacher at MIN Tunggangri always encouraged to improve their competence either seacara academic or non-academic one with proceed to S2. Keywords: Teacher Competences, Design, Integrated Learning, Curriculum 2013
MANAJEMEN MADRASAH DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM Moh. Arif
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/epis.2013.8.2.415-438

Abstract

Lembaga pendidikan Islam memiliki peranan yang sangat besar dalam pendidikan nasional. Hal ini disebabkan lantaran pendidikan nasional tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai agama. Nilai-nilai ilahiah telah dijadikan basis dalam pelaksanaan setiap proses pembelajaran di dalam lembaga pendidikan Islam. Lembaga pendidikan Islam selain mendorong siswa dalam aspek keagamaan yang kuat juga membubuhkan pembelajaran dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak kalah bila dibandingkan dengan lembaga pendidikan umum sederajat. Hal itu disebabkan oleh pengaruh dari ide-ide pembaruan yang berkembang di dunia Islam dan kebangkitan bangsa Indonesia sehingga sedikit demi sedikit pelajaran umum masuk ke dalam kurikulum madrasah. Buku-buku pelajaran agama mulai disusun khusus sesuai dengan tingkatan madrasah, seperti halnya buku pengetahuan yang belaku di sekolah-sekolah umum. Dari hal tersebut, pengelolaan lembaga madrasah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, harus memuat lima hal penting: aspek manajemen, pemanfaatan komputer dan internet dalam pembelajaran, budaya kerja tim (team work), pemanfaatan alat bantu pembelajaran dan keterlibatan guru, siswa, orang tua dan stakeholder. Islamic institution education has important roles in national education. Because, national education cannot be separated from religion values. The values from God are used as basis to do teaching and learning activities in Islamic education. In Islamic education, the students are equipped not only religion knowledge but also science and technology. The development of ideas renewal in Islamic world as it is felt in Indonesia, general science little by little is included in the curriculum of madrasah. The course books of religion are specifically arranged based on the level of the madrasah as it is done for general science books used in non madrasah school. For those, in the effort to improve the quality of education there must be at least five aspects covered, they are management, utility of computer and internet during the process of teaching and learning, team work culture, utility of assisted tools and involvement of teacher, student, parents, and stakeholder.
Pengembangan Instrumen Penilaian Mapel Sains melalui Pendekatan Keterampilan Proses Sains SD/MI Moh. Arif
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2016.4.1.123-148

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan format pengembangan intrumen penilaian keterampilan proses sains SD yang masih menjadi problematika untuk menentukan pengembangan instrumen. Di samping itu, artikel ini ditulis untuk mengetahui karakteristik dan beberpa prosedur pelaksanaan penilaian proses sains SD dengan memberikan format pengembangan instrumen penialaian proses sains yang meliputi penyusunan rencana penelitian, penyusunan kisi-kisi, pembuatan soal sampai pada penganalisian butir soal. Konsep dasar penilaian yang perlu ditekankan adalah keefektivan instrumen penilaian, yang terdiri dari tiga unsur utama yakni valid (validity), reliabel (reliability), dan praktis (practicality). Berdasarkan tujuan dan perbedaan waktu pelaksanaanya, terdapat tiga jenis bentuk penilaian proses sains pada siswa Sekolah Dasar: Penilaian Diagnostik, Penilaian formatif dan Penilaian sumatif. Tes akan dianalisis secara kualitatif baik dari segi materi, konstruksi maupun bahasa. Analisis secara kuantitatif dengan pendekatan teori tes klasik yakni dengan Iteman dan analisis secara kuantitatif menggunakan pendekatan teori tes modern yakni program Bigstep.
Building Religious Harmony and Tolerance: Social Da’wa by Sayyid Ahmad bin Salim Al Muhdlor Ahmad Nurcholis; Moh. Arif; Heri Efendi; Wiwik Sunarsih
Ulumuna Vol 25 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/ujis.v25i2.400

Abstract

Most activities of Islamic propagation (da’wah) focus on a conventional method of normative teaching that may result in fanaticism and dogmatism. However, da’wah activity should be also inclusive and attentive to the context where it is held. The purpose of this article is to describe, analyze, and interpret the social da’wah carried out by Sayid Ahmad that could create religious harmony and tolerance in Tulungagung, East Java. Based on the theory of structural functionalism by Talcott Parsons, this phenomenological study analyses the structure of society and the interrelationships of various structures seen to be mutually supportive of dynamic equilibrium. This theory focuses on how good order is maintained among various elements of society. This study shows Sayyid Ahmad uses social da’wah approach by establishing economic harmonization, building educational institutions to teach tolerance values, constructing mosques by different religious adherents to realize the meaning of tolerance, and completing the mosque with good facilities and infrastructure. He also teaches the pillars of tolerance and harmony among religious communities by serving and helping each other, giving justice to anyone, and respecting other religions.
Pengembangan Instrumen Penilaian Mapel Sains melalui Pendekatan Keterampilan Proses Sains SD/MI Moh. Arif
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2016.4.1.123-148

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan format pengembangan intrumen penilaian keterampilan proses sains SD yang masih menjadi problematika untuk menentukan pengembangan instrumen. Di samping itu, artikel ini ditulis untuk mengetahui karakteristik dan beberpa prosedur pelaksanaan penilaian proses sains SD dengan memberikan format pengembangan instrumen penialaian proses sains yang meliputi penyusunan rencana penelitian, penyusunan kisi-kisi, pembuatan soal sampai pada penganalisian butir soal. Konsep dasar penilaian yang perlu ditekankan adalah keefektivan instrumen penilaian, yang terdiri dari tiga unsur utama yakni valid (validity), reliabel (reliability), dan praktis (practicality). Berdasarkan tujuan dan perbedaan waktu pelaksanaanya, terdapat tiga jenis bentuk penilaian proses sains pada siswa Sekolah Dasar: Penilaian Diagnostik, Penilaian formatif dan Penilaian sumatif. Tes akan dianalisis secara kualitatif baik dari segi materi, konstruksi maupun bahasa. Analisis secara kuantitatif dengan pendekatan teori tes klasik yakni dengan Iteman dan analisis secara kuantitatif menggunakan pendekatan teori tes modern yakni program Bigstep.
MANAJEMEN MADRASAH DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM Moh. Arif
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/epis.2013.8.2.415-438

Abstract

Lembaga pendidikan Islam memiliki peranan yang sangat besar dalam pendidikan nasional. Hal ini disebabkan lantaran pendidikan nasional tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai agama. Nilai-nilai ilahiah telah dijadikan basis dalam pelaksanaan setiap proses pembelajaran di dalam lembaga pendidikan Islam. Lembaga pendidikan Islam selain mendorong siswa dalam aspek keagamaan yang kuat juga membubuhkan pembelajaran dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak kalah bila dibandingkan dengan lembaga pendidikan umum sederajat. Hal itu disebabkan oleh pengaruh dari ide-ide pembaruan yang berkembang di dunia Islam dan kebangkitan bangsa Indonesia sehingga sedikit demi sedikit pelajaran umum masuk ke dalam kurikulum madrasah. Buku-buku pelajaran agama mulai disusun khusus sesuai dengan tingkatan madrasah, seperti halnya buku pengetahuan yang belaku di sekolah-sekolah umum. Dari hal tersebut, pengelolaan lembaga madrasah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, harus memuat lima hal penting: aspek manajemen, pemanfaatan komputer dan internet dalam pembelajaran, budaya kerja tim (team work), pemanfaatan alat bantu pembelajaran dan keterlibatan guru, siswa, orang tua dan stakeholder. Islamic institution education has important roles in national education. Because, national education cannot be separated from religion values. The values from God are used as basis to do teaching and learning activities in Islamic education. In Islamic education, the students are equipped not only religion knowledge but also science and technology. The development of ideas renewal in Islamic world as it is felt in Indonesia, general science little by little is included in the curriculum of madrasah. The course books of religion are specifically arranged based on the level of the madrasah as it is done for general science books used in non madrasah school. For those, in the effort to improve the quality of education there must be at least five aspects covered, they are management, utility of computer and internet during the process of teaching and learning, team work culture, utility of assisted tools and involvement of teacher, student, parents, and stakeholder.
MEMBANGUN KEPRIBADIAN MUSLIM MELALUI TAKWA DAN JIHAD Arif, Moh.
KALAM Vol 7 No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i2.383

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep Taqwa dan Jihad dalam al-Qur’an. Taqwa sekalipun pendek pelafalannya namun merupakan himpunan dari semua kebaikan dan kumpulan dari hak dan kewajiban; sedangkan jihad ‘merupakan “ruhbaniyah”, karena dengan jihad kaum muslimin telah meninggalkan kelezatan duniawiyah. Kepribadian seorang muslim tidak terlepas dari cita-cita Islam yang meliputi penyerahan diri, kepasrahan, ketundukan, dan kepatuhan terhadap sang pencipta. Allah memerintahkan orang muslim untuk bertaqwa sebelum memerintahkan hal-hal lain, agar taqwa itu menjadi pendorong bagi mereka untuk melaksanakan perintah–perintah-Nya. Mentaati segala apa yang telah dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya dan an menjauhi sebisa mungkin segala apa yang telah dilarang-Nya merupakan salah satu ciri dari taqwa. Adapun keterkaitan taqwa dan jihad ialah seorang Muslim harus melaksanakan semua yang telah dianjurkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya tanpa memikirkan keuntungan dan kerugian dalam menjalankan syariat-Nya. Kesemuanya itu dapat terwujud melalui pengamalan perintah Allah sebagai suatu bentuk jihad fisabilillah.